Sunday, July 03, 2011

Brad Paisley - Letter To Me

Another song that I like a lot!

Sama seperti lagunya.. pingin rasanya memberitahu diri yang dulu untuk tidak usah khawatir dan kecewa dengan diri sendiri.

Sigh... masa remaja benar2 masa yang berat.

There was a time I really really want to see goodlooking guy in the mirror. Tapi yang kelihatan adalah anak gendut, kacamata botol, tampang geek.
Beli baju harus XL, celana no. 36.
Pas prom pake jas udah seperti pinguin jalan.

Padahal gw pingin tampil menarik. And I blamed myself...alot...alot and alot

But perhaps I shouldn't worry too much.

Ketika koko gw married, gw pakai jas kembali, dan dengan begitu takutnya gw berdiri di depan kaca kembali. OMG I wasn't that bad looking!

I shouldn't worry because I have a lot of good friends! Well... gw juga punya musuh, but I doesn't care much.

Teman datang dan pergi. Dan gw juga membuat teman baru. Tapi teman lama adalah harta terpenting, dan untuk beberapa teman mereka adalah prioritas dalam daftar gw.

Sometimes you don't see your quality and capability. And sometimes other people do. And sometimes orang2 yang salah membuat lu meragukan diri lu sendiri.
Paman gw pernah nyeletuk: "Udah terlambat buat lu untuk latihan berenang lagi" ketika kuliah.
Dan nyokap gw pernah bilang: "Lu memang ga bakat olahraga"

Lucky I've never listened to them. And lucky I listened to people who said that I can do it. Sebodo bakat apa kaga, sebodo apa hasilnya, I only do what I want.

Dan gw ga pernah dan ga akan bisa jadi atlet. But at least gw sekarang bisa liat diri gw di kaca, dan gw melihat orang yang ga bego2 amat, lucu, but not that bad looking.
Dan gw bisa beli baju ukuran M, dan celana 31-32.
Kita sepedaan bareng dan Paman gw dorong sepeda. Dan ga pernah sekalipun gw turun dari sepeda, mau tanjakan kaya apapun juga.

If I could send a letter to me back at those years. It could save a lot of tears, all those years blaming on myself.

And perhaps myself in the future will send a letter back to me now.
To remind me to stop chasing endless dreams and try to settle down.

But i keep saying to myself now: belum saatnya gw berhenti bermimpi.
I will do what I want because this is my life.

Dan gw pingin menjadi orang yang selalu menyemangati orang lain, merayakan kesuksesan sekecil apapun itu, dan belajar dari kegagalan instead of menyesali.
I'm not that kind of person, but I'm trying to be.
And I'm surrounded by a lot of good friends that I can learn from.

Karena hidup cuma sekali, seperti kereta ekspres.
We got so much things ahead! Dan seperti lagunya.. It is not the best part yet!

Jadi Supporter

Hari ini gw belajar sesuatu yang baru: jadi supporter. All this time gw ikut2 event lari sendiri, berenang sendiri, sepeda sendiri, dan gw berhutang banyak luar biasa kepada para supporter.

Di satu sisi nyaman juga ga ada supporter, no peer pressure. Tapi di lain pihak ya rasanya sepi juga ya. Ga bisa foto2 pas finish =(.

Pas Sundown Marathon yang lalu, ada ibu2 sama anak2 remajanya bawa cooler box bagi2 minuman lemonade, dan pisang. Dan mereka jelas bukan panitia. Terharu rasanya.

So ketika temen gw bilang dia ikut Great Eastern Women 10K, gw bilang kalo gw bangun gw supporterin. Toh tempatnya deket ini sama rumah.

Ya so berangkat lah gw dari rumah. Ga ketemu sebelum start, jadi ya foto2 yang laen aja.

Sempet nyesel ga pake busana lari, ya toh sebenernya gw butuh latihan lari. Buat apa masih rahasia :).

Jarak tempuh 10K. Jadi bener2 ga bisa intercept di tengah jalan. Durasi lari paling 1 jam kurang lebih dikid bo.

Jadi ya nunggu deket finish line maju dikit. Tepatnya sesudah jembatan menuju Merlion. Dan sembari nunggu ya nepokin dan supporterin yang laen.
Was it worth it? Gw bilang yes. Asik juga. Ga sedikit yang membalas tepokan dengan senyum (makanya kalo lari itu senyum kiri kanan).

Lucu juga. Ada bapak bawa bayi dalam stroller sampai masuk ke jalan buat supporterin emaknya. Ada bapak ibu supporterin anak cewenya.

Overall I enjoyed the experience. Meeting and smiling to strangers.. hahaha....

Ngomong2 soal lari...gw masih ragu.. should I or should not register for Standard Chartered 42K? Di satu sisi gw pingin 42K again. Di lain pihak gw pingin juga lari bareng temen2 which means gw mesti drop ke 10K.

Next run is 21K....Hadoooh....

Sunday, June 26, 2011

Nilai yang berubah

Pas buka yahoo mail sekilas melihat berita di bawahnya: "NY legalise gay marriage". Dalam hati langsung bilang wow. Bukan kemenangan kecil secara NY merupakan negara bagian terpadat US. Dan lagi2 (seperti layaknya ketika homoseksual dikeluarkan dari golongan penyakit jiwa oleh asosiasi psikiatri Amerika dan termasuk dalam HAM oleh dewan HAM PBB) kemenangan dengan margin voting yang tipis.

Gw pernah membaca literatur mengenai cerita orang2 yang terlibat dalam Stonewall riot 1969 dan juga cerita satu orang yang berbicara dalam kongres asosiasi psikiatri tsb (biasa gw suka baca yang engga2 kalau ke perpus), dan gw mesti bilang angkat topi untuk mereka2.

Tapi ini membawa pertanyaan, mau diajar apa generasi selanjutnya? Ketika nilai2 yang selama ini kita ketahui (sebagai generasi yang menua) mulai ambruk satu per satu.

Sejujurnya gw pun ragu untuk bisa catch up dengan generasi muda sekarang.

Ketika gw kecil, orang tua gw selalu menyuruh gw untuk belajar bahasa Cina. Alasannya adalah karena gw orang Cina jadi harus tau budaya Cina.
Ya jelas mereka gagal. Wong yang gw idolakan adalah budaya Amerika dengan Air Wolf, Knight Rider, Friday the 13th, Hunter, Star Trek, dan teman2-nya. I didn't give a sh*t about Chinese!

Dan lagi mereka mengajarkan untuk bisa menulis Cina yang sebagaimana perlu diketahui repotnya setengah mati karena harus ada urut2-annya. Belum lagi ada tradisional Chinese dan simplified.

Yang mereka gagal sampaikan adalah, belajar Cina karena bahasa Cina bakal jadi populer di masa yang akan datang. Karena Cina bakal jadi raksasa ekonomi, dan kalau mau dilihat ada beberapa produk kebudayaan yang sebenarnya keren, trendi, dan ga norak2 amat.
Dan mereka gagal untuk mengantisipasi perkembangan komputer. Kalau sekarang disuruh nulis Cina pun gw lupa (walaupun tulisan tangan Cina gw masih bagus..duilee), udah kebiasaan pakai keyboard di komputer.

Tapi tidak bisa menyalahkan mereka karena bagaimana mungkin mereka bisa tahu dunia bakal jadi seperti ini.

Dan mereka pun sekarang mati2-an berusaha untuk menyesuaikan diri.

Dulu ketika koko gw mau married, si bokap udah mau siap2 kuas untuk nulis undangan. Gw bilang udah kasih ke gw, ntar gw ketik en print label undangannya, lebih cepet.
Tampangnya amazed gitu... seakan2 ngetik Cina di komputer itu susahnya kaya gimana.

Dan nyokap pun berusaha untuk belajar ngetik Cina. Dia sebelumya pake metode "apa itu namanya gw tak tahu". Gw bilang pin yin lebih cepet, dan setelah liat demonya beberapa kali, sekarang dia latihan pin yin, hahahaha.....

Ada perubahan dan pergeseran nilai. Dari dulu ketika kita menulis surat pakai tangan, dan sekarang ketika semuanya diketik di komputer.

Dulu kita mengirim surat pakai perangko, dan setiap menerima surat, amplopnya direndem air, perangkonya diambil dan dikeringkan terus ditaroh album.
Sekarang kita sudah ber-email ria. Ngirim surat pun pakai bar-code bukan lagi pakai perangko. Kalaupun pakai perangko, perangkonya udah bentuk stiker.

Dulu telepon rumah, terus pager, terus handphone, dan sekarang smartphone dan tablet.

Kita berubah, dan nilai2 kehidupan pun berubah.

Ada beberapa orang yang takut akan perubahan, ada juga yang menginginkan perubahan. Tapi ada perubahan yang tidak bisa dihindari.

Jadi apa yang harus diterangkan ke generasi muda sekarang? Apakah keluarga itu? Kenapa temannya si A tidak punya bapak? Kenapa temannya si B tidak punya ibu? Kenapa si itu bapak atau ibunya dua orang?

Dan gw pikir gw pun berubah. Entah anak siapa nanti yang gw ajarin, tapi gw lebih prefer ke tipe orang yang menghargai orang apa adanya, dan bukan menghina kekurangannya. Kalau ada anak entah siapa juga yang menghina2, hati2 mungkin bisa kena tendang. So.. ini adalah peringatan, kalau orangtuanya ngajarin yang engga2 lebih baik anaknya jangan deket2 gw.

Tidak ada jaminan bahwa yang tradisional lebih baik, dan tidak ada jaminan pula bahwa yang modern lebih baik. Tapi ketika pilihan diambil, tidak baik untuk menghakimi baik atau buruk.
Apalagi bukan kita yang menjalani hidup orang lain. Kita hanya menjalani hidup kita sendiri.

Teringat ucapan Mrs. Doubtfire di akhir filemnya:
"There are all sorts of different families, Katie. Some families have one mommy, some families have one daddy, or two families. And some children live with their uncle or aunt. Some live with their grandparents, and some children live with foster parents. And some live in separate homes, in separate neighborhoods, in different areas of the country - and they may not see each other for days, or weeks, months... even years at a time. But if there's love, dear... those are the ties that bind, and you'll have a family in your heart, forever."

Tuesday, June 21, 2011

First Day Cover

Beda rumput beda belalang.

Gw rasa ada yang beda dalam sistem sampul hari pertama (FDC) antara Singapura dan Indonesia.
Di sini setiap kali gw harus seperti orang gila untuk minta mereka ngasih cap kantor pos biasa di sampul hari pertama. Pak/Tante posnya pasti nunjuk ke cap cancellation yang udah ada, sementara gw mati2-an "No..no..no.. I want today's ordinary chop!!"

Apa tujuan minta cap pos biasa? Well untuk kasus di Indonesia adalah untuk menunjukkan bahwa benar sampul hari pertama tsb diperoleh tepat pada hari penerbitan pertama, yang mana harganya pasti lebih mahal. Di kasus Indonesia juga, lebih bagus lagi jika ditemani dengan label pos tercatat (registered article). Tapi entah bagaimana sekarang kelanjutannya tidak tahu menahu, secara sistem RA sudah pakai barcode sekarang.


Dan buat gw personally, ada kesan pribadi tersendiri. Seperti sampul di atas yang pertama kalinya gw beli di Changi Airport sambil lari2 karena kantor posnya tutup jam 9.30 malem, sementara gw ciiit nyampe airport jam 9.20 malem.
Pas beli unclenya bilang cap pos biasanya udah dirol ke tanggal besok, tapi gw tetap memaksa. Mungkin dia pikir daripada bikin masalah sama turis gila kaya gini, lebih baik yang waras ngalah.

Sepertinya di sini ada angka di cap cancellation FDC. 1 means hari pertama. Sementara di Indo ngga ada sistem beginian. Cap cancellation ya cap cancellation, kaga pake angka2 (walaupun ada tanggal penerbitan). Mungkin karena itu perlu ditemani cap pos biasa. Mirip dengan sistem sampul Australia (ga ada contoh FDC Indonesia, secara semuanya dikirim langsung ke rumah di Tangerang).


Di sini (SGP) juga rada "fair". Begitu lewat hari pertama FDC no longer can be bought online. Langsung di-take down dari website, beda sama di Indo yang tetap dipajang berhari2 bahkan sampe berbulan2.

Tapi tidak begitu familiar dengan sistem ini gw pun tertipu.

Sampul "Old Maps of Singapore" di atas gw beli di "pasar loak" China Square. Tidak teliti melihat gw pikir FDC ya FDC aja.
Setelah diteliti2 walaw....capnya nomor 23. Means 23 hari dari hari penerbitan??
Kecewa huhuhu....

Secara gw orangnya cukup perfeksionis untuk urusan beginian...
Dan "Old Maps of Singapore" bener2 merupakan ambisi dari jaman kecil dahulu, yang begitu senangnya menerima surat dari Singapur dan "berusaha" untuk mengkomplitkan peta.

En Amerika lebih aneh lagi, mungkin terlalu liberal mereka. Gw sampe ngomel2 ke temen gw, eh masa yang Kennedy Space Center begini doank cap-nya. Cuma garis2 lalu ada tulisan "First Day of Issue"?? Dan dia bilang iya memang begitu. Hahahaha maafkan diriku.

Tapi kalo gw lihat edisi lain, contoh: The Simpsons, rasanya capnya normal2 aja, kaya di Indo.

Binung.....

Sunday, June 19, 2011

Next dream

Di setiap ultah, gw selalu bermimpi mau seperti apa gw di ultah berikutnya.

Di ultah tahun depan, hang on...Gw mau tetap kerja.

Dua tahun ke depan, gw mempertimbangkan untuk sekolah lagi. Mungkin engineering, mungkin manajemen, mungkin juga science. Yang jelas gw sedikit kangen dengan maen hantam2-an dengan matematik.

I should grow stronger and faster. Run, bike and swim.
Masih ada nomor ultra marathon 100 km, dan di facebook gw ada orang dari Sweden yang ikut lomba sepeda 300 km.
Dan gw mengeluh untuk jarak yang pendek...malu2.
There is no way orang Asia harus kalah dengan bule.

Sekali lagi cuma mimpi....

Saturday, June 18, 2011

Pink Dot SG, Bravo!

Hari ini gw ada agenda khusus, selain berenang pagi dan bermalas2-an seharian.

Gw bertekad untuk datang ke Pink Dot SG 2011. 18th June 2011 bertepatan dengan ultah gw donk! Lagian tempatnya juga deket di Hong Lim Park, tinggal ngesot dari rumah.
Ini kali yang ketiga, setelah sebelum2-nya gw kelewat melulu.
Yang pertama 2009 gw baru datang ke SG, so sedikit kampungan. Yang kedua gw jogged by karena betul2 ga inget tanggal.
Yang ketiga ini impossible lupa karena it's birthday me! Dan gw pingin banget liat Dim Sum Dolly, ya secara pekerja asing haus liat artis gethu looh.

Tapi nyaris ketiduran euy. Cape berenang pagi + abis makan siang, ngantuk gaban. Tidur siang en bangun jam 5 lewat. Lari ke jendela liat ke tempatnya, eh udah mulai.
Cuci muka terus lari ke bawah deh. For note: I don't have ANY pink clothes, so yeah.. wrong dress code here :(.

Apa itu Pink Dot? Penjelasan singkat dari gw adalah it's LGBT pride with asian's touch. Penjelasan panjang lebar bisa dilihat di sini.
Ketika prime minister LHL pernah bilang: apakah Singapura pingin melihat gay pride seperti di Australia di jalan2 Singapur? Think not.
But this one is different style. Smart...hahahaha. Lebih fokus ke bring the whole family closer. Pintar....
And yeah.. this year was huuuggeee compared to last year. Orang2-nya lebih rame bo!

And I saw my gym instructor there! Tapi dia juga salah kostum, mungkin supporter juga kali ye (seperti gw).

Ada cewe yang bawa tulisan "I'm straight but I have an open mind".

Ada alasan kenapa gw mau datang. Benar yang dikatakan oleh MC-nya. Buat kita2 yang punya teman2 LGBT, they make our life more meaningful, seperti layaknya teman2 lainnya. Label "LGBT" bahkan menjadi tidak penting dibandingkan dengan pertemanan. Dan ketika orang lain membenci mereka, sedih juga rasanya.

Gym instructor gw dulu di Indo juga gay. He's happily "married". Dan dia selalu bilang ke gw untuk "selalu bisa..." Mulai dari yang kecil, lalu pelan2 naik. Beda sama guru OR SMP yang selalu menjelek2-an. Ketika push up, dia bilang ayo pasti bisa...
Believe it or not gw mulai body pump di kelas dia dengan beban 2 kg each untuk circuit paha! Dan gw muntah2 afterwards!
Sekarang *ahem* much2 better.

Buat gw, i've gained so much dari pertemanan dan teman2 di sekeliling gw, jauh lebih besar dari yang gw dapat ketika membuat permusuhan.
Dan label LGBT menjadi sesuatu yang benar2 tidak penting dan bisa dibuang.

Jadi gw datang! I yelled and I laughed! Gw bener2 kangen dengan ucapan "Don't be so kanciong.." bener2 lokal hahahaha....

Pasukan googlers sebagai sponsor juga kelihatan. Dengan kaos pink dan ada gambar sepasang android pegangan tangan di belakang. Cute....

Untuk hal ini gw bilang Singapura beruntung. Mereka punya event unik dimana LGBT-ers bisa merasa dan menjadi bagian integral di negara sendiri. With all the supports from family and friends.
Konflik horisontal dan perdebatan pasti selalu ada, tidak mungkin perubahan terjadi dalam satu malam.

Gw ga ikutan dalam buletan pink .. fiuh ada alasan kuat: S'porean and PR only. Secara yang bisa membuat pernyataan di speakers corner (the only free speech ground in Singapore) ya dua golongan itu. So no worry over wrong dress code.

Buat gw pribadi: to love is a miracle itself, so for people who can and are in love, my best wishes for all of you!

Dan negara gw...huff... sedang ke laut seperti biasa.

Buat gw pribadi... aduh gimana yah.. kemarin dideketin oom2 kaya pun gw ga mau. So how? Entahlah....
Mungkin harga diri no. 1, kekayaan no. 2, jenis kelamin no. 3??
Gw pun bingung... hahahaha....


Wednesday, June 15, 2011

Kalau Mau Pasti Ada Jalan

Gw selalu bertanya begini kepada orang yang percaya pada surga dan neraka:

Kalau ada surga, dan ada neraka, bagaimana mungkin orang yang masuk surga bisa hidup bahagia selamanya mengetahui ada orang yang menderita di neraka. Kalaupun mereka bisa, bukankah mereka tidak pantas masuk surga?

Bukankah harga surga adalah kasih? Dan memaafkan? Dan toleransi? Dan segala perbuatan baik? Kalau ada yang bisa berbahagia di atas penderitaan orang = ??

Kalau ada Tuhan, gw selalu berdoa supaya semua orang masuk surga. Sudahlah tidak usah repot dan gelut mana yang benar dan mana yang salah. Toh di hari akhir nanti kita punya waktu selamanya untuk saling memaafkan dan mengerti satu dengan lainnya.

Mungkin ini ajaran tentang konsekuensi, supaya orang mengerti segala sesuatu ada ganjarannya. Tapi gw juga percaya tidak ada perbuatan macam apapun yang pantas diganjar selamanya.

Berbicara dengan seorang yang beragama Buddha, dia tersenyum.

"Pernah dengar dengan yang namanya Ksitigarbha?"

Aaah ya... sudah lama banget ga denger nama itu.

Almarhum nenek gw Buddha, dan sebenarnya nyokap dulunya beragama Buddha. Jadi dari kecil karena sudah kehabisan cerita, terkadang diceritain tentang agama Buddha, termasuk baca2 fotokopian yang dibawa pulang dari wihara mana lah...

Ada banyak variasi cerita, tapi intinya cuma satu.

Ksitigarbha adalah either monk or Bodhisattva yang terkenal dengan sumpahnya untuk tidak menjadi Buddha, mengajarkan dharma kepada mahluk2 di neraka sampai tidak ada lagi penghuni neraka yang tersisa.

Personally I think it's wow....

Siapakah Bodhisattva itu? Dulunya ya manusia-manusia juga. Dan seperti yang dipercaya oleh orang2 Buddhist, semua orang punya benih Bodhisattva di dalam dirinya.
So can we do that?

It's a long shot...but the answer is yes...it is possible.

Jadi pada dasarnya gw menolak konsep neraka ala Tuhan Abraham.
Gw percaya kita akan menjadi semakin dewasa, bijak, dan adil apalagi calon2 penghuni surga. We will talk to God at the very end of the days: Betapapun jahatnya orang di dunia, betapapun buruknya perilaku mereka terhadap kita, betapa mengerikan penganiayaan, penipuan, pembunuhan, dll, we will forgive them.

How can you live forever in His grace, whereas you don't have grace to forgive and forget? It's just absurd.

Dan kalau pendeta bilang di hari akhir nanti semua sudah terlambat, gw ga percaya.

Tuesday, June 14, 2011

Total Failure!

Sebenarnya malu untuk mengakui, tapi biarlah jadi catatan pribadi saja.

Akhir-akhir ini dihujani banyak kegagalan, entahlah jadi sulit memaafkan diri sendiri.

Yang pertama adalah Sundown Marathon 2 minggu yang lalu. Ceritanya gw lagi radang tenggorokan separoh sembuh. Terus nomor lari? 42 km full marathon. Ya waktu itu gw pikir, sudahlah lari2 sedikit saja, masih bisa lah 6 jam finish.

Cukup susah memang, lari seperti ibu2 hamil, sedikit2 oek2 mau muntah. 5km lewat, 10km lewat dengan sukses. Menjelang 17 km kaki mulai sakit.

Di km 23-24 ketika benar2 mulai tidak tahan, baru berhenti dan melihat kondisi kaki. Alamak!
Kaki rata gw benar2 ga bisa dipakai jalan jauh.
Gw pake kaos kaki lari yang tebalnya tiga lapisan, tiga2 lapisnya bolong!
Karena kaki gw rata, pronasi-nya ga bener, jadi sepanjang lari sebelumnya, berat badan bertumpu di titik itu2 saja, namely di bagian bawah dekat jempol kaki.
Karena di daerah situ pedih, makin ga bener saja posisi badan saat lari. Dan akhirnya efek buruk merambat ke otot paha dan pinggul.

Dan sebenarnya bagian itu sudah bergelembung. Tapi karena terus dipakai jalan/lari, cairannya lari ke samping jempol kaki, dan bergelembung di sana. Jadi bagian bawah sakit, bagian samping terasa aneh karena gelembungnya mendesak di dalam sepatu. Tambah ga bener saja posisi pas jalan. Dan akhirnya otot paha dan betis tegang ga karuan.

Nyaris pingin menyerah, udah kaki sakit, radang tenggorokan pula.

Tapi masa sih menyerah? Ya setidaknya bisalah jalan pulang.
Dan berjalanlah dengan penuh penderitaan.

Dari target 6 jam finish dengan lari2 santai melorot hingga 8 jam 45 menit. Nyaris sedikit lagi cut off point di 9 jam.


Dan kaki total betul2 sakit sehingga susah dipakai jalan.
Seninnya gw ngantor dengan terpincang2. Untuk kerja di kantor ga pake jalan2.

Dan gw hanya punya waktu dua minggu untuk recovery kaki.

Next adalah lanjutan dari Tri-Factor series untuk sepeda. Nomor yang diambil adalah.. 60 km sepeda.
Tapi total jarak untuk kaki gw adalah 100+ km. Karena perlu perjalanan dari rumah ke Changi Coast Road sekitar 20+ km dan pulang juga 20+ km.

Dan kaki baru fully recovered 3 hari belakangan ini.

Dan hasilnya...bwahahaha..ketawa deh...


5 dari buntut =)). Cuma dapet 9 poin dibandingkan sama renang yang dapet 150 poin.
Dan 40 km pertama ditempuh dalam waktu 1 jam 49 menit, bandingkan dengan OCBC Cycle yang cuma 1 jam 33 menit.
Dan OCBC Cycle gw sepedaan dengan rem belakang nyerempet ban.

20 km perjalanan pergi dari rumah benar2 makan stamina.

Dan lagi 95% peserta on road bike. Dan setelah selama ini sepedaan gw merasa limit si Kona paling hanya 25-28 km/jam. Olahraga ini ketergantungan peralatannya cukup tinggi (makanya gw suka renang..huhuhuhu).
Ban slick jelas lebih ringan dari ban knobby di jalan.

Ke depannya gw bakal lebih serius mempertimbangkan road bike. Bukannya apa, masalah distance yang harus di-cover. MTB rada susah untuk jarak segini. Punggung gw sampe sakit... pingin drop down bar euy.

Apakah dua event ini gagal.. ya bisa dibilang begitu. Tapi gw dapat pengalaman juga.

Tri-Factor series masih sisa dua lagi, lari 21 km, dan triathlon.

Dan gw bakal aim untuk next Standard Chartered Marathon.

Adidas King of the Road Indonesia leg seems interesting, tapi belum ada webnya sampe sekarang. Dari kalendernya sih bisa masuk.

Ga peduli mau kaki bentuknya kaya apa....tapi kalo gagal, ya coba dan coba lagi.. =D

Tuesday, May 31, 2011

Sapi

Mahatma Gandhi pernah ngomong:
""The greatness of a nation and its moral progress can be judged
by the way its animals are treated."

Kalau kita tidak bisa memperlakukan dengan baik mahluk yang lebih lemah dari kita, bagaimana mungkin perlakuan kita terhadap sesama manusia juga baik? Mustahil.

Biar kata ada agenda politik dan perdagangan dibalik video sapi, haduh...merasa pantas bangsa ini dihadiahi gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan teman2-nya.

Nonton tayangannya, dan di segmen terakhir ketika diperlihatkan seekor sapi dengan tampang segitu ketakutannya melihat teman2-nya sudah disembelih dan dikuliti di depan matanya....gw nangis!!

Bermoral, bermartabat, beragama: senyaring kentut dan seharum tai kucing.

Bangsa sebelah yang ngga gembar-gembor moralnya saja lebih peduli daripada kita.... sedih2...

Kalaupun kita punya sapi sendiri, kalaupun kita swasembada sapi, apakah begini kita memperlakukan sapi2 kita?

Seandainya ga ada orang bule datang bikin video, adakah penelitian serupa dari anak bangsa?

Gw jadi sedikit mengerti sekarang: jangan berharap bangsa kita diperlakukan seperti layaknya manusia di negara orang, karena Tuhan itu maha tahu dan maha adil.

Tidak heran bangsa sebelah maju bergelimang harta sementara bangsa ini terus terpuruk terpeleset di lantai penuh kotoran, karena memang begitu perilaku kita.

Tuesday, May 17, 2011

The Result is Out!


Persis di tengah2, dari 0-300 TriFactor points dapet 151 (kalkulasi based on percentile, jadi yang tercepat dapet 300, yang paling lambat dapet 0).

Kayanya gw ketiduran di split kedua =(.

Next time lebih baik deh. Yang ini 90% lomba gw masih pake breast stroke. Sementara gaya tercepat masih crawl style. Gw rada males make karena sering nabrak orang, cuma kayanya harus deh... Kaga boleh malu2.

Next goal : shave down that 10 mins....alamak kesampean ga ya?? Cape gw...ahahahaha...

Sunday, May 15, 2011

First Open Water Swim!

Bwahahaha! Satu cita2 lumayan kesampean. Well first tiny step at least.


Dulu pernah ditawarin paman dan sepupu untuk ikut kelas diving, secara katanya gw udah bisa berenang, jadi jumlah sesinya bisa dikurangi. Tapi setelah lihat2, koq rasanya kurang OK yah. Bagi gw diving lebih ke rekreasi daripada olahraga. Tidak ada ketegangan otot, nafas yang ngos2-an, hmm.. no adrenaline rush deh.

So... gw menetapkan... I'm going for open water swimming instead! Setidaknya salah satu cabang yang baru2 dipertandingkan di Olimpiade 2008, dan terdaftar di FINA. Cita2 sih setinggi langit, kenyataan duh susah. Biasalah gw, apa yang keren juga mau.
Kadang gw berpikir, orang lain umur segini udah punya anak, enak2 di rumah. Lah gw, kadang pulang kerja or weekend harus kecipak kecipuk di kolam.

So dengan semangat 45 dan mengejar cita2 triathlon yang entah kapan kesampaian, tahun ini gw memberanikan diri daftar. Secara kompetisi ini nomor maksimum adalah 3 km, ya kira2 bisalah. Seperti biasa no target dan maunya look see look see doang.

Well..teuteup ada target... di bawah 1 jam 30 menit..tapi target pribadi doank.. ga kesampean ya ga pa pa juga.
Kenapa ngambil nomor maksimum? Well sisanya cuma 1.5 km dan 500m... terlalu cupu.

So.. pas hari H gw datang dengan dag-dig-dug-duer, secara wajah garang, sementara hati chicken pok-pok.

Pas ganti baju, kya... semua-semuanya berbadan swimmer build. Merasa diri ini seperti bakpao berjalan. Belum lagi terpaksa jalan ke sana ke mari hanya dengan bercelana renang. Aioh.. krisis pede. Seumur2 ga pernah gw merasa terekspos seperti ini.
Belum lagi kacamata harus masuk bagasi, separoh buta deh.

Body marking, cap lengan kiri lengan kanan, pretty cool. Angkanya gede2 dan item.

Sebelum mulai dibriefing, panitia sudah berupaya mengusir ubur2 dan segala ekosistem, tapi tetap saja ada kemungkinan ada. Ya sudahlah...
Dari testimonial orang yang sudah nyemplung, banyak kutu air. Well gw kaga tau kutu air itu binatang seperti apa, so suteralah....
Pelampung terjauh jaraknya 325 m, so untuk 3 km perlu 4 lap. Ok got it.

Dapet nomor peserta 0243, berarti start gelombang kedua.

Dan gw bener2 kaga water test, males... hahahaha.....

Begitu giliran start dan nyemplung...walamak...

Secara mulai berenang berkelompok, ya ketendang kiri dan kanan lah. Berenang gaya bebas pun banyak yang miring kanan kiri entah disengaja apa tidak.

Dan kutu air, I got what the guy meant! Serasa kena akupuntur di daerah2 yang tidak terduga. Di tangan lah, di punggung lah, dada perut lah, di bibir lah. Tiny pinches like burning little stars, kelap kelip... Cukup menganggu, untung hanya di beberapa bagian lintasan saja.

Ubur2! Gw melihat ubur2 pertama ketika balik di first lap. Gw yakin itu ubur2! Well walaupun ada kemungkinan itu kantong plastik, ato gelas plastik. Tapi gw yakin itu ubur2!
Seharusnya gw melambai ke official untuk ngasih tau. Tapi melihat jumlah kanoist, I don't think they have enough numbers to reach this spot in time.
Secara gw ga bisa buang2 waktu... ya gw berenang terus, sebodo lah...

In total sepanjang hari, gw melihat 4 different ubur2. Oh my goodness!

Gw mengkonfirmasi ubur2 pertama pada lap kedua. Itu ubur2, bukan kantong plastik, still berenang2 di spot yang sama.

Lap ketiga gw udah mulai mabok laut. Secara berenang tegak lurus dengan ombak (bukan melawan or mengikuti ombak), bisa dikatakan nyaris sepanjang lintasan gw harus menderita dengan naek turunnya air. Lap ketiga ketika berbalik... sudah mual2. Rasanya kepala udah di mana gitu.

Belum lagi tangan dan kaki udah pegel2. Seperti biasa gw bilang ke mereka.. "Kalau mau putus, putus after this..sekarang no time and get back to work.."

Dan di lap terakhir, di sekitar 250 m terakhir, gw ketemu ubur2 keempat. Paling jelas dan paling deket, gw bisa melihat semua2-nya sampe ke tentakel2-nya. Ga sempet lagi menghindar secara lagi berenang lurus full speed.
Panik! Terpaksa dan terpaksa gw harus ngelewati dari atas. Punggung bener2 ditekuk ke atas, dan perut disimpen, dan berharap lewat dengan mulus. Untungnya kelewat, fiuh...

Gw trauma... Secara kebiasaan jago kandang di kolam renang, gw ngga menduga sebegini susahnya berenang bersama flora fauna.

... Finish! Minum aer sampe enam gelas (well it was a small cup).

Sedikit kaget, di event ini kaga terlihat yang berhenti di tengah jalan karena kram or whatsoever. They were all decent swimmers!

Untuk ke depannya kalo gw serius...hmm mungkin invest di wetsuit ah. I felt so dirty dengan kutu2 itu!

Masih ada selanjutnya?? Masih dunks....yang namanya trauma pun pasti harus berlalu. And at the end of the day I got myself a new experience.

Wednesday, May 04, 2011

Liberal, agama???

Ketika jaman muda dulu, pas sore2 jam kopi (well..sebenernya gw nge-teh, dan es krim, dan empek2, dan gorengan), ditanya sama temen gw:

"Duz, katanya si **** (sesama rekan kerja yang kebetulan tidak berada di tempat) itu Saksi Yehova ya?"

"Hmmm..hmmm, iya..."

"Saksi Yehova itu Kristen apaan Duz?"

Alamak begonya ga ketulungan. Sekolah di mana sih ini orang? Sendiri ngaku2 Kristen, suka muter MP3 lagu2 rohani (yang bikin kepala gw mendenging), ke gereja tiap minggu, tapi koq hal2 beginian masuk bagian daerah tertinggal yah?

Akhirnya gw menjelaskan tentang pokok2 perbedaan teologi Saksi Yehova dengan Kristen pada umumnya. Well and the main focus point: Jesus is not God in Jehova's Witness' point of view. Dan perbedaan ini yang mengakibatkan Saksi Yehova dikategorikan sebagai 'cult' dari main stream ke-Kristenan, atau dengan kata lain ajaran sesat.

"Waduh Duz,.. bahaya dong??"

Well bagi gw selama dia kerja baik2, en deliver result, gw ga problem koq, dan sejujurnya gw ga peduli. Dan kebetulan dia memang pekerja yang lebih baik dari si orang yang nanya ini.

Dan gw juga sering bercanda dengan si rekan Saksi Yehova ini. Alkisah dia seminggu dua kali harus pulang tepat waktu jam 5 sore untuk pendalaman Alkitab jam 6-nya.

Gw bilang: "Udahlah ****, ngapain Alkitab didalem2-in... kaya sumur aja... btw kalo lu udah nemu aer lu kasih tau gw dah."

Jawaban standar: "Ta*k lu Duz"...sambil ketawa ketiwi tentunya.

Sejujurnya gw lumayan best buddy dengan rekan Saksi Yehova, satu kost-an bahkan. En di beberapa saat gw lumayan sering main ke kamarnya dan seperti biasa ngobrak-ngabrik. Dan gw suka baca publikasi2 gereja dia, dan tentunya sebagai referensi ayat gw pakai Alkitab dia (note: Alkitab Saksi Yehova beda dengan Alkitab standar Lembaga Alkitab Indonesia).

Gw tau ada perbedaan doktrin mendasar. Dan dia tahu kalau gw tahu. Tidak pernah sekali pun dia ngajak2 gw ke gereja dia. Well takut ngundang setan masuk lah...
Sampai saat ini.. kalau ada orang yang ngajak gw beribadah ke agama/aliran tertentu.. good luck. Bakal banyak protes, kritik, dan pertanyaan terlontar.
Sampai saat ini, yang paling klop menjawab protes gw adalah Buddhism..nah lho.

Apart dari hal itu... seperti pertanyaan rekan gw yang "Kristen sungguhan", apakah gw tidak takut terhadap aliran yang bukan "Kristen sungguhan"?

Bagi gw it's simple. Kristen sungguhan pun ada Kristen ada Katolik. Yang namanya Kristen pun ada Anglikan, Adven Hari Ke-7, Reformed, Ortodoks, Karismatik, dll. Yang namanya Katolik pun ada yang namanya new list of seven sins, dll.

It's changing. Ya yang namanya pemikiran ya berubah2. Dulu aja Newton bilang kalau waktu itu konstan. Einstein datang bilang waktu itu relatif terhadap kecepatan.
Nah loh, sedangkan yang namanya agama dipatok mati, eits tidak boleh berubah dengan alasan2 yang entah sungguhan atau dibuat2.

Terus apakah gw merasa ajaran yang gw anut(?) super benar, harus dibela mati2-an, sampai2 harus membenci orang lain yang berbeda (termasuk ngata2-in kalau yang berbeda ga bakal masuk surga)?
Sejujurnya gw males ngurusin. Rasanya Tuhan itu besar koq, apakah kebesaran Tuhan akan berkurang/bertambah seiring dengan persentase well.. penganut ajaran yang benar? Rasanya tidak. Dan kalo dia mau ngurusin hal beginian ya Dia urus sendiri lah, ngapain gw harus nimbrung cari muka. Sekalian Dia turun ke bawah dan ngeliat kalau agama itu FLAWED well setidaknya pelaksanaannya saat ini!

Agama berubah? Rasanya agama harus berubah. Dan gw tidak berkata doktrin yang berubah, tapi pelaksanaan dan sisi pandang yang berubah. Dan kalau ini berarti Tuhan berubah ya biarlah begitu.

Perbedaan kaya dan miskin, kerusakan lingkungan, isu gay, lesbian, dan transeksual, dll. Pergesekan sosial sangat terasa saat ini apalagi kalau bukan teknologi yang "connecting people".
Daripada agama yang mengkotak2an, bukankah lebih indah agama yang mengharmonisasikan berbagai elemen?

Beberapa orang terhebat dari agama justru memulai hal hebat dari sesuatu di luar "agama" itu sendiri. With the help of God? I can't help to believe so.

Bunda Theresa melihat kemiskinan di Kalkuta dan memutuskan untuk meninggalkan biaranya.
Master Cheng Yen berangkat dari biara kecil, berbincang dengan biarawati Katolik yang bertanya "Apa yang telah Budhism lakukan untuk masyarakat?".

Dan sekarang dunia melihat dampak yang mereka lakukan. Terlepas dari surga dan neraka, orang di luar agama mereka pun bisa melihat hal yang mereka lakukan baik dan berperan serta.

We need to harmonize.

Orang yang melihat hal yang baik pada diri orang lain, dan menyukai orang lain karena hal tersebut. Dan ada orang lain yang hanya melihat sisi buruk dan akhirnya belajar membenci orang tersebut.
Mana yang punya lebih banyak teman? Rasanya ini hanya hukum sebab akibat yang sederhana.

Dan apakah agama saat ini mengajarkan kita untuk punya banyak teman?

Ketika Pak Pendeta mengatakan "Satu2-nya jalan ke surga hanya melalui Yesus Kristus."

Dan Oprah mengatakan "Seharusnya ada jalan lain menuju surga..."

Dengan tersenyum gw berpendapat.. Oprah benar, dan Pak Pendeta benar.
Ada jalan lain ke surga, banyak bahkan. Bisa lewat kiri, kanan, atas, bawah, dll...orang boleh sebut namanya beda2 X, Y, Z, dll tapi bagi gw semua jalan itu punya satu nama "Yesus". Mustahil? Kenapa tidak? Wong perawan bisa hamil, air jadi anggur, orang mati pun bisa hidup kembali dalam tiga hari, mau ngomong mustahil?

Ketika orang hidup baik, berguna untuk sesama, menemukan kedamaian di dalam diri, menebarkan kedamaian keluar, berbuat baik, tidakkah dia telah mengikuti jalan Kristus? Entah apapun namanya di luar sana?

Lha kenapa Oprah harus didemo habis2-an, di youtube ada ibu2 yang nyanyi for Oprah "Jesus is the only way", bahkan di kotbah hari Minggu harus dihujat2? Apakah si penghujat pasti masuk surga vs Oprah? Nobody know for sure right?

"Jadi Kardy, kamu bilang ada jalan lain ke surga selain Yesus?" sambil dipelototin cewe (fanatik) Kristen.
Ok gini, sebagai Kristen we do believe in Trinity right? There is Father, there is Son, and there is Holy Spirit. But They are different representations of one God.
"Iya, tapi itu ada di Alkitab"
TETOT..cewe goblok! Ya gw ga ngomong gitu lah (cukup dalam hati saja), bisa2 gw kehilangan teman dan dapet musuh. Dan ada kemungkinan dia manggil temen2-nya dan gw dirajam atau dibakar hidup2.

But seriously, the concept of Trinity is NOT in the Bible.

Ok pertanyaan lain, bagaimana Musa, Daniel, Daud, dkk bisa masuk surga, sementara di jaman mereka belum ada Yesus? Remember "Jesus is the ONLY way"?
Mereka ga masuk surga, atau mereka masuk surga karena mereka percaya "One God of the desert"?
Ada konsep teologi bahwa Jesus's salvation stretched far before he was born, it was from the first time mankind get disconnected from God.
Panjang ceritanya...

Tapi intinya if you believe in one God in three different forms, why you can't see God in the other forms?
"Not everyone who says to me, 'Lord, Lord,' will enter the kingdom of heaven, but only he who does the will of my Father who is in heaven." - Matthew 7:21 NIV

Gw ga percaya mata Tuhan sama seperti mata manusia, yang lebih melihat ke perbedaan daripada hal2 yang membuat kita sama.
How do I know? Because I know Jesus, and the Bible tells me so.

Dan bagaimana para pemuka agama berbicara, dan hasilnya orang2 fanatik bego begini. It brings pain to my heart.

Entah apa gw terlalu mendukung liberal, tapi dengan kebebasan liberalisme, gw merasa gw bisa lebih memahami sisi pandang orang yang berbeda. Tidak terkungkung dengan kacamata kuda dengan label agama.
Ada pemikiran yang menarik, ada pula yang absurd. Tapi bukankah percaya orang mati dan bangkit kembali adalah absurd?
Tapi itu namanya iman?

Monday, May 02, 2011

Update Pulang

Setiap kali pulang selalu aja para ortu bergosip hal yang itu2 saja.

Alkisah gw pulang untuk kondangan temen SMP. Ya secara grup teman2 inilah yang bisa gw katakan masuk kategori best friends. Tentu saja ada best friends dari SMU dan kuliah dan kerja, tapi grup inilah teman2 terlama gw, so of course gw bela2-in dikitlah.

Dulu ketika SMP, karena SMP gw jelek, satu kelas sama melulu selama tiga tahun (katanya kelas unggulan gethu loh). Tapi di satu kelas ini anak2nya terbagi tiga. Genk olahraga, genk nerd, dan gerakan non-genk. Termasuk cowo dan cewenya. Dan gw tentu saja termasuk ke dalam genk nerd. Ya intinya kalau olahraga duduk2 di pinggir lapangan. Guru OR pun malas sekali melihat kita2.

Dan genk ini bener2 genk2-an. Serius sampe ke tingkat ada nada permusuhan antara genk sporty dan genk nerd.

Waktu berlalu, dan di beberapa kesempatan pertemuan, tentu saja bagi gw urusan masa lalu adalah masa lalu. Gw sih fine2 saja, tapi bagi yang masih membawa2 urusan masa lalu ke masa kini.. ya sudahlah, malas rasanya mengejar2 pertemanan.
Kalau ketemu ya salaman, kalau ga mau ngobrol ya gw juga males tanya2, kalau nyepet2.. ya paling senyum saja.

Hingga kemarin, gw masih tersenyum. Sampai saat ini genk ini entahlah...masih lumayan utuh juga. Genk sporty nan gaul sudah terpencar ke mana2, tapi untuk kita, untuk kondangan kemarin, hanya dua orang yang tidak hadir dari 9 orang. Yang dua lagi memang sedang berhalangan berat.

En we looked good! Well mayoritas teman2 sekarang sudah bawa2 tas pinggang. Gw juga bawa tapi ga segede mereka hahahaha...

Update dari sisi ortu... hmm.. same old same old. Their relationship is still sour. Teuteup butuh energi buat mereka.

Terima telepon dari temen mereka:

Halo...mau ngajakin mereka jalan pagi.
Ga ada di tempat? Hmm kayanya ga bakal jadi nih....
Wait..kamu anaknya kan? Kalau kamu ngajak pasti Papi-mu mau ikutan
Udah lama dia ga jalan pagi...

Yawda...gw tanya malemnya. Diajakin tuh jalan pagi.
Dan si Papi masih aiueo...terpaksa deh gw bilang gw ikutan dengan alasan gw merasa gendut.
Dan bener saja si Papi bilang iya.
Dan gw harus bangun jam lima pagi besoknya...huaaa....
Dan jalan pagi bersama para kakek nenek ini....

Seperti biasa jalan seiprit makan segedubrak.
Ditanya2 sudah punya pacar belon...

Ya gimana gw punya pacar, gw musti jalan sama kalian2 pada.. ya jatoh lah market value gw.

Di lain pihak gw sadar betul, komunitas orang2 tua ini gw rasa komunitas yang cukup baik. Bukan yang tiap hari nyombongin kekayaan or anak or yang lain2. Yang ini lebih ke orang2 tua yang bosan karena anak2-nya udah gede dan berkeluarga. Yang di-share pun ya bangsa obat2-an, gosip, olahraga, dll.. so ya bolehlah.
Dan punya akses ke temen2 lama mereka yang orang Jambi, dll

Kalau ngga ditarik ke situ, entah si Papi pergi main ke mana. So daripada yang ga jelas, mending yang jelas juntrungannya.

Ngorbanin waktu, ya apa mau kata.

Sabtu pagi - siang untuk update toko, potong rambut, makan siomay....
Sabtu malem ke tempat koko, makan malem satu keluarga, dan shopping keperluan bulanan
Minggu pagi - siang nemenin mereka jalan2
Minggu malem kondangan teman

Ya sudah habis...begitu kurang lebih agenda kalau pulang, porsi lumayan besar harus habis di keluarga. Makanya sekarang gw harus pasang prioritas untuk teman. Yang bisa terkejar ya dikejar, yang tidak bisa ya biarkan saja.

Sunday, April 17, 2011

Masa Depan yang Lebih Buruk

Pesimistis?

Katanya Amerika (NATO) menginvasi Libya atas nama minyak. Mungkin tidak jauh di masa depan, kita akan berperang atas nama makanan dan air.

Di mata kita2 sebagai generasi saat ini, kita sudah menyaksikan harga cabe mencapai rekor tertinggi, harga pangan yang melonjak sudah mengakibatkan pemerintahan terguling, negara pengekspor pangan menghentikan ekspor karena gagal panen, banjir mengakibatkan harga kapas naik, serangan hama yang luar biasa, peringatan FAO akan kekeringan di Cina yang membawa dampak ke harga terigu dunia, dll.

Dan penduduk Indonesia diprediksi akan meningkat dua kali lipat menjadi 450 juta di tahun 2045. Entah mau diberi makan apa orang2 ini, dan entah kenapa pemerintah Indonesia selalu kesiangan dalam menghadapi masalah.

Generasi sekarang adalah generasi yang luar biasa rakus. Kalau melihat orang2 tua dulu, satu unit televisi saja bisa tahan puluhan tahun. Generasi sekarang? Wuih, 3-5 tahun sudah ketinggalan jaman dan harus ganti yang baru.

Recycle? Juga usaha yang rakus energi.

Dan dengan segala respek terhadap krisis Jepang...rasanya dunia perlu tragedi Chernobyl jilid dua untuk menyadarkan akan bahaya nuklir. Dan karena tidak ada tragedi Chernobyl, rasanya tidak ada satupun yang mau menangguhkan rencana nuklir-nya. Well low emission, high power...very lucrative.

Dengan melambatnya ekonomi Jepang, banyaknya hutang AS, dan melemahnya zona Euro karena Yunani, Portugal, dan teman2-nya. Gw merasa satu generasi ke depan adalah milik Cina. Sesuatu yang gw takutkan sejak kecil.

Cina terkenal tidak punya sopan santun terhadap lingkungan dan orang. Well..terlihat dari attitude bisnis mereka yang menambahkan melamin ke susu, membuat telur palsu, membuat gantungan kunci yang isinya ikan dan kura2 hidup, dll.
Dan jika Cina menjadi super power (which is very likely)...i'm going to be super worried.

Muncul juga masalah penyakit. Entah kenapa di jaman ini flu bisa loncat dari burung ke manusia, TBC bisa menjadi drug resistant, ada juga yang namanya SARS, malaria menjadi ancaman baru.
Dulu ketika DDT tercipta, dunia berkata..malaria akan lenyap di masa yang akan datang. Sekarang? Hanya tertinggal satu lini terakhir sebelum parasit ini kebal terhadap semua jenis obat2-an.

Bisa begini? Entahlah. Produsen obat punya target memasarkan obat sebanyak2-nya. Dokter mendapat bonus jika bisa meresepkan obat. Pemalsu obat memasok untuk pasar2 miskin.

Jika terus begini, jika tua nanti gw memprediksikan bisa menyaksikan sesuatu yang "menarik". Well..kalau gw tua, karena gw berniat mati muda.

Gw tidak melihat dunia ini menuju ke arah yang lebih baik.

Dulu gw pernah bertanya ke nyokap gw.. kenapa mau punya anak gw kalau tahu dunia ini akan lebih buruk?
Nyokap jawab dia ga tau, namun gw melihat sekilas kesedihan di mukanya.

Bagaimana kalau anak gw nanya begitu ke gw? Entahlah harus jawab apa...
Gw tidak/belum melakukan sesuatu apapun untuk membuat dunia di masa yang akan datang menjadi lebih baik. Sebelum gw yakin bahwa this world is a better place for him/her, gw ga bakal punya anak dulu.

Namun gw sadar betul sesuatu. Tidak usah tunggu hingga gw meninggal. Jika dunia terus begini tanpa ada sesuatu yang drastis...something bad will happen... in the near future.

Wednesday, March 30, 2011

'Forever Young'

Mungkin gw mesti bilang ini adalah lagu favorit gw.

Pertama kali dengernya di dugem, mungkin ketika kali-kali pertama gw tau yang namanya dugem. Sampe sekarang setiap kali setiap denger lagu ini di tempat dugem (dengan house remix-nya) pasti mau turun joget gw! Hahahaha!

Pas kuliah di SGP, alangkah kagetnya gw ketika temen2 sekelompok gw ngga tau ini lagu (waktu itu kita lagi lembur ngerjain tugas). Ckckck...generasi sekarang ngga tau yang namanya klasik! Totally nerds and geeks!

Pas nonton Burlesque dengan separoh hati (karena dipaksa sama temen2 cewe dudul, sementara gw mau nonton Season of the Witch), cuma dua hal yang bikin gw ga terlalu ngedumel. Cher and sekilas lagu Forever Young!

Kenapa gw suka? Mungkin karena liriknya kena banget: "I want to be forever young", "Youth is like diamonds in the sun, and diamonds are forever", "So many dreams swinging out of the blue, let them come true",...

It's a dream i know..because it's forever. Tapi di kala dugem ato malem2, bolehlah gw bermimpi sedikit.

The fact is quite the opposite. Nothing is forever. Because if something is forever that we will not respect it and take it for granted.

Banyak orang yang bilang "I love you forever and ever"...and a load of sh*t! Cinta juga perlu dipupuk dan dipelihara (dengan duid ?) kalau nda juga habis terkikis oleh waktu (duile...).

Demikian juga dengan masa muda.. huff... gw sadar betul, hanya ingin bermimpi agar masa2 ini bisa sedikit lebih lama.
Tapi sisi lain diri berkata: "Dream is just for the weak..."
Ada juga sisi lain yang berkata: "You have to take this life more seriously...."

Mungkin gw kesepian sampe2 harus ngomong sendiri...??

Ada satu dari banyak hal yang gw pelajari dari agama Islam yang cukup berdengung sampai sekarang:
“Rebutlah lima perkara sebelum datang lima perkara lain, yaitu masa muda engkau sebelum datangnya hari tua, masa sehat engkau sebelum dilanda sakit, masa kaya engkau sebelum masa miskinmu, masa lapang engkau sebelum datangnya waktu sibuk, dan masa hidup engkau sebelum datangnya saat kematian.”

Lima perkara sebelum lima perkara.

Kalau boleh mimpi lagi... i really2 want to dance with my life partner...with this song..someday in the future.

Tapi untuk sekarang...puff..i have to do lima perkara itu. Selagi muda, selagi sehat, selagi masa lapang, selagi hidup: lari, sepeda dan berenang!
Seberapapun susahnya, dan mungkin nanti gagal dengan memalukan, setidaknya gw mencoba untuk meraih satu cita2 dalam hidup.

Because young is never forever....but I will make it so (and die trying..but hell..nobody comes out of this life alive....)!

Saturday, March 26, 2011

Bodoh

Ngobrol2 dengan temen2 kantor tentang betapa bodohnya pembantu dari Indonesia tiba2 teringat kisah muda dulu.

Hari terakhir trip dua minggu dulu gw ke Padang. Alkisah akhirnya badan ambruk juga setelah dua minggu dihantam kapau melulu. Sumpah deh di Padang sulit betul mencari makanan yang non-kapau, sayur pun pasti berlumur santan + cabe. Makan pagi di hotel: nasi goreng+sambel+kerupuk. Alamak! Sariawan dan akhirnya gw kena radang tenggorokan.

Jadi hari itu demam, badan sakit semua dan masih harus survey ke satu site yang letaknya jauh2 di atas bukit. Gw naik turun tangga (yup..dibikin tangga), udah nahan2 biar ga muntah.

Selesai survey kita bablas ke jalan, menuju Palembang dengan jalan darat: Kota Baru-Muara Bungo-Jambi-Palembang, dengan rencana bermalam di Jambi. Ya..ya..ya Jambi kampung halaman tercinta!

Waktu itu kita berhenti untuk makan siang di rumah makan gubuk di pinggir jalan lintas antar propinsi. Ya apalagi hidangannya kalau bukan indomie rebus + cabe! Yang melayani waktu itu cewe, bisa dibilang remaja lah. Dia yang nerima order + bikin indomie + kopi untuk Pak Supir.

Selesai makan, kita mau bayar. Karena ga mau repot gw keluarin selembar 50 rb-an. Ya mestinya ok donk buat indomie 3 orang + kopi + teh + dst...

Ditunggu lamaaaa sekali koq belum dikasih kembalian juga. Gw udah ngedumel dalam hati (semua sumpah serapah keluar deh di dalam hati), mana gw lagi demam lagi... pingin tidur di mobil, bukan panas2-an di gubuk derita begini.

Surveyor gw kayanya sadar gw udah hampir ngamuk. Muka dia agak khawatir pas gw berdiri untuk nyamperin cewe itu.

Begitu gw samperin tuh cewe, belum buka mulut untuk nanya (maksud mau ngomel), mata gw ngeliat kalo dia lagi sibuk nulis2 di kertas.
Pas gw liat tuh kertas, rasanya seperti ditonjok di perut! Cewe itu berusaha ngejumlah! Bener2 dia tulis harga..tulis satu lagi harga di bawah, ada garis, dan ada tanda plus! Dan dia berusaha ngejumlah pake jari (walaupun kayanya ga sukses)!

Sumpah waktu itu gw nyaris nangis! Air mata udah ngantri di sudut mata.

Surveyor gw datang dan berbisik: "Duz, dia ga bisa ngitung..". Ya iye lah.. gw juga bisa lihat.

Akhirnya gw samperin dia. Gw minta dengan sopan kertas dan pensilnya, gw tulis bener2 harga benda yang kita makan, dijumlah satu demi satu, plus gw jelaskan sejelas-jelasnya. Kaga bisa pake perkalian bo! Dan dia ngeliatin dengan lugunya.
Pas dia dapet total harganya, dia pun masih berjuang ngumpulin kembalian mana yang sepuluh ribu, lima ribu, dll. Dan pada akhirnya gw sebagian untuk jajan dia lah.

Kenapa gw nyaris nangis? Entahlah...but somehow gw merasa: I also belong to this land. Tempat ini cuma beberapa ratus km dari Jambi (di Sumatera beberapa ratus km itu deket...). Gw lahir di situ, gw lari2 di Bengkulu, gw pas kecil juga pernah ke Padang, Muara Bungo, dll. Kita cuma beda nasib dan kesempatan!

Dan gw datang ke tempat ini, dengan segala pernak pernik GPS-lah, kompas-lah, laptop-lah, hape-lah, dst.
Dari jarak ratusan km, gw masih ngatur aktivitas survey di propinsi lain, bikin dan submit report, email2-an pake bahasa inggris...
Dan dia duduk2 menunggu orang datang dan bikin indomie, teh, kopi?
Gw sama dia cuma beda umur ga seberapa jauh...
Cuma beda nasib dan kesempatan...entah setipis apa perbedaannya....

Mungkin gw beruntung dan dia sial, mungkin gw sial dan dia beruntung, entahlah. Tapi bagi gw, you have so much potential! Instead of sitting here in the middle of the day, just to make indomie rebus! Dan ga bisa berhitung! Entahlah dengan baca tulis!

Ketika kita naik ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Gw baru sadar sesuatu...

Dia tinggal di tempat yang betul2 indah. Gw bisa melihat Bukit Barisan di belakang, dan sungai mengalir sejajar di belakang rumah makan itu. Jangan pikir sungainya jorok seperti Ciliwung, yang ini masih bersih, dan sepertinya akan bergabung ke Batanghari. Ada sebagian sawah tapi sebagian besar masih hutan.

Tapi dengan formasi memanjang mengikuti jalan seperti itu, memang betul2 sulit untuk punya sekolah. Jumlah penduduk mungkin hanya beberapa kepala keluarga dalam lingkup di bawah 10 km. Bagaimana bisa sekolah?

Kalo boleh percaya Tuhan, gw percaya hari itu Tuhan menunjukkan sesuatu kepada gw...Itu kenapa gw bilang Tuhan selalu bercanda dengan gw. Kemanapun gw melangkah, dan bagaimanapun gw ga percaya eksistensi-Nya, Dia selalu bisa menunjukkan hal2 menarik yang tersembunyi.

Dan kemanapun gw pergi...gw masih punya sejarah di SumbagSel. Di situ gw lahir, di situ gw besar, dan liburan keluarga ketika kita dulu masih "one happy family".

Monday, March 21, 2011

Vitamin "E"

Betulkah pake narkoba malu2-in? Ah rasanya nda begitu...

Alkisah sepupu yang baru masuk kuliah tiba2 nanya via MSN:
"Ko..tau ttg narkoba ngga?"

Waduh...tapi secara dia sama gw ya...boleh dibilang lumayan deket, jadi gw ladenin. Cerita deh panjang lebar mengenai jenis2, efek2, dll, dst.

Mungkin pengetahuan gw terlalu meyakinkan sampai2 dia tanya:
"Koko pernah pakai??"

Glek.....

Mau boong, rasanya gimana gitu... udah umur segini pake malu2 kucing segala. Mau jujur nanti dibilang membawa pengaruh buruk.

Jalan tengah terbaik: mengalihkan topik! Akhirnya gw bilang:
"Not recommended deh..."

Jadi gw pernah pake?!? Yup!

Ketika masuk kuliah ortu pernah panik karena berat badan turun 10 kg+ dalam waktu kurang dari 6 bulan. Dengan dikomporin Paman gw mereka nanya: "Ga pake narkoba kan??" Oh tentu gw bilang "Ga tuh..."

Karena nanyanya telat! Coba kalo ditanya pas SMU..Ooow! Hancur dunia....!!

SMU gw pernah pake vitamin "E" also known as E*stasy....Well dulu namanya aneh2 Pink...., Blue... entahlah lupa juga detilnya.

Sampai saat ini tidak pernah sedetikpun gw menyesalkan kejadian itu, karena well..alasannya cukup complicated.

Enough to say, pada saat itu gw bener2 tidak PD, dan pingin sekali dan mati2-an mencoba untuk menjadi anak gaul. Yah gimana ga gaul..kacamata botol, bentuk tubuh galon, belum pake kawat gigi lagi..

Dari dulu hingga sekarang...ketimbang jadi orang pinter, gw lebih milih jadi orang keren dan gaul. En selalu mengejar bayang2 yang tidak pernah kesampaian.

Jadi terjadilah kejadian itu. Diajak dugem ayok aja... dikasih minum ayok aja...plus vitamin E ayok aja.
Asyik memang, goyang2, thumpa..thumpa..., dan besok hari Minggu-nya gw harus minum Panadol udah seperti permen, bisa 5-7 biji/hari.

Ga banyak kali sih minum vitamin E-nya, paling 4-5 kali.

Sejujurnya gw beruntung, karena juga di-"jaga" dengan sesama teman2 (sesama temen make) gw, supaya ga kelewat batas (nyoba yang aneh2 lainnya). Alasannya waktu itu karena mereka bilang gw orang "baik".

Tapi akhirnya gw sadar ketika memandangi baju Nike dry-fit super keren, dan gw sadar betul gw ga bakal muat make baju itu. Ngeliat di cermin juga ya..begitu deh.. remaja gendut yang tidak menarik. Dan rasanya make drugs tidak membuat gw tambah menarik. Mau keren...tetep ngga keren.

Belum lagi ditambah kebiasaan merokok (yup2 gw merokok, bahkan di saat istirahat sekolah, disaat ada peraturan sekolah: siswa yang merokok bisa dikeluarkan)...

Tapi gitu2 tetep bo...gw naek kelas (semua temen make en ngerokok ngga ada yang naek kelas). Bisa milih mau masuk IPA/IPS lagi (jumlah nilai IPA-IPS gw sama), en nilai jumlah nilai IPA gw 1 diatas jumlah nilai kk gw.
Apakah segitu susahnya masuk IPA di masa SMU dulu? Yup...segitu susahnya. Dengan dua kriteria ujian pemerintah dan ujian sekolah yang selalu menjatuhkan, cukup banyak siswa yang berlinang air mata terpaksa pindah sekolah hanya demi masuk IPA.

At the end, gw memang ga pernah muat di baju Nike itu. Ketika mengira sudah muat pun, setelah bertahun2 kemudian, tokonya sudah ganti nama, boro2 masih nemu bajunya.

Dan gw berpikir gw beruntung, bisa melihat sisi lain dunia. Gw terus bermimpi menjadi bagian dari dunia "thumpa thumpa.." tapi tidak pernah berhasil. Tapi gw tidak akan pernah menyerah, it just now i'm working on different priority.
Gw beruntung punya temen, yang baik, nakal, pinter, semua2-nya...
Gw tidak akan pernah men-judge buruk pemakai drugs sekalipun, karena gw yakin semua orang punya alasan, and there should exist drug users that are fully functional. It's just you have to be smart...

Monday, March 14, 2011

Dunia yang lebih baik? Rasanya tidak...

Menghabiskan weekend kemarin di Tangerang dan Jakarta, dan kembali duduk di belakang setir. Koq rasanya capek sekali yah.

Jujur rasanya makin hari dunia makin buruk.

Angkot berjejer seperti mengemis. Begitu ada penumpang satu, wess..langsung berhenti mendadak, bahkan di tengah jalan sekalipun.
Dalam hati bercampur antara kasihan dan syukurin. Yup dulu pernah mengalami kenyataan pahit ketika berseragam sekolah. Boro2 sang angkot berhenti, begitu melihat kita2 yang berseragam sekolah..bruum langsung tancap gas. Waktu itu ada peraturan pemerintah yang nan goblok: anak berseragam sekolah bayar Rp. 500 sementara tarif resmi Rp. 1000. Akhirnya kita2 yang berseragam tidak mau diangkut (walaupun teriak2 "Pak saya bayar 1000 Pak!!"), dan ortu gw terpaksa mendaftarkan gw untuk ikut anter jemput swasta.

Belum lagi kebiasaan angkot yang selalu ngetem, terus masuk gigi satu dan maju mundur endut2 ga jelas, untuk memberi kesan ke calon penumpang kalau angkotnya mau jalan tidak ngetem lagi. Masalahnya buat penumpang yang udah duduk di dalem, waduh rasanya terkocok2 dengan maju mundurnya si angkot.
Ngetemnya juga ga tanggung2, setengah jam di tempat A, setengah jam di tempat B, penumpang marah disuruh naik taksi. Sampai2 gw pernah ketinggalan kereta Bandung-Jakarta yang harganya 60k++ hanya karena angkot goblok yang ongkosnya 2k.

Sekarang angkot sepi, karena orang miskin pun bisa beli motor (yang juga udah kaya semut), sukuuurriiin!!

Ok, back ke menyetir.

Kemaren ada satu ruas jalan yang diberi label "Kawasan tertib lalu lintas km. 22 - 24" di Tangerang. Intinya motor disuruh masuk jalur kiri, dan mobil di jalur kanan.
Dan muncul-lah salah satu mahluk yang paling gw benci sejagat: polisi lalu lintas!
Gw tidak benci semua jenis polisi Indonesia, tapi hanya untuk jenis inilah gw paling alergi!

Dengan label "kawasan tertib lalu lintas", dipasang traffic cone untuk memisahkan jalur kiri (motor) dan jalur kanan (bus). Karena memang otak sudah tersumbat asap knalpot, yang namanya traffic cone pastilah roboh2 dipasang di jalan seperti itu, namanya juga tertiup angin kendaraan.
Dan Pak Polisi dengan arogannya, naik motor "Polisi", membetulkan traffic cone. Ada yang melawan arus kendaraan, ada yang masuk jalur mobil dan berhenti di tengah2. Tertib lalu lintas mananya Pak? Koq malah Bapak yang tidak tertib?

Terus setelah lewat satu ruas lampu lalu lintas, ada mobil yang motong gw dari kanan...fussh...langsung nyalip terus banting setir masuk ke jalur gw tanpa aling2. Jelas gw klakson2 dunks.
Dalam hati bingung juga..nih supir ga ngeliat polisi segedubrak banyaknya apa? Sudah jelas dia di "priiit", dan pasti bakal disapa "Selamat pagi/siang Pak?", dan diteruskan dengan "Boleh lihat fotonya Pak?".

Dan memang prit2...distop dia. Awalnya masih maju pelan2, gw pikir mau minggir pelan2. Eeh tau2 berenti mendadak! Udah keluar semua nama2 binatang! Ini apa2-an?!?! Seakan2 jalanan milik dia. Pak Polisi lagi! Udah bukannya minggirin ke pinggir malah nyetop dia di tengah jalan!
Belum lagi dia berenti mendadak! Untung gw jaga jarak en ga nabrak dari belakang.

Huff memang hidup sekarang harus penuh kelapangan dada.

Sepanjang perjalanan ngedengerin radio. Ada lagu sepertinya dari Iwan Fals (kalaupun tidak suaranya mirip) yang mengiklankan keluarga berencana dari BKKBN pusat. Keren lagunya, suaranya serek2 basah gitu bikin pingin joget.

Dan akhirnya pemerintah goblok ini sadar akan masalah kependudukan?!?
Dari dulu Pak!! Dari saya SD-SMP sudah ngerasa jengah dengah banyaknya orang2 di negara ini! Terus menerus didengung2-kan "Oooh kita punya SDM yang luar biasa besar, ini potensi..potensi..potensi.."

Ke laut aja Pak! Potensi HK kalo SDM-nya pengemis, ga bisa baca tulis, anak2 jalanan, bawa2 bayi segala lagi, pembantu pun bangga, yang demo2 entah darimana duitnya, pelacur di negeri orang, etc.
Kemiskinan diagung2-kan, kekayaan dijelek2-an (ooh orang kaya susah masuk surga-lah, kapitalisme-lah, etc, dll). "Kita butuh Bu Muslimah! Yang rela kerja rodi tanpa dibayar! Ikhlas!" Alamak!

Di radio ada yang komen: "Ada supir angkot single, ditanya penghasilannya, dan jawabannya "cukuplah". Setelah menikah menjadi "separoh cukuplah", setelah punya anak 6 menjadi "sepertujuh cukuplah"." Ring a bell?

Bolehkah para orangtua ditanya?

Ketika gw muda dulu selalu ada cerita:
"Dulu Bandung tidak seperti ini Mas, dulu......(intinya sejuk, indah, ga banjir)"
"Dulu Papi dan temen2 suka berenang di sungai ini, airnya biru dan jernih (sambil memandang sungai yang sudah kecil dan ditumbuhi entah apa)"
"Dulu hutannya luas Pak, ada monyet, ada macan, ada babi hutan sering kelihatan (sambil memandang perkebunan sawit)"
"Dulu harga makanan ga semahal ini Pak, sekarang ga sanggup beli beras lagi (sambil memandang mereka makan singkong..[dan gw terpaksa sok2 bersimpati dan harus makan makanan sederhana =(]"
Dan banyak dulu2 lainnya.

Ga kebayang apakah ketika gw punya anak kelak, gw akan bercerita dulu..dulu..dan dulu??

Apa gunanya dulu yak??

Kalau generasi orang tua sudah mewariskan keindahan dulu yang telah hilang, akankah generasi sekarang terus mewariskan kehilangan? Sayangnya rasanya iya. Toh dari kecil sampai tumbuh setua ini, rasanya banyak sekali yang telah hilang. Terus sampai kapan? Tinggal tunggu hutan habis, emas tembaga freeport habis, minyak, gas, dan batubara habis...
Mungkin bukan generasi sekarang, tapi generasi selanjutnya bisa jadi akan menyaksikan ini.

Terdengar berita di radio: banjir bandang di Aceh akibat pembalakan liar. Kasihan juga orang2 itu yang berpikir bisa mengambil terus dan terus tanpa menanggung konsekuensi. Pfft...selalu.., ini bukan masalah ahlak dan moral, ini masalah ekonomi.

Memandangi anak2 kecil yang goblok (baca: lugu) yang kian bermunculan di kiri dan kanan, gw tidak bisa berhenti berpikir. Apa yang akan lu2 lihat kedepannya? Hanya sekedar cerita? Dan silikon, dan internet, dan nilai pelajaran, dan ranking, dll?

Hidup makin tidak mudah, tidak sampai hati rasanya mewariskan ketidakmudahan ini ke anak GW (personally)...ke anak orang laen sih ok2 aja.

Monday, March 07, 2011

Syal!

1:33:38.0

daaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmnnnn!!!!!

really2 shouldn't stop at the last aid station :'(

Sunday, March 06, 2011

Bangun Pagi, Sepeda Pagi

4 taon yang lalu this particular guy muntah2 after just 2 km ride to office. It takes 4 years to be able to cycle 40km? No...it takes 4 years to find courage to join in the community event for cycling.

Well Nissan Challenge 40 km is the maximum distance allowed for MTB in OCBC Cycle Singapore 2011. Since my heart always lies with MTB, well.. haven't had any thought to shift to roadie, so..no other choice.

Lesson learned? Lumayan banyak:
  1. Jersey oh jersey.. Udah mesen L pun..begitu dipake..bles..alamak semuanya yang keliatan lipetan2 lemak! Aaargh malunya diriku... tapi kalo nda dipake ntar kurang "blend in" en mencolok sendiri. Akhirnya pede2 aja make...
  2. Udah ngecek sepeda tapi tetap aja ada yang kelupaan. Seat post height..checked..handle bar..checked.. ban..checked. Tapi alamak! Disc ban belakang nyentuh brake! Baru nyadar paginya pas udah nyampe di venue. Memang pas minggu lalu ban belakang sempet copot karena quick release-nya ga bener. Diputer ban belakang paling banter 3 rotasi udah berhenti sempurna. Tapi karena udah ngga mau ngambil resiko...ya udahlah..paling banter ngorbanin kaki.
  3. Maximum performance? Huaaa...i shouldn't stop for the last aid station ='(. Menyesaaaall.....
  4. Jam tangan lupa bawa!!!!!
Dan para bule itu...mak jaaang.. don't be like that lah! 3 kecelakaan yang gw liat, 2 di antaranya bule lagi. Mana yang 1 cukup heboh. Roadie dengan kecepatan tinggi kesangkut di pembatas jalan yang berjeruji pas overtaking. Alhasil heboh, sampe2 pembatasnya pun roboh. Dan gw pun ikut memanggil medic. Well kiasu sih kiasu..tapi gw bersumpah i will never sacrifice my humanity for kiasuness.

Panic attack?!? Yes! Sebelum start OMG OMG..i was so panicked. Gw kebayang pas start..dor! Lalu gw yang gendut ini ngos2-an naek sepeda goyang kiri kanan ditinggal yang laen.. kan maluu.... Seriously my stomach was cramped... pingin poop+pipis dan tangan gw keringetan.
Tapi kenyataannya nda denk.. =P. Malah gw overtaking beberapa roadie =).

Yang hebring binti hebat... Just before kita start...yang 60 km udah nyampe. Literally my jaw was dropped. Jarak antara start 60 km dan 40 km adalah 1 jam 15 menit. It means mereka travelling dengan speed nearly 60 km/jam! Kalau di Indo udah harus pake SIM tuh.
Keren bow....gw baru duduk2 di pen sebentar udah ada pengumuman "Yang leading 60km udah memasuki Nicoll Highway"..alamak...kereeeeeen.....
Seperti biasa kalo liat yang keren gw pingin! OK kita akan latihan lebih keras lagi!

Rute..ok lah cukup familiar. Ke East Coast Park (ECP) dan balik lagi. Paling banter lucu2-an pas nanjak naik ke Nicoll Highway. Bule sebelah gw: "OMG! Nasty nasty Singapore!" Hahahaha.... Dan dia nanya ke gw berapa km lagi. Gw jawab 7. En dia bilang hee..bukannya kita suppose untuk finish di tempat start.

Nah di situ gw bingung..secara sehabis Nicoll Highway ke mana lagi? Secara Singapore Flyer udah di depan mata.
Daaaaan... ok lah yang ini gw belum pernah jalan.. muter masuk ke Bayfront Ave. Another tanjakan..puff... lumayan liat2 Marina Bay Sands.

Raffles Place...Esplanade..dan akhirnya finish!
Ya biasa aja..secara weekend juga sepedaan juga lebih jauh dari segitu...Paling kali ini ditambah bumbu sedikit kiasu.

Dan sekarang.....taroh sepeda grab running shoes. We've got another homework to do! Capeeee.... =(

Saturday, February 26, 2011

Kiasu

Vocab: kiasu = afraid to lose

Ada saying yang mengatakan orang Singapur itu kiasu (takut kalah), kiasi (takut mati), dan kiabo (takut istri).

Dan gw selalu berkata, gw bisa unleash my kiasu-ness di saat-saat tertentu, never kiasi, dan karena gw ga punya car bo (cewe), gw ga bisa kiabo.

Alkisah ketika gw mengeksplorasi hubungan dengan teman2 ex-SMU, gw ketemu dengan nih cewe.

Cerita2 soal Standard Chartered Marathon, en dia ikutan nomor 10 km. Karena gw ketiduran en missed the event ya gw ga bisa cerita2 donk.

Dia cerita "Gw ikutan 10 km loh..." Dredededed...."waktu gw lambat XX:XX sih soalnya sambil lirik kiri kanan kali2 ada yang bening."

Gw diem, ga komen apa2 soal waktunya. Apa urusan gw juga...

Kemudian obrolan berlanjut ke event berikutnya which is SunDown Marathon. Dia bilang ayo daftar...ayo daftar.
Gw bilang.. gw udah daftar untuk nomor full marathon karena gw emang berencana miss StandChard en daftar SunDown pas early2 bird sekali...dan pada saat itu cuma nomor full marathon yang dibuka pendaftarannya.

Bagi gw itu cuma sekedar target aja, kalo gw ga "maksa" diri gw untuk ikutan kaya gituan, at the end gw bakal males lari. As always.. gw selalu banyak cita2 ga jelas.

Mendadak: "Wait Kardy, have you ever run 10 km or half marathon before?"
**Lho.lho...koq gw diserang gini...

"Err... iya..."

"Terus waktu lu berapa?"
**Lhoo.....koq???

"Err...XX:XX untuk 10 km, XX:XX untuk 21 km"
**Sengaja gw lambat2-in karena gw ngga mau membuat tersinggung.

"Hmm LAMBAT juga yah, TEMEN GW XX:XX untuk 21 km tuh"

WHAT A B******TCH!
Dan saat itu gw tau...ini temen mau kata temen SMU keq...bener2 stereotipe SMUKie yang gw benci.

Aduh acara gituan (lari2 ga jelas) ngapain kiasu2, emang lu atlet apa?

Please deh... gw lari 10 km seminggu sekali! Sori ye...tapi waktu lu emang betul2 lambat!
Tapi karena gw tau orang beda2, ya ngapain dibandingin sampe segitunya.

Gw seneng pasang target2 ga jelas. Yakin ga gw bisa lari marathon? Gw aja ketawa...paling banter koit di tengah jalan. Ga yakin euy...
Tapi karena gw "cop" event itu.. ya gw ga bisa tidur dengan tenang donk. Pasti setiap kali bangun tidur "Heh...minggu ini harus lari ..."

Peduli gw sama hasilnya? GA PERNAH! Gagal? Ya gapapa toh gw bayar ini.. bukannya ngemis.

But at the end, I am enjoying the side effect dari proses persiapan aside dari rasa "abis ketubruk bajaj" setiap kali bangun pagi.

2 taon lalu gw muntah2 abis lari 2km...lalu 3.2 km.. terus 5 km .. dan sekarang 10 km. Lumayan tho.. biarpun lambat yang penting gw senang.

As for temen gw yang itu...ah udahlah ke laut aja. Di umur begini gw udah males bela2-in pergaulan, en sok2 setia kawan. Ga cocok ya udah.

Monday, February 14, 2011

Kaki Abang Becak

I don't want bulging vein in my legs. Selama ini memang hidup dalam denial, kadang2 keliatan tapi only under certain lighting condition.

Dari salah satu foto:


Oh no! Kaki gw kaya Britney ntar!

Wednesday, January 12, 2011

Because beauty is skin deep

Arsip pribadi!

Minggu kemarin hari Jumat kebetulan lewat Plaza Singapura. Awalnya sih tertarik dengan diskon Hush Puppies, tapi begitu nengok ke sebelah eh tak disangka tak dinyana lagi ada cuci gudang Body Shop.

Waduh langsung gelap mata part 2. Body Shop memang line kosmetik (halah kosmetik..) gw, secara menurut gw produknya tidak centil2 amat, dan tidak terlalu bapak2. Ya in between lha..

Gw berusaha untuk tetap prudent (walaupun akhirnya gagal dengan sukses), dengan memilih produk2 yang memang krusial dan dipake sehari2.

Hari Jumat gw spend SGD84.30:
  • Shampoo Ice Blue (experiment) : 10.9
  • Toner Tea Tree (crucial): 14.9
  • Exfoliating Tea Tree (crucial): 14.9
  • Face Wash Sea Weed (experiment, buat di tas berenang): 12.9
  • Shower Cream Shea + Shower Gel Mango (like the smell, esp. Shea): 14.9
  • Conditioner Nettle (titipan temen): 10.9
  • Wipes Tea Tree (biar total > 80, dapet voucher 20): 4.9

Voucher SGD20-nya gw beliin Tea Tree Night Lotion (26.90-20): 6.9
Karena belanja > SGD 65, juga dapet 1 gift pak yang isinya pom-pom, shower gel en body butter strawberry versi mini.

Hari Jumat? Yes..begitu pulang gw baru nyadar body butter gw abis. Mantan terakhir adalah yang rasa Olive. Biasanya body butter gw pake untuk siang hari keluar rumah, secara di sini kiri kanan AC semua, alhasil kulit seringkali kering kerontang.
Pernah pake Vaseline yang komplit solution dengan pemutih, vitamin A-Z, dll, tapi rasanya berat sekali. Nambah 1 kilo rasanya.
Alhasil pindah ke Vaseline lidah buaya + timun yang ringan...biasanya dipake di malam hari sebelum tidur.

Yang susah dari Body Shop adalah kebanyakan body butternya rasa buah2-an. So centiiil! Ga masuk dengan persona gw (duile...). Dari line default, yang gw bilang cocok sama selera gw adalah yang rasa: Cocoa, Coconut, dan Shea.

So Sabtunya gw balik lagi, dan hasilnya lebih mengerikan...

Total spend di hari Sabtu SGD161.02!
  • Body Butter Nutmeg & Vanilla (crucial + baunya enak!): 18.9
  • Body Butter Black Velvet Apricot (iseng, limited edition katanya): 18.9
  • Shampoo Olive (sekali2 rambut gw bersinar kaya apa ya??): 10.9
  • Toner Cucumber (crucial): 12.9
  • Shower Gel Dewberry (bau ga jelas, menarik) + Shea (another one!): 14.9
  • Mask Tea Tree (esensial, seminggu 2x): 16.9
  • Capsule Time Release Vitamin C (coba2): 25.74
  • Night Treatment Vitamin C (coba2): 22.14
  • Micro Refiner Vitamin C (coba2): 19.74

Habis banyak gara2 mau coba line Vitamin C >.<. Ya penasaran juga bo..kalo ga diskon begini ya kapan lagi nyobanya.

Karena belanja >160, dapet 2 gift pack strawberry lagi, dan 2x voucher SGD20.

Vouchernya gw belanjain:
  • Seaweed Pore Perfector (32.9-20): 12.9
  • Tea Tree Skin Clearing Lotion (26.9-20): 6.9
So total weekend itu gw menghabiskan: SGD 272.02! Untuk produk kecentilan!
Jantung gw ga sanggup konvert ke rupiah...bisa berbusa nantinya.

Setaon ke depan gw ga mau nyentuh Body Shop lagi! Stocknya udah cukup untuk musim dingin yang panjang dan berkelanjutan.
Ya kecuali kalo habis2 dikid2 lha...

Taon lalu gw habis sekitar SGD180-an juga di Body Shop. Tapi itu di-boost karena gw perlu ganti parfum. So gw berpindah ke Of a Man EDT + roll on.
Mantan parfum: Oriflame Glacier dari kelas 2 SMP! Lama abis karena bau badan gw kan ga terlalu dahsyat.

Sebenernya sih maunya pindah ke MidSummer Man, tapi ada daya susah cari agen Oriflame di sini.

Koq parfumnya anak2 sih? Ya apa daya selera memang murahan.. bagi gw yang bangsa2 Polo, Boss, Woods, Dunhill, etc...baunya bapak2 banget...eksekutip kelas tinggi.

Friday, January 07, 2011

Rokok, duit, dan kebodohan...

Melihat artikel tentang rokok di The Jakarta Globe: "Indonesian Government Witnesses Say Tobacco Not Addictive".
Yang mana garis besarnya adalah rokok adalah komoditas yang begitu berharga di Indonesia, banyak orang bergantung dengan industri ini, sampai-sampai yang hitam pun berubah menjadi putih.

Mengutip sebagian dari berita di atas:
"“In 2010, we had 73,896 employees and had a turnover of Rp 21.8 trillion, of which 56 percent went to the government,” said Subronto, an industrial relations executive for Djarum."

Triliun bow, baru Djarum, dan 56% ke pemerintah lagi, gimana ga dibela-belain?

Gw dulu inget ketika kerja di perusahaan telko. Biasa karena kita jual peralatan pemancar, pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh masyarakat umum adalah bagaimana dengan keamanan radiasi elektromagnetiknya?

Pada saat itu sedapat mungkin gw menghindari kesempatan mendapat pertanyaan tersebut, atau dengan kata lain gw menghindari sebisa mungkin acara sosialisasi dengan warga.

"Tapi memang aman koq Duz, ada surat pernyataan A, bukti riset dari B, sertifikasi dari C, dll.."

Gw bertanya kepada diri gw sendiri, seandainya di deket rumah gw dipasang pemancar, gw juga ga bakal mau loh... Kata kerennya: hati kecil gw merasa tidak tenang.

Di dunia yang serba duit ini.. apa sih susahnya membiayai riset..tapi hasilnya ya mbok sesuai kemauan si pemberi duit donk.. kan udah dapet bagiannya?
Ada riset independen yang kontra? Ya bayar lagi ilmuwan2 terkemuka untuk membantah hasil riset yang kontra tsb.
Dan karena telko saat itu sedang booming, kebayang donk duit yang dimiliki perusahaan2 tsb.

Dan gw tidak pernah lagi percaya sesuatu yang benar atau salah.

Ketika dikronfrontir mengenai cita2 gw menjadi bintang bokep dan germo biasanya begini:

"Iiih dy, itukan kerjaan haram..."

yang biasanya gw jawab dengan:

"Kerjaannya sih haram, tapi begitu jadi duit ya halal...."

Memang di mata gw yang calon penghuni neraka, duit adalah segala2-nya. Pintu surga pun bisa dicongkel terbuka dengan duit.
Loh tapi duit ga bisa dibawa mati? Ya tinggal dikonversi ke amal..nama kerennya: philanthropy.

Bagi gw yang haram adalah bodoh.

Merokok...oow tentu boleh..tapi harus smart. Lihat tempat supaya tidak mengganggu. Kecanduan? ooow boleh2 saja..tapi smart...lihat keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Berapa % yang boleh disisihkan untuk merokok. Dan tentu harus disiapkan uang untuk persiapan penyakit degeneratif akibat rokok.

Yang merokok sembarangan, punya anak 6 kerjaannya supir angkot masih merokok, anak kampung sekolah pake bantuan BOS masih cari2 rokok...itu orang2 tolol yang harus dibasmi.

Sama dengan maksiat...

Yang bikin video terus jualan.. ya ok2 saja toh.

Yang ngeliat bokep terus norak dan pergi memperkosa..itu yang harus dibasmi...

Gw sih masih "Hidup Ariel!"

Wednesday, December 29, 2010

Liburan Natal

Di Changi pas penerbangan SGP-CGK, si Lion dudul malah telat dan jadinya para penumpang kudu pindah gate. Boarding pas yang sudah disetor dibagiin kembali, dan namanya dipanggil satu2. Duh seperti anak TK.

Penerbangan malam itu nda ada cewe kece. Tapi ada cowo keren. Rambut item lengkap dengan kumis dan jenggot tipis. Baju dan tasnya juga item, tapi jadinya keren. Di pesawat kita sempet bergesekan satu kali (ceileee....), gw mau naroh tas di atas, dia mau jalan ke belakang.

Pas pindah terminal berpapasan dengan pramugari Qantas, wah keren2-nya. Dandanannya membuat pramugari Lion seperti lenong. Someday I will call Australia home!

Wait, Saut-kah itu part-2?!?! Lagi2 gw satu flight dengan orang yang "mirip" Saut LO Manik, IF00 yah kalau nda salah. Kesempatan lainnya pas penerbangan Jakarta-SGP entah kapan.
Kenapa gw bilang "mirip", hmm soalnya kurus banget! Muka sih ok-lah mirip, tapi tingkat kekurusannya itu?!?! Belum lagi koq dia ga nyapa2 gw yah? Mustinya kan kenal? Ok-lah gw kasih skor 85% mirip.

Di Jakarta, well Tangerang tepatnya...lagi2 bokap membuat ulah. Huff..ga bisa kencing lagi, kateter tidak masuk, dan terpaksa "dibuat" lubang langsung ke bladder.
Ya su lah...mau bilang apa.. Dibilang dokter tidak boleh olahraga berat dan naek motor..masih aja bandel. Kalau ngga begini ya mana bisa sadar.

Untungnya bow.. Matahari diskon 20% all item! Langsung deh gw gelap mata dan shopping spree! Tapi entah karena nda muda lagi, pilihan gw cuma jatuh ke The Executive Premium yang setelah diskon lebih murah daripada kemeja kerja Giordano. OP, ONeill, semua2 itu koq rasa2nya kurang sreg lagi.

Mau nyari celana pendek, astaga naga...semua2nya celana halal! A.k.a di bawah lutut. Watchout, MGee, semua2nya halal! Gimana mau tampil seksi!
Untung ketemu Polo yang diskon 50% tapi itupun cuma ada ukuran 32. Ya bisa pake sih..tapi kurang seksi gitu...

Billabong gw blacklist untuk beli di Indo, sama dengan Giordano. Entah kenapa dua merk ini lebih murah beli di SGP.
Kaos Billabong After Dark yang 70% rayon bambu di Point Break Rp. 444.000, alamak! Di OG gw beli yang gambar tengkorak SGD49.90 + disc. 10% member OG. Di Indo malah gambar2-nya lebih jelek lagi.

Bagi gw kaos itu no. 1 adalah bahan, no. 2 adalah gambar yang berkarakter (halah...).

Terus satu dari my best-best-friend bakal married 1 Mei taon depan. Yang satu lagi bakalan juga lah..keliatannya sama cewenya sudah nempel kaya perangko.

Gw kapan??? Hiks...padahal gw kan nda jelek2 amat...T.T.
Cewe gandengan pun aku tak punya...

Masalah cuaca... sepertinya memang dunia mau kiamat. Nda pernah seumur2 ngeliat cuaca se-ekstrim ini. Sebentar panas, sebentar ujan, sebentar badai. Aneh bin ajaib. Terus gunung meletus dua biji. Katanya gara2 ini harga cabe naek.
Bagi gw pribadi sih, makan terus cabe-nya dihargain (satu sendok = gopek) itu sudah tanda2 kiamat.

Monday, December 20, 2010

Masalah cewe...

Belakangan ini gw merasa si Nyokap makin kepo dengan urusan cewe.

Minggu kemaren iseng2 jalan2 ke Fitness First sehabis pulang kerja. Secara membership fitness gw mau habis Maret depan, dan gw mau look see FF. Secara FF makin oke dan mau buka 3 cabang baru di sini.

Pantat baru duduk habis salaman dengan "Fitness Consultant", tiba2 henpon berdering. Eh dari nyokap. Ya secara keluarga menjadi prioritas, en gw harus ngisi form perkenalan (nama, alamat, fitness goal, etc), ya gw ngasih kode kalau gw mau terima telepon ini ke si Fitness Consultant.

So gw angkat telepon lah, gw ngedengerin bae2, kalau2 penting en emergency. Setelah lama2 rasanya koq ga penting2 dan cuma ngomong masalah liburan. Selesai ngisi form, ya gw ngomong donk sama nyokap, nanti malem gw telepon lagi. Secara gw juga harus fair sama FC-nya. Masa dia harus nunggu nyokap gw selesai curhat.

Malemnya gw telepon lagi..nyokap gw langsung nanya "Tadi sama pacar yah? Koq Mami denger suara cewe di belakang"....
Yeee cape deh....

Sekarang ditanya, lebaran kemaren ditanya....

Pas pulang kemaren masuk salon langganan sejak pindah ke Tangerang juga digosipin di depan mata.
"Si XXX (gw) belum punya pacar yah..."
"Aah dia pasti udah ada yang mau, cuma dianya aja yang ngga mau..."

Sotoy tingkat tinggi...

Untuk taon depan, pacar masih belum masuk priority list. Bahkan jauuuuh di bawah....

Perlu ga sih punya cewe?
3 bulan terakhir ini, i've given myself chance to get to know better temen2 cewe dari masa2 SMU dulu. Secara temen2 kuliah gw...fiuuuh...no hope.
Dan akhirnya keputusannya: "Tidaaaak.....tidaaak!!!"
Extremely boring dan bener2 ga cocok!

Bener2 tipikal anak2 SMUKie...
Suka nge-judge orang, ooh gw yang paling hebat sendiri, boooring, dan terlalu religius

"Asyik ga sih di Singapur, bisa ngerayain Natal segini meriahnya..ga kaya di Indo.."
PLEASE!!!!
Singapur ngerayain Natal meriah karena mereka mau duit. Diskon..shopping...turis! It's not because Christ was born in Christmas Day..It's not even on their list! Oh not to forget, do you reeeeaaaaally believe Christ was born on 25th of December?

Seriously, I need time to break from them before I'm going nuts. Kalo gw complain mereka bilang gw so bitter with my life.

Gw orangnya drama queen. I need drama in my life, therefore I like new places and adventures. Sejujurnya gw merasa ga terlalu "fit in" dengan urban lifestyle di Singapur. Ada perasaan bosan luar biasa dan tercekik dengan keramaian dan segala macam barang bermerk, shopping culture, discount, etc..etc.
Mau tas-nya LV keq..kalo modelnya kaya banci gitu, emang gw pikirin. Gw tetep stick ke Eiger wee.
Dan gw masih ga habis pikir, ada aja cowo yang mau pake LV.

Makanya gw suka jalan2 ke heartland, makan di hawker center di ujung dunia, sepedaan ke mana2. Bukan dari awal sampai akhir jaman maennya di Orchard sama Bugis melulu! OMG!

So in the end, I've decided to let it go. Males...
And we're back to my old weekend habbit! Pizza, movies, and porns!

Dan taun depan gw berpikir untuk ngambil kelas Muay Thai.

Tuesday, December 07, 2010

Dulu babi sekarang sapi

Sepertinya di usia paruh baya ini (gw pingin mati muda), cari makan tambah susah.

Diajakin makan siang mie kuah sapi, yang katanya salah satu yang paling enak di Singapur. Pas diajakin ada satu orang yang udah skeptis, emang Kardy bisa makan sapi?
Terus ada yang jawab: "Can lah, I've seen him before eating steak..". Padahal seumur2 di kantor ini gw ga pernah makan steak. Kalaupun gw makan steak ga pernah seumur2 gw pilih steak sapi.

Hmm ok, mungkin orangnya berhalusinasi. At the end, karena gengsi en takut dibilang cerewet makanan, gw ok2 saja makan tuh mie sapi.

Sampai di tempatnya dan antri sekian panjang, akhirnya dapatlah tuh mie sapi. Dari pandangan pertama saja gw udah nyaris pingsan. Ya ampyun dagingnya... Padahal punya gw sudah teriak2..mau yang mateng..tetep aja rasanya masih kurang mateng.

Alhasil setiap gigitan subconscious gw teriak2 "CJD...CJD" (buat yang belum tau CJD = Creutzfeldt-Jakob Disease a.k.a penyakit sapi gila). Ok gw terlalu banyak nonton X-Files dan House MD.

Dan begitu gw seruput kuahnya, alamak nyaris pingsan. Bau sapinya kuat banget. Gw merinding ngeliat mereka yang seruput sana seruput sini sampai2 minta tambah kuah.

Jadi tidak dapat disembunyikan, mereka jelas2 ngeliat gw ngga bisa makan sapi.

Jujur saja gw sudah lama meninggalkan makan sapi yang jelas2 sapi. Bakso saja sudah tidak mau gara2 pernah ngeliat abangnya nyerok satu tulang segede gaban. Jadi selama ini kuahnya dari tulang itu toh...nyaris pingsan.
Makan rendang sudah males, paling banter dendeng karena rasanya lebih mirip kerupuk ketimbang sapi. Tapi biasanya gw nyerbu ikan kembung balado + cabe ijo segedubrak sampe mencret malemnya.

Tambah dah koleksi no..no..makanan gw.

Saturday, December 04, 2010

Islamophobia

Rasanya kantor gw sekarang begitu deh. Berulang kali di-kronfrotir karena tidak bisa makan babi.

"Kardy, are you a muslim?"

Aduh, gw bukan tidak bisa makan babi, tapi mbo bukan yang datang masih dalam bentuk potongan plus tulang dan ngambang2 di sup begitu. Sama aja dengan mencurigai orang yang tidak bisa makan kepala ayam: "Eh lu ga makan ayam yah?"

Dan salah satu manajer cewe beranak satu ngomong ke gw: "Kardy, i tell you this.. i hate muslim. I tell my son, I'm ok with any religion and free thinker as long as it is not Islam and Hindhu (perhaps the last one is identical with Indian people)"

Dalam hati: buseet dah..freethinker masih lebih mending dari sebuah agama.

Di sebuah kesempatan lain:

X: "Kardy, if you don't eat pork then I can introduce you to Malay girl"
Y: "But later on you have to pray four times a day you know.."
Me: "Err...I believe it suppose to be five.."
Z: "See..he knows their custom already"

Entahlah mungkin orang Islam yang mendengar ini bisa marah2.
Tapi bagi gw, ini adalah PR untuk dijawab oleh orang Islam saat ini.

Si manajer cewe pernah ke Jakarta dan langsung diwanti2 sama orang office Jakarta: "JANGAN KELUAR MALAM DAN SENDIRIAN", cc ke bos-nya juga.
Dan memang dari penilaian gw, kalau dia ke Jakarta dan jalan sendirian, dia ga bakal selamat.

But why? Sedih juga melihat kenyataan bahwa Jakarta begitu tidak amannya.

Gw berulang kali bilang ke temen2 muslim.

You know what? Indonesia itu 80% muslim. 20%-nya lagi cuma ecek2 dan dibagi2 pula.
So....kalau Islam maju Indonesia ya pasti maju lah...
Kalau Islam damai, ya Indonesia damai...
Kalau Islam penuh dengan rahmat, ya Indonesia makmur
Kalau Islam toleran, ya Indonesia menjadi panutan toleransi
Kalau Islam modern, ya Indonesia maju teknologinya

Tapi kenapa Indonesia ga bisa maju2? Korup? Kriminalitas tinggi?

Pendapat gw pribadi: Islam di Indonesia lebih suka terlena dengan mimpi kemahsyuran Islam jaman dulu, lebih suka mencari2 alasan dan kesalahan daripada mengkoreksi diri, dan malas berusaha.

Moral bobrok...ooh karena Miyabi datang...
Korupsi... ooh diajarkan oleh orang-orang Cina...
Pornografi, free seks... ooh pengaruh Amerika sang poros setan dunia...

Toh tetep aja si "dia" salaman dengan Michelle Obama. Aih sudahlah, bagi gw sih sudah tidak usah punya muka lagi.

Ada blog di Kompasiana yang mempertanyakan mengapa tidak ada Florence Nightingale, atau Mother Theresa versi muslim.

Gw mempertanyakan mengapa umat Buddha yang cuma secuil itu bisa membuat yayasan Buddha Tzu Chi di Indonesia, bisa membangun rumah susun, pusat daur ulang, universitas dan stasiun TV.

Dan umat Islam yang 80% itu cuma bisa cuap2 mengenai kekerasan, gosip, dan pornografi di televisi.

Tanya kenapa?

Dan sepanjang pengalaman gw bekerja dan mempekerjakan orang di Indonesia, gw jarang melihat orang muslim yang sadar kalau sholat itu menghabiskan waktu kerja, dan dia harus mengganti itu.

Begini: sepanjang jam kerja taruhlah 09.00-18.00, biasanya perlu 3x sholat. Setiap kali sholat: 20 menit. Total 60 menit. Jarang sekali ada muslim yang sadar hal ini dan dia mau kerja misal sampai jam 19.00. Kebanyakan mereka merasa: "ooh ini hak saya untuk beribadah".

Ya betul ini hak untuk beribadah, tapi harus fair donk. Orang yang non-muslim kerja 8 jam full. Tapi yang ini mau korupsi 1 jam setiap hari. Bayaran dituntut sama. Cak mana ini?
Kalau mau beribadah, please....you have to go for extra distance. Antara produktifitas harus lebih tinggi, dikompensasi dengan bekerja lebih lama atau gaji harus lebih rendah.

Adakah muslim yang sadar akan hal ini di Indonesia? Jawabannya: JARANG SEKALI. Kebanyakan enjoy2 saja. Jarang (eufemisme dari ga pernah) gw melihat pembahasan mengenai hal ini. Mungkin antara terlena, tak terpikir, tak mau dipikirkan atau malas berpikir.

Bukan bermaksud menjelek2-an Islam, deep in my heart gw mau Indonesia maju. Dan untuk Indonesia maju mau tidak mau umat Islam harus maju.
Best wishes.