Ketika nonton Discovery Channel, ada tayangan ketika singa sedang berburu. Ya jelas ceritanya hewan buruannya habis digigitin.
Lalu ada anak kecil nyeletuk, intinya adalah "Iih singanya koq jahat banget, rusa lucu koq dimakan". Dan seterusnya terus menerus menyalahkan sang singa, sampe2 gw pingin gaplok tuh anak kecil.
Sebagai manusia, kita cenderung punya standar moral. Dan apa yang berdeviasi dari standar ini, ok-lah bisa dibilang cenderung kita hujat. Walaupun sesungguhnya kita tidak mengerti apa, mengapa yang menjadi latar belakang hal tersebut.
Dulu gw pernah piara hamster. Ketika hamster melahirkan, biasalah pemilik pemula, ya pingin sayang2 bayi hamster. Dan juga pingin maen sama emaknya secara biasanya juga dimaenin.
Dan apa mau dikata, tidak tahu, ternyata anak2-nya pada dimakanin sama emaknya.
Langsung kaget, dan juga marah terhadap si emak. Sampe2 gw sentil, tapi tetep aja anak2-nya terus dimakanin sampe habis ga ada sisa.
Sedih, marah... binatang mana yang sekejam itu makan anak sendiri? Kata pepatah.. macan pun tidak begitu.
Belajar dari hal tsb, kehamilan kedua sengaja sang emak ditaroh di pojok. Tidak diganggu gugat, serbuk kaga diganti2, dan makanan pun hanya dilempar. Dan akhirnya anak2 yang lucu mulai dari masih merah2, hingga tumbuh bulu, hingga bisa lari2. Toh sukses juga.
Hamster yang kejam atau gw yang tidak mengerti proses pikir mereka.
Manusia cenderung punya ikatan terhadap sesuatu yang bersifat seperti manusia.
Kita senang dengan anjing yang kenal dengan tuannya, bisa dipanggil, bisa berkomunikasi, dilatih, dsb. Karena kita mengerti dan karena mereka bertingkah sebagaimana manusia.
Dan kita berharap mereka juga bertingkah seperti manusia. Makan pada tempatnya, poop pada tempatnya, pipis pada tempatnya.
Jadi kalau ada tingkah diluar norma2 yang biasa kita kenal, mulailah kita mencap sebagai nakal, liar, dsb.
Sama ga sih sama penilaian terhadap sesama manusia?
Kalau sama, apa sih batasan terhadap sesuatu yang baik dan buruk?
Misal.. kenapa anjing bisa poop sembarangan kenapa manusia tidak boleh poop sembarangan?
Toh kalau mau diteliti komposisi poop manusia dan anjing itu mirip2.
Karena manusia punya akal yang berbeda dari anjing? Permisi kalau boleh kata.. usus besar ya usus besar, poop ya poop. Bukan kata punya akal terus poop berubah jadi emas.
Katakan sejuta tahun yang lalu ketika jumlah manusia belum mencapai milyaran orang, paling cuma sekelompok dalam radius ratusan km. Boleh ngga poop sembarangan?
Justru kalau poop di tempat tertentu dengan densitas penduduk seperti itu malah menjadi berlebihan.
Poop sembarangan was the answer.
Lucu ketika kecil gw percaya bahwa good and bad seperti hitam dan putih. Menjelang uzur seperti saat ini, koq rasanya malah jadi abu2.
Thursday, July 28, 2011
Saturday, July 16, 2011
First Day Cancellation, Again
Ah ketemu contohnya untuk UK.
Gw pernah beli ini di pasar loak


Awalnya mengira ini quite limited edition secara ada nomor serinya. Tapi lagi2 tidak teliti.. sampe rumah jder astaga Gusti Ra*da....! OMG koq capnya dua2-nya beda? Padahal nomor seri amplop sama dan tanggal juga sama.
Apakah ini palsu? Tapi masa sih barang UK palsu? Tau dari mana itu UK? Ya tau lah, setiap perangko UK selalu ada logo "ratu"-nya.
Jadi akhirnya gw beli another one from ebay. Dengan cap yang sesuai dengan yang terlihat di brosur Royal Mail. Cap-nya bentuk balon pikiran.
Gw ga tau kalau di UK cap bisa beda2, sampe end of taon lalu ketika Christmas 2010 (Christmas with Wallace and Gromit).
Dan kalau diliat2 sebenernya ada joke di cap yang pertama. Karena "Barking" maka capnya gambar anjing, dan satu lagi "Purley" dengan gambar kucing. Dua2-nya region di UK.
Kenapa takut palsu? Aduh ini trauma masa kecil.
Dulu pas kecil hemat2 uang jajan untuk beli perangko. Bosan dengan perangko Indonesia yang gambar Pak Harto dan Repelita melulu, akhirnya ke toko buku dan beli perangko2 yang dijajar tiga empat biji di karton putih dibungkus plastik itu.
Gambarnya bagus2, capnya pun jelas banget, tidak seperti cap2 pada amplop biasa. Ya dipikir kan keren dan bagus.
Ada dinosaurus, ada burung, dll...negaranya pun aneh bin ajaib: Nicaragua, Guinea Bissau, Pyongyang (yup tololnya waktu kecil mengira ada negara yang namanya Pyongyang).
Sampai EsEmPe ketika bergabung dengan klub Filateli di kantor Pos Tangerang barulah ketahuan. Oooh malunya, ternyata semua itu penuh kepalsuan!
Awalnya juga penuh denial, sampai ditunjukkan circular UPU (Universal Postal Union) barulah percaya.
Bisa baca circular bahasa Inggris? Weits jangan salah, ketika SMP my England was not that bad!
Yah mau dikata apa, mau loncat pun ga bisa mati (kantor posnya cuma 2 lantai), akhirnya dibuanglah itu album. Tak sudi melihatnya lagi.
Dan ketika mulai dari nyaris 0, trauma itupun masih ada. Tak sudi lagi mengkoleksi perangko satuan. Malas!
Maunya sampul hari pertama, carik kenangan (souvenir sheet), maximum card, dan kalau ada presentation pack.
Dan saat itulah gw membiasakan diri, kalau beli perangko beli yang full sheet!
Di rumah pun nyokap cuit2. "Ini koq koleksi perangko isinya amplop semua?!?!"
Ya apa mau dikata. Nyokap dan gw pun datangnya sama2 dari daerah.
Gw cerita ke temen gw di sini, dulu mana tau yang namanya sampul hari pertama, dll. Ga semua cabang kantor pos jual sampul hari pertama. Gw cuma tau dua yang bener2 jual di hari H: Kantor Pos Filateli Jakarta (di deket St. Ursula) atau satu lagi di Bandung deket gedung Sate.
Dan awalnya gw ga percaya kalau di Singapur, SEMUA kantor pos jual sampul hari pertama pas hari penerbitan.
Dan definisi "jual" di sini bukan cuma jual barang, tapi juga bisa melakukan cancellation di hari pertama (capnya tersedia di situ).
"Mungin karena negara lu besar?" temen gw nanya. Oh jelas! My country is big berjajar pulau2... Dalam hati: "mungkin gara2 itu ga maju2...*sigh".
Tapi sekarang point of view pun berubah. Tau ada hal ini minat gw pun berpindah. Gw tidak lagi mencari nomor "1" untuk FDC Singapur, bagi gw yang nomor bukan "1" justru lebih unik.
It's really2 an experience.
Gw pernah beli ini di pasar loak


Awalnya mengira ini quite limited edition secara ada nomor serinya. Tapi lagi2 tidak teliti.. sampe rumah jder astaga Gusti Ra*da....! OMG koq capnya dua2-nya beda? Padahal nomor seri amplop sama dan tanggal juga sama.
Apakah ini palsu? Tapi masa sih barang UK palsu? Tau dari mana itu UK? Ya tau lah, setiap perangko UK selalu ada logo "ratu"-nya.
Jadi akhirnya gw beli another one from ebay. Dengan cap yang sesuai dengan yang terlihat di brosur Royal Mail. Cap-nya bentuk balon pikiran.
Gw ga tau kalau di UK cap bisa beda2, sampe end of taon lalu ketika Christmas 2010 (Christmas with Wallace and Gromit).Dan kalau diliat2 sebenernya ada joke di cap yang pertama. Karena "Barking" maka capnya gambar anjing, dan satu lagi "Purley" dengan gambar kucing. Dua2-nya region di UK.
Kenapa takut palsu? Aduh ini trauma masa kecil.
Dulu pas kecil hemat2 uang jajan untuk beli perangko. Bosan dengan perangko Indonesia yang gambar Pak Harto dan Repelita melulu, akhirnya ke toko buku dan beli perangko2 yang dijajar tiga empat biji di karton putih dibungkus plastik itu.
Gambarnya bagus2, capnya pun jelas banget, tidak seperti cap2 pada amplop biasa. Ya dipikir kan keren dan bagus.
Ada dinosaurus, ada burung, dll...negaranya pun aneh bin ajaib: Nicaragua, Guinea Bissau, Pyongyang (yup tololnya waktu kecil mengira ada negara yang namanya Pyongyang).
Sampai EsEmPe ketika bergabung dengan klub Filateli di kantor Pos Tangerang barulah ketahuan. Oooh malunya, ternyata semua itu penuh kepalsuan!
Awalnya juga penuh denial, sampai ditunjukkan circular UPU (Universal Postal Union) barulah percaya.
Bisa baca circular bahasa Inggris? Weits jangan salah, ketika SMP my England was not that bad!
Yah mau dikata apa, mau loncat pun ga bisa mati (kantor posnya cuma 2 lantai), akhirnya dibuanglah itu album. Tak sudi melihatnya lagi.
Dan ketika mulai dari nyaris 0, trauma itupun masih ada. Tak sudi lagi mengkoleksi perangko satuan. Malas!
Maunya sampul hari pertama, carik kenangan (souvenir sheet), maximum card, dan kalau ada presentation pack.
Dan saat itulah gw membiasakan diri, kalau beli perangko beli yang full sheet!
Di rumah pun nyokap cuit2. "Ini koq koleksi perangko isinya amplop semua?!?!"
Ya apa mau dikata. Nyokap dan gw pun datangnya sama2 dari daerah.
Gw cerita ke temen gw di sini, dulu mana tau yang namanya sampul hari pertama, dll. Ga semua cabang kantor pos jual sampul hari pertama. Gw cuma tau dua yang bener2 jual di hari H: Kantor Pos Filateli Jakarta (di deket St. Ursula) atau satu lagi di Bandung deket gedung Sate.
Dan awalnya gw ga percaya kalau di Singapur, SEMUA kantor pos jual sampul hari pertama pas hari penerbitan.
Dan definisi "jual" di sini bukan cuma jual barang, tapi juga bisa melakukan cancellation di hari pertama (capnya tersedia di situ).
"Mungin karena negara lu besar?" temen gw nanya. Oh jelas! My country is big berjajar pulau2... Dalam hati: "mungkin gara2 itu ga maju2...*sigh".
Tapi sekarang point of view pun berubah. Tau ada hal ini minat gw pun berpindah. Gw tidak lagi mencari nomor "1" untuk FDC Singapur, bagi gw yang nomor bukan "1" justru lebih unik.
It's really2 an experience.
Number on First Day Cancellation, Singapore
At last I know the meaning! Why Singapore has number on their first day cancellation stamp. It is not the day from the first day of issue as I initially suspected. It is the branch number.
Wait, but I had bought from all different places across the island, why they all came with number "1"?
Because what I had bought was the covers supplied from Singpost Center which is being numbered as 1.
Yesterday I bought this cover at Clementi West post office. As usual the uncle already had some ready-to-sell first day covers, which I bought and again I asked the uncle to put the metal stamp on the cover.
The uncle remarked: "Why you want the metal stamp, it is ugly you know? I have the first day cancellation stamp as well."
My friend, first to realize, asked the uncle, could it possibly the number is the branch's number? And the answer was yes.
So all these ready to sell covers were initially prepared and stamped at Singpost Center. That is the reason why it all contains "1".
Later after work, we went to IMM post office to do the second experiment. We purhased a blank cover, and using the stamp we purchased in the morning, we did a "local" cancellation.
It can be seen that the stamp layout is quite different with the morning cover since I did pasted it myself. And the cancellation stamp came with number "25" (IMM branch number). The IMM metal stamp is not quite clear since it was the first time I stamped using the metal stamp.
And not to forget that I do have my own custom self-made "fun" cover. It is so personalised that I keep the Singapore post logo from the stamp (all the stamps came from same location in the stamp sheet).

It is only one in the world. Guaranteed!
So it means that the "Old Maps of Singapore" cover that I've purchased indeed a first day cover! And I purchased it at SGD3.5 compared to around SGD10 at ebay.
And the difference in the first day cancellation is quite similar with UK. However in UK it is completely different cancellation stamp design instead of using number.
Wait, but I had bought from all different places across the island, why they all came with number "1"?
Because what I had bought was the covers supplied from Singpost Center which is being numbered as 1.
Yesterday I bought this cover at Clementi West post office. As usual the uncle already had some ready-to-sell first day covers, which I bought and again I asked the uncle to put the metal stamp on the cover.
The uncle remarked: "Why you want the metal stamp, it is ugly you know? I have the first day cancellation stamp as well."
My friend, first to realize, asked the uncle, could it possibly the number is the branch's number? And the answer was yes.
So all these ready to sell covers were initially prepared and stamped at Singpost Center. That is the reason why it all contains "1".Later after work, we went to IMM post office to do the second experiment. We purhased a blank cover, and using the stamp we purchased in the morning, we did a "local" cancellation.
It can be seen that the stamp layout is quite different with the morning cover since I did pasted it myself. And the cancellation stamp came with number "25" (IMM branch number). The IMM metal stamp is not quite clear since it was the first time I stamped using the metal stamp.And not to forget that I do have my own custom self-made "fun" cover. It is so personalised that I keep the Singapore post logo from the stamp (all the stamps came from same location in the stamp sheet).

It is only one in the world. Guaranteed!
So it means that the "Old Maps of Singapore" cover that I've purchased indeed a first day cover! And I purchased it at SGD3.5 compared to around SGD10 at ebay.
And the difference in the first day cancellation is quite similar with UK. However in UK it is completely different cancellation stamp design instead of using number.
Wednesday, July 13, 2011
Non-denominated stamp
Apa yah bahasa Indonesianya? Perangko tidak berdenominasi? Hyuk...direct translation.
Intinya bagi gw adalah perangko yang tidak punya cover/face value.
Di Indonesia tidak ada, so daripada kampung yuk belajar.... karena saya pun dulu kampungan soal ini.
Di post sebelumnya ada sampul hari pertama US. Yang perangkonya bernilai "Forever". Lha artinya apa? Forever love?
Pertama2 pikirnya juga begitu (tapi ah ga sekampung itu lah). Lebih tepatnya perangko ini bisa digunakan untuk 1st class local mail. Mau dipakenya sekarang, mau dipakenya seribu tahun kemudian, sama2 laku untuk 1st class local mail (up to 20g kalo nda salah).
Tujuannya apa? Ya untuk menanggulangi nilai inflasi dari perangko.
Bagi kita2 yang dulu rajin berkirim surat di Indonesia pastilah ingat, dulu surat kilat (dijamin nyampe tak tahu kapan) itu mulai dari Rp. 500, terus 700, terus 1000, terus 1500, terus tak tahu lagi.
Kebanyang dong, kalau dulu beli prangko Pak Harto 500. Dulu bisa dipakai berkirim surat sekali, sekarang harus tempel tiga misalnya.
Nah perangko non-denominasi ini tujuannya adalah begitu.
Apakah bisa dipakai untuk investasi? Misalnya beli sekarang terus dijual kemudian?
Menurut peraturan Pos US (di US loh ya, negara lain tak tahu), jawabannya tidak. Karena US government menjamin bahwa ongkos pos selalu dibawah tingkat inflasi. Jadi kalau perangko ini dijual dikemudian hari seharga 1st local mail saat itu, nilai uang yang diperoleh selalu lebih sedikit, bahkan rugi karena sudah tergerus inflasi.
Tentu ini nilai ekstrinsik yah, umumnya nilai intrinsik seperti kolektibilitas boleh jadi beda.
Untuk Inggris (Great Britain) sepertinya tetap dilabel 1st.
Singapura pun tak mau kalah. Awalnya dimulai dengan "For Local Addresses Only"

Ada 1st local (alamat gw di-hide yah.. ntar pada mampir ke rumah gw lagi)
Dan ada pula 2nd local (up to 40g local)
Harap diperhatikan di bagian bawah adalah high-valued stamp. Di Singapur selalu ada cerita begini. Entah di dunia nyata dipake buat ngirim apa (SGD10 booo). Bikin kantong bolong saja.
Intinya bagi gw adalah perangko yang tidak punya cover/face value.
Di Indonesia tidak ada, so daripada kampung yuk belajar.... karena saya pun dulu kampungan soal ini.
Di post sebelumnya ada sampul hari pertama US. Yang perangkonya bernilai "Forever". Lha artinya apa? Forever love?
Pertama2 pikirnya juga begitu (tapi ah ga sekampung itu lah). Lebih tepatnya perangko ini bisa digunakan untuk 1st class local mail. Mau dipakenya sekarang, mau dipakenya seribu tahun kemudian, sama2 laku untuk 1st class local mail (up to 20g kalo nda salah).Tujuannya apa? Ya untuk menanggulangi nilai inflasi dari perangko.
Bagi kita2 yang dulu rajin berkirim surat di Indonesia pastilah ingat, dulu surat kilat (dijamin nyampe tak tahu kapan) itu mulai dari Rp. 500, terus 700, terus 1000, terus 1500, terus tak tahu lagi.
Kebanyang dong, kalau dulu beli prangko Pak Harto 500. Dulu bisa dipakai berkirim surat sekali, sekarang harus tempel tiga misalnya.
Nah perangko non-denominasi ini tujuannya adalah begitu.
Apakah bisa dipakai untuk investasi? Misalnya beli sekarang terus dijual kemudian?
Menurut peraturan Pos US (di US loh ya, negara lain tak tahu), jawabannya tidak. Karena US government menjamin bahwa ongkos pos selalu dibawah tingkat inflasi. Jadi kalau perangko ini dijual dikemudian hari seharga 1st local mail saat itu, nilai uang yang diperoleh selalu lebih sedikit, bahkan rugi karena sudah tergerus inflasi.
Tentu ini nilai ekstrinsik yah, umumnya nilai intrinsik seperti kolektibilitas boleh jadi beda.
Untuk Inggris (Great Britain) sepertinya tetap dilabel 1st.
Singapura pun tak mau kalah. Awalnya dimulai dengan "For Local Addresses Only"
Ada 1st local (alamat gw di-hide yah.. ntar pada mampir ke rumah gw lagi)
Dan ada pula 2nd local (up to 40g local)
Harap diperhatikan di bagian bawah adalah high-valued stamp. Di Singapur selalu ada cerita begini. Entah di dunia nyata dipake buat ngirim apa (SGD10 booo). Bikin kantong bolong saja.
Sunday, July 10, 2011
Jam!
This lingonberry jam from Ikea tastes good! Jarang2 ke Ikea, tapi kalau ke Ikea janganlah lupa beli ini.
Pertama kali ke SGP untuk jangka waktu "permanen", dan membaca guide entah apa yang menyatakan salah satu hal yang harus dicoba di SGP adalah Swedish Meatball-nya Ikea.
Pergi Ikea sama sepupu gw, dan shock melihat harga meatball-nya (SGD 6-an untuk 10 bola, waktu itu otak masih sibuk konversi sana sini lha). Akhirnya ga makan.
Waktu berlalu setahun dua tahun... ke Ikea sih ke Ikea, tapi entah karena rame atau kelupaan sampai belakangan ini belum nyoba tuh Swedish Meatball.
Pas ketemu sepupu gw di suatu ketika, dia nunjukin Swedish Meatball yang bentuknya frozen pack, krimnya dan this lingonberry jam! Tapi karena jam-nya masih ketutup, ya ogah nyoba.
Awalnya gw sempet nanya, makan bakso pakai jam? Ternyata o yeah...
Dan kemarin satu hari weekday bersama rekan2 dari Malaysia pergi ke Ikea. Akhirnya memberanikan diri nyoba itu meatball.
Ok the meatball contains BEEF and PORK. So no..no..no.. buat yang peduli kehalal-an.
Dan sebenarnya itu pun melawan hati nurani gw (duileee).
Seriously pasca insiden video sapi Australia, I've cut eating beef a lot! Totally zero consumption dari sejak video itu sampai meatball ini, even for McD. Dan pork... hmm gw juga ga begitu sukses di bidang konsumsi hal ini.
Tapi nevertheless, ya gw nyoba juga lah, secara penasaran.
The meatball.. ok lah... tapi begitu gw nyoba selai ini (yang datang dengan bakso), ooow.... nice.
Langsung deh beli 1 botol buat di rumah.
Awalnya gw bukan orang selai. Tapi karena terpengaruh serial "Yakitate Japan!" yang menunjukkan betapa mengagumkannya dunia selai, akhirnya gw memutuskan untuk mencoba selai.
Dan gw jatuh cinta! Kalau dulu makan roti harus dengan margarin + gula + meises, sekarang gw cukup dengan selai.
Pertama gw suka dengan makanan yang berwarna warni.
Kedua gw suka dengan rasa segar buah yang meledak di mulut.
So kapanpun, roti wholemeal/multigrain + selai...slurp...
Pertama kali ke SGP untuk jangka waktu "permanen", dan membaca guide entah apa yang menyatakan salah satu hal yang harus dicoba di SGP adalah Swedish Meatball-nya Ikea.Pergi Ikea sama sepupu gw, dan shock melihat harga meatball-nya (SGD 6-an untuk 10 bola, waktu itu otak masih sibuk konversi sana sini lha). Akhirnya ga makan.
Waktu berlalu setahun dua tahun... ke Ikea sih ke Ikea, tapi entah karena rame atau kelupaan sampai belakangan ini belum nyoba tuh Swedish Meatball.
Pas ketemu sepupu gw di suatu ketika, dia nunjukin Swedish Meatball yang bentuknya frozen pack, krimnya dan this lingonberry jam! Tapi karena jam-nya masih ketutup, ya ogah nyoba.
Awalnya gw sempet nanya, makan bakso pakai jam? Ternyata o yeah...
Dan kemarin satu hari weekday bersama rekan2 dari Malaysia pergi ke Ikea. Akhirnya memberanikan diri nyoba itu meatball.
Ok the meatball contains BEEF and PORK. So no..no..no.. buat yang peduli kehalal-an.
Dan sebenarnya itu pun melawan hati nurani gw (duileee).
Seriously pasca insiden video sapi Australia, I've cut eating beef a lot! Totally zero consumption dari sejak video itu sampai meatball ini, even for McD. Dan pork... hmm gw juga ga begitu sukses di bidang konsumsi hal ini.
Tapi nevertheless, ya gw nyoba juga lah, secara penasaran.
The meatball.. ok lah... tapi begitu gw nyoba selai ini (yang datang dengan bakso), ooow.... nice.
Langsung deh beli 1 botol buat di rumah.
Awalnya gw bukan orang selai. Tapi karena terpengaruh serial "Yakitate Japan!" yang menunjukkan betapa mengagumkannya dunia selai, akhirnya gw memutuskan untuk mencoba selai.
Dan gw jatuh cinta! Kalau dulu makan roti harus dengan margarin + gula + meises, sekarang gw cukup dengan selai.
Pertama gw suka dengan makanan yang berwarna warni.
Kedua gw suka dengan rasa segar buah yang meledak di mulut.
So kapanpun, roti wholemeal/multigrain + selai...slurp...
Wednesday, July 06, 2011
Kumpul Perangko
I fished this cover out from ebay recently. Kondisinya masih terbilang bagus buat cover tahun 92-an.
Awalnya sih berpikir oh cuma buat lucu2-an saja. Manalagi juga ga tau Guernsey itu di daerah mana di dunia ini.
Tapi begitu baca cerita di baliknya, ternyata beneran lucu:

Jadi mereka nemu kapal beneran dari jaman romawi yang karam. Operasi eksvakasi nya diberi kode "Asterix". Dan ada anak kecil yang nanya: apakah ini kapalnya Asterix. Dan jadilah perangko ini.
Dan sebenernya 4 gambar pertama perangkonya cukup menggambarkan. Cuma perangko terakhirnya yang cukup kocak (Asterix naik di atas perut Obelix).
Dan gw belajar untuk tau kalau ada tempat yang namanya Guernsey, dan ada cerita seperti ini.
Seperti alasan pertama kali gw mulai mengumpulkan perangko. Untuk tahu betapa besarnya dunia ini, dan dipenuhi dengan bermacam2 tumbuhan, binatang, orang, tempat, cerita, dll. It is just amazing.
Dan sebelum era canggih, masih sempet juga ikutan program sahabat pena (duh dulu namanya apa ya itu). Dan gw dapet 2 sahabat pena satu dari Portugal dan satu dari Spanyol (milih negara ini gara2 main Uncharted Waters). And it helped my English alot! Dan gw juga tau di Eropa bo...orang bisa pindah2 negara pas weekend dengan naek kereta (yoi waktu itu gw norak sekali)!
Apakah hobi ini masih relevan sekarang?
Entahlah, tapi kalau ada temen2 yang jalan2 entah ke Hongkong keq, ke States keq, ke Australia keq.. gw selalu minta di-oleh2-kan perangko. Gampang... ngga kaya makanan yang repot bawanya plus kadang ga cocok selera.
Dan semenjak gw di Singapur, sejujurnya gw mulai meninggalkan Pos Indonesia. Bukannya ngga nasionalis, tapi rasanya dari jaman baheula sampai sekarang teknologi printing dan desain perangkonya begitu2 saja.
Dan Pos Indonesia juga ga serius ngurusin Filateli. Entah apa yang serius diurusin. Pas pulang entah kapan gw sempat naik pitam gara2 ga boleh kirim Pos Tercatat (Registered Article) pake perangko: "Ga bisa Mas, sekarang pake barcode dan resi"! WTF!
Entah petugas posnya mau gampang sendiri atau Indonesia sudah begitu majunya bahkan melebihi Amrik yang RA-nya masih boleh pakai perangko.
Kan sebenernya sama saja. Tanya ongkos kirim, tempel perangko, dan Mas2-nya tinggal cancel tuh perangko, input data, dan gw dapet resi.
Heran2....
Tapi ya sudahlah... memang begitulah negara gw.. kadang terlalu maju sehingga ke laut.
Ada juga kekhawatiran mengenai investasi. Apakah perangko masih ada harganya di masa depan? Berhubung sekarang orang makin jarang berkirim surat?
Hmm menurut gw sih ada pergeseran nilai dari perangko.
Dan gw mengumpulkan perangko adalah bukan untuk investasi.
Perangko sekarang lebih ke benda cetak terbatas (limited edition) yang menceritakan identitas suatu bangsa. Dengan bonus bisa dipakai untuk berkirim surat.
Jadi nilai utamanya adalah pengetahuan? Bagi gw sih iya. Or at least a fragment of it.
Bagaimana gw bisa melihat bentuk Anggrek Hitam atau Cikukua Lantang jika bukan dari perangko Cinta Puspa dan Satwa Indonesia?
Dan yang terutama adalah untuk generasi muda selanjutnya. Hal yang kita alami sekarang akan menjadi sejarah untuk mereka.
Nilai uang ya kalau mau dikejar ya bolehlah. Umumnya kalau gw beli first-hand (langsung di kantor pos), gw selalu beli lebih dari satu set.
Gw pernah ketemu ada orang yang menjual Souvenir Sheet seharga 100+rb (nilai perangko 2500). Dan gw punya tuh Souvenir Sheet tiga biji.
Umur koleksi 10 tahun-an lah.
Entah berharga atau kaga... gw juga ngga bisa jawab. But to the right person, it is very valuable.
Awalnya sih berpikir oh cuma buat lucu2-an saja. Manalagi juga ga tau Guernsey itu di daerah mana di dunia ini.Tapi begitu baca cerita di baliknya, ternyata beneran lucu:

Jadi mereka nemu kapal beneran dari jaman romawi yang karam. Operasi eksvakasi nya diberi kode "Asterix". Dan ada anak kecil yang nanya: apakah ini kapalnya Asterix. Dan jadilah perangko ini.Dan sebenernya 4 gambar pertama perangkonya cukup menggambarkan. Cuma perangko terakhirnya yang cukup kocak (Asterix naik di atas perut Obelix).
Dan gw belajar untuk tau kalau ada tempat yang namanya Guernsey, dan ada cerita seperti ini.
Seperti alasan pertama kali gw mulai mengumpulkan perangko. Untuk tahu betapa besarnya dunia ini, dan dipenuhi dengan bermacam2 tumbuhan, binatang, orang, tempat, cerita, dll. It is just amazing.
Dan sebelum era canggih, masih sempet juga ikutan program sahabat pena (duh dulu namanya apa ya itu). Dan gw dapet 2 sahabat pena satu dari Portugal dan satu dari Spanyol (milih negara ini gara2 main Uncharted Waters). And it helped my English alot! Dan gw juga tau di Eropa bo...orang bisa pindah2 negara pas weekend dengan naek kereta (yoi waktu itu gw norak sekali)!
Apakah hobi ini masih relevan sekarang?
Entahlah, tapi kalau ada temen2 yang jalan2 entah ke Hongkong keq, ke States keq, ke Australia keq.. gw selalu minta di-oleh2-kan perangko. Gampang... ngga kaya makanan yang repot bawanya plus kadang ga cocok selera.
Dan semenjak gw di Singapur, sejujurnya gw mulai meninggalkan Pos Indonesia. Bukannya ngga nasionalis, tapi rasanya dari jaman baheula sampai sekarang teknologi printing dan desain perangkonya begitu2 saja.
Dan Pos Indonesia juga ga serius ngurusin Filateli. Entah apa yang serius diurusin. Pas pulang entah kapan gw sempat naik pitam gara2 ga boleh kirim Pos Tercatat (Registered Article) pake perangko: "Ga bisa Mas, sekarang pake barcode dan resi"! WTF!
Entah petugas posnya mau gampang sendiri atau Indonesia sudah begitu majunya bahkan melebihi Amrik yang RA-nya masih boleh pakai perangko.
Kan sebenernya sama saja. Tanya ongkos kirim, tempel perangko, dan Mas2-nya tinggal cancel tuh perangko, input data, dan gw dapet resi.
Heran2....
Tapi ya sudahlah... memang begitulah negara gw.. kadang terlalu maju sehingga ke laut.
Ada juga kekhawatiran mengenai investasi. Apakah perangko masih ada harganya di masa depan? Berhubung sekarang orang makin jarang berkirim surat?
Hmm menurut gw sih ada pergeseran nilai dari perangko.
Dan gw mengumpulkan perangko adalah bukan untuk investasi.
Perangko sekarang lebih ke benda cetak terbatas (limited edition) yang menceritakan identitas suatu bangsa. Dengan bonus bisa dipakai untuk berkirim surat.
Jadi nilai utamanya adalah pengetahuan? Bagi gw sih iya. Or at least a fragment of it.
Bagaimana gw bisa melihat bentuk Anggrek Hitam atau Cikukua Lantang jika bukan dari perangko Cinta Puspa dan Satwa Indonesia?
Dan yang terutama adalah untuk generasi muda selanjutnya. Hal yang kita alami sekarang akan menjadi sejarah untuk mereka.
Nilai uang ya kalau mau dikejar ya bolehlah. Umumnya kalau gw beli first-hand (langsung di kantor pos), gw selalu beli lebih dari satu set.
Gw pernah ketemu ada orang yang menjual Souvenir Sheet seharga 100+rb (nilai perangko 2500). Dan gw punya tuh Souvenir Sheet tiga biji.
Umur koleksi 10 tahun-an lah.
Entah berharga atau kaga... gw juga ngga bisa jawab. But to the right person, it is very valuable.
Sunday, July 03, 2011
Brad Paisley - Letter To Me
Another song that I like a lot!
Sama seperti lagunya.. pingin rasanya memberitahu diri yang dulu untuk tidak usah khawatir dan kecewa dengan diri sendiri.
Sigh... masa remaja benar2 masa yang berat.
There was a time I really really want to see goodlooking guy in the mirror. Tapi yang kelihatan adalah anak gendut, kacamata botol, tampang geek.
Beli baju harus XL, celana no. 36.
Pas prom pake jas udah seperti pinguin jalan.
Padahal gw pingin tampil menarik. And I blamed myself...alot...alot and alot
But perhaps I shouldn't worry too much.
Ketika koko gw married, gw pakai jas kembali, dan dengan begitu takutnya gw berdiri di depan kaca kembali. OMG I wasn't that bad looking!
I shouldn't worry because I have a lot of good friends! Well... gw juga punya musuh, but I doesn't care much.
Teman datang dan pergi. Dan gw juga membuat teman baru. Tapi teman lama adalah harta terpenting, dan untuk beberapa teman mereka adalah prioritas dalam daftar gw.
Sometimes you don't see your quality and capability. And sometimes other people do. And sometimes orang2 yang salah membuat lu meragukan diri lu sendiri.
Paman gw pernah nyeletuk: "Udah terlambat buat lu untuk latihan berenang lagi" ketika kuliah.
Dan nyokap gw pernah bilang: "Lu memang ga bakat olahraga"
Lucky I've never listened to them. And lucky I listened to people who said that I can do it. Sebodo bakat apa kaga, sebodo apa hasilnya, I only do what I want.
Dan gw ga pernah dan ga akan bisa jadi atlet. But at least gw sekarang bisa liat diri gw di kaca, dan gw melihat orang yang ga bego2 amat, lucu, but not that bad looking.
Dan gw bisa beli baju ukuran M, dan celana 31-32.
Kita sepedaan bareng dan Paman gw dorong sepeda. Dan ga pernah sekalipun gw turun dari sepeda, mau tanjakan kaya apapun juga.
If I could send a letter to me back at those years. It could save a lot of tears, all those years blaming on myself.
And perhaps myself in the future will send a letter back to me now.
To remind me to stop chasing endless dreams and try to settle down.
But i keep saying to myself now: belum saatnya gw berhenti bermimpi.
I will do what I want because this is my life.
Dan gw pingin menjadi orang yang selalu menyemangati orang lain, merayakan kesuksesan sekecil apapun itu, dan belajar dari kegagalan instead of menyesali.
I'm not that kind of person, but I'm trying to be.
And I'm surrounded by a lot of good friends that I can learn from.
Karena hidup cuma sekali, seperti kereta ekspres.
We got so much things ahead! Dan seperti lagunya.. It is not the best part yet!
Sama seperti lagunya.. pingin rasanya memberitahu diri yang dulu untuk tidak usah khawatir dan kecewa dengan diri sendiri.
Sigh... masa remaja benar2 masa yang berat.
There was a time I really really want to see goodlooking guy in the mirror. Tapi yang kelihatan adalah anak gendut, kacamata botol, tampang geek.
Beli baju harus XL, celana no. 36.
Pas prom pake jas udah seperti pinguin jalan.
Padahal gw pingin tampil menarik. And I blamed myself...alot...alot and alot
But perhaps I shouldn't worry too much.
Ketika koko gw married, gw pakai jas kembali, dan dengan begitu takutnya gw berdiri di depan kaca kembali. OMG I wasn't that bad looking!
I shouldn't worry because I have a lot of good friends! Well... gw juga punya musuh, but I doesn't care much.
Teman datang dan pergi. Dan gw juga membuat teman baru. Tapi teman lama adalah harta terpenting, dan untuk beberapa teman mereka adalah prioritas dalam daftar gw.
Sometimes you don't see your quality and capability. And sometimes other people do. And sometimes orang2 yang salah membuat lu meragukan diri lu sendiri.
Paman gw pernah nyeletuk: "Udah terlambat buat lu untuk latihan berenang lagi" ketika kuliah.
Dan nyokap gw pernah bilang: "Lu memang ga bakat olahraga"
Lucky I've never listened to them. And lucky I listened to people who said that I can do it. Sebodo bakat apa kaga, sebodo apa hasilnya, I only do what I want.
Dan gw ga pernah dan ga akan bisa jadi atlet. But at least gw sekarang bisa liat diri gw di kaca, dan gw melihat orang yang ga bego2 amat, lucu, but not that bad looking.
Dan gw bisa beli baju ukuran M, dan celana 31-32.
Kita sepedaan bareng dan Paman gw dorong sepeda. Dan ga pernah sekalipun gw turun dari sepeda, mau tanjakan kaya apapun juga.
If I could send a letter to me back at those years. It could save a lot of tears, all those years blaming on myself.
And perhaps myself in the future will send a letter back to me now.
To remind me to stop chasing endless dreams and try to settle down.
But i keep saying to myself now: belum saatnya gw berhenti bermimpi.
I will do what I want because this is my life.
Dan gw pingin menjadi orang yang selalu menyemangati orang lain, merayakan kesuksesan sekecil apapun itu, dan belajar dari kegagalan instead of menyesali.
I'm not that kind of person, but I'm trying to be.
And I'm surrounded by a lot of good friends that I can learn from.
Karena hidup cuma sekali, seperti kereta ekspres.
We got so much things ahead! Dan seperti lagunya.. It is not the best part yet!
Jadi Supporter
Hari ini gw belajar sesuatu yang baru: jadi supporter. All this time gw ikut2 event lari sendiri, berenang sendiri, sepeda sendiri, dan gw berhutang banyak luar biasa kepada para supporter.
Di satu sisi nyaman juga ga ada supporter, no peer pressure. Tapi di lain pihak ya rasanya sepi juga ya. Ga bisa foto2 pas finish =(.
Pas Sundown Marathon yang lalu, ada ibu2 sama anak2 remajanya bawa cooler box bagi2 minuman lemonade, dan pisang. Dan mereka jelas bukan panitia. Terharu rasanya.
So ketika temen gw bilang dia ikut Great Eastern Women 10K, gw bilang kalo gw bangun gw supporterin. Toh tempatnya deket ini sama rumah.
Ya so berangkat lah gw dari rumah. Ga ketemu sebelum start, jadi ya foto2 yang laen aja.
Sempet nyesel ga pake busana lari, ya toh sebenernya gw butuh latihan lari. Buat apa masih rahasia :).
Jarak tempuh 10K. Jadi bener2 ga bisa intercept di tengah jalan. Durasi lari paling 1 jam kurang lebih dikid bo.
Jadi ya nunggu deket finish line maju dikit. Tepatnya sesudah jembatan menuju Merlion. Dan sembari nunggu ya nepokin dan supporterin yang laen.
Was it worth it? Gw bilang yes. Asik juga. Ga sedikit yang membalas tepokan dengan senyum (makanya kalo lari itu senyum kiri kanan).
Lucu juga. Ada bapak bawa bayi dalam stroller sampai masuk ke jalan buat supporterin emaknya. Ada bapak ibu supporterin anak cewenya.
Overall I enjoyed the experience. Meeting and smiling to strangers.. hahaha....
Ngomong2 soal lari...gw masih ragu.. should I or should not register for Standard Chartered 42K? Di satu sisi gw pingin 42K again. Di lain pihak gw pingin juga lari bareng temen2 which means gw mesti drop ke 10K.
Next run is 21K....Hadoooh....
Di satu sisi nyaman juga ga ada supporter, no peer pressure. Tapi di lain pihak ya rasanya sepi juga ya. Ga bisa foto2 pas finish =(.
Pas Sundown Marathon yang lalu, ada ibu2 sama anak2 remajanya bawa cooler box bagi2 minuman lemonade, dan pisang. Dan mereka jelas bukan panitia. Terharu rasanya.
So ketika temen gw bilang dia ikut Great Eastern Women 10K, gw bilang kalo gw bangun gw supporterin. Toh tempatnya deket ini sama rumah.
Ya so berangkat lah gw dari rumah. Ga ketemu sebelum start, jadi ya foto2 yang laen aja.
Sempet nyesel ga pake busana lari, ya toh sebenernya gw butuh latihan lari. Buat apa masih rahasia :).
Jarak tempuh 10K. Jadi bener2 ga bisa intercept di tengah jalan. Durasi lari paling 1 jam kurang lebih dikid bo.
Jadi ya nunggu deket finish line maju dikit. Tepatnya sesudah jembatan menuju Merlion. Dan sembari nunggu ya nepokin dan supporterin yang laen.
Was it worth it? Gw bilang yes. Asik juga. Ga sedikit yang membalas tepokan dengan senyum (makanya kalo lari itu senyum kiri kanan).
Lucu juga. Ada bapak bawa bayi dalam stroller sampai masuk ke jalan buat supporterin emaknya. Ada bapak ibu supporterin anak cewenya.
Overall I enjoyed the experience. Meeting and smiling to strangers.. hahaha....
Ngomong2 soal lari...gw masih ragu.. should I or should not register for Standard Chartered 42K? Di satu sisi gw pingin 42K again. Di lain pihak gw pingin juga lari bareng temen2 which means gw mesti drop ke 10K.
Next run is 21K....Hadoooh....
Sunday, June 26, 2011
Nilai yang berubah
Pas buka yahoo mail sekilas melihat berita di bawahnya: "NY legalise gay marriage". Dalam hati langsung bilang wow. Bukan kemenangan kecil secara NY merupakan negara bagian terpadat US. Dan lagi2 (seperti layaknya ketika homoseksual dikeluarkan dari golongan penyakit jiwa oleh asosiasi psikiatri Amerika dan termasuk dalam HAM oleh dewan HAM PBB) kemenangan dengan margin voting yang tipis.
Gw pernah membaca literatur mengenai cerita orang2 yang terlibat dalam Stonewall riot 1969 dan juga cerita satu orang yang berbicara dalam kongres asosiasi psikiatri tsb (biasa gw suka baca yang engga2 kalau ke perpus), dan gw mesti bilang angkat topi untuk mereka2.
Tapi ini membawa pertanyaan, mau diajar apa generasi selanjutnya? Ketika nilai2 yang selama ini kita ketahui (sebagai generasi yang menua) mulai ambruk satu per satu.
Sejujurnya gw pun ragu untuk bisa catch up dengan generasi muda sekarang.
Ketika gw kecil, orang tua gw selalu menyuruh gw untuk belajar bahasa Cina. Alasannya adalah karena gw orang Cina jadi harus tau budaya Cina.
Ya jelas mereka gagal. Wong yang gw idolakan adalah budaya Amerika dengan Air Wolf, Knight Rider, Friday the 13th, Hunter, Star Trek, dan teman2-nya. I didn't give a sh*t about Chinese!
Dan lagi mereka mengajarkan untuk bisa menulis Cina yang sebagaimana perlu diketahui repotnya setengah mati karena harus ada urut2-annya. Belum lagi ada tradisional Chinese dan simplified.
Yang mereka gagal sampaikan adalah, belajar Cina karena bahasa Cina bakal jadi populer di masa yang akan datang. Karena Cina bakal jadi raksasa ekonomi, dan kalau mau dilihat ada beberapa produk kebudayaan yang sebenarnya keren, trendi, dan ga norak2 amat.
Dan mereka gagal untuk mengantisipasi perkembangan komputer. Kalau sekarang disuruh nulis Cina pun gw lupa (walaupun tulisan tangan Cina gw masih bagus..duilee), udah kebiasaan pakai keyboard di komputer.
Tapi tidak bisa menyalahkan mereka karena bagaimana mungkin mereka bisa tahu dunia bakal jadi seperti ini.
Dan mereka pun sekarang mati2-an berusaha untuk menyesuaikan diri.
Dulu ketika koko gw mau married, si bokap udah mau siap2 kuas untuk nulis undangan. Gw bilang udah kasih ke gw, ntar gw ketik en print label undangannya, lebih cepet.
Tampangnya amazed gitu... seakan2 ngetik Cina di komputer itu susahnya kaya gimana.
Dan nyokap pun berusaha untuk belajar ngetik Cina. Dia sebelumya pake metode "apa itu namanya gw tak tahu". Gw bilang pin yin lebih cepet, dan setelah liat demonya beberapa kali, sekarang dia latihan pin yin, hahahaha.....
Ada perubahan dan pergeseran nilai. Dari dulu ketika kita menulis surat pakai tangan, dan sekarang ketika semuanya diketik di komputer.
Dulu kita mengirim surat pakai perangko, dan setiap menerima surat, amplopnya direndem air, perangkonya diambil dan dikeringkan terus ditaroh album.
Sekarang kita sudah ber-email ria. Ngirim surat pun pakai bar-code bukan lagi pakai perangko. Kalaupun pakai perangko, perangkonya udah bentuk stiker.
Dulu telepon rumah, terus pager, terus handphone, dan sekarang smartphone dan tablet.
Kita berubah, dan nilai2 kehidupan pun berubah.
Ada beberapa orang yang takut akan perubahan, ada juga yang menginginkan perubahan. Tapi ada perubahan yang tidak bisa dihindari.
Jadi apa yang harus diterangkan ke generasi muda sekarang? Apakah keluarga itu? Kenapa temannya si A tidak punya bapak? Kenapa temannya si B tidak punya ibu? Kenapa si itu bapak atau ibunya dua orang?
Dan gw pikir gw pun berubah. Entah anak siapa nanti yang gw ajarin, tapi gw lebih prefer ke tipe orang yang menghargai orang apa adanya, dan bukan menghina kekurangannya. Kalau ada anak entah siapa juga yang menghina2, hati2 mungkin bisa kena tendang. So.. ini adalah peringatan, kalau orangtuanya ngajarin yang engga2 lebih baik anaknya jangan deket2 gw.
Tidak ada jaminan bahwa yang tradisional lebih baik, dan tidak ada jaminan pula bahwa yang modern lebih baik. Tapi ketika pilihan diambil, tidak baik untuk menghakimi baik atau buruk.
Apalagi bukan kita yang menjalani hidup orang lain. Kita hanya menjalani hidup kita sendiri.
Teringat ucapan Mrs. Doubtfire di akhir filemnya:
"There are all sorts of different families, Katie. Some families have one mommy, some families have one daddy, or two families. And some children live with their uncle or aunt. Some live with their grandparents, and some children live with foster parents. And some live in separate homes, in separate neighborhoods, in different areas of the country - and they may not see each other for days, or weeks, months... even years at a time. But if there's love, dear... those are the ties that bind, and you'll have a family in your heart, forever."
Gw pernah membaca literatur mengenai cerita orang2 yang terlibat dalam Stonewall riot 1969 dan juga cerita satu orang yang berbicara dalam kongres asosiasi psikiatri tsb (biasa gw suka baca yang engga2 kalau ke perpus), dan gw mesti bilang angkat topi untuk mereka2.
Tapi ini membawa pertanyaan, mau diajar apa generasi selanjutnya? Ketika nilai2 yang selama ini kita ketahui (sebagai generasi yang menua) mulai ambruk satu per satu.
Sejujurnya gw pun ragu untuk bisa catch up dengan generasi muda sekarang.
Ketika gw kecil, orang tua gw selalu menyuruh gw untuk belajar bahasa Cina. Alasannya adalah karena gw orang Cina jadi harus tau budaya Cina.
Ya jelas mereka gagal. Wong yang gw idolakan adalah budaya Amerika dengan Air Wolf, Knight Rider, Friday the 13th, Hunter, Star Trek, dan teman2-nya. I didn't give a sh*t about Chinese!
Dan lagi mereka mengajarkan untuk bisa menulis Cina yang sebagaimana perlu diketahui repotnya setengah mati karena harus ada urut2-annya. Belum lagi ada tradisional Chinese dan simplified.
Yang mereka gagal sampaikan adalah, belajar Cina karena bahasa Cina bakal jadi populer di masa yang akan datang. Karena Cina bakal jadi raksasa ekonomi, dan kalau mau dilihat ada beberapa produk kebudayaan yang sebenarnya keren, trendi, dan ga norak2 amat.
Dan mereka gagal untuk mengantisipasi perkembangan komputer. Kalau sekarang disuruh nulis Cina pun gw lupa (walaupun tulisan tangan Cina gw masih bagus..duilee), udah kebiasaan pakai keyboard di komputer.
Tapi tidak bisa menyalahkan mereka karena bagaimana mungkin mereka bisa tahu dunia bakal jadi seperti ini.
Dan mereka pun sekarang mati2-an berusaha untuk menyesuaikan diri.
Dulu ketika koko gw mau married, si bokap udah mau siap2 kuas untuk nulis undangan. Gw bilang udah kasih ke gw, ntar gw ketik en print label undangannya, lebih cepet.
Tampangnya amazed gitu... seakan2 ngetik Cina di komputer itu susahnya kaya gimana.
Dan nyokap pun berusaha untuk belajar ngetik Cina. Dia sebelumya pake metode "apa itu namanya gw tak tahu". Gw bilang pin yin lebih cepet, dan setelah liat demonya beberapa kali, sekarang dia latihan pin yin, hahahaha.....
Ada perubahan dan pergeseran nilai. Dari dulu ketika kita menulis surat pakai tangan, dan sekarang ketika semuanya diketik di komputer.
Dulu kita mengirim surat pakai perangko, dan setiap menerima surat, amplopnya direndem air, perangkonya diambil dan dikeringkan terus ditaroh album.
Sekarang kita sudah ber-email ria. Ngirim surat pun pakai bar-code bukan lagi pakai perangko. Kalaupun pakai perangko, perangkonya udah bentuk stiker.
Dulu telepon rumah, terus pager, terus handphone, dan sekarang smartphone dan tablet.
Kita berubah, dan nilai2 kehidupan pun berubah.
Ada beberapa orang yang takut akan perubahan, ada juga yang menginginkan perubahan. Tapi ada perubahan yang tidak bisa dihindari.
Jadi apa yang harus diterangkan ke generasi muda sekarang? Apakah keluarga itu? Kenapa temannya si A tidak punya bapak? Kenapa temannya si B tidak punya ibu? Kenapa si itu bapak atau ibunya dua orang?
Dan gw pikir gw pun berubah. Entah anak siapa nanti yang gw ajarin, tapi gw lebih prefer ke tipe orang yang menghargai orang apa adanya, dan bukan menghina kekurangannya. Kalau ada anak entah siapa juga yang menghina2, hati2 mungkin bisa kena tendang. So.. ini adalah peringatan, kalau orangtuanya ngajarin yang engga2 lebih baik anaknya jangan deket2 gw.
Tidak ada jaminan bahwa yang tradisional lebih baik, dan tidak ada jaminan pula bahwa yang modern lebih baik. Tapi ketika pilihan diambil, tidak baik untuk menghakimi baik atau buruk.
Apalagi bukan kita yang menjalani hidup orang lain. Kita hanya menjalani hidup kita sendiri.
Teringat ucapan Mrs. Doubtfire di akhir filemnya:
"There are all sorts of different families, Katie. Some families have one mommy, some families have one daddy, or two families. And some children live with their uncle or aunt. Some live with their grandparents, and some children live with foster parents. And some live in separate homes, in separate neighborhoods, in different areas of the country - and they may not see each other for days, or weeks, months... even years at a time. But if there's love, dear... those are the ties that bind, and you'll have a family in your heart, forever."
Tuesday, June 21, 2011
First Day Cover
Beda rumput beda belalang.
Gw rasa ada yang beda dalam sistem sampul hari pertama (FDC) antara Singapura dan Indonesia.
Di sini setiap kali gw harus seperti orang gila untuk minta mereka ngasih cap kantor pos biasa di sampul hari pertama. Pak/Tante posnya pasti nunjuk ke cap cancellation yang udah ada, sementara gw mati2-an "No..no..no.. I want today's ordinary chop!!"
Apa tujuan minta cap pos biasa? Well untuk kasus di Indonesia adalah untuk menunjukkan bahwa benar sampul hari pertama tsb diperoleh tepat pada hari penerbitan pertama, yang mana harganya pasti lebih mahal. Di kasus Indonesia juga, lebih bagus lagi jika ditemani dengan label pos tercatat (registered article). Tapi entah bagaimana sekarang kelanjutannya tidak tahu menahu, secara sistem RA sudah pakai barcode sekarang.

Dan buat gw personally, ada kesan pribadi tersendiri. Seperti sampul di atas yang pertama kalinya gw beli di Changi Airport sambil lari2 karena kantor posnya tutup jam 9.30 malem, sementara gw ciiit nyampe airport jam 9.20 malem.
Pas beli unclenya bilang cap pos biasanya udah dirol ke tanggal besok, tapi gw tetap memaksa. Mungkin dia pikir daripada bikin masalah sama turis gila kaya gini, lebih baik yang waras ngalah.
Sepertinya di sini ada angka di cap cancellation FDC. 1 means hari pertama. Sementara di Indo ngga ada sistem beginian. Cap cancellation ya cap cancellation, kaga pake angka2 (walaupun ada tanggal penerbitan). Mungkin karena itu perlu ditemani cap pos biasa. Mirip dengan sistem sampul Australia (ga ada contoh FDC Indonesia, secara semuanya dikirim langsung ke rumah di Tangerang).

Di sini (SGP) juga rada "fair". Begitu lewat hari pertama FDC no longer can be bought online. Langsung di-take down dari website, beda sama di Indo yang tetap dipajang berhari2 bahkan sampe berbulan2.
Tapi tidak begitu familiar dengan sistem ini gw pun tertipu.
Sampul "Old Maps of Singapore" di atas gw beli di "pasar loak" China Square. Tidak teliti melihat gw pikir FDC ya FDC aja.
Setelah diteliti2 walaw....capnya nomor 23. Means 23 hari dari hari penerbitan??
Kecewa huhuhu....
Secara gw orangnya cukup perfeksionis untuk urusan beginian...
Dan "Old Maps of Singapore" bener2 merupakan ambisi dari jaman kecil dahulu, yang begitu senangnya menerima surat dari Singapur dan "berusaha" untuk mengkomplitkan peta.
En Amerika lebih aneh lagi, mungkin terlalu liberal mereka. Gw sampe ngomel2 ke temen gw, eh masa yang Kennedy Space Center begini doank cap-nya. Cuma garis2 lalu ada tulisan "First Day of Issue"?? Dan dia bilang iya memang begitu. Hahahaha maafkan diriku.
Tapi kalo gw lihat edisi lain, contoh: The Simpsons, rasanya capnya normal2 aja, kaya di Indo.
Binung.....
Gw rasa ada yang beda dalam sistem sampul hari pertama (FDC) antara Singapura dan Indonesia.
Di sini setiap kali gw harus seperti orang gila untuk minta mereka ngasih cap kantor pos biasa di sampul hari pertama. Pak/Tante posnya pasti nunjuk ke cap cancellation yang udah ada, sementara gw mati2-an "No..no..no.. I want today's ordinary chop!!"
Apa tujuan minta cap pos biasa? Well untuk kasus di Indonesia adalah untuk menunjukkan bahwa benar sampul hari pertama tsb diperoleh tepat pada hari penerbitan pertama, yang mana harganya pasti lebih mahal. Di kasus Indonesia juga, lebih bagus lagi jika ditemani dengan label pos tercatat (registered article). Tapi entah bagaimana sekarang kelanjutannya tidak tahu menahu, secara sistem RA sudah pakai barcode sekarang.

Dan buat gw personally, ada kesan pribadi tersendiri. Seperti sampul di atas yang pertama kalinya gw beli di Changi Airport sambil lari2 karena kantor posnya tutup jam 9.30 malem, sementara gw ciiit nyampe airport jam 9.20 malem.
Pas beli unclenya bilang cap pos biasanya udah dirol ke tanggal besok, tapi gw tetap memaksa. Mungkin dia pikir daripada bikin masalah sama turis gila kaya gini, lebih baik yang waras ngalah.
Sepertinya di sini ada angka di cap cancellation FDC. 1 means hari pertama. Sementara di Indo ngga ada sistem beginian. Cap cancellation ya cap cancellation, kaga pake angka2 (walaupun ada tanggal penerbitan). Mungkin karena itu perlu ditemani cap pos biasa. Mirip dengan sistem sampul Australia (ga ada contoh FDC Indonesia, secara semuanya dikirim langsung ke rumah di Tangerang).

Di sini (SGP) juga rada "fair". Begitu lewat hari pertama FDC no longer can be bought online. Langsung di-take down dari website, beda sama di Indo yang tetap dipajang berhari2 bahkan sampe berbulan2.
Tapi tidak begitu familiar dengan sistem ini gw pun tertipu.
Sampul "Old Maps of Singapore" di atas gw beli di "pasar loak" China Square. Tidak teliti melihat gw pikir FDC ya FDC aja.Setelah diteliti2 walaw....capnya nomor 23. Means 23 hari dari hari penerbitan??
Kecewa huhuhu....
Secara gw orangnya cukup perfeksionis untuk urusan beginian...
Dan "Old Maps of Singapore" bener2 merupakan ambisi dari jaman kecil dahulu, yang begitu senangnya menerima surat dari Singapur dan "berusaha" untuk mengkomplitkan peta.
En Amerika lebih aneh lagi, mungkin terlalu liberal mereka. Gw sampe ngomel2 ke temen gw, eh masa yang Kennedy Space Center begini doank cap-nya. Cuma garis2 lalu ada tulisan "First Day of Issue"?? Dan dia bilang iya memang begitu. Hahahaha maafkan diriku.
Tapi kalo gw lihat edisi lain, contoh: The Simpsons, rasanya capnya normal2 aja, kaya di Indo.
Binung.....
Sunday, June 19, 2011
Next dream
Di setiap ultah, gw selalu bermimpi mau seperti apa gw di ultah berikutnya.
Di ultah tahun depan, hang on...Gw mau tetap kerja.
Dua tahun ke depan, gw mempertimbangkan untuk sekolah lagi. Mungkin engineering, mungkin manajemen, mungkin juga science. Yang jelas gw sedikit kangen dengan maen hantam2-an dengan matematik.
I should grow stronger and faster. Run, bike and swim.
Masih ada nomor ultra marathon 100 km, dan di facebook gw ada orang dari Sweden yang ikut lomba sepeda 300 km.
Dan gw mengeluh untuk jarak yang pendek...malu2.
There is no way orang Asia harus kalah dengan bule.
Sekali lagi cuma mimpi....
Di ultah tahun depan, hang on...Gw mau tetap kerja.
Dua tahun ke depan, gw mempertimbangkan untuk sekolah lagi. Mungkin engineering, mungkin manajemen, mungkin juga science. Yang jelas gw sedikit kangen dengan maen hantam2-an dengan matematik.
I should grow stronger and faster. Run, bike and swim.
Masih ada nomor ultra marathon 100 km, dan di facebook gw ada orang dari Sweden yang ikut lomba sepeda 300 km.
Dan gw mengeluh untuk jarak yang pendek...malu2.
There is no way orang Asia harus kalah dengan bule.
Sekali lagi cuma mimpi....
Saturday, June 18, 2011
Pink Dot SG, Bravo!
Hari ini gw ada agenda khusus, selain berenang pagi dan bermalas2-an seharian.
Gw bertekad untuk datang ke Pink Dot SG 2011. 18th June 2011 bertepatan dengan ultah gw donk! Lagian tempatnya juga deket di Hong Lim Park, tinggal ngesot dari rumah.
Ini kali yang ketiga, setelah sebelum2-nya gw kelewat melulu.
Yang pertama 2009 gw baru datang ke SG, so sedikit kampungan. Yang kedua gw jogged by karena betul2 ga inget tanggal.
Yang ketiga ini impossible lupa karena it's birthday me! Dan gw pingin banget liat Dim Sum Dolly, ya secara pekerja asing haus liat artis gethu looh.
Tapi nyaris ketiduran euy. Cape berenang pagi + abis makan siang, ngantuk gaban. Tidur siang en bangun jam 5 lewat. Lari ke jendela liat ke tempatnya, eh udah mulai.
Cuci muka terus lari ke bawah deh. For note: I don't have ANY pink clothes, so yeah.. wrong dress code here :(.
Apa itu Pink Dot? Penjelasan singkat dari gw adalah it's LGBT pride with asian's touch. Penjelasan panjang lebar bisa dilihat di sini.
Ketika prime minister LHL pernah bilang: apakah Singapura pingin melihat gay pride seperti di Australia di jalan2 Singapur? Think not.
But this one is different style. Smart...hahahaha. Lebih fokus ke bring the whole family closer. Pintar....
And yeah.. this year was huuuggeee compared to last year. Orang2-nya lebih rame bo!
And I saw my gym instructor there! Tapi dia juga salah kostum, mungkin supporter juga kali ye (seperti gw).
Ada cewe yang bawa tulisan "I'm straight but I have an open mind".
Ada alasan kenapa gw mau datang. Benar yang dikatakan oleh MC-nya. Buat kita2 yang punya teman2 LGBT, they make our life more meaningful, seperti layaknya teman2 lainnya. Label "LGBT" bahkan menjadi tidak penting dibandingkan dengan pertemanan. Dan ketika orang lain membenci mereka, sedih juga rasanya.
Gym instructor gw dulu di Indo juga gay. He's happily "married". Dan dia selalu bilang ke gw untuk "selalu bisa..." Mulai dari yang kecil, lalu pelan2 naik. Beda sama guru OR SMP yang selalu menjelek2-an. Ketika push up, dia bilang ayo pasti bisa...
Believe it or not gw mulai body pump di kelas dia dengan beban 2 kg each untuk circuit paha! Dan gw muntah2 afterwards!
Sekarang *ahem* much2 better.
Buat gw, i've gained so much dari pertemanan dan teman2 di sekeliling gw, jauh lebih besar dari yang gw dapat ketika membuat permusuhan.
Dan label LGBT menjadi sesuatu yang benar2 tidak penting dan bisa dibuang.
Jadi gw datang! I yelled and I laughed! Gw bener2 kangen dengan ucapan "Don't be so kanciong.." bener2 lokal hahahaha....
Pasukan googlers sebagai sponsor juga kelihatan. Dengan kaos pink dan ada gambar sepasang android pegangan tangan di belakang. Cute....
Untuk hal ini gw bilang Singapura beruntung. Mereka punya event unik dimana LGBT-ers bisa merasa dan menjadi bagian integral di negara sendiri. With all the supports from family and friends.
Konflik horisontal dan perdebatan pasti selalu ada, tidak mungkin perubahan terjadi dalam satu malam.
Gw ga ikutan dalam buletan pink .. fiuh ada alasan kuat: S'porean and PR only. Secara yang bisa membuat pernyataan di speakers corner (the only free speech ground in Singapore) ya dua golongan itu. So no worry over wrong dress code.
Buat gw pribadi: to love is a miracle itself, so for people who can and are in love, my best wishes for all of you!
Dan negara gw...huff... sedang ke laut seperti biasa.
Buat gw pribadi... aduh gimana yah.. kemarin dideketin oom2 kaya pun gw ga mau. So how? Entahlah....
Mungkin harga diri no. 1, kekayaan no. 2, jenis kelamin no. 3??
Gw pun bingung... hahahaha....


Gw bertekad untuk datang ke Pink Dot SG 2011. 18th June 2011 bertepatan dengan ultah gw donk! Lagian tempatnya juga deket di Hong Lim Park, tinggal ngesot dari rumah.
Ini kali yang ketiga, setelah sebelum2-nya gw kelewat melulu.
Yang pertama 2009 gw baru datang ke SG, so sedikit kampungan. Yang kedua gw jogged by karena betul2 ga inget tanggal.
Yang ketiga ini impossible lupa karena it's birthday me! Dan gw pingin banget liat Dim Sum Dolly, ya secara pekerja asing haus liat artis gethu looh.
Tapi nyaris ketiduran euy. Cape berenang pagi + abis makan siang, ngantuk gaban. Tidur siang en bangun jam 5 lewat. Lari ke jendela liat ke tempatnya, eh udah mulai.
Cuci muka terus lari ke bawah deh. For note: I don't have ANY pink clothes, so yeah.. wrong dress code here :(.
Apa itu Pink Dot? Penjelasan singkat dari gw adalah it's LGBT pride with asian's touch. Penjelasan panjang lebar bisa dilihat di sini.
Ketika prime minister LHL pernah bilang: apakah Singapura pingin melihat gay pride seperti di Australia di jalan2 Singapur? Think not.
But this one is different style. Smart...hahahaha. Lebih fokus ke bring the whole family closer. Pintar....
And yeah.. this year was huuuggeee compared to last year. Orang2-nya lebih rame bo!
And I saw my gym instructor there! Tapi dia juga salah kostum, mungkin supporter juga kali ye (seperti gw).
Ada cewe yang bawa tulisan "I'm straight but I have an open mind".
Ada alasan kenapa gw mau datang. Benar yang dikatakan oleh MC-nya. Buat kita2 yang punya teman2 LGBT, they make our life more meaningful, seperti layaknya teman2 lainnya. Label "LGBT" bahkan menjadi tidak penting dibandingkan dengan pertemanan. Dan ketika orang lain membenci mereka, sedih juga rasanya.
Gym instructor gw dulu di Indo juga gay. He's happily "married". Dan dia selalu bilang ke gw untuk "selalu bisa..." Mulai dari yang kecil, lalu pelan2 naik. Beda sama guru OR SMP yang selalu menjelek2-an. Ketika push up, dia bilang ayo pasti bisa...
Believe it or not gw mulai body pump di kelas dia dengan beban 2 kg each untuk circuit paha! Dan gw muntah2 afterwards!
Sekarang *ahem* much2 better.
Buat gw, i've gained so much dari pertemanan dan teman2 di sekeliling gw, jauh lebih besar dari yang gw dapat ketika membuat permusuhan.
Dan label LGBT menjadi sesuatu yang benar2 tidak penting dan bisa dibuang.
Jadi gw datang! I yelled and I laughed! Gw bener2 kangen dengan ucapan "Don't be so kanciong.." bener2 lokal hahahaha....
Pasukan googlers sebagai sponsor juga kelihatan. Dengan kaos pink dan ada gambar sepasang android pegangan tangan di belakang. Cute....
Untuk hal ini gw bilang Singapura beruntung. Mereka punya event unik dimana LGBT-ers bisa merasa dan menjadi bagian integral di negara sendiri. With all the supports from family and friends.
Konflik horisontal dan perdebatan pasti selalu ada, tidak mungkin perubahan terjadi dalam satu malam.
Gw ga ikutan dalam buletan pink .. fiuh ada alasan kuat: S'porean and PR only. Secara yang bisa membuat pernyataan di speakers corner (the only free speech ground in Singapore) ya dua golongan itu. So no worry over wrong dress code.
Buat gw pribadi: to love is a miracle itself, so for people who can and are in love, my best wishes for all of you!
Dan negara gw...huff... sedang ke laut seperti biasa.
Buat gw pribadi... aduh gimana yah.. kemarin dideketin oom2 kaya pun gw ga mau. So how? Entahlah....
Mungkin harga diri no. 1, kekayaan no. 2, jenis kelamin no. 3??
Gw pun bingung... hahahaha....


Wednesday, June 15, 2011
Kalau Mau Pasti Ada Jalan
Gw selalu bertanya begini kepada orang yang percaya pada surga dan neraka:
Kalau ada surga, dan ada neraka, bagaimana mungkin orang yang masuk surga bisa hidup bahagia selamanya mengetahui ada orang yang menderita di neraka. Kalaupun mereka bisa, bukankah mereka tidak pantas masuk surga?
Bukankah harga surga adalah kasih? Dan memaafkan? Dan toleransi? Dan segala perbuatan baik? Kalau ada yang bisa berbahagia di atas penderitaan orang = ??
Kalau ada Tuhan, gw selalu berdoa supaya semua orang masuk surga. Sudahlah tidak usah repot dan gelut mana yang benar dan mana yang salah. Toh di hari akhir nanti kita punya waktu selamanya untuk saling memaafkan dan mengerti satu dengan lainnya.
Mungkin ini ajaran tentang konsekuensi, supaya orang mengerti segala sesuatu ada ganjarannya. Tapi gw juga percaya tidak ada perbuatan macam apapun yang pantas diganjar selamanya.
Berbicara dengan seorang yang beragama Buddha, dia tersenyum.
"Pernah dengar dengan yang namanya Ksitigarbha?"
Aaah ya... sudah lama banget ga denger nama itu.
Almarhum nenek gw Buddha, dan sebenarnya nyokap dulunya beragama Buddha. Jadi dari kecil karena sudah kehabisan cerita, terkadang diceritain tentang agama Buddha, termasuk baca2 fotokopian yang dibawa pulang dari wihara mana lah...
Ada banyak variasi cerita, tapi intinya cuma satu.
Ksitigarbha adalah either monk or Bodhisattva yang terkenal dengan sumpahnya untuk tidak menjadi Buddha, mengajarkan dharma kepada mahluk2 di neraka sampai tidak ada lagi penghuni neraka yang tersisa.
Personally I think it's wow....
Siapakah Bodhisattva itu? Dulunya ya manusia-manusia juga. Dan seperti yang dipercaya oleh orang2 Buddhist, semua orang punya benih Bodhisattva di dalam dirinya.
So can we do that?
It's a long shot...but the answer is yes...it is possible.
Jadi pada dasarnya gw menolak konsep neraka ala Tuhan Abraham.
Gw percaya kita akan menjadi semakin dewasa, bijak, dan adil apalagi calon2 penghuni surga. We will talk to God at the very end of the days: Betapapun jahatnya orang di dunia, betapapun buruknya perilaku mereka terhadap kita, betapa mengerikan penganiayaan, penipuan, pembunuhan, dll, we will forgive them.
How can you live forever in His grace, whereas you don't have grace to forgive and forget? It's just absurd.
Dan kalau pendeta bilang di hari akhir nanti semua sudah terlambat, gw ga percaya.
Kalau ada surga, dan ada neraka, bagaimana mungkin orang yang masuk surga bisa hidup bahagia selamanya mengetahui ada orang yang menderita di neraka. Kalaupun mereka bisa, bukankah mereka tidak pantas masuk surga?
Bukankah harga surga adalah kasih? Dan memaafkan? Dan toleransi? Dan segala perbuatan baik? Kalau ada yang bisa berbahagia di atas penderitaan orang = ??
Kalau ada Tuhan, gw selalu berdoa supaya semua orang masuk surga. Sudahlah tidak usah repot dan gelut mana yang benar dan mana yang salah. Toh di hari akhir nanti kita punya waktu selamanya untuk saling memaafkan dan mengerti satu dengan lainnya.
Mungkin ini ajaran tentang konsekuensi, supaya orang mengerti segala sesuatu ada ganjarannya. Tapi gw juga percaya tidak ada perbuatan macam apapun yang pantas diganjar selamanya.
Berbicara dengan seorang yang beragama Buddha, dia tersenyum.
"Pernah dengar dengan yang namanya Ksitigarbha?"
Aaah ya... sudah lama banget ga denger nama itu.
Almarhum nenek gw Buddha, dan sebenarnya nyokap dulunya beragama Buddha. Jadi dari kecil karena sudah kehabisan cerita, terkadang diceritain tentang agama Buddha, termasuk baca2 fotokopian yang dibawa pulang dari wihara mana lah...
Ada banyak variasi cerita, tapi intinya cuma satu.
Ksitigarbha adalah either monk or Bodhisattva yang terkenal dengan sumpahnya untuk tidak menjadi Buddha, mengajarkan dharma kepada mahluk2 di neraka sampai tidak ada lagi penghuni neraka yang tersisa.
Personally I think it's wow....
Siapakah Bodhisattva itu? Dulunya ya manusia-manusia juga. Dan seperti yang dipercaya oleh orang2 Buddhist, semua orang punya benih Bodhisattva di dalam dirinya.
So can we do that?
It's a long shot...but the answer is yes...it is possible.
Jadi pada dasarnya gw menolak konsep neraka ala Tuhan Abraham.
Gw percaya kita akan menjadi semakin dewasa, bijak, dan adil apalagi calon2 penghuni surga. We will talk to God at the very end of the days: Betapapun jahatnya orang di dunia, betapapun buruknya perilaku mereka terhadap kita, betapa mengerikan penganiayaan, penipuan, pembunuhan, dll, we will forgive them.
How can you live forever in His grace, whereas you don't have grace to forgive and forget? It's just absurd.
Dan kalau pendeta bilang di hari akhir nanti semua sudah terlambat, gw ga percaya.
Tuesday, June 14, 2011
Total Failure!
Sebenarnya malu untuk mengakui, tapi biarlah jadi catatan pribadi saja.
Akhir-akhir ini dihujani banyak kegagalan, entahlah jadi sulit memaafkan diri sendiri.
Yang pertama adalah Sundown Marathon 2 minggu yang lalu. Ceritanya gw lagi radang tenggorokan separoh sembuh. Terus nomor lari? 42 km full marathon. Ya waktu itu gw pikir, sudahlah lari2 sedikit saja, masih bisa lah 6 jam finish.
Cukup susah memang, lari seperti ibu2 hamil, sedikit2 oek2 mau muntah. 5km lewat, 10km lewat dengan sukses. Menjelang 17 km kaki mulai sakit.
Di km 23-24 ketika benar2 mulai tidak tahan, baru berhenti dan melihat kondisi kaki. Alamak!
Kaki rata gw benar2 ga bisa dipakai jalan jauh.
Gw pake kaos kaki lari yang tebalnya tiga lapisan, tiga2 lapisnya bolong!
Karena kaki gw rata, pronasi-nya ga bener, jadi sepanjang lari sebelumnya, berat badan bertumpu di titik itu2 saja, namely di bagian bawah dekat jempol kaki.
Karena di daerah situ pedih, makin ga bener saja posisi badan saat lari. Dan akhirnya efek buruk merambat ke otot paha dan pinggul.
Dan sebenarnya bagian itu sudah bergelembung. Tapi karena terus dipakai jalan/lari, cairannya lari ke samping jempol kaki, dan bergelembung di sana. Jadi bagian bawah sakit, bagian samping terasa aneh karena gelembungnya mendesak di dalam sepatu. Tambah ga bener saja posisi pas jalan. Dan akhirnya otot paha dan betis tegang ga karuan.
Nyaris pingin menyerah, udah kaki sakit, radang tenggorokan pula.
Tapi masa sih menyerah? Ya setidaknya bisalah jalan pulang.
Dan berjalanlah dengan penuh penderitaan.
Dari target 6 jam finish dengan lari2 santai melorot hingga 8 jam 45 menit. Nyaris sedikit lagi cut off point di 9 jam.

Dan kaki total betul2 sakit sehingga susah dipakai jalan.
Seninnya gw ngantor dengan terpincang2. Untuk kerja di kantor ga pake jalan2.
Dan gw hanya punya waktu dua minggu untuk recovery kaki.
Next adalah lanjutan dari Tri-Factor series untuk sepeda. Nomor yang diambil adalah.. 60 km sepeda.
Tapi total jarak untuk kaki gw adalah 100+ km. Karena perlu perjalanan dari rumah ke Changi Coast Road sekitar 20+ km dan pulang juga 20+ km.
Dan kaki baru fully recovered 3 hari belakangan ini.
Dan hasilnya...bwahahaha..ketawa deh...


5 dari buntut =)). Cuma dapet 9 poin dibandingkan sama renang yang dapet 150 poin.
Dan 40 km pertama ditempuh dalam waktu 1 jam 49 menit, bandingkan dengan OCBC Cycle yang cuma 1 jam 33 menit.
Dan OCBC Cycle gw sepedaan dengan rem belakang nyerempet ban.
20 km perjalanan pergi dari rumah benar2 makan stamina.
Dan lagi 95% peserta on road bike. Dan setelah selama ini sepedaan gw merasa limit si Kona paling hanya 25-28 km/jam. Olahraga ini ketergantungan peralatannya cukup tinggi (makanya gw suka renang..huhuhuhu).
Ban slick jelas lebih ringan dari ban knobby di jalan.
Ke depannya gw bakal lebih serius mempertimbangkan road bike. Bukannya apa, masalah distance yang harus di-cover. MTB rada susah untuk jarak segini. Punggung gw sampe sakit... pingin drop down bar euy.
Apakah dua event ini gagal.. ya bisa dibilang begitu. Tapi gw dapat pengalaman juga.
Tri-Factor series masih sisa dua lagi, lari 21 km, dan triathlon.
Dan gw bakal aim untuk next Standard Chartered Marathon.
Adidas King of the Road Indonesia leg seems interesting, tapi belum ada webnya sampe sekarang. Dari kalendernya sih bisa masuk.
Ga peduli mau kaki bentuknya kaya apa....tapi kalo gagal, ya coba dan coba lagi.. =D
Akhir-akhir ini dihujani banyak kegagalan, entahlah jadi sulit memaafkan diri sendiri.
Yang pertama adalah Sundown Marathon 2 minggu yang lalu. Ceritanya gw lagi radang tenggorokan separoh sembuh. Terus nomor lari? 42 km full marathon. Ya waktu itu gw pikir, sudahlah lari2 sedikit saja, masih bisa lah 6 jam finish.
Cukup susah memang, lari seperti ibu2 hamil, sedikit2 oek2 mau muntah. 5km lewat, 10km lewat dengan sukses. Menjelang 17 km kaki mulai sakit.
Di km 23-24 ketika benar2 mulai tidak tahan, baru berhenti dan melihat kondisi kaki. Alamak!
Kaki rata gw benar2 ga bisa dipakai jalan jauh.
Gw pake kaos kaki lari yang tebalnya tiga lapisan, tiga2 lapisnya bolong!
Karena kaki gw rata, pronasi-nya ga bener, jadi sepanjang lari sebelumnya, berat badan bertumpu di titik itu2 saja, namely di bagian bawah dekat jempol kaki.
Karena di daerah situ pedih, makin ga bener saja posisi badan saat lari. Dan akhirnya efek buruk merambat ke otot paha dan pinggul.
Dan sebenarnya bagian itu sudah bergelembung. Tapi karena terus dipakai jalan/lari, cairannya lari ke samping jempol kaki, dan bergelembung di sana. Jadi bagian bawah sakit, bagian samping terasa aneh karena gelembungnya mendesak di dalam sepatu. Tambah ga bener saja posisi pas jalan. Dan akhirnya otot paha dan betis tegang ga karuan.
Nyaris pingin menyerah, udah kaki sakit, radang tenggorokan pula.
Tapi masa sih menyerah? Ya setidaknya bisalah jalan pulang.
Dan berjalanlah dengan penuh penderitaan.
Dari target 6 jam finish dengan lari2 santai melorot hingga 8 jam 45 menit. Nyaris sedikit lagi cut off point di 9 jam.

Dan kaki total betul2 sakit sehingga susah dipakai jalan.
Seninnya gw ngantor dengan terpincang2. Untuk kerja di kantor ga pake jalan2.
Dan gw hanya punya waktu dua minggu untuk recovery kaki.
Next adalah lanjutan dari Tri-Factor series untuk sepeda. Nomor yang diambil adalah.. 60 km sepeda.
Tapi total jarak untuk kaki gw adalah 100+ km. Karena perlu perjalanan dari rumah ke Changi Coast Road sekitar 20+ km dan pulang juga 20+ km.
Dan kaki baru fully recovered 3 hari belakangan ini.
Dan hasilnya...bwahahaha..ketawa deh...


5 dari buntut =)). Cuma dapet 9 poin dibandingkan sama renang yang dapet 150 poin.
Dan 40 km pertama ditempuh dalam waktu 1 jam 49 menit, bandingkan dengan OCBC Cycle yang cuma 1 jam 33 menit.
Dan OCBC Cycle gw sepedaan dengan rem belakang nyerempet ban.
20 km perjalanan pergi dari rumah benar2 makan stamina.
Dan lagi 95% peserta on road bike. Dan setelah selama ini sepedaan gw merasa limit si Kona paling hanya 25-28 km/jam. Olahraga ini ketergantungan peralatannya cukup tinggi (makanya gw suka renang..huhuhuhu).
Ban slick jelas lebih ringan dari ban knobby di jalan.
Ke depannya gw bakal lebih serius mempertimbangkan road bike. Bukannya apa, masalah distance yang harus di-cover. MTB rada susah untuk jarak segini. Punggung gw sampe sakit... pingin drop down bar euy.
Apakah dua event ini gagal.. ya bisa dibilang begitu. Tapi gw dapat pengalaman juga.
Tri-Factor series masih sisa dua lagi, lari 21 km, dan triathlon.
Dan gw bakal aim untuk next Standard Chartered Marathon.
Adidas King of the Road Indonesia leg seems interesting, tapi belum ada webnya sampe sekarang. Dari kalendernya sih bisa masuk.
Ga peduli mau kaki bentuknya kaya apa....tapi kalo gagal, ya coba dan coba lagi.. =D
Tuesday, May 31, 2011
Sapi
Mahatma Gandhi pernah ngomong:
""The greatness of a nation and its moral progress can be judged
by the way its animals are treated."
Kalau kita tidak bisa memperlakukan dengan baik mahluk yang lebih lemah dari kita, bagaimana mungkin perlakuan kita terhadap sesama manusia juga baik? Mustahil.
Biar kata ada agenda politik dan perdagangan dibalik video sapi, haduh...merasa pantas bangsa ini dihadiahi gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan teman2-nya.
Nonton tayangannya, dan di segmen terakhir ketika diperlihatkan seekor sapi dengan tampang segitu ketakutannya melihat teman2-nya sudah disembelih dan dikuliti di depan matanya....gw nangis!!
Bermoral, bermartabat, beragama: senyaring kentut dan seharum tai kucing.
Bangsa sebelah yang ngga gembar-gembor moralnya saja lebih peduli daripada kita.... sedih2...
Kalaupun kita punya sapi sendiri, kalaupun kita swasembada sapi, apakah begini kita memperlakukan sapi2 kita?
Seandainya ga ada orang bule datang bikin video, adakah penelitian serupa dari anak bangsa?
Gw jadi sedikit mengerti sekarang: jangan berharap bangsa kita diperlakukan seperti layaknya manusia di negara orang, karena Tuhan itu maha tahu dan maha adil.
Tidak heran bangsa sebelah maju bergelimang harta sementara bangsa ini terus terpuruk terpeleset di lantai penuh kotoran, karena memang begitu perilaku kita.
""The greatness of a nation and its moral progress can be judged
by the way its animals are treated."
Kalau kita tidak bisa memperlakukan dengan baik mahluk yang lebih lemah dari kita, bagaimana mungkin perlakuan kita terhadap sesama manusia juga baik? Mustahil.
Biar kata ada agenda politik dan perdagangan dibalik video sapi, haduh...merasa pantas bangsa ini dihadiahi gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan teman2-nya.
Nonton tayangannya, dan di segmen terakhir ketika diperlihatkan seekor sapi dengan tampang segitu ketakutannya melihat teman2-nya sudah disembelih dan dikuliti di depan matanya....gw nangis!!
Bermoral, bermartabat, beragama: senyaring kentut dan seharum tai kucing.
Bangsa sebelah yang ngga gembar-gembor moralnya saja lebih peduli daripada kita.... sedih2...
Kalaupun kita punya sapi sendiri, kalaupun kita swasembada sapi, apakah begini kita memperlakukan sapi2 kita?
Seandainya ga ada orang bule datang bikin video, adakah penelitian serupa dari anak bangsa?
Gw jadi sedikit mengerti sekarang: jangan berharap bangsa kita diperlakukan seperti layaknya manusia di negara orang, karena Tuhan itu maha tahu dan maha adil.
Tidak heran bangsa sebelah maju bergelimang harta sementara bangsa ini terus terpuruk terpeleset di lantai penuh kotoran, karena memang begitu perilaku kita.
Tuesday, May 17, 2011
The Result is Out!
Persis di tengah2, dari 0-300 TriFactor points dapet 151 (kalkulasi based on percentile, jadi yang tercepat dapet 300, yang paling lambat dapet 0).
Kayanya gw ketiduran di split kedua =(.
Next time lebih baik deh. Yang ini 90% lomba gw masih pake breast stroke. Sementara gaya tercepat masih crawl style. Gw rada males make karena sering nabrak orang, cuma kayanya harus deh... Kaga boleh malu2.
Next goal : shave down that 10 mins....alamak kesampean ga ya?? Cape gw...ahahahaha...
Sunday, May 15, 2011
First Open Water Swim!
Bwahahaha! Satu cita2 lumayan kesampean. Well first tiny step at least.

Dulu pernah ditawarin paman dan sepupu untuk ikut kelas diving, secara katanya gw udah bisa berenang, jadi jumlah sesinya bisa dikurangi. Tapi setelah lihat2, koq rasanya kurang OK yah. Bagi gw diving lebih ke rekreasi daripada olahraga. Tidak ada ketegangan otot, nafas yang ngos2-an, hmm.. no adrenaline rush deh.
So... gw menetapkan... I'm going for open water swimming instead! Setidaknya salah satu cabang yang baru2 dipertandingkan di Olimpiade 2008, dan terdaftar di FINA. Cita2 sih setinggi langit, kenyataan duh susah. Biasalah gw, apa yang keren juga mau.
Kadang gw berpikir, orang lain umur segini udah punya anak, enak2 di rumah. Lah gw, kadang pulang kerja or weekend harus kecipak kecipuk di kolam.
So dengan semangat 45 dan mengejar cita2 triathlon yang entah kapan kesampaian, tahun ini gw memberanikan diri daftar. Secara kompetisi ini nomor maksimum adalah 3 km, ya kira2 bisalah. Seperti biasa no target dan maunya look see look see doang.
Well..teuteup ada target... di bawah 1 jam 30 menit..tapi target pribadi doank.. ga kesampean ya ga pa pa juga.
Kenapa ngambil nomor maksimum? Well sisanya cuma 1.5 km dan 500m... terlalu cupu.
So.. pas hari H gw datang dengan dag-dig-dug-duer, secara wajah garang, sementara hati chicken pok-pok.
Pas ganti baju, kya... semua-semuanya berbadan swimmer build. Merasa diri ini seperti bakpao berjalan. Belum lagi terpaksa jalan ke sana ke mari hanya dengan bercelana renang. Aioh.. krisis pede. Seumur2 ga pernah gw merasa terekspos seperti ini.
Belum lagi kacamata harus masuk bagasi, separoh buta deh.
Body marking, cap lengan kiri lengan kanan, pretty cool. Angkanya gede2 dan item.
Sebelum mulai dibriefing, panitia sudah berupaya mengusir ubur2 dan segala ekosistem, tapi tetap saja ada kemungkinan ada. Ya sudahlah...
Dari testimonial orang yang sudah nyemplung, banyak kutu air. Well gw kaga tau kutu air itu binatang seperti apa, so suteralah....
Pelampung terjauh jaraknya 325 m, so untuk 3 km perlu 4 lap. Ok got it.
Dapet nomor peserta 0243, berarti start gelombang kedua.
Dan gw bener2 kaga water test, males... hahahaha.....
Begitu giliran start dan nyemplung...walamak...
Secara mulai berenang berkelompok, ya ketendang kiri dan kanan lah. Berenang gaya bebas pun banyak yang miring kanan kiri entah disengaja apa tidak.
Dan kutu air, I got what the guy meant! Serasa kena akupuntur di daerah2 yang tidak terduga. Di tangan lah, di punggung lah, dada perut lah, di bibir lah. Tiny pinches like burning little stars, kelap kelip... Cukup menganggu, untung hanya di beberapa bagian lintasan saja.
Ubur2! Gw melihat ubur2 pertama ketika balik di first lap. Gw yakin itu ubur2! Well walaupun ada kemungkinan itu kantong plastik, ato gelas plastik. Tapi gw yakin itu ubur2!
Seharusnya gw melambai ke official untuk ngasih tau. Tapi melihat jumlah kanoist, I don't think they have enough numbers to reach this spot in time.
Secara gw ga bisa buang2 waktu... ya gw berenang terus, sebodo lah...
In total sepanjang hari, gw melihat 4 different ubur2. Oh my goodness!
Gw mengkonfirmasi ubur2 pertama pada lap kedua. Itu ubur2, bukan kantong plastik, still berenang2 di spot yang sama.
Lap ketiga gw udah mulai mabok laut. Secara berenang tegak lurus dengan ombak (bukan melawan or mengikuti ombak), bisa dikatakan nyaris sepanjang lintasan gw harus menderita dengan naek turunnya air. Lap ketiga ketika berbalik... sudah mual2. Rasanya kepala udah di mana gitu.
Belum lagi tangan dan kaki udah pegel2. Seperti biasa gw bilang ke mereka.. "Kalau mau putus, putus after this..sekarang no time and get back to work.."
Dan di lap terakhir, di sekitar 250 m terakhir, gw ketemu ubur2 keempat. Paling jelas dan paling deket, gw bisa melihat semua2-nya sampe ke tentakel2-nya. Ga sempet lagi menghindar secara lagi berenang lurus full speed.
Panik! Terpaksa dan terpaksa gw harus ngelewati dari atas. Punggung bener2 ditekuk ke atas, dan perut disimpen, dan berharap lewat dengan mulus. Untungnya kelewat, fiuh...
Gw trauma... Secara kebiasaan jago kandang di kolam renang, gw ngga menduga sebegini susahnya berenang bersama flora fauna.
... Finish! Minum aer sampe enam gelas (well it was a small cup).
Sedikit kaget, di event ini kaga terlihat yang berhenti di tengah jalan karena kram or whatsoever. They were all decent swimmers!
Untuk ke depannya kalo gw serius...hmm mungkin invest di wetsuit ah. I felt so dirty dengan kutu2 itu!
Masih ada selanjutnya?? Masih dunks....yang namanya trauma pun pasti harus berlalu. And at the end of the day I got myself a new experience.

Dulu pernah ditawarin paman dan sepupu untuk ikut kelas diving, secara katanya gw udah bisa berenang, jadi jumlah sesinya bisa dikurangi. Tapi setelah lihat2, koq rasanya kurang OK yah. Bagi gw diving lebih ke rekreasi daripada olahraga. Tidak ada ketegangan otot, nafas yang ngos2-an, hmm.. no adrenaline rush deh.
So... gw menetapkan... I'm going for open water swimming instead! Setidaknya salah satu cabang yang baru2 dipertandingkan di Olimpiade 2008, dan terdaftar di FINA. Cita2 sih setinggi langit, kenyataan duh susah. Biasalah gw, apa yang keren juga mau.
Kadang gw berpikir, orang lain umur segini udah punya anak, enak2 di rumah. Lah gw, kadang pulang kerja or weekend harus kecipak kecipuk di kolam.
So dengan semangat 45 dan mengejar cita2 triathlon yang entah kapan kesampaian, tahun ini gw memberanikan diri daftar. Secara kompetisi ini nomor maksimum adalah 3 km, ya kira2 bisalah. Seperti biasa no target dan maunya look see look see doang.
Well..teuteup ada target... di bawah 1 jam 30 menit..tapi target pribadi doank.. ga kesampean ya ga pa pa juga.
Kenapa ngambil nomor maksimum? Well sisanya cuma 1.5 km dan 500m... terlalu cupu.
So.. pas hari H gw datang dengan dag-dig-dug-duer, secara wajah garang, sementara hati chicken pok-pok.
Pas ganti baju, kya... semua-semuanya berbadan swimmer build. Merasa diri ini seperti bakpao berjalan. Belum lagi terpaksa jalan ke sana ke mari hanya dengan bercelana renang. Aioh.. krisis pede. Seumur2 ga pernah gw merasa terekspos seperti ini.
Belum lagi kacamata harus masuk bagasi, separoh buta deh.
Body marking, cap lengan kiri lengan kanan, pretty cool. Angkanya gede2 dan item.
Sebelum mulai dibriefing, panitia sudah berupaya mengusir ubur2 dan segala ekosistem, tapi tetap saja ada kemungkinan ada. Ya sudahlah...
Dari testimonial orang yang sudah nyemplung, banyak kutu air. Well gw kaga tau kutu air itu binatang seperti apa, so suteralah....
Pelampung terjauh jaraknya 325 m, so untuk 3 km perlu 4 lap. Ok got it.
Dapet nomor peserta 0243, berarti start gelombang kedua.
Dan gw bener2 kaga water test, males... hahahaha.....
Begitu giliran start dan nyemplung...walamak...
Secara mulai berenang berkelompok, ya ketendang kiri dan kanan lah. Berenang gaya bebas pun banyak yang miring kanan kiri entah disengaja apa tidak.
Dan kutu air, I got what the guy meant! Serasa kena akupuntur di daerah2 yang tidak terduga. Di tangan lah, di punggung lah, dada perut lah, di bibir lah. Tiny pinches like burning little stars, kelap kelip... Cukup menganggu, untung hanya di beberapa bagian lintasan saja.
Ubur2! Gw melihat ubur2 pertama ketika balik di first lap. Gw yakin itu ubur2! Well walaupun ada kemungkinan itu kantong plastik, ato gelas plastik. Tapi gw yakin itu ubur2!
Seharusnya gw melambai ke official untuk ngasih tau. Tapi melihat jumlah kanoist, I don't think they have enough numbers to reach this spot in time.
Secara gw ga bisa buang2 waktu... ya gw berenang terus, sebodo lah...
In total sepanjang hari, gw melihat 4 different ubur2. Oh my goodness!
Gw mengkonfirmasi ubur2 pertama pada lap kedua. Itu ubur2, bukan kantong plastik, still berenang2 di spot yang sama.
Lap ketiga gw udah mulai mabok laut. Secara berenang tegak lurus dengan ombak (bukan melawan or mengikuti ombak), bisa dikatakan nyaris sepanjang lintasan gw harus menderita dengan naek turunnya air. Lap ketiga ketika berbalik... sudah mual2. Rasanya kepala udah di mana gitu.
Belum lagi tangan dan kaki udah pegel2. Seperti biasa gw bilang ke mereka.. "Kalau mau putus, putus after this..sekarang no time and get back to work.."
Dan di lap terakhir, di sekitar 250 m terakhir, gw ketemu ubur2 keempat. Paling jelas dan paling deket, gw bisa melihat semua2-nya sampe ke tentakel2-nya. Ga sempet lagi menghindar secara lagi berenang lurus full speed.
Panik! Terpaksa dan terpaksa gw harus ngelewati dari atas. Punggung bener2 ditekuk ke atas, dan perut disimpen, dan berharap lewat dengan mulus. Untungnya kelewat, fiuh...
Gw trauma... Secara kebiasaan jago kandang di kolam renang, gw ngga menduga sebegini susahnya berenang bersama flora fauna.
... Finish! Minum aer sampe enam gelas (well it was a small cup).
Sedikit kaget, di event ini kaga terlihat yang berhenti di tengah jalan karena kram or whatsoever. They were all decent swimmers!
Untuk ke depannya kalo gw serius...hmm mungkin invest di wetsuit ah. I felt so dirty dengan kutu2 itu!
Masih ada selanjutnya?? Masih dunks....yang namanya trauma pun pasti harus berlalu. And at the end of the day I got myself a new experience.
Wednesday, May 04, 2011
Liberal, agama???
Ketika jaman muda dulu, pas sore2 jam kopi (well..sebenernya gw nge-teh, dan es krim, dan empek2, dan gorengan), ditanya sama temen gw:
"Duz, katanya si **** (sesama rekan kerja yang kebetulan tidak berada di tempat) itu Saksi Yehova ya?"
"Hmmm..hmmm, iya..."
"Saksi Yehova itu Kristen apaan Duz?"
Alamak begonya ga ketulungan. Sekolah di mana sih ini orang? Sendiri ngaku2 Kristen, suka muter MP3 lagu2 rohani (yang bikin kepala gw mendenging), ke gereja tiap minggu, tapi koq hal2 beginian masuk bagian daerah tertinggal yah?
Akhirnya gw menjelaskan tentang pokok2 perbedaan teologi Saksi Yehova dengan Kristen pada umumnya. Well and the main focus point: Jesus is not God in Jehova's Witness' point of view. Dan perbedaan ini yang mengakibatkan Saksi Yehova dikategorikan sebagai 'cult' dari main stream ke-Kristenan, atau dengan kata lain ajaran sesat.
"Waduh Duz,.. bahaya dong??"
Well bagi gw selama dia kerja baik2, en deliver result, gw ga problem koq, dan sejujurnya gw ga peduli. Dan kebetulan dia memang pekerja yang lebih baik dari si orang yang nanya ini.
Dan gw juga sering bercanda dengan si rekan Saksi Yehova ini. Alkisah dia seminggu dua kali harus pulang tepat waktu jam 5 sore untuk pendalaman Alkitab jam 6-nya.
Gw bilang: "Udahlah ****, ngapain Alkitab didalem2-in... kaya sumur aja... btw kalo lu udah nemu aer lu kasih tau gw dah."
Jawaban standar: "Ta*k lu Duz"...sambil ketawa ketiwi tentunya.
Sejujurnya gw lumayan best buddy dengan rekan Saksi Yehova, satu kost-an bahkan. En di beberapa saat gw lumayan sering main ke kamarnya dan seperti biasa ngobrak-ngabrik. Dan gw suka baca publikasi2 gereja dia, dan tentunya sebagai referensi ayat gw pakai Alkitab dia (note: Alkitab Saksi Yehova beda dengan Alkitab standar Lembaga Alkitab Indonesia).
Gw tau ada perbedaan doktrin mendasar. Dan dia tahu kalau gw tahu. Tidak pernah sekali pun dia ngajak2 gw ke gereja dia. Well takut ngundang setan masuk lah...
Sampai saat ini.. kalau ada orang yang ngajak gw beribadah ke agama/aliran tertentu.. good luck. Bakal banyak protes, kritik, dan pertanyaan terlontar.
Sampai saat ini, yang paling klop menjawab protes gw adalah Buddhism..nah lho.
Apart dari hal itu... seperti pertanyaan rekan gw yang "Kristen sungguhan", apakah gw tidak takut terhadap aliran yang bukan "Kristen sungguhan"?
Bagi gw it's simple. Kristen sungguhan pun ada Kristen ada Katolik. Yang namanya Kristen pun ada Anglikan, Adven Hari Ke-7, Reformed, Ortodoks, Karismatik, dll. Yang namanya Katolik pun ada yang namanya new list of seven sins, dll.
It's changing. Ya yang namanya pemikiran ya berubah2. Dulu aja Newton bilang kalau waktu itu konstan. Einstein datang bilang waktu itu relatif terhadap kecepatan.
Nah loh, sedangkan yang namanya agama dipatok mati, eits tidak boleh berubah dengan alasan2 yang entah sungguhan atau dibuat2.
Terus apakah gw merasa ajaran yang gw anut(?) super benar, harus dibela mati2-an, sampai2 harus membenci orang lain yang berbeda (termasuk ngata2-in kalau yang berbeda ga bakal masuk surga)?
Sejujurnya gw males ngurusin. Rasanya Tuhan itu besar koq, apakah kebesaran Tuhan akan berkurang/bertambah seiring dengan persentase well.. penganut ajaran yang benar? Rasanya tidak. Dan kalo dia mau ngurusin hal beginian ya Dia urus sendiri lah, ngapain gw harus nimbrung cari muka. Sekalian Dia turun ke bawah dan ngeliat kalau agama itu FLAWED well setidaknya pelaksanaannya saat ini!
Agama berubah? Rasanya agama harus berubah. Dan gw tidak berkata doktrin yang berubah, tapi pelaksanaan dan sisi pandang yang berubah. Dan kalau ini berarti Tuhan berubah ya biarlah begitu.
Perbedaan kaya dan miskin, kerusakan lingkungan, isu gay, lesbian, dan transeksual, dll. Pergesekan sosial sangat terasa saat ini apalagi kalau bukan teknologi yang "connecting people".
Daripada agama yang mengkotak2an, bukankah lebih indah agama yang mengharmonisasikan berbagai elemen?
Beberapa orang terhebat dari agama justru memulai hal hebat dari sesuatu di luar "agama" itu sendiri. With the help of God? I can't help to believe so.
Bunda Theresa melihat kemiskinan di Kalkuta dan memutuskan untuk meninggalkan biaranya.
Master Cheng Yen berangkat dari biara kecil, berbincang dengan biarawati Katolik yang bertanya "Apa yang telah Budhism lakukan untuk masyarakat?".
Dan sekarang dunia melihat dampak yang mereka lakukan. Terlepas dari surga dan neraka, orang di luar agama mereka pun bisa melihat hal yang mereka lakukan baik dan berperan serta.
We need to harmonize.
Orang yang melihat hal yang baik pada diri orang lain, dan menyukai orang lain karena hal tersebut. Dan ada orang lain yang hanya melihat sisi buruk dan akhirnya belajar membenci orang tersebut.
Mana yang punya lebih banyak teman? Rasanya ini hanya hukum sebab akibat yang sederhana.
Dan apakah agama saat ini mengajarkan kita untuk punya banyak teman?
Ketika Pak Pendeta mengatakan "Satu2-nya jalan ke surga hanya melalui Yesus Kristus."
Dan Oprah mengatakan "Seharusnya ada jalan lain menuju surga..."
Dengan tersenyum gw berpendapat.. Oprah benar, dan Pak Pendeta benar.
Ada jalan lain ke surga, banyak bahkan. Bisa lewat kiri, kanan, atas, bawah, dll...orang boleh sebut namanya beda2 X, Y, Z, dll tapi bagi gw semua jalan itu punya satu nama "Yesus". Mustahil? Kenapa tidak? Wong perawan bisa hamil, air jadi anggur, orang mati pun bisa hidup kembali dalam tiga hari, mau ngomong mustahil?
Ketika orang hidup baik, berguna untuk sesama, menemukan kedamaian di dalam diri, menebarkan kedamaian keluar, berbuat baik, tidakkah dia telah mengikuti jalan Kristus? Entah apapun namanya di luar sana?
Lha kenapa Oprah harus didemo habis2-an, di youtube ada ibu2 yang nyanyi for Oprah "Jesus is the only way", bahkan di kotbah hari Minggu harus dihujat2? Apakah si penghujat pasti masuk surga vs Oprah? Nobody know for sure right?
"Jadi Kardy, kamu bilang ada jalan lain ke surga selain Yesus?" sambil dipelototin cewe (fanatik) Kristen.
Ok gini, sebagai Kristen we do believe in Trinity right? There is Father, there is Son, and there is Holy Spirit. But They are different representations of one God.
"Iya, tapi itu ada di Alkitab"
TETOT..cewe goblok! Ya gw ga ngomong gitu lah (cukup dalam hati saja), bisa2 gw kehilangan teman dan dapet musuh. Dan ada kemungkinan dia manggil temen2-nya dan gw dirajam atau dibakar hidup2.
But seriously, the concept of Trinity is NOT in the Bible.
Ok pertanyaan lain, bagaimana Musa, Daniel, Daud, dkk bisa masuk surga, sementara di jaman mereka belum ada Yesus? Remember "Jesus is the ONLY way"?
Mereka ga masuk surga, atau mereka masuk surga karena mereka percaya "One God of the desert"?
Ada konsep teologi bahwa Jesus's salvation stretched far before he was born, it was from the first time mankind get disconnected from God.
Panjang ceritanya...
Tapi intinya if you believe in one God in three different forms, why you can't see God in the other forms?
"Not everyone who says to me, 'Lord, Lord,' will enter the kingdom of heaven, but only he who does the will of my Father who is in heaven." - Matthew 7:21 NIV
Gw ga percaya mata Tuhan sama seperti mata manusia, yang lebih melihat ke perbedaan daripada hal2 yang membuat kita sama.
How do I know? Because I know Jesus, and the Bible tells me so.
Dan bagaimana para pemuka agama berbicara, dan hasilnya orang2 fanatik bego begini. It brings pain to my heart.
Entah apa gw terlalu mendukung liberal, tapi dengan kebebasan liberalisme, gw merasa gw bisa lebih memahami sisi pandang orang yang berbeda. Tidak terkungkung dengan kacamata kuda dengan label agama.
Ada pemikiran yang menarik, ada pula yang absurd. Tapi bukankah percaya orang mati dan bangkit kembali adalah absurd?
Tapi itu namanya iman?
"Duz, katanya si **** (sesama rekan kerja yang kebetulan tidak berada di tempat) itu Saksi Yehova ya?"
"Hmmm..hmmm, iya..."
"Saksi Yehova itu Kristen apaan Duz?"
Alamak begonya ga ketulungan. Sekolah di mana sih ini orang? Sendiri ngaku2 Kristen, suka muter MP3 lagu2 rohani (yang bikin kepala gw mendenging), ke gereja tiap minggu, tapi koq hal2 beginian masuk bagian daerah tertinggal yah?
Akhirnya gw menjelaskan tentang pokok2 perbedaan teologi Saksi Yehova dengan Kristen pada umumnya. Well and the main focus point: Jesus is not God in Jehova's Witness' point of view. Dan perbedaan ini yang mengakibatkan Saksi Yehova dikategorikan sebagai 'cult' dari main stream ke-Kristenan, atau dengan kata lain ajaran sesat.
"Waduh Duz,.. bahaya dong??"
Well bagi gw selama dia kerja baik2, en deliver result, gw ga problem koq, dan sejujurnya gw ga peduli. Dan kebetulan dia memang pekerja yang lebih baik dari si orang yang nanya ini.
Dan gw juga sering bercanda dengan si rekan Saksi Yehova ini. Alkisah dia seminggu dua kali harus pulang tepat waktu jam 5 sore untuk pendalaman Alkitab jam 6-nya.
Gw bilang: "Udahlah ****, ngapain Alkitab didalem2-in... kaya sumur aja... btw kalo lu udah nemu aer lu kasih tau gw dah."
Jawaban standar: "Ta*k lu Duz"...sambil ketawa ketiwi tentunya.
Sejujurnya gw lumayan best buddy dengan rekan Saksi Yehova, satu kost-an bahkan. En di beberapa saat gw lumayan sering main ke kamarnya dan seperti biasa ngobrak-ngabrik. Dan gw suka baca publikasi2 gereja dia, dan tentunya sebagai referensi ayat gw pakai Alkitab dia (note: Alkitab Saksi Yehova beda dengan Alkitab standar Lembaga Alkitab Indonesia).
Gw tau ada perbedaan doktrin mendasar. Dan dia tahu kalau gw tahu. Tidak pernah sekali pun dia ngajak2 gw ke gereja dia. Well takut ngundang setan masuk lah...
Sampai saat ini.. kalau ada orang yang ngajak gw beribadah ke agama/aliran tertentu.. good luck. Bakal banyak protes, kritik, dan pertanyaan terlontar.
Sampai saat ini, yang paling klop menjawab protes gw adalah Buddhism..nah lho.
Apart dari hal itu... seperti pertanyaan rekan gw yang "Kristen sungguhan", apakah gw tidak takut terhadap aliran yang bukan "Kristen sungguhan"?
Bagi gw it's simple. Kristen sungguhan pun ada Kristen ada Katolik. Yang namanya Kristen pun ada Anglikan, Adven Hari Ke-7, Reformed, Ortodoks, Karismatik, dll. Yang namanya Katolik pun ada yang namanya new list of seven sins, dll.
It's changing. Ya yang namanya pemikiran ya berubah2. Dulu aja Newton bilang kalau waktu itu konstan. Einstein datang bilang waktu itu relatif terhadap kecepatan.
Nah loh, sedangkan yang namanya agama dipatok mati, eits tidak boleh berubah dengan alasan2 yang entah sungguhan atau dibuat2.
Terus apakah gw merasa ajaran yang gw anut(?) super benar, harus dibela mati2-an, sampai2 harus membenci orang lain yang berbeda (termasuk ngata2-in kalau yang berbeda ga bakal masuk surga)?
Sejujurnya gw males ngurusin. Rasanya Tuhan itu besar koq, apakah kebesaran Tuhan akan berkurang/bertambah seiring dengan persentase well.. penganut ajaran yang benar? Rasanya tidak. Dan kalo dia mau ngurusin hal beginian ya Dia urus sendiri lah, ngapain gw harus nimbrung cari muka. Sekalian Dia turun ke bawah dan ngeliat kalau agama itu FLAWED well setidaknya pelaksanaannya saat ini!
Agama berubah? Rasanya agama harus berubah. Dan gw tidak berkata doktrin yang berubah, tapi pelaksanaan dan sisi pandang yang berubah. Dan kalau ini berarti Tuhan berubah ya biarlah begitu.
Perbedaan kaya dan miskin, kerusakan lingkungan, isu gay, lesbian, dan transeksual, dll. Pergesekan sosial sangat terasa saat ini apalagi kalau bukan teknologi yang "connecting people".
Daripada agama yang mengkotak2an, bukankah lebih indah agama yang mengharmonisasikan berbagai elemen?
Beberapa orang terhebat dari agama justru memulai hal hebat dari sesuatu di luar "agama" itu sendiri. With the help of God? I can't help to believe so.
Bunda Theresa melihat kemiskinan di Kalkuta dan memutuskan untuk meninggalkan biaranya.
Master Cheng Yen berangkat dari biara kecil, berbincang dengan biarawati Katolik yang bertanya "Apa yang telah Budhism lakukan untuk masyarakat?".
Dan sekarang dunia melihat dampak yang mereka lakukan. Terlepas dari surga dan neraka, orang di luar agama mereka pun bisa melihat hal yang mereka lakukan baik dan berperan serta.
We need to harmonize.
Orang yang melihat hal yang baik pada diri orang lain, dan menyukai orang lain karena hal tersebut. Dan ada orang lain yang hanya melihat sisi buruk dan akhirnya belajar membenci orang tersebut.
Mana yang punya lebih banyak teman? Rasanya ini hanya hukum sebab akibat yang sederhana.
Dan apakah agama saat ini mengajarkan kita untuk punya banyak teman?
Ketika Pak Pendeta mengatakan "Satu2-nya jalan ke surga hanya melalui Yesus Kristus."
Dan Oprah mengatakan "Seharusnya ada jalan lain menuju surga..."
Dengan tersenyum gw berpendapat.. Oprah benar, dan Pak Pendeta benar.
Ada jalan lain ke surga, banyak bahkan. Bisa lewat kiri, kanan, atas, bawah, dll...orang boleh sebut namanya beda2 X, Y, Z, dll tapi bagi gw semua jalan itu punya satu nama "Yesus". Mustahil? Kenapa tidak? Wong perawan bisa hamil, air jadi anggur, orang mati pun bisa hidup kembali dalam tiga hari, mau ngomong mustahil?
Ketika orang hidup baik, berguna untuk sesama, menemukan kedamaian di dalam diri, menebarkan kedamaian keluar, berbuat baik, tidakkah dia telah mengikuti jalan Kristus? Entah apapun namanya di luar sana?
Lha kenapa Oprah harus didemo habis2-an, di youtube ada ibu2 yang nyanyi for Oprah "Jesus is the only way", bahkan di kotbah hari Minggu harus dihujat2? Apakah si penghujat pasti masuk surga vs Oprah? Nobody know for sure right?
"Jadi Kardy, kamu bilang ada jalan lain ke surga selain Yesus?" sambil dipelototin cewe (fanatik) Kristen.
Ok gini, sebagai Kristen we do believe in Trinity right? There is Father, there is Son, and there is Holy Spirit. But They are different representations of one God.
"Iya, tapi itu ada di Alkitab"
TETOT..cewe goblok! Ya gw ga ngomong gitu lah (cukup dalam hati saja), bisa2 gw kehilangan teman dan dapet musuh. Dan ada kemungkinan dia manggil temen2-nya dan gw dirajam atau dibakar hidup2.
But seriously, the concept of Trinity is NOT in the Bible.
Ok pertanyaan lain, bagaimana Musa, Daniel, Daud, dkk bisa masuk surga, sementara di jaman mereka belum ada Yesus? Remember "Jesus is the ONLY way"?
Mereka ga masuk surga, atau mereka masuk surga karena mereka percaya "One God of the desert"?
Ada konsep teologi bahwa Jesus's salvation stretched far before he was born, it was from the first time mankind get disconnected from God.
Panjang ceritanya...
Tapi intinya if you believe in one God in three different forms, why you can't see God in the other forms?
"Not everyone who says to me, 'Lord, Lord,' will enter the kingdom of heaven, but only he who does the will of my Father who is in heaven." - Matthew 7:21 NIV
Gw ga percaya mata Tuhan sama seperti mata manusia, yang lebih melihat ke perbedaan daripada hal2 yang membuat kita sama.
How do I know? Because I know Jesus, and the Bible tells me so.
Dan bagaimana para pemuka agama berbicara, dan hasilnya orang2 fanatik bego begini. It brings pain to my heart.
Entah apa gw terlalu mendukung liberal, tapi dengan kebebasan liberalisme, gw merasa gw bisa lebih memahami sisi pandang orang yang berbeda. Tidak terkungkung dengan kacamata kuda dengan label agama.
Ada pemikiran yang menarik, ada pula yang absurd. Tapi bukankah percaya orang mati dan bangkit kembali adalah absurd?
Tapi itu namanya iman?
Monday, May 02, 2011
Update Pulang
Setiap kali pulang selalu aja para ortu bergosip hal yang itu2 saja.
Alkisah gw pulang untuk kondangan temen SMP. Ya secara grup teman2 inilah yang bisa gw katakan masuk kategori best friends. Tentu saja ada best friends dari SMU dan kuliah dan kerja, tapi grup inilah teman2 terlama gw, so of course gw bela2-in dikitlah.
Dulu ketika SMP, karena SMP gw jelek, satu kelas sama melulu selama tiga tahun (katanya kelas unggulan gethu loh). Tapi di satu kelas ini anak2nya terbagi tiga. Genk olahraga, genk nerd, dan gerakan non-genk. Termasuk cowo dan cewenya. Dan gw tentu saja termasuk ke dalam genk nerd. Ya intinya kalau olahraga duduk2 di pinggir lapangan. Guru OR pun malas sekali melihat kita2.
Dan genk ini bener2 genk2-an. Serius sampe ke tingkat ada nada permusuhan antara genk sporty dan genk nerd.
Waktu berlalu, dan di beberapa kesempatan pertemuan, tentu saja bagi gw urusan masa lalu adalah masa lalu. Gw sih fine2 saja, tapi bagi yang masih membawa2 urusan masa lalu ke masa kini.. ya sudahlah, malas rasanya mengejar2 pertemanan.
Kalau ketemu ya salaman, kalau ga mau ngobrol ya gw juga males tanya2, kalau nyepet2.. ya paling senyum saja.
Hingga kemarin, gw masih tersenyum. Sampai saat ini genk ini entahlah...masih lumayan utuh juga. Genk sporty nan gaul sudah terpencar ke mana2, tapi untuk kita, untuk kondangan kemarin, hanya dua orang yang tidak hadir dari 9 orang. Yang dua lagi memang sedang berhalangan berat.
En we looked good! Well mayoritas teman2 sekarang sudah bawa2 tas pinggang. Gw juga bawa tapi ga segede mereka hahahaha...
Update dari sisi ortu... hmm.. same old same old. Their relationship is still sour. Teuteup butuh energi buat mereka.
Terima telepon dari temen mereka:
Halo...mau ngajakin mereka jalan pagi.
Ga ada di tempat? Hmm kayanya ga bakal jadi nih....
Wait..kamu anaknya kan? Kalau kamu ngajak pasti Papi-mu mau ikutan
Udah lama dia ga jalan pagi...
Yawda...gw tanya malemnya. Diajakin tuh jalan pagi.
Dan si Papi masih aiueo...terpaksa deh gw bilang gw ikutan dengan alasan gw merasa gendut.
Dan bener saja si Papi bilang iya.
Dan gw harus bangun jam lima pagi besoknya...huaaa....
Dan jalan pagi bersama para kakek nenek ini....
Seperti biasa jalan seiprit makan segedubrak.
Ditanya2 sudah punya pacar belon...
Ya gimana gw punya pacar, gw musti jalan sama kalian2 pada.. ya jatoh lah market value gw.
Di lain pihak gw sadar betul, komunitas orang2 tua ini gw rasa komunitas yang cukup baik. Bukan yang tiap hari nyombongin kekayaan or anak or yang lain2. Yang ini lebih ke orang2 tua yang bosan karena anak2-nya udah gede dan berkeluarga. Yang di-share pun ya bangsa obat2-an, gosip, olahraga, dll.. so ya bolehlah.
Dan punya akses ke temen2 lama mereka yang orang Jambi, dll
Kalau ngga ditarik ke situ, entah si Papi pergi main ke mana. So daripada yang ga jelas, mending yang jelas juntrungannya.
Ngorbanin waktu, ya apa mau kata.
Sabtu pagi - siang untuk update toko, potong rambut, makan siomay....
Sabtu malem ke tempat koko, makan malem satu keluarga, dan shopping keperluan bulanan
Minggu pagi - siang nemenin mereka jalan2
Minggu malem kondangan teman
Ya sudah habis...begitu kurang lebih agenda kalau pulang, porsi lumayan besar harus habis di keluarga. Makanya sekarang gw harus pasang prioritas untuk teman. Yang bisa terkejar ya dikejar, yang tidak bisa ya biarkan saja.
Alkisah gw pulang untuk kondangan temen SMP. Ya secara grup teman2 inilah yang bisa gw katakan masuk kategori best friends. Tentu saja ada best friends dari SMU dan kuliah dan kerja, tapi grup inilah teman2 terlama gw, so of course gw bela2-in dikitlah.
Dulu ketika SMP, karena SMP gw jelek, satu kelas sama melulu selama tiga tahun (katanya kelas unggulan gethu loh). Tapi di satu kelas ini anak2nya terbagi tiga. Genk olahraga, genk nerd, dan gerakan non-genk. Termasuk cowo dan cewenya. Dan gw tentu saja termasuk ke dalam genk nerd. Ya intinya kalau olahraga duduk2 di pinggir lapangan. Guru OR pun malas sekali melihat kita2.
Dan genk ini bener2 genk2-an. Serius sampe ke tingkat ada nada permusuhan antara genk sporty dan genk nerd.
Waktu berlalu, dan di beberapa kesempatan pertemuan, tentu saja bagi gw urusan masa lalu adalah masa lalu. Gw sih fine2 saja, tapi bagi yang masih membawa2 urusan masa lalu ke masa kini.. ya sudahlah, malas rasanya mengejar2 pertemanan.
Kalau ketemu ya salaman, kalau ga mau ngobrol ya gw juga males tanya2, kalau nyepet2.. ya paling senyum saja.
Hingga kemarin, gw masih tersenyum. Sampai saat ini genk ini entahlah...masih lumayan utuh juga. Genk sporty nan gaul sudah terpencar ke mana2, tapi untuk kita, untuk kondangan kemarin, hanya dua orang yang tidak hadir dari 9 orang. Yang dua lagi memang sedang berhalangan berat.
En we looked good! Well mayoritas teman2 sekarang sudah bawa2 tas pinggang. Gw juga bawa tapi ga segede mereka hahahaha...
Update dari sisi ortu... hmm.. same old same old. Their relationship is still sour. Teuteup butuh energi buat mereka.
Terima telepon dari temen mereka:
Halo...mau ngajakin mereka jalan pagi.
Ga ada di tempat? Hmm kayanya ga bakal jadi nih....
Wait..kamu anaknya kan? Kalau kamu ngajak pasti Papi-mu mau ikutan
Udah lama dia ga jalan pagi...
Yawda...gw tanya malemnya. Diajakin tuh jalan pagi.
Dan si Papi masih aiueo...terpaksa deh gw bilang gw ikutan dengan alasan gw merasa gendut.
Dan bener saja si Papi bilang iya.
Dan gw harus bangun jam lima pagi besoknya...huaaa....
Dan jalan pagi bersama para kakek nenek ini....
Seperti biasa jalan seiprit makan segedubrak.
Ditanya2 sudah punya pacar belon...
Ya gimana gw punya pacar, gw musti jalan sama kalian2 pada.. ya jatoh lah market value gw.
Di lain pihak gw sadar betul, komunitas orang2 tua ini gw rasa komunitas yang cukup baik. Bukan yang tiap hari nyombongin kekayaan or anak or yang lain2. Yang ini lebih ke orang2 tua yang bosan karena anak2-nya udah gede dan berkeluarga. Yang di-share pun ya bangsa obat2-an, gosip, olahraga, dll.. so ya bolehlah.
Dan punya akses ke temen2 lama mereka yang orang Jambi, dll
Kalau ngga ditarik ke situ, entah si Papi pergi main ke mana. So daripada yang ga jelas, mending yang jelas juntrungannya.
Ngorbanin waktu, ya apa mau kata.
Sabtu pagi - siang untuk update toko, potong rambut, makan siomay....
Sabtu malem ke tempat koko, makan malem satu keluarga, dan shopping keperluan bulanan
Minggu pagi - siang nemenin mereka jalan2
Minggu malem kondangan teman
Ya sudah habis...begitu kurang lebih agenda kalau pulang, porsi lumayan besar harus habis di keluarga. Makanya sekarang gw harus pasang prioritas untuk teman. Yang bisa terkejar ya dikejar, yang tidak bisa ya biarkan saja.
Sunday, April 17, 2011
Masa Depan yang Lebih Buruk
Pesimistis?
Katanya Amerika (NATO) menginvasi Libya atas nama minyak. Mungkin tidak jauh di masa depan, kita akan berperang atas nama makanan dan air.
Di mata kita2 sebagai generasi saat ini, kita sudah menyaksikan harga cabe mencapai rekor tertinggi, harga pangan yang melonjak sudah mengakibatkan pemerintahan terguling, negara pengekspor pangan menghentikan ekspor karena gagal panen, banjir mengakibatkan harga kapas naik, serangan hama yang luar biasa, peringatan FAO akan kekeringan di Cina yang membawa dampak ke harga terigu dunia, dll.
Dan penduduk Indonesia diprediksi akan meningkat dua kali lipat menjadi 450 juta di tahun 2045. Entah mau diberi makan apa orang2 ini, dan entah kenapa pemerintah Indonesia selalu kesiangan dalam menghadapi masalah.
Generasi sekarang adalah generasi yang luar biasa rakus. Kalau melihat orang2 tua dulu, satu unit televisi saja bisa tahan puluhan tahun. Generasi sekarang? Wuih, 3-5 tahun sudah ketinggalan jaman dan harus ganti yang baru.
Recycle? Juga usaha yang rakus energi.
Dan dengan segala respek terhadap krisis Jepang...rasanya dunia perlu tragedi Chernobyl jilid dua untuk menyadarkan akan bahaya nuklir. Dan karena tidak ada tragedi Chernobyl, rasanya tidak ada satupun yang mau menangguhkan rencana nuklir-nya. Well low emission, high power...very lucrative.
Dengan melambatnya ekonomi Jepang, banyaknya hutang AS, dan melemahnya zona Euro karena Yunani, Portugal, dan teman2-nya. Gw merasa satu generasi ke depan adalah milik Cina. Sesuatu yang gw takutkan sejak kecil.
Cina terkenal tidak punya sopan santun terhadap lingkungan dan orang. Well..terlihat dari attitude bisnis mereka yang menambahkan melamin ke susu, membuat telur palsu, membuat gantungan kunci yang isinya ikan dan kura2 hidup, dll.
Dan jika Cina menjadi super power (which is very likely)...i'm going to be super worried.
Muncul juga masalah penyakit. Entah kenapa di jaman ini flu bisa loncat dari burung ke manusia, TBC bisa menjadi drug resistant, ada juga yang namanya SARS, malaria menjadi ancaman baru.
Dulu ketika DDT tercipta, dunia berkata..malaria akan lenyap di masa yang akan datang. Sekarang? Hanya tertinggal satu lini terakhir sebelum parasit ini kebal terhadap semua jenis obat2-an.
Bisa begini? Entahlah. Produsen obat punya target memasarkan obat sebanyak2-nya. Dokter mendapat bonus jika bisa meresepkan obat. Pemalsu obat memasok untuk pasar2 miskin.
Jika terus begini, jika tua nanti gw memprediksikan bisa menyaksikan sesuatu yang "menarik". Well..kalau gw tua, karena gw berniat mati muda.
Gw tidak melihat dunia ini menuju ke arah yang lebih baik.
Dulu gw pernah bertanya ke nyokap gw.. kenapa mau punya anak gw kalau tahu dunia ini akan lebih buruk?
Nyokap jawab dia ga tau, namun gw melihat sekilas kesedihan di mukanya.
Bagaimana kalau anak gw nanya begitu ke gw? Entahlah harus jawab apa...
Gw tidak/belum melakukan sesuatu apapun untuk membuat dunia di masa yang akan datang menjadi lebih baik. Sebelum gw yakin bahwa this world is a better place for him/her, gw ga bakal punya anak dulu.
Namun gw sadar betul sesuatu. Tidak usah tunggu hingga gw meninggal. Jika dunia terus begini tanpa ada sesuatu yang drastis...something bad will happen... in the near future.
Katanya Amerika (NATO) menginvasi Libya atas nama minyak. Mungkin tidak jauh di masa depan, kita akan berperang atas nama makanan dan air.
Di mata kita2 sebagai generasi saat ini, kita sudah menyaksikan harga cabe mencapai rekor tertinggi, harga pangan yang melonjak sudah mengakibatkan pemerintahan terguling, negara pengekspor pangan menghentikan ekspor karena gagal panen, banjir mengakibatkan harga kapas naik, serangan hama yang luar biasa, peringatan FAO akan kekeringan di Cina yang membawa dampak ke harga terigu dunia, dll.
Dan penduduk Indonesia diprediksi akan meningkat dua kali lipat menjadi 450 juta di tahun 2045. Entah mau diberi makan apa orang2 ini, dan entah kenapa pemerintah Indonesia selalu kesiangan dalam menghadapi masalah.
Generasi sekarang adalah generasi yang luar biasa rakus. Kalau melihat orang2 tua dulu, satu unit televisi saja bisa tahan puluhan tahun. Generasi sekarang? Wuih, 3-5 tahun sudah ketinggalan jaman dan harus ganti yang baru.
Recycle? Juga usaha yang rakus energi.
Dan dengan segala respek terhadap krisis Jepang...rasanya dunia perlu tragedi Chernobyl jilid dua untuk menyadarkan akan bahaya nuklir. Dan karena tidak ada tragedi Chernobyl, rasanya tidak ada satupun yang mau menangguhkan rencana nuklir-nya. Well low emission, high power...very lucrative.
Dengan melambatnya ekonomi Jepang, banyaknya hutang AS, dan melemahnya zona Euro karena Yunani, Portugal, dan teman2-nya. Gw merasa satu generasi ke depan adalah milik Cina. Sesuatu yang gw takutkan sejak kecil.
Cina terkenal tidak punya sopan santun terhadap lingkungan dan orang. Well..terlihat dari attitude bisnis mereka yang menambahkan melamin ke susu, membuat telur palsu, membuat gantungan kunci yang isinya ikan dan kura2 hidup, dll.
Dan jika Cina menjadi super power (which is very likely)...i'm going to be super worried.
Muncul juga masalah penyakit. Entah kenapa di jaman ini flu bisa loncat dari burung ke manusia, TBC bisa menjadi drug resistant, ada juga yang namanya SARS, malaria menjadi ancaman baru.
Dulu ketika DDT tercipta, dunia berkata..malaria akan lenyap di masa yang akan datang. Sekarang? Hanya tertinggal satu lini terakhir sebelum parasit ini kebal terhadap semua jenis obat2-an.
Bisa begini? Entahlah. Produsen obat punya target memasarkan obat sebanyak2-nya. Dokter mendapat bonus jika bisa meresepkan obat. Pemalsu obat memasok untuk pasar2 miskin.
Jika terus begini, jika tua nanti gw memprediksikan bisa menyaksikan sesuatu yang "menarik". Well..kalau gw tua, karena gw berniat mati muda.
Gw tidak melihat dunia ini menuju ke arah yang lebih baik.
Dulu gw pernah bertanya ke nyokap gw.. kenapa mau punya anak gw kalau tahu dunia ini akan lebih buruk?
Nyokap jawab dia ga tau, namun gw melihat sekilas kesedihan di mukanya.
Bagaimana kalau anak gw nanya begitu ke gw? Entahlah harus jawab apa...
Gw tidak/belum melakukan sesuatu apapun untuk membuat dunia di masa yang akan datang menjadi lebih baik. Sebelum gw yakin bahwa this world is a better place for him/her, gw ga bakal punya anak dulu.
Namun gw sadar betul sesuatu. Tidak usah tunggu hingga gw meninggal. Jika dunia terus begini tanpa ada sesuatu yang drastis...something bad will happen... in the near future.
Subscribe to:
Posts (Atom)