Rasanya kantor gw sekarang begitu deh. Berulang kali di-kronfrotir karena tidak bisa makan babi.
"Kardy, are you a muslim?"
Aduh, gw bukan tidak bisa makan babi, tapi mbo bukan yang datang masih dalam bentuk potongan plus tulang dan ngambang2 di sup begitu. Sama aja dengan mencurigai orang yang tidak bisa makan kepala ayam: "Eh lu ga makan ayam yah?"
Dan salah satu manajer cewe beranak satu ngomong ke gw: "Kardy, i tell you this.. i hate muslim. I tell my son, I'm ok with any religion and free thinker as long as it is not Islam and Hindhu (perhaps the last one is identical with Indian people)"
Dalam hati: buseet dah..freethinker masih lebih mending dari sebuah agama.
Di sebuah kesempatan lain:
X: "Kardy, if you don't eat pork then I can introduce you to Malay girl"
Y: "But later on you have to pray four times a day you know.."
Me: "Err...I believe it suppose to be five.."
Z: "See..he knows their custom already"
Entahlah mungkin orang Islam yang mendengar ini bisa marah2.
Tapi bagi gw, ini adalah PR untuk dijawab oleh orang Islam saat ini.
Si manajer cewe pernah ke Jakarta dan langsung diwanti2 sama orang office Jakarta: "JANGAN KELUAR MALAM DAN SENDIRIAN", cc ke bos-nya juga.
Dan memang dari penilaian gw, kalau dia ke Jakarta dan jalan sendirian, dia ga bakal selamat.
But why? Sedih juga melihat kenyataan bahwa Jakarta begitu tidak amannya.
Gw berulang kali bilang ke temen2 muslim.
You know what? Indonesia itu 80% muslim. 20%-nya lagi cuma ecek2 dan dibagi2 pula.
So....kalau Islam maju Indonesia ya pasti maju lah...
Kalau Islam damai, ya Indonesia damai...
Kalau Islam penuh dengan rahmat, ya Indonesia makmur
Kalau Islam toleran, ya Indonesia menjadi panutan toleransi
Kalau Islam modern, ya Indonesia maju teknologinya
Tapi kenapa Indonesia ga bisa maju2? Korup? Kriminalitas tinggi?
Pendapat gw pribadi: Islam di Indonesia lebih suka terlena dengan mimpi kemahsyuran Islam jaman dulu, lebih suka mencari2 alasan dan kesalahan daripada mengkoreksi diri, dan malas berusaha.
Moral bobrok...ooh karena Miyabi datang...
Korupsi... ooh diajarkan oleh orang-orang Cina...
Pornografi, free seks... ooh pengaruh Amerika sang poros setan dunia...
Toh tetep aja si "dia" salaman dengan Michelle Obama. Aih sudahlah, bagi gw sih sudah tidak usah punya muka lagi.
Ada blog di Kompasiana yang mempertanyakan mengapa tidak ada Florence Nightingale, atau Mother Theresa versi muslim.
Gw mempertanyakan mengapa umat Buddha yang cuma secuil itu bisa membuat yayasan Buddha Tzu Chi di Indonesia, bisa membangun rumah susun, pusat daur ulang, universitas dan stasiun TV.
Dan umat Islam yang 80% itu cuma bisa cuap2 mengenai kekerasan, gosip, dan pornografi di televisi.
Tanya kenapa?
Dan sepanjang pengalaman gw bekerja dan mempekerjakan orang di Indonesia, gw jarang melihat orang muslim yang sadar kalau sholat itu menghabiskan waktu kerja, dan dia harus mengganti itu.
Begini: sepanjang jam kerja taruhlah 09.00-18.00, biasanya perlu 3x sholat. Setiap kali sholat: 20 menit. Total 60 menit. Jarang sekali ada muslim yang sadar hal ini dan dia mau kerja misal sampai jam 19.00. Kebanyakan mereka merasa: "ooh ini hak saya untuk beribadah".
Ya betul ini hak untuk beribadah, tapi harus fair donk. Orang yang non-muslim kerja 8 jam full. Tapi yang ini mau korupsi 1 jam setiap hari. Bayaran dituntut sama. Cak mana ini?
Kalau mau beribadah, please....you have to go for extra distance. Antara produktifitas harus lebih tinggi, dikompensasi dengan bekerja lebih lama atau gaji harus lebih rendah.
Adakah muslim yang sadar akan hal ini di Indonesia? Jawabannya: JARANG SEKALI. Kebanyakan enjoy2 saja. Jarang (eufemisme dari ga pernah) gw melihat pembahasan mengenai hal ini. Mungkin antara terlena, tak terpikir, tak mau dipikirkan atau malas berpikir.
Bukan bermaksud menjelek2-an Islam, deep in my heart gw mau Indonesia maju. Dan untuk Indonesia maju mau tidak mau umat Islam harus maju.
Best wishes.
Saturday, December 04, 2010
Sunday, November 21, 2010
Questioning the faith
Setiap kali mendengar cerita Abraham dan Ishak, the first thing that pop in my head is: "Is he stupid?"
Is it so morally wrong to question the will of God? Even if we know His wishes are against the very identity of God Himself?
This God...wanted a human sacrifice! And this stupid old man just blindly and stupidly followed His perverted instruction!
OK it was a test, and then an angel came and bla bla bla....
But if i were Abraham, I would question the instruction HARD, and even challenge the very God Himself. Plainly because I don't believe the God I know wants such horrible thing.
Sepertinya masalah dengan agama adalah ketika orang dituntut untuk mengikuti yang namanya "iman" dan diminta untuk meninggalkan logika. Orang yang mengedepankan logika malah disingkirkan dan diberi label macam2: iman-nya kurang kokoh la..kurang berapi2-la...tidak baik mempertanyakan Tuhan-la...
Masalah yang lain adalah Tuhan tidak punya sambungan langsung jarak jauh sebagaimana jaman Abraham dulu. Jadi semua perkataan Tuhan well..melalui tulisan yang notabene di-doktrin-kan suci, dan melalui perkataan orang2 yang di-doktrin-kan mulut Tuhan.
Jadi kalau si mulut Tuhan bilang bakar..ya bakar...bunuh ya bunuh...bom di sana ya bom...perang ya perang...dan beginilah dunia.
Kalau nda nurut..oh..oh..katanya gempa bumi, gunung meletus, meteor jatuh dari atas, wabah penyakit, dll.
I am really not buying this. Kalau Tuhan mau gw melakukan pekerjaan kotor... well He is better doing it by Himself, beside He is the omnipotence one, not me.
Is it so morally wrong to question the will of God? Even if we know His wishes are against the very identity of God Himself?
This God...wanted a human sacrifice! And this stupid old man just blindly and stupidly followed His perverted instruction!
OK it was a test, and then an angel came and bla bla bla....
But if i were Abraham, I would question the instruction HARD, and even challenge the very God Himself. Plainly because I don't believe the God I know wants such horrible thing.
Sepertinya masalah dengan agama adalah ketika orang dituntut untuk mengikuti yang namanya "iman" dan diminta untuk meninggalkan logika. Orang yang mengedepankan logika malah disingkirkan dan diberi label macam2: iman-nya kurang kokoh la..kurang berapi2-la...tidak baik mempertanyakan Tuhan-la...
Masalah yang lain adalah Tuhan tidak punya sambungan langsung jarak jauh sebagaimana jaman Abraham dulu. Jadi semua perkataan Tuhan well..melalui tulisan yang notabene di-doktrin-kan suci, dan melalui perkataan orang2 yang di-doktrin-kan mulut Tuhan.
Jadi kalau si mulut Tuhan bilang bakar..ya bakar...bunuh ya bunuh...bom di sana ya bom...perang ya perang...dan beginilah dunia.
Kalau nda nurut..oh..oh..katanya gempa bumi, gunung meletus, meteor jatuh dari atas, wabah penyakit, dll.
I am really not buying this. Kalau Tuhan mau gw melakukan pekerjaan kotor... well He is better doing it by Himself, beside He is the omnipotence one, not me.
Monday, November 15, 2010
Pingin lenyap dari dunia
Pernah baca komik horor "cantik" ala Elex.
Ada nenek yang sudah tidak punya siapa2 lagi, dan merasa kesepian. Lalu tiba2 dia ketemu dengan sebuah toko yang menjual alat2 yang mengabulkan keinginan. Si penjual toko memberikan anggur yang bisa membuat orang lenyap seperti kabut, tanpa rasa sakit, hanya lenyap.
Begitu membaca komik konyol itu gw juga kepingin minum anggur tersebut. Lenyap tanpa rasa sakit, tanpa konsekuensi, dan terlebih lagi gw kepingin tidak ada orang yang pernah ingat bahwa gw pernah ada, jadi tidak ada yang bersedih atau bersuka cita.
Satu dua tiga, gw betul2 merasa kebudayaan dunia berjalan ke arah yang salah. Profit oriented di mana2, mau menang sendiri, harus jadi "top of the cream", efisiensi di segala bidang...
Temen2 sekarang pada ngomong investasi di mana nih...eeh udah punya rumah berapa...betapa pinter dan betapa bagusnya sekolah anak2-nya...
Lama2 eneg dan pingin muntah.
Gw boseeeeeennn!! Apakah ada cara untuk membuat hidup ini lebih berarti? Lebih dari sekedar duit-duit-dan duit?
Ada nenek yang sudah tidak punya siapa2 lagi, dan merasa kesepian. Lalu tiba2 dia ketemu dengan sebuah toko yang menjual alat2 yang mengabulkan keinginan. Si penjual toko memberikan anggur yang bisa membuat orang lenyap seperti kabut, tanpa rasa sakit, hanya lenyap.
Begitu membaca komik konyol itu gw juga kepingin minum anggur tersebut. Lenyap tanpa rasa sakit, tanpa konsekuensi, dan terlebih lagi gw kepingin tidak ada orang yang pernah ingat bahwa gw pernah ada, jadi tidak ada yang bersedih atau bersuka cita.
Satu dua tiga, gw betul2 merasa kebudayaan dunia berjalan ke arah yang salah. Profit oriented di mana2, mau menang sendiri, harus jadi "top of the cream", efisiensi di segala bidang...
Temen2 sekarang pada ngomong investasi di mana nih...eeh udah punya rumah berapa...betapa pinter dan betapa bagusnya sekolah anak2-nya...
Lama2 eneg dan pingin muntah.
Gw boseeeeeennn!! Apakah ada cara untuk membuat hidup ini lebih berarti? Lebih dari sekedar duit-duit-dan duit?
Friday, November 12, 2010
Penang, orang cina dan alkohol
Aduh kenapa yah orang Cina identik dengan minum2? Tiga hari di Penang, dua hari harus social drink. Kemaren minum banyak sampai setengah sadar, malem ini males minum2 lagi dan cuma habis dua gelas.
Aduh gw bener2 don't like Tiger brand, mau dibilang best brand in UK tiga tahun berturut2 keq, tetep aja begitu minum langsung pingin muntah. I like Heineken and Bintang. Tapi Bintang is nowhere to be found around here.
Dan mereka bilang "Malay people don't drink"..ya so what..then I admire Malay people. Why everytime Chinese people have to go out and drink?!?
Tapi perlu gw akui, memang Indonesia masuk tong sampah dibandingkan Malaysia. Indikator? Simple: ability to speak English. Gw kaget, dalam urusan kantor di dalam Malaysia sendiri, mereka menggunakan bahasa pengantar Inggris. Menu di restoran yang biasa2 saja juga menggunakan bahasa Inggris.
Dibilang cuma terbatas di kawasan maju seperti Penang, dan KL...tapi ok-lah, setidaknya ada kawasan yang maju dimana mayoritas orang2-nya bisa berbahasa Inggris.
Indonesia? Duile lah booo....
Mereka bisa maju.. Indonesia masih selangkah dua langkah lagi...
Aduh gw bener2 don't like Tiger brand, mau dibilang best brand in UK tiga tahun berturut2 keq, tetep aja begitu minum langsung pingin muntah. I like Heineken and Bintang. Tapi Bintang is nowhere to be found around here.
Dan mereka bilang "Malay people don't drink"..ya so what..then I admire Malay people. Why everytime Chinese people have to go out and drink?!?
Tapi perlu gw akui, memang Indonesia masuk tong sampah dibandingkan Malaysia. Indikator? Simple: ability to speak English. Gw kaget, dalam urusan kantor di dalam Malaysia sendiri, mereka menggunakan bahasa pengantar Inggris. Menu di restoran yang biasa2 saja juga menggunakan bahasa Inggris.
Dibilang cuma terbatas di kawasan maju seperti Penang, dan KL...tapi ok-lah, setidaknya ada kawasan yang maju dimana mayoritas orang2-nya bisa berbahasa Inggris.
Indonesia? Duile lah booo....
Mereka bisa maju.. Indonesia masih selangkah dua langkah lagi...
Thursday, November 04, 2010
Tinggal di daerah bencana
My boss and me:
B: "Kardy, do u have a plan to be a Singapore PR?"
M: "Umm.. not yet.."
B: "The volcano erupted already you know?"
M: "Oooh..so I should move to Singapore, where it is safer huh?"
B: "It's a no brainer question..."
Mungkin bagi orang asing ini gila yah seneng tinggal di daerah rawan bencana, tapi buat gw wajar banget.
Well Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia (yup..no. 1)! Dari kecil setiap gunung yang gw lihat adalah gunung berapi. Gunung Kerinci di Jambi, Gunung Kaba di Bengkulu, Gunung Dempo di Palembang, Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Salak, Tangkuban Perahu, etc, etc. Sebut saja semuanya berjajar pulau2 sampai Bali.
Jadi kenapa harus takut mati? Sudah selama ini hidup berkecukupan dan berdecak kagum karena gunung2 tsb. Kalau tidak ada Gunung Kaba mana mungkin Curup begitu subur dan makmur, begitu juga dengan Gunung Dempo dan Pagar Alam, Tangkuban Perahu dengan Lembang, etc, dll.
Kesuburan, keindahan, udara yang enak..it's just simply too beautiful to let go.
Pertama kali gw datang ke Sumatera untuk kerja, gw nunjuk peta di Google Earth dan gw mimpi pingin pergi ke satu danau yang dikelilingi kontur tinggi. Gw bilang jelas banget ke semua rekan2: gw pingin pergi ke sana.
Dan ternyata entah kebetulan atau joke dengan Tuhan, suatu saat danau itu masuk ke agenda kerja gw. Dan gw memang harus pergi ke point yang cukup tinggi dimana ada pemancar TVRI. Danau itu Danau Maninjau. Waktu kecil memang pernah ke sana, tapi entah karena gabungan mabuk darat, dan ketidaktahuan turis, rasanya biasa2 aja tuh.
Tapi setelah kerja udah ada GPS, dan mobil dengan driver yang bisa disuruh2. Ada surveyor pula buat ngimbangi gw yang buta arah. Begitu sampai di pemancar TVRI, wuih... Gw bahkan bilang ke diri sendiri untuk diam sejenak dan menikmati pemandangan, karena ga bakal dua kali bisa begini lagi. Jujur ada perasaan iri dengan warga setempat yang walaupun kampung dan ga pernah lihat mobil (anak2 SD-nya pada megang2 mobil kita), tapi tiap hari mereka ngeliat pemandangan ini.

Malemnya kita spend di warung tenda, minum kopi, nonton tivi 14" dengan udara yang sejuk. Mak nyoss!!
Apa hubungannya dengan gunung berapi? Well saat itu setelah diam sejenak, ada pemikiran yang mencuat. Danau dengan bentuk seperti ini, dikelilingi gunung...wait...it IS a caldera! It must be! Tapi sinting! Mana ada kaldera sebesar ini sampai2 bisa nampak di Google Earth!
Secara gw bukan ahli geologi, pemikirannya gw simpan sampai gw konsultasi dengan wikipedia. En true it is indeed a caldera.
Kebayang ga gunung berapinya dulu sebesar apa? Belum lagi Danau Toba juga katanya juga kaldera, dan bahkan ada teori yang mengatakan saking gedenya letusan waktu itu, iklim global ikut terganggu.
Krakatau.. letusannya begitu dahsyat sampai gunungnya hancur. Tapi kemudian muncul Anak Krakatau (munculnya bener2 dari bawah laut..keren). Tapi bo... keren lah dari Lampung ngeliat Anak Krakatau..kadang2 muncul asap putih..kawaii...
I think beauty comes with price. Ada orang yang mau deal dengan price tsb, ada juga yang ga mau.
Gw masih seperti anak kecil, suka mimpi dan berkhayal. Setiap kali ngeliat gunung biru di kejauhan, pasti mimpi apa rasanya tinggal di gunung tsb, bagaimana pemandangan dari puncak, bagaimana keanekaragaman flora dan fauna, dll.
Dan masih banyak gunung yang gw belum pergi di Indonesia!
B: "Kardy, do u have a plan to be a Singapore PR?"
M: "Umm.. not yet.."
B: "The volcano erupted already you know?"
M: "Oooh..so I should move to Singapore, where it is safer huh?"
B: "It's a no brainer question..."
Mungkin bagi orang asing ini gila yah seneng tinggal di daerah rawan bencana, tapi buat gw wajar banget.
Well Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia (yup..no. 1)! Dari kecil setiap gunung yang gw lihat adalah gunung berapi. Gunung Kerinci di Jambi, Gunung Kaba di Bengkulu, Gunung Dempo di Palembang, Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Salak, Tangkuban Perahu, etc, etc. Sebut saja semuanya berjajar pulau2 sampai Bali.
Jadi kenapa harus takut mati? Sudah selama ini hidup berkecukupan dan berdecak kagum karena gunung2 tsb. Kalau tidak ada Gunung Kaba mana mungkin Curup begitu subur dan makmur, begitu juga dengan Gunung Dempo dan Pagar Alam, Tangkuban Perahu dengan Lembang, etc, dll.
Kesuburan, keindahan, udara yang enak..it's just simply too beautiful to let go.
Pertama kali gw datang ke Sumatera untuk kerja, gw nunjuk peta di Google Earth dan gw mimpi pingin pergi ke satu danau yang dikelilingi kontur tinggi. Gw bilang jelas banget ke semua rekan2: gw pingin pergi ke sana.
Dan ternyata entah kebetulan atau joke dengan Tuhan, suatu saat danau itu masuk ke agenda kerja gw. Dan gw memang harus pergi ke point yang cukup tinggi dimana ada pemancar TVRI. Danau itu Danau Maninjau. Waktu kecil memang pernah ke sana, tapi entah karena gabungan mabuk darat, dan ketidaktahuan turis, rasanya biasa2 aja tuh.
Tapi setelah kerja udah ada GPS, dan mobil dengan driver yang bisa disuruh2. Ada surveyor pula buat ngimbangi gw yang buta arah. Begitu sampai di pemancar TVRI, wuih... Gw bahkan bilang ke diri sendiri untuk diam sejenak dan menikmati pemandangan, karena ga bakal dua kali bisa begini lagi. Jujur ada perasaan iri dengan warga setempat yang walaupun kampung dan ga pernah lihat mobil (anak2 SD-nya pada megang2 mobil kita), tapi tiap hari mereka ngeliat pemandangan ini.

Malemnya kita spend di warung tenda, minum kopi, nonton tivi 14" dengan udara yang sejuk. Mak nyoss!!
Apa hubungannya dengan gunung berapi? Well saat itu setelah diam sejenak, ada pemikiran yang mencuat. Danau dengan bentuk seperti ini, dikelilingi gunung...wait...it IS a caldera! It must be! Tapi sinting! Mana ada kaldera sebesar ini sampai2 bisa nampak di Google Earth!
Secara gw bukan ahli geologi, pemikirannya gw simpan sampai gw konsultasi dengan wikipedia. En true it is indeed a caldera.
Kebayang ga gunung berapinya dulu sebesar apa? Belum lagi Danau Toba juga katanya juga kaldera, dan bahkan ada teori yang mengatakan saking gedenya letusan waktu itu, iklim global ikut terganggu.
Krakatau.. letusannya begitu dahsyat sampai gunungnya hancur. Tapi kemudian muncul Anak Krakatau (munculnya bener2 dari bawah laut..keren). Tapi bo... keren lah dari Lampung ngeliat Anak Krakatau..kadang2 muncul asap putih..kawaii...
I think beauty comes with price. Ada orang yang mau deal dengan price tsb, ada juga yang ga mau.
Gw masih seperti anak kecil, suka mimpi dan berkhayal. Setiap kali ngeliat gunung biru di kejauhan, pasti mimpi apa rasanya tinggal di gunung tsb, bagaimana pemandangan dari puncak, bagaimana keanekaragaman flora dan fauna, dll.
Dan masih banyak gunung yang gw belum pergi di Indonesia!
Saturday, October 30, 2010
It's Kona!
Setelah sekian lama maju mundur, akhirnya diputuskan partner baru gw adalah:

Kona Caldera 2010! Setelah dari sepeda sebelumnya , rasanya kembali ingin balik on top of the wheels.
Kandidat yg gw pertimbangkan adalah Polygon CX 3.0 di kisaran S$990, CX 4.0 di S$1250, dan Kona Caldera di S$1309. Agak sinting juga secara significant part of gaji sebulan habis di sini (sebulan ke depan mengencangkan ikat pinggang deh).
Dan akhirnya yang dipilih Kona, karena memang penasaran sama merk ini, ada suara di kepala gw yang terus menerus bilang: "buy that Kona...buy that Kona..", dan ga setiap tahun warnanya masuk dengan selera gw (tahun2 sebelumnya ngejrenk dombreng).
Seperti yang dilihat dari posting sebelumnya, sepeda pertama gw Amoeba Hussar imitasi di kitaran 2.25 juta. Tapi dari sepeda pertama gw belajar banyak, dan kondisi dengkul gw sudah tidak seperti dulu.
Kenapa masih MTB padahal Singapur jalanan-nya bagus2? Well kali ini gw berencana kalo gw balik Indo someday, sepeda ini ngikut gw. En di Indo, no hope for road bike.. cuma di Sudirman di kala car free day aja. Dan ini gw beli 1" lebih kecil dari ukuran gw (17"), harapan gw sih bisa dipake sama saudara2 yang laen seperti sis-in-law, or sepupu. Buat gw sih masih bisa dipake walaupun kadang2 gw suka ngedorong pantat ke belakang. Kalo gw nantinya ga tahan, baru beli frame baru =).
Beneran ride dari Tampines balik ke Chinatown (10 km++) was like riding on top of the wind! Enak bow! Rem-nya mantep, frame-nya ringan, dan gear shift-nya enak. Ya ada harga ada barang. Membayangkan apa rasanya naik sepeda yang S$4000++....
Ke depannya kita bakal partner lah... gw masih mimpi pergi ke tempat2 aneh dengan si Kona nantinya, sama seperti dengan si Hussar dulu. And we're going to make it come true! Better bike crazier place!
Masih kurang helm, lampu bling bling, pompa, dan bicycle lock. Stand perlu beli ga yah?
Apa kabar Hussar dulu? Gw kasih ke driver kantor, secara menurut gw 2.25 jt, pake setaon, jatoh2 pula. Ongkos kirim ke Jkt 300 rb-an, dan lagi anaknya naek kelas. Believe me, gw tau betapa senangnya anak cowo dikasih sepeda. So gw pikir daripada gw bawa pulang tiada arti, ya dikasihkan saja. Lengkap dengan helm2-nya. Yg gw bawa pulang cuma rear light en cyclometer (ini mungkin akan dipindahkan ke si Kona, tapi gw musti balik Jakarta dulu).

Kona Caldera 2010! Setelah dari sepeda sebelumnya , rasanya kembali ingin balik on top of the wheels.
Kandidat yg gw pertimbangkan adalah Polygon CX 3.0 di kisaran S$990, CX 4.0 di S$1250, dan Kona Caldera di S$1309. Agak sinting juga secara significant part of gaji sebulan habis di sini (sebulan ke depan mengencangkan ikat pinggang deh).
Dan akhirnya yang dipilih Kona, karena memang penasaran sama merk ini, ada suara di kepala gw yang terus menerus bilang: "buy that Kona...buy that Kona..", dan ga setiap tahun warnanya masuk dengan selera gw (tahun2 sebelumnya ngejrenk dombreng).
Seperti yang dilihat dari posting sebelumnya, sepeda pertama gw Amoeba Hussar imitasi di kitaran 2.25 juta. Tapi dari sepeda pertama gw belajar banyak, dan kondisi dengkul gw sudah tidak seperti dulu.
Kenapa masih MTB padahal Singapur jalanan-nya bagus2? Well kali ini gw berencana kalo gw balik Indo someday, sepeda ini ngikut gw. En di Indo, no hope for road bike.. cuma di Sudirman di kala car free day aja. Dan ini gw beli 1" lebih kecil dari ukuran gw (17"), harapan gw sih bisa dipake sama saudara2 yang laen seperti sis-in-law, or sepupu. Buat gw sih masih bisa dipake walaupun kadang2 gw suka ngedorong pantat ke belakang. Kalo gw nantinya ga tahan, baru beli frame baru =).
Beneran ride dari Tampines balik ke Chinatown (10 km++) was like riding on top of the wind! Enak bow! Rem-nya mantep, frame-nya ringan, dan gear shift-nya enak. Ya ada harga ada barang. Membayangkan apa rasanya naik sepeda yang S$4000++....
Ke depannya kita bakal partner lah... gw masih mimpi pergi ke tempat2 aneh dengan si Kona nantinya, sama seperti dengan si Hussar dulu. And we're going to make it come true! Better bike crazier place!
Masih kurang helm, lampu bling bling, pompa, dan bicycle lock. Stand perlu beli ga yah?
Apa kabar Hussar dulu? Gw kasih ke driver kantor, secara menurut gw 2.25 jt, pake setaon, jatoh2 pula. Ongkos kirim ke Jkt 300 rb-an, dan lagi anaknya naek kelas. Believe me, gw tau betapa senangnya anak cowo dikasih sepeda. So gw pikir daripada gw bawa pulang tiada arti, ya dikasihkan saja. Lengkap dengan helm2-nya. Yg gw bawa pulang cuma rear light en cyclometer (ini mungkin akan dipindahkan ke si Kona, tapi gw musti balik Jakarta dulu).
Thursday, October 28, 2010
Mentawai, mimpi yang belum kesampaian
Mendengar kabar gempa dan tsunami, huff...mengingatkan kembali pada mimpi yang belum kesampaian, ke Mentawai.
Digembar-gemborkan sebagai 'surga' untuk para surfer, dan melihat foto2 ex-surveyor, ini dulu salah satu tujuan dalam hidup. Kalo boleh berharap satu tahun aja lebih lama di NSN, mungkin sudah bisa menjejakkan kaki di sana. Well Mentawai dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dua objek ini menjadi fokus gw dulu. TNBBS karena butuh naroh 2 repeater di sana =), dan sudah siap2 rombongan lagi dulu..
Andai... dan masalahnya adalah kalau tidak pergi diem2.. gw bisa dapet protes besar2-an dari bokap dan nyokap. Masalah Malaria, secara dulu pas kecil 'literally' nyawa gw di ujung tanduk gara2 penyakit ini, so mereka menjadi paranoid. Masuk hutan ga boleh, ke pulau ga boleh, ke Papua ribut.
Dulu ke Linggau, bablas ke Curup, pas nyampe Curup gw baru telepon mereka, pasca beli alpukat 50000 dapet sekarung penuh (it was 2007)! Sedikit lagi Bengkulu..damn! Gw masih menyesal sampai sekarang kenapa ngga turun di Curup, ngambil travel ke Bengkulu dan naek pesawat back to Palembang.
Sumbar is beautiful, dan mereka ngadep ke Indian Ocean, third largest ocean in the world (ocean loh..not sea). Sama ngadep ocean-nya dengan Bengkulu. And man...this ocean..breathless! I know karena gw spent 8 years of my life staring at it! Masih inget gw dulu kepiting gede2 jalan2 di Pantai Panjang, beli lobster gede cuma 6000 perak (waktu itu Taro kecil 300 perak, uang jajan gw 1500 per day), lari dikejer air yang naek super cepet akibat badai, makan telor penyu (ok... sekarang udah gede ga mau lagi), nyari remis di pinggir pantai, ngeliat gurita hidup, mancing, berenang, etc, etc.
Dari sisi pantai... Bengkulu jelas menang dari Padang, definetly! Gunung yes..Padang menang dari Bengkulu dengan ngarai, danau, dan bukit2-nya (walaupun Bengkulu punya Rafflesia Arnoldi=P, oh en gw pernah liat 2x on the natural spot). Mentawai... still question mark, karena harus dibandingkan dengan Enggano di Bengkulu.
Gw kangen loh... bagaimanapun Sumbagsel itu tempat2 yang pernah gw lalui semasa kecil, dulu pas kerja, dan di masa depan masih mau balik lagi. It's just when you grow older, you always see things with different appreciation. Waktu kecil dulu banyak hal yang ga boleh, jalan2 ke tempat yang terlalu berbahaya, dll...tetapi pas udah gede, you can make your own decision!
Masih banyak tempat yang belum pernah dijelajahi. Malaria ngga malaria, gempa, tsunami, dll.. resiko mati pasti ada. Tapi umur memang pendek kan?
Someday gw bakal balik lagi! Dan gw bilang ga begitu susah. Now I have friends all over the places! Best wishes for Padang and Mentawai!
Digembar-gemborkan sebagai 'surga' untuk para surfer, dan melihat foto2 ex-surveyor, ini dulu salah satu tujuan dalam hidup. Kalo boleh berharap satu tahun aja lebih lama di NSN, mungkin sudah bisa menjejakkan kaki di sana. Well Mentawai dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dua objek ini menjadi fokus gw dulu. TNBBS karena butuh naroh 2 repeater di sana =), dan sudah siap2 rombongan lagi dulu..
Andai... dan masalahnya adalah kalau tidak pergi diem2.. gw bisa dapet protes besar2-an dari bokap dan nyokap. Masalah Malaria, secara dulu pas kecil 'literally' nyawa gw di ujung tanduk gara2 penyakit ini, so mereka menjadi paranoid. Masuk hutan ga boleh, ke pulau ga boleh, ke Papua ribut.
Dulu ke Linggau, bablas ke Curup, pas nyampe Curup gw baru telepon mereka, pasca beli alpukat 50000 dapet sekarung penuh (it was 2007)! Sedikit lagi Bengkulu..damn! Gw masih menyesal sampai sekarang kenapa ngga turun di Curup, ngambil travel ke Bengkulu dan naek pesawat back to Palembang.
Sumbar is beautiful, dan mereka ngadep ke Indian Ocean, third largest ocean in the world (ocean loh..not sea). Sama ngadep ocean-nya dengan Bengkulu. And man...this ocean..breathless! I know karena gw spent 8 years of my life staring at it! Masih inget gw dulu kepiting gede2 jalan2 di Pantai Panjang, beli lobster gede cuma 6000 perak (waktu itu Taro kecil 300 perak, uang jajan gw 1500 per day), lari dikejer air yang naek super cepet akibat badai, makan telor penyu (ok... sekarang udah gede ga mau lagi), nyari remis di pinggir pantai, ngeliat gurita hidup, mancing, berenang, etc, etc.
Dari sisi pantai... Bengkulu jelas menang dari Padang, definetly! Gunung yes..Padang menang dari Bengkulu dengan ngarai, danau, dan bukit2-nya (walaupun Bengkulu punya Rafflesia Arnoldi=P, oh en gw pernah liat 2x on the natural spot). Mentawai... still question mark, karena harus dibandingkan dengan Enggano di Bengkulu.
Gw kangen loh... bagaimanapun Sumbagsel itu tempat2 yang pernah gw lalui semasa kecil, dulu pas kerja, dan di masa depan masih mau balik lagi. It's just when you grow older, you always see things with different appreciation. Waktu kecil dulu banyak hal yang ga boleh, jalan2 ke tempat yang terlalu berbahaya, dll...tetapi pas udah gede, you can make your own decision!
Masih banyak tempat yang belum pernah dijelajahi. Malaria ngga malaria, gempa, tsunami, dll.. resiko mati pasti ada. Tapi umur memang pendek kan?
Someday gw bakal balik lagi! Dan gw bilang ga begitu susah. Now I have friends all over the places! Best wishes for Padang and Mentawai!
Sunday, October 24, 2010
A bitter self
People change, including me...
Weekend ini gw maen dengan temen SMU. 2 minggu ketemu, 2 minggu makan dan ke gereja bareng, and she said "You're so bitter now..."
Jelas gw berubah jauh dari jaman SMU, ada banyak hal yang berubah, ada kekecewaan, kemarahan, walaupun ada juga kegembiraan.
Gw bitter?! Jelas... lingkup sosial gw udah mulai menyempit. Gw udah mulai capek hahahihi, berbohong sama diri sendiri, masang tampang seneng di depan orang lain. Gw cape service 'temen2' gw! Bagi gw cukup 1-2-3 biji aja yang di-maintenance...sisanya duh... boleh lewat deh.
Ga peduli situ kawin sama sapa, punya anak berapa biji, kerja di mana, jabatannya apa, mau kawin kapan, punya apartemen di sini di situ... duh ruwet banget yah!
Secara 'spiritual' gw juga mulai crash dengan temen2 lama gw. Anak2 SMUKie tau aja ke gerejanya mati2-an. Sementara gw kalo yang namanya mencemooh itu gila2-an apalagi soal mencemooh Kristen..walalalaw ... hobi! Sometimes gw harus hati2 karena bisa crash. Sejak kapan yah...duh gw juga bingung.
Gw bitter jelas. I have a sucky life! Tapi gw yang sekarang belajar untuk lebih jujur dan terbuka. Setidaknya untuk diri gw sendiri.
Gw ga bisa nyanyi Tuhan itu baik, dll, dll..tanpa Tuhan gw hanya a worthless pile of shit. Sorry I won't let it happen! I still have to walk no matter how hard it is. God is there, but He will not help me nor I will permit Him to do that. But He walk beside me and that is the most important thing in the world. That I don't walk alone!
Hubungan gw sama Tuhan lebih ke hate-love relationship, but at the end we've spent so much time laughing together. Seriously He made a lot of joke!
Satu hal yang gw sadari dan cukup mengganggu, kalau sekarang gw ketemu temen lama yang cewe dan belum married...pasti ributnya mau kawiiiin melulu! Ok I understand we're 27 and the biological clock is ticking.. but..I dunno, it's just so annoying.
Apakah mungkin di usia sekarang ini harus berpikir untuk married yah? But the idea of living together for the rest of my life is still scary for me.
A few notes on this weekend:
Gw ga mau mati2-an berusaha untuk berteman lagi (dan gw juga makes new friends). Dan gw bersyukur untuk my best friends walaupun jumlahnya lebih sedikit dari jumlah jari di tangan. But they're more precious than gold and diamond!
Weekend ini gw maen dengan temen SMU. 2 minggu ketemu, 2 minggu makan dan ke gereja bareng, and she said "You're so bitter now..."
Jelas gw berubah jauh dari jaman SMU, ada banyak hal yang berubah, ada kekecewaan, kemarahan, walaupun ada juga kegembiraan.
Gw bitter?! Jelas... lingkup sosial gw udah mulai menyempit. Gw udah mulai capek hahahihi, berbohong sama diri sendiri, masang tampang seneng di depan orang lain. Gw cape service 'temen2' gw! Bagi gw cukup 1-2-3 biji aja yang di-maintenance...sisanya duh... boleh lewat deh.
Ga peduli situ kawin sama sapa, punya anak berapa biji, kerja di mana, jabatannya apa, mau kawin kapan, punya apartemen di sini di situ... duh ruwet banget yah!
Secara 'spiritual' gw juga mulai crash dengan temen2 lama gw. Anak2 SMUKie tau aja ke gerejanya mati2-an. Sementara gw kalo yang namanya mencemooh itu gila2-an apalagi soal mencemooh Kristen..walalalaw ... hobi! Sometimes gw harus hati2 karena bisa crash. Sejak kapan yah...duh gw juga bingung.
Gw bitter jelas. I have a sucky life! Tapi gw yang sekarang belajar untuk lebih jujur dan terbuka. Setidaknya untuk diri gw sendiri.
Gw ga bisa nyanyi Tuhan itu baik, dll, dll..tanpa Tuhan gw hanya a worthless pile of shit. Sorry I won't let it happen! I still have to walk no matter how hard it is. God is there, but He will not help me nor I will permit Him to do that. But He walk beside me and that is the most important thing in the world. That I don't walk alone!
Hubungan gw sama Tuhan lebih ke hate-love relationship, but at the end we've spent so much time laughing together. Seriously He made a lot of joke!
Satu hal yang gw sadari dan cukup mengganggu, kalau sekarang gw ketemu temen lama yang cewe dan belum married...pasti ributnya mau kawiiiin melulu! Ok I understand we're 27 and the biological clock is ticking.. but..I dunno, it's just so annoying.
Apakah mungkin di usia sekarang ini harus berpikir untuk married yah? But the idea of living together for the rest of my life is still scary for me.
A few notes on this weekend:
- Hari Sabtu gw ke persekutuan youth Bethany (semata2 gara2 gw baru pulang kerja dan diajak temen SMUKie, daripada Minggu harus bangun pagi... ya oke-lah). Dan di sana gw ketemu OMG! Anak TeKim ITB 2001! Pas dia nyanyi di sebelah gw, gw udah mulai ngelirik2..kayanya gw kenal deh ini orang! Dan another surprise... dia jadi pembicara malem itu. Begitu dia ngomong: "Nama gw..." Gw langsung..."Ooohh sh*t!" Well orangnya cukup populer now and then...gw beberapa kali "rolled my eyes" due to excessive responses from those crazy girls. Di akhir kebaktian gw nyamperin dia, dan dia masih kenal gw! Well dia lupa nama gw, tapi dia inget gw dari IF.
- I don't like Bethany! I dunno yah.. 2x udah gw ke sana..dan gw merasa khotbah-nya ngga mentrigger gw untuk tertarik. Boring..same old same old. God is good..be yourself..ask and you will receive..bla bla bla. Same old same old. Kutipan Alkitab either loncat2 ga jelas or too shallow. Lebih sering cuap2 tanpa fondasi yang jelas. I'm not buying that!
- Dan temen SMUKie gw nangis! OMG! Gw kaga tau dah terharu dari mana! Hongkooong!
- Seorang temen SMUKie yang laen yang baru ketemu bilang "You look good!" Aaaw...thank you! Ya jelas lah gw dulu 89 kilo dan belum pake kawat gigi!
Gw ga mau mati2-an berusaha untuk berteman lagi (dan gw juga makes new friends). Dan gw bersyukur untuk my best friends walaupun jumlahnya lebih sedikit dari jumlah jari di tangan. But they're more precious than gold and diamond!
Tuesday, October 19, 2010
Kenapa harus membuat diri sendiri susah?
Well last Sunday,..ehmm..ini tidak terlalu membanggakan, tapi gw diajak oom2 jalan.
Cerita ketemunya di mana skip aja...
Gw udah bilang, "I don't do this kind of relationship", tapi dia bilang "let's just be friend...", dan dia ngajak makan malem.
Gw nolak, dia bilang ayolah...akhirnya gw setuju dengan syarat "not too fancy", well salah satunya gw ga mau dianggap money boy (walaupun sejujurnya gw matre).
Dan gw musti mengakui it went quite nice, we talked, we laughed, he asked what kind of sushi that I like, he drove me around the city. I was being pampered after so long that I already had forgotten how it felt like...
Dia tertarik dengan gw... mungkin... secara beberapa kali tangannya ada di paha gw (dan gw lagi pake celana pendek)
Gw tertarik dengan dia.. mungkin.. secara dia 40+, still looking good, directing a company, living in, according to my opinion, one of the most serene place in Singapore.
Tapi gw marah dengan diri gw sendiri! Kenapa bisa berpikir seperti itu! Ok gw matre..tapi bukan alasan!
Dia ngomong...dia udah punya boyfriend, a flight attendant in the most awarded airline. He has taken care of his boyfriend since he was 16 until now: 25. 9 years relationship!
Dan gw nanya..lah terus kenapa lu masih fooling around? Dia bilang dia sama boyfriend-nya sama2 fooling around outside home, tau sama tau but never talk about it. And it's quite common in gay relationship.
Ok it is common. Tapi kemudian lu jadiin gw ban cadangan?
Entahlah, some part of me is "matre" and enjoy being pampered, but some part of me can't accept it.
Gw ga pernah mau jadi ban cadangan, sori..but I'm better than that! I want to be a main prize. Gw setuju dengan perselingkuhan, tapi gw ga mau jadi selingkuhan.
Dan lagi gw mau hubungan kalian yang 9 taon itu sukses dan terus berlanjut!
Friend?? Ngga la yaw selama masih ada sexual intention...I can't accept that.
Gw bilang lagi ke diri sendiri....forget about it..and continue your life. Susah memang...$30/orang makan malam di Sushi Tei menurut gw termasuk mahal dan menurut dia kacang goreng..but at least I have my pride.
Gw ga punya mobil dan bukan director in a company....but i'm still me!
Gw kangen being pampered...but sometimes in the future i will pamper myself.
Some part of me said "Stop being so hard on yourself, and enjoy it"..but I have to say no.. not this time...I am better than a third person in a relationship.
Tapi ini bukan pertama kali gw "being courted" by oom2 40+... pernah sekali sebelumnya...hihihihi....laen kali baru cerita...
Cerita ketemunya di mana skip aja...
Gw udah bilang, "I don't do this kind of relationship", tapi dia bilang "let's just be friend...", dan dia ngajak makan malem.
Gw nolak, dia bilang ayolah...akhirnya gw setuju dengan syarat "not too fancy", well salah satunya gw ga mau dianggap money boy (walaupun sejujurnya gw matre).
Dan gw musti mengakui it went quite nice, we talked, we laughed, he asked what kind of sushi that I like, he drove me around the city. I was being pampered after so long that I already had forgotten how it felt like...
Dia tertarik dengan gw... mungkin... secara beberapa kali tangannya ada di paha gw (dan gw lagi pake celana pendek)
Gw tertarik dengan dia.. mungkin.. secara dia 40+, still looking good, directing a company, living in, according to my opinion, one of the most serene place in Singapore.
Tapi gw marah dengan diri gw sendiri! Kenapa bisa berpikir seperti itu! Ok gw matre..tapi bukan alasan!
Dia ngomong...dia udah punya boyfriend, a flight attendant in the most awarded airline. He has taken care of his boyfriend since he was 16 until now: 25. 9 years relationship!
Dan gw nanya..lah terus kenapa lu masih fooling around? Dia bilang dia sama boyfriend-nya sama2 fooling around outside home, tau sama tau but never talk about it. And it's quite common in gay relationship.
Ok it is common. Tapi kemudian lu jadiin gw ban cadangan?
Entahlah, some part of me is "matre" and enjoy being pampered, but some part of me can't accept it.
Gw ga pernah mau jadi ban cadangan, sori..but I'm better than that! I want to be a main prize. Gw setuju dengan perselingkuhan, tapi gw ga mau jadi selingkuhan.
Dan lagi gw mau hubungan kalian yang 9 taon itu sukses dan terus berlanjut!
Friend?? Ngga la yaw selama masih ada sexual intention...I can't accept that.
Gw bilang lagi ke diri sendiri....forget about it..and continue your life. Susah memang...$30/orang makan malam di Sushi Tei menurut gw termasuk mahal dan menurut dia kacang goreng..but at least I have my pride.
Gw ga punya mobil dan bukan director in a company....but i'm still me!
Gw kangen being pampered...but sometimes in the future i will pamper myself.
Some part of me said "Stop being so hard on yourself, and enjoy it"..but I have to say no.. not this time...I am better than a third person in a relationship.
Tapi ini bukan pertama kali gw "being courted" by oom2 40+... pernah sekali sebelumnya...hihihihi....laen kali baru cerita...
Sunday, October 17, 2010
Ironi Rabies
Antara geram, marah, sedih, ketawa, dan ironi membaca berita hari ini. Lagi2 ada yang tewas karena rabies di Bali. Entah karena bego, miskin, atau terlalu pintar, tapi sudah banyak korban mati seperti tikus karena kasus ini.
Alasannya? Stok vaksin anti rabies (VAR) habis....
Ya olo... kenapa orangnya ga sekalian disuntik mati di tempat aja? Menunggu berlama2 menderita rabies?
Ceritanya kira2 begini: virus rabies akan menjalar dari tempat gigitan melalui jaringan syaraf sampai ke otak. Pada saat awal pemberian VAR akan membantu, tapi kalau virus sudah sampai jaringan syaraf pusat... sudah mending siap2 beli peti mati. In plain words: it is uncurable.
Terus tinggal nunggu orangnya kejang2, phobia air, cahaya, nyaris seperti orang gila yang kadang2 sampai harus diikat di tempat tidur... dan akhirnya mati juga.
Kalau gw? Mending gw ngambil opsi euthanasia... oh wait.. ga boleh di Indonesia, karena Indonesia negara beragama...kampret! Terus darimana versi agama bisa membantu dalam hal ini? Ada mujizat dari atas orang bisa sembuh dari rabies?
Heran koq masalah ini ga dianggap serius sih, Masih bisa ada alasan cempreng kehabisan VAR. Yang namanya daerah endemik, penyakitnya mematikan pula, koq bisa2-nya ngga ada persiapan.
Kapan Indonesia bisa bebas rabies? Mimpi.....butuh 10-15 tahun dari kasus rabies terakhir supaya sebuah negara dinyatakan bebas rabies.
Apa untungnya sebuah negara bebas rabies? Well sebagai pencinta binatang, itu berarti binatang peliharaan bisa bebas travelling ke negara2 sesama bebas rabies tanpa proses karantina.
Anjing Singapur bisa bebas travelling ke Jepang, Inggris, Australia, etc.
Anjing Indonesia, duileeee......
Mungkin jauh kali ya ngomong anjing, orangnya aja masih sering disangka teroris...
Alasannya? Stok vaksin anti rabies (VAR) habis....
Ya olo... kenapa orangnya ga sekalian disuntik mati di tempat aja? Menunggu berlama2 menderita rabies?
Ceritanya kira2 begini: virus rabies akan menjalar dari tempat gigitan melalui jaringan syaraf sampai ke otak. Pada saat awal pemberian VAR akan membantu, tapi kalau virus sudah sampai jaringan syaraf pusat... sudah mending siap2 beli peti mati. In plain words: it is uncurable.
Terus tinggal nunggu orangnya kejang2, phobia air, cahaya, nyaris seperti orang gila yang kadang2 sampai harus diikat di tempat tidur... dan akhirnya mati juga.
Kalau gw? Mending gw ngambil opsi euthanasia... oh wait.. ga boleh di Indonesia, karena Indonesia negara beragama...kampret! Terus darimana versi agama bisa membantu dalam hal ini? Ada mujizat dari atas orang bisa sembuh dari rabies?
Heran koq masalah ini ga dianggap serius sih, Masih bisa ada alasan cempreng kehabisan VAR. Yang namanya daerah endemik, penyakitnya mematikan pula, koq bisa2-nya ngga ada persiapan.
Kapan Indonesia bisa bebas rabies? Mimpi.....butuh 10-15 tahun dari kasus rabies terakhir supaya sebuah negara dinyatakan bebas rabies.
Apa untungnya sebuah negara bebas rabies? Well sebagai pencinta binatang, itu berarti binatang peliharaan bisa bebas travelling ke negara2 sesama bebas rabies tanpa proses karantina.
Anjing Singapur bisa bebas travelling ke Jepang, Inggris, Australia, etc.
Anjing Indonesia, duileeee......
Mungkin jauh kali ya ngomong anjing, orangnya aja masih sering disangka teroris...
Sunday, October 10, 2010
I like glasses
Gw suka pake kacamata. Ok awalnya karena gw naek motor (dengan helm kebuka) dan berenang. Dua hal ini very no..no.. dalam hal pake contact lenses. Sekali kemasukan sesuatu..wadoow..
But now..I don't know..It's like being Clark Kent. Dengan kacamata terlihat lebih pintar, geeky, normal, etc etc...
Without glasses...a hidden personality.
Gw mesti mengakui..gw tanpa kacamata..*eehm* lebih liar dan binal...
Ok gw off kacamata only in few occassions (selain keperluan pribadi seperti tidur dan mandi)
Di beberapa saat di kelas gym ketika perlu tenaga tambahan.. well kacamata menghalangi keringat plus licin jadi gampang jatoh. Lepas kacamata, jadi lebih free karena keringat boleh lari ke mana2.
Berenang... gw ga ngeliat jelas so I less care. Gw berenang di tempat sepupu gw, dan gw less care nake turun lift residensial in swim trunk...so what getu looh... Tapi kalo gw pake kacamata..oow.. malu.
Actually including showering in public places, like public swimming pool. Kalo ga pake kacamata.. gw ok2 aja naked.
And the last but not the least.. ketika doing 'wild things' and of course *uhuk* having sex. Dugem gw pake kacamata... mabok masih... tapi kalo udah tahap lebih lanjut (or gw mau melanjutkan ke tahap berikutnya)...ok..better off.
Ada yang bilang "I can't believe you actually did it..."... yeah because of my look with glasses on. Just take it off.. and it's a different person.
Btw.. I love my glasses. Frame Oakley ga pernah patah sudah 4 taon lamanya plus kaca Essilor yang sudah 1x ganti karena pecah.
But now..I don't know..It's like being Clark Kent. Dengan kacamata terlihat lebih pintar, geeky, normal, etc etc...
Without glasses...a hidden personality.
Gw mesti mengakui..gw tanpa kacamata..*eehm* lebih liar dan binal...
Ok gw off kacamata only in few occassions (selain keperluan pribadi seperti tidur dan mandi)
Di beberapa saat di kelas gym ketika perlu tenaga tambahan.. well kacamata menghalangi keringat plus licin jadi gampang jatoh. Lepas kacamata, jadi lebih free karena keringat boleh lari ke mana2.
Berenang... gw ga ngeliat jelas so I less care. Gw berenang di tempat sepupu gw, dan gw less care nake turun lift residensial in swim trunk...so what getu looh... Tapi kalo gw pake kacamata..oow.. malu.
Actually including showering in public places, like public swimming pool. Kalo ga pake kacamata.. gw ok2 aja naked.
And the last but not the least.. ketika doing 'wild things' and of course *uhuk* having sex. Dugem gw pake kacamata... mabok masih... tapi kalo udah tahap lebih lanjut (or gw mau melanjutkan ke tahap berikutnya)...ok..better off.
Ada yang bilang "I can't believe you actually did it..."... yeah because of my look with glasses on. Just take it off.. and it's a different person.
Btw.. I love my glasses. Frame Oakley ga pernah patah sudah 4 taon lamanya plus kaca Essilor yang sudah 1x ganti karena pecah.
Saturday, October 09, 2010
Orang Tidak Bisa Dinilai dari Gaji
Ketika gw ke Padang pas jaman muda dulu.
Begitu sampai di Padang kita dijemput oleh teman surveyor gw, mantan teman satu kampus dia dulunya. Well kita memang berencana mau menyewa mobil secara mobil surveyor gw sedang dalam perjalanan dari Medan, jadi saat itu kita belum punya kendaraan.
Dan teman surveyor gw ini datang ke bandara Minangkabau dengan kendaraan umum alias ngangkot! Dan dia ngajak kita2 untuk mampir ke rumahnya, lagi2 dengan ngangkot. Ok kita tempuh lah perjalanan dari bandara ke rumahnya dengan angkot, dua kali ganti, dengan lagu heavy metal dan kendaraan yang keberatan sticker. Untung gw bawa tas model backpack.
Rumahnya...ok.. sederhana (eufemisme dari: jelek)...dan kemudian gw belajar bahwa rumah ini didiami oleh tiga orang. Teman surveyor gw, adiknya yang masih SMU, dan ibunya. Sang ayah telah almarhum. Sang Ibu bekerja sebagai guru SMEA, dan teman surveyor gw bekerja sebagai pengajar bimbel 4 hari seminggu di Bukit Tinggi.
Begitu sampai di rumahnya, Sang Ibu baru pulang mengajar dan langsung masak. Tidak tanggung2 kita semua diajak makan bersama. Begitu makanan terhidang, Sang Ibu minta maaf ke kami2 semua karena lauknya hanya ikan, tidak ada ayam atau sapi. Sayangnya Sang Ibu tidak tahu kalau gw maniak ikan melebihi daging apapun, ada ikan YES....ga ada sapi, ayam, etc...is very very OK. Kalau babi kayanya haram deh di keluarga ini.
Setelah makan, sang Ibu bilang ini sudah terlalu sore untuk beraktifitas apapun (nyari mobil sewaan, hotel, etc).. dan kami diundang bermalam di rumahnya.
Well..bermalam di rumahnya bukan sesuatu yang mudah. Lantai dari semen, kamar mandi..*ehm*, penerangan absolutely remang2, hiburan cuma tivi butut, dan pas tidur untung seribu untung gw selalu bawa Autan.
In between the conversation sambil jalan2 malem di hutan entah mana..terlontar kalau gaji sang Ibu hanya 1.5 jutaan dan gaji teman surveyor gw ini 600 rb-an.
Besoknya kita ngomong sama temen surveyor gw... sori kalau blak2-an..but kita bener2 mau pay fo the night. Dan dia menolak.
Apa yang gw sadari?
Sekaya apapun gw, walaupun gaji gw berkali-kali lipat dari anggaran rumah tangga keluarga ini, hari itu gw miskin. Semata2 karena keluarga ini memberikan hospitality.
Bayangkan di saat itu mereka memberikan makanan dan tempat tinggal, dan gw menjadi orang yang tidak punya makanan dan tempat tinggal! Mereka benar2 orang yang kaya.
Bukan masalah gaji, bukan masalah uang, tapi masalah hati.
Gw bertanya2 apa yang membuat orang bisa menjadi seperti ini....
Just guessing, tapi gw percaya 80++% akurat..jawabannya mungkin adalah Tuhan.
Dan ada orang yang berkata 'mungkin kamu tidak pernah miskin Kar..', well gw pernah miskin...di banyak kesempatan.
Begitu sampai di Padang kita dijemput oleh teman surveyor gw, mantan teman satu kampus dia dulunya. Well kita memang berencana mau menyewa mobil secara mobil surveyor gw sedang dalam perjalanan dari Medan, jadi saat itu kita belum punya kendaraan.
Dan teman surveyor gw ini datang ke bandara Minangkabau dengan kendaraan umum alias ngangkot! Dan dia ngajak kita2 untuk mampir ke rumahnya, lagi2 dengan ngangkot. Ok kita tempuh lah perjalanan dari bandara ke rumahnya dengan angkot, dua kali ganti, dengan lagu heavy metal dan kendaraan yang keberatan sticker. Untung gw bawa tas model backpack.
Rumahnya...ok.. sederhana (eufemisme dari: jelek)...dan kemudian gw belajar bahwa rumah ini didiami oleh tiga orang. Teman surveyor gw, adiknya yang masih SMU, dan ibunya. Sang ayah telah almarhum. Sang Ibu bekerja sebagai guru SMEA, dan teman surveyor gw bekerja sebagai pengajar bimbel 4 hari seminggu di Bukit Tinggi.
Begitu sampai di rumahnya, Sang Ibu baru pulang mengajar dan langsung masak. Tidak tanggung2 kita semua diajak makan bersama. Begitu makanan terhidang, Sang Ibu minta maaf ke kami2 semua karena lauknya hanya ikan, tidak ada ayam atau sapi. Sayangnya Sang Ibu tidak tahu kalau gw maniak ikan melebihi daging apapun, ada ikan YES....ga ada sapi, ayam, etc...is very very OK. Kalau babi kayanya haram deh di keluarga ini.
Setelah makan, sang Ibu bilang ini sudah terlalu sore untuk beraktifitas apapun (nyari mobil sewaan, hotel, etc).. dan kami diundang bermalam di rumahnya.
Well..bermalam di rumahnya bukan sesuatu yang mudah. Lantai dari semen, kamar mandi..*ehm*, penerangan absolutely remang2, hiburan cuma tivi butut, dan pas tidur untung seribu untung gw selalu bawa Autan.
In between the conversation sambil jalan2 malem di hutan entah mana..terlontar kalau gaji sang Ibu hanya 1.5 jutaan dan gaji teman surveyor gw ini 600 rb-an.
Besoknya kita ngomong sama temen surveyor gw... sori kalau blak2-an..but kita bener2 mau pay fo the night. Dan dia menolak.
Apa yang gw sadari?
Sekaya apapun gw, walaupun gaji gw berkali-kali lipat dari anggaran rumah tangga keluarga ini, hari itu gw miskin. Semata2 karena keluarga ini memberikan hospitality.
Bayangkan di saat itu mereka memberikan makanan dan tempat tinggal, dan gw menjadi orang yang tidak punya makanan dan tempat tinggal! Mereka benar2 orang yang kaya.
Bukan masalah gaji, bukan masalah uang, tapi masalah hati.
Gw bertanya2 apa yang membuat orang bisa menjadi seperti ini....
Just guessing, tapi gw percaya 80++% akurat..jawabannya mungkin adalah Tuhan.
Dan ada orang yang berkata 'mungkin kamu tidak pernah miskin Kar..', well gw pernah miskin...di banyak kesempatan.
Wednesday, October 06, 2010
Jomblo tidak cukup 24 jam
Jomblo begini koq 24 jam sehari kayanya kurang banget yah... ga kebayang kalo berkeluarga.
Weekday
Bangun jam 7.00
Mandi, dandan, dll...jam 8.00
Jam 8.00 berangkat kerja..sampe jam 09.00
Kerja 09.00-18.00
Pulang sampe rumah jam 20.00 (lebih lama perjalanan pulang karena jalan lebih santai en look see look see along the way en lebih padet).
Leyeh2 lurusin kaki sampe jam 21.00
21.00-23.00 ke gym
23.30/24.00 harus tidur...
Besoknya bangun kaya ketiban bajaj....
Gitu terus all the weekday... notice gw bahkan tidak punya waktu untuk sarapan dan makan malem... hiks...
Itupun hari2 yang sangat normal loh ya... ga pake lembur2, dinner invitation, client visit, dll...
Weekend...
Jumat malem pulang kerja harus kencan..kalo nda dipindah Sabtu malem...
Sabtu siang harus bodypump, spin class, etc etc...
Minggu, belakangan ini ketemu temen yang ngajak ke gereja.. (padahal udah gw bilang gw biasanya ke gereja setan). Abis itu makan siang.. mungkin nonton...
Abis itu Senen lagi...KYAAA!!!!
Stress gw....kapan yah bisa nonton film seri season2-an yang sudah menumpuk hasil donlot-an? Makin lama makin ga kekejer antara yang sudah di-donlot dan yang sudah ditonton.
Eeh satu lagi... gw kalo dandan selalu aja ada yang kelupaan <-- penting ga sih..??
Lupa cukur keq...lupa pake hair gel keq...lupa pake deodoran keq...lupa pake toner keq...
Setiap hari pasti aja ada yang lupa... begitu keluar rumah baru DAMN! Syalan lupa...
Weekday
Bangun jam 7.00
Mandi, dandan, dll...jam 8.00
Jam 8.00 berangkat kerja..sampe jam 09.00
Kerja 09.00-18.00
Pulang sampe rumah jam 20.00 (lebih lama perjalanan pulang karena jalan lebih santai en look see look see along the way en lebih padet).
Leyeh2 lurusin kaki sampe jam 21.00
21.00-23.00 ke gym
23.30/24.00 harus tidur...
Besoknya bangun kaya ketiban bajaj....
Gitu terus all the weekday... notice gw bahkan tidak punya waktu untuk sarapan dan makan malem... hiks...
Itupun hari2 yang sangat normal loh ya... ga pake lembur2, dinner invitation, client visit, dll...
Weekend...
Jumat malem pulang kerja harus kencan..kalo nda dipindah Sabtu malem...
Sabtu siang harus bodypump, spin class, etc etc...
Minggu, belakangan ini ketemu temen yang ngajak ke gereja.. (padahal udah gw bilang gw biasanya ke gereja setan). Abis itu makan siang.. mungkin nonton...
Abis itu Senen lagi...KYAAA!!!!
Stress gw....kapan yah bisa nonton film seri season2-an yang sudah menumpuk hasil donlot-an? Makin lama makin ga kekejer antara yang sudah di-donlot dan yang sudah ditonton.
Eeh satu lagi... gw kalo dandan selalu aja ada yang kelupaan <-- penting ga sih..??
Lupa cukur keq...lupa pake hair gel keq...lupa pake deodoran keq...lupa pake toner keq...
Setiap hari pasti aja ada yang lupa... begitu keluar rumah baru DAMN! Syalan lupa...
Sunday, October 03, 2010
Wrong Kardy?
My (new) boss said: "Kardy, i need more confidence."
Kaget setengah mati, dalam hati: "Since when I don't have one?" Biasanya gw menghela nafas, mengambil energi dan wuush...gw bisa bergaya dengan sepenuh hati. Tapi saat itu, gw melihat ke dalam en blank! I have to admit at that time I didn't have any!
Mungkin gw berubah, mungkin gw jadi orang yang penakut, jadi orang yang takut gagal, diomelin, ditertawakan, dan salah dalam mengambil keputusan. Mungkin gw lupa prinsip gw sendiri kalau setiap kali jatuh, bolehlah nangis karena sakit, tapi setelah itu harus bangun kembali dan senyum. Mungkin yah gw lupa.
Mungkin gw terpengaruh orang lain sehingga gw lupa apa yang gw mau.
Gw ga pernah ended up in the best paid job. So what?!? Gw ga pernah merasa rugi.
NSN menawarkan gw kesempatan langka untuk me-retrace kembali tempat2 masa kecil gw dengan pandangan yang jauh lebih luas dan berbeda (naek ke tempat yang tinggi2 maksutnya). Gw musti mengakui pengalaman itu priceless, di atas segala gaji. Gw masih inget pertama kali telpon2-an di jaringan 'sendiri'...wooow...100% ga percaya lah bo!
Dan sekarang? I'm back in engineering, walaupun semua orang bilang finance and sales paling menguntungkan. Lebih buruk lagi: manufacturing industry! Yang mana paling haram dalam soal gaji. Tapi mereka menawarkan Shanghai, dan Taiwan (dan propinsi lain di Cina yang gw kaga ngerti bacanya)! Tentu gw takut setengah mati apalagi dengan bahasa Cina yang pas2-an.
Tapi gw berpikir, saat ini punya gaji buat apa sih? Selama hidup cukup.. gw juga belum punya anak dan istri. Paling juga buat dugem dan senang2. In the other hand, i need that exposure, beyond pergi ke Cina hanya untuk hahaha dan potret2. And btw eniwei gajinya ngga kecil2 amat koq =). Manufacturingnya juga bukan yang kelas teri..so mungkin interesting kali ye...
Lagi2 interviewnya something yang "Hah...gw ga pernah denger en gw ga ngerti lu ngomong apa" Dan gw diterima... persis NSN, and this is also a German based company. God must be joking.
Mungkin dipecat.. karena ga bisa kerja. But again so what! I have nothing to lose, dipecat gw pergi ke Disneyland Hongkong (mimpi yang belum kesampaian karena belum pernah dipecat).
Salah? Gw orang baru man! Wajar kalau salah.
Mungkin perusahaannya jelek... again so what?! I'll quit!
Mungkin gw harus lebih PD. Kembali ke Kardy yang dulu, enjoying life and taking all the things in the world for granted.
Ok buat hari Senin besok..lebih PD.
Kalau belum dipecat dan kalau jadi, dua minggu lagi harus ke Penang (di Malaysia katanya). Gw belom pernah ke sana, walaupun nyokap dah dua kali. Gw denger sih makanannya enak2, en gw bakal 'perlu' spend the whole week there. Menunggu keputusannya Jumat minggu ini. Pergi senang, batal pun senang (ya less capek lah boo...).
Gw lupa kalau bagi gw tidak pernah ada yang namanya keputusan benar atau salah. Besok gw harus mulai senyum kembali =).
Kaget setengah mati, dalam hati: "Since when I don't have one?" Biasanya gw menghela nafas, mengambil energi dan wuush...gw bisa bergaya dengan sepenuh hati. Tapi saat itu, gw melihat ke dalam en blank! I have to admit at that time I didn't have any!
Mungkin gw berubah, mungkin gw jadi orang yang penakut, jadi orang yang takut gagal, diomelin, ditertawakan, dan salah dalam mengambil keputusan. Mungkin gw lupa prinsip gw sendiri kalau setiap kali jatuh, bolehlah nangis karena sakit, tapi setelah itu harus bangun kembali dan senyum. Mungkin yah gw lupa.
Mungkin gw terpengaruh orang lain sehingga gw lupa apa yang gw mau.
Gw ga pernah ended up in the best paid job. So what?!? Gw ga pernah merasa rugi.
NSN menawarkan gw kesempatan langka untuk me-retrace kembali tempat2 masa kecil gw dengan pandangan yang jauh lebih luas dan berbeda (naek ke tempat yang tinggi2 maksutnya). Gw musti mengakui pengalaman itu priceless, di atas segala gaji. Gw masih inget pertama kali telpon2-an di jaringan 'sendiri'...wooow...100% ga percaya lah bo!
Dan sekarang? I'm back in engineering, walaupun semua orang bilang finance and sales paling menguntungkan. Lebih buruk lagi: manufacturing industry! Yang mana paling haram dalam soal gaji. Tapi mereka menawarkan Shanghai, dan Taiwan (dan propinsi lain di Cina yang gw kaga ngerti bacanya)! Tentu gw takut setengah mati apalagi dengan bahasa Cina yang pas2-an.
Tapi gw berpikir, saat ini punya gaji buat apa sih? Selama hidup cukup.. gw juga belum punya anak dan istri. Paling juga buat dugem dan senang2. In the other hand, i need that exposure, beyond pergi ke Cina hanya untuk hahaha dan potret2. And btw eniwei gajinya ngga kecil2 amat koq =). Manufacturingnya juga bukan yang kelas teri..so mungkin interesting kali ye...
Lagi2 interviewnya something yang "Hah...gw ga pernah denger en gw ga ngerti lu ngomong apa" Dan gw diterima... persis NSN, and this is also a German based company. God must be joking.
Mungkin dipecat.. karena ga bisa kerja. But again so what! I have nothing to lose, dipecat gw pergi ke Disneyland Hongkong (mimpi yang belum kesampaian karena belum pernah dipecat).
Salah? Gw orang baru man! Wajar kalau salah.
Mungkin perusahaannya jelek... again so what?! I'll quit!
Mungkin gw harus lebih PD. Kembali ke Kardy yang dulu, enjoying life and taking all the things in the world for granted.
Ok buat hari Senin besok..lebih PD.
Kalau belum dipecat dan kalau jadi, dua minggu lagi harus ke Penang (di Malaysia katanya). Gw belom pernah ke sana, walaupun nyokap dah dua kali. Gw denger sih makanannya enak2, en gw bakal 'perlu' spend the whole week there. Menunggu keputusannya Jumat minggu ini. Pergi senang, batal pun senang (ya less capek lah boo...).
Gw lupa kalau bagi gw tidak pernah ada yang namanya keputusan benar atau salah. Besok gw harus mulai senyum kembali =).
Saturday, October 02, 2010
Q! is a Culture
Menyimak berita mengenai drama FP* dengan penyelenggara Q! Film Festival dan komentar menteri terfavorit-ku mengenai hubungan antara homoseksual dan HIV/AIDS, sulit rasanya tidak berkomentar.
Entah pernah denger atau baca dari mana judul blog ini, tapi pada akhirnya gw setuju. Q! is now transforming from a disgusting, sinful, abnormal (therefore the original word: queer) actions into a culture. Dan sebagai culture mau tidak mau ini menjadi bagian dari kehidupan sehari2. Pengaruh barat? Ah tidak juga. Seperti yang kita ketahui bersama yang namanya homo ada di mana saja. Pengaruh barat yang mungkin positif (dan mungkin juga negatif) adalah keterbukaan dalam membicarakan hal ini.
Kenapa menjadi kebudayaan? Gampang..they have their own cultural products. Sebut saja contohnya buku, musik, film, pariwisata, bisnis ('pink dollar' business), busana, komunitas, dan juga riset dan pendidikan (yes there is research and education in gay culture...confirmed =)). Cakupannya menjadi lebih luas dari sekedar seks di tempat tidur dibalik pintu yang tertutup.
Kalau sudah begini, gw memang bisa berempati terhadap para pembela kebenaran dan keadilan, badan2 keagamaan, dan orang2 kolot ini. Karena nilai2 yang mereka anut dalam serangan yang luar biasa hebat. It's ok, it's understandable.
TAPI apakah ini efektif? The answer is a big NO. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, material Q! bisa diperoleh dimana saja dan kapan saja. Tinggal buka internet dan wussh dengan jejaring sosial seorang Q bisa berhubungan dengan Q di mana saja. Komunitas terbentuk, pasar terbentuk dan alur material terbentuk.
Kalaupun Q! culture dibatasi dengan instrumen hukum dll (misal..kalau mau diterapkan hukuman gantung untuk Q), ini akan berdampak negatif terhadap Indonesia sendiri. Kata sederhana, uang dan orang yang seharusnya masuk dan berputar di Indonesia akan lari ke negara lain. Silahkan kalau Indonesia bisa menanggung dampak ini.
Di era milenium ini, tidak lagi bijak mengatakan my culture YES, your culture NO. As long as your culture is profitable, lets TALK. Ini terjadi dimana2! Ketemu klien orang Korea ya dijamu di restoran Korea dan makan kimchi, ketemu klien orang Jepang ya belajar bilang 'arigatou', ketemu klien orang Cina ya belajar bilang 'ni hao'. Bisa punya bisnis yang bilang: 'Oh no..saya tidak mau punya klien orang XXXX', silahkan dan bisnis anda akan dituduh rasis, dan pelanggan akan lari ke kompetitor. Ini dunia yang cuma selebar daun kelor!
Dan Q!? Apalagi! Sudah bukan jamannya mengatakan Q! sebagai sesuatu yang hina, salah, dosa dan perlu dinormalkan. Q! can be everyone, seorang bos, penata rambut, guru, dokter, ahli bedah, tukang masak, ilmuwan roket, teman, suami, istri, anak, dll. How can you say NO?!
Start talking, start discussing, and start understanding.
Entah pernah denger atau baca dari mana judul blog ini, tapi pada akhirnya gw setuju. Q! is now transforming from a disgusting, sinful, abnormal (therefore the original word: queer) actions into a culture. Dan sebagai culture mau tidak mau ini menjadi bagian dari kehidupan sehari2. Pengaruh barat? Ah tidak juga. Seperti yang kita ketahui bersama yang namanya homo ada di mana saja. Pengaruh barat yang mungkin positif (dan mungkin juga negatif) adalah keterbukaan dalam membicarakan hal ini.
Kenapa menjadi kebudayaan? Gampang..they have their own cultural products. Sebut saja contohnya buku, musik, film, pariwisata, bisnis ('pink dollar' business), busana, komunitas, dan juga riset dan pendidikan (yes there is research and education in gay culture...confirmed =)). Cakupannya menjadi lebih luas dari sekedar seks di tempat tidur dibalik pintu yang tertutup.
Kalau sudah begini, gw memang bisa berempati terhadap para pembela kebenaran dan keadilan, badan2 keagamaan, dan orang2 kolot ini. Karena nilai2 yang mereka anut dalam serangan yang luar biasa hebat. It's ok, it's understandable.
TAPI apakah ini efektif? The answer is a big NO. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, material Q! bisa diperoleh dimana saja dan kapan saja. Tinggal buka internet dan wussh dengan jejaring sosial seorang Q bisa berhubungan dengan Q di mana saja. Komunitas terbentuk, pasar terbentuk dan alur material terbentuk.
Kalaupun Q! culture dibatasi dengan instrumen hukum dll (misal..kalau mau diterapkan hukuman gantung untuk Q), ini akan berdampak negatif terhadap Indonesia sendiri. Kata sederhana, uang dan orang yang seharusnya masuk dan berputar di Indonesia akan lari ke negara lain. Silahkan kalau Indonesia bisa menanggung dampak ini.
Di era milenium ini, tidak lagi bijak mengatakan my culture YES, your culture NO. As long as your culture is profitable, lets TALK. Ini terjadi dimana2! Ketemu klien orang Korea ya dijamu di restoran Korea dan makan kimchi, ketemu klien orang Jepang ya belajar bilang 'arigatou', ketemu klien orang Cina ya belajar bilang 'ni hao'. Bisa punya bisnis yang bilang: 'Oh no..saya tidak mau punya klien orang XXXX', silahkan dan bisnis anda akan dituduh rasis, dan pelanggan akan lari ke kompetitor. Ini dunia yang cuma selebar daun kelor!
Dan Q!? Apalagi! Sudah bukan jamannya mengatakan Q! sebagai sesuatu yang hina, salah, dosa dan perlu dinormalkan. Q! can be everyone, seorang bos, penata rambut, guru, dokter, ahli bedah, tukang masak, ilmuwan roket, teman, suami, istri, anak, dll. How can you say NO?!
Start talking, start discussing, and start understanding.
Sunday, September 12, 2010
Piracy: Industry vs. Consumer in Digital Age
I have to admit I was surprised the first time I heard Monkey D. Luffy say "I wanna be a pirate!". In this kind of modern age where children are supposed to be educated that law is above everything, and now you are talking about being a pirate? And in addition challenge the World Government?
However I share the same dream. I do believe that the current world's order should come to an end. Or it should be revolutionized. One person once mentioned that the greatest challenge of current age is not about inventing, but merely about harmonizing. And in my mind: Terminator's version of SkyNet, global nuclear detonation, and years of nuclear winter should get the jobs done. Yes...harmonize.....
The first time I heard about copyright law, DRM or whatsoever they called it, I was skeptical (perhaps as always). I still remember how the press covered it and the goverment mentioned it as a guarantee of intellectual property. It was like "without this law, we will have no future..." However I see it as something that pretend to act good and put everything in order, but merely a facade to cover up deeper and broader greed of the industry.
And now, yes it is ridiculous, so ridiculous even sickening that I sympathize with the 'P' version. Recently we saw mass lawsuits to downloaders of Oscar winning 'Hurt Locker' which turns the business model upside down: legal blackmailing. They even set up a portal where the alleged file-sharers can 'pay or else' with major credit cards accepted.
Ask a Singaporean about pale anime environment and he/she will point out to 2007 Odex's saga which scars the entire country up until now. Upon hearing the story I even asked ' Is the owner Singaporean?', since I couldn't fathom what kind of person would do such horrible things and expect to survive the aftermath in such a small country.
As for the computer game, I loathe at the ridiculous DRM that the company implemented. When Ubisoft dictates that every game should be played with internet connection, I bulked out and farted. I don't even want to see their new launch of Settlers 7. Ok, should I be sorry that I live in country with crappy internet connection but at the same time is one of the most expensive in the region (read: world)? I buy your game in this is how you treat me? Ask me to spew more money FOR PLAYING it?
Fortunately for EA they've changed their stance. I found DA:O as acceptable and bought the original copy. Compared to Spore which almost made me fainted with its limited 3 times installation (even God knows you will install and uninstall game to free up some space and 3 times?? WTFH!!).
And you think that you can go back to the mommy and daddy's good ol' days when you can see the worth of your 'collections'. Nowadays? It is all a total junk, since they came up with the terms of 'selling the license' instead of 'selling the software', and the license agreement strips your ability to resell the software. So once you're bored, it should go right to the trash bin.
Gone all those good lending days, and even the very concept of library is under attack (see above link).
I really don't want to understand this digital age.
However I share the same dream. I do believe that the current world's order should come to an end. Or it should be revolutionized. One person once mentioned that the greatest challenge of current age is not about inventing, but merely about harmonizing. And in my mind: Terminator's version of SkyNet, global nuclear detonation, and years of nuclear winter should get the jobs done. Yes...harmonize.....
The first time I heard about copyright law, DRM or whatsoever they called it, I was skeptical (perhaps as always). I still remember how the press covered it and the goverment mentioned it as a guarantee of intellectual property. It was like "without this law, we will have no future..." However I see it as something that pretend to act good and put everything in order, but merely a facade to cover up deeper and broader greed of the industry.
And now, yes it is ridiculous, so ridiculous even sickening that I sympathize with the 'P' version. Recently we saw mass lawsuits to downloaders of Oscar winning 'Hurt Locker' which turns the business model upside down: legal blackmailing. They even set up a portal where the alleged file-sharers can 'pay or else' with major credit cards accepted.
Ask a Singaporean about pale anime environment and he/she will point out to 2007 Odex's saga which scars the entire country up until now. Upon hearing the story I even asked ' Is the owner Singaporean?', since I couldn't fathom what kind of person would do such horrible things and expect to survive the aftermath in such a small country.
As for the computer game, I loathe at the ridiculous DRM that the company implemented. When Ubisoft dictates that every game should be played with internet connection, I bulked out and farted. I don't even want to see their new launch of Settlers 7. Ok, should I be sorry that I live in country with crappy internet connection but at the same time is one of the most expensive in the region (read: world)? I buy your game in this is how you treat me? Ask me to spew more money FOR PLAYING it?
Fortunately for EA they've changed their stance. I found DA:O as acceptable and bought the original copy. Compared to Spore which almost made me fainted with its limited 3 times installation (even God knows you will install and uninstall game to free up some space and 3 times?? WTFH!!).
And you think that you can go back to the mommy and daddy's good ol' days when you can see the worth of your 'collections'. Nowadays? It is all a total junk, since they came up with the terms of 'selling the license' instead of 'selling the software', and the license agreement strips your ability to resell the software. So once you're bored, it should go right to the trash bin.
Gone all those good lending days, and even the very concept of library is under attack (see above link).
I really don't want to understand this digital age.
Saturday, August 28, 2010
Karakter...karakter
Entah kenapa semakin ke sini makin benci rasanya dengan FF. Karakternya dari FF X sampe ke sini pooool selalu saja yang cewe cantik2 en yang cowo langsing2 dengan rambut warna warni ga jelas. Pliissss....karakter non-human pun menghilang semua, ga ada lagi yang seperti Vivi (FFIX) or Cait Sith (FFVII). En no! I don't like Advent Children!
Herr...padahal game2 lain sudah maju pesat!
Coba lihat Resident Evil dari Capcom. Mereka mau men-develop karakter. Leon dipakai ulang di RE-4 dan Chris di RE-5. Dan hasilnya? Gw aja yang benci dengan game shooting "terpaksa" maen dengan tangan berkeringat, dan jantung yang deg2-an. Setiap kali maen ga bisa lama2, dan harus lari berputar2 sambil teriak2 "oh tidak..oh tidak..".


It's how they put the characters together! Jenius! Leon dengan Ada Wong cocok banget dengan latar Eropa (Timur?), dan Chris dengan Sheva cocok banget dengan latar belakang Afrika. And I dont know if somebody also realize that Chris has buffed up so much! Pas maen gw seperti "Uh hello Chris...I can't see because your biceps are soooooo freakin HUGE." Beda rasanya dengan RE dulu ketika dia masih muda, polos, dan culun.
Gw jadi berpikir tujuh belas kali untuk beli PS3, belum lagi game yang diincer hanya God of War III. Itu pun kalo ngga keluar versi PC-nya, yang sapa tau bakal keluar nantinya.
Game2 Amerika menurut gw mulai strike-in beautifully.
Bisa dilihat Prince of Persia remake buatan Ubisoft. Ok, gw maen PoP semenjak PoP classic buatan Jordan Mechner. Pas maen Sands of Time gw sih masih ok...ini menarik, tapi biasa aja. Tapi begitu melihat Warrior Within, rahang jatoh! OMG it's so cool! The Prince has changed so much dari polos menjadi penuh kejahatan. Belum lagi combo dengan gerakan2 yang sadis dan mematikan. Dan semenjak itu I'm a big fan!
Belum lagi gw suka eksplorasi Ubi di PoP 2008. Ok, gameplaynya rada jelek karena mengingatkan pada Sonic the Hedgehog ala Sega yang harus ngumpulin gold ring, cuma sekarang namanya light orb.
Tapi karakternya..mak jang, susah untuk tidak jatuh cinta dengan "Prince" dan Elika. Terutama dengan joke2 konyol antara mereka berdua.Dan fighting-nya, gw bilang keren bow! Menari2 dengan sinar di mana2, romantis tapi mematikan...keren2. Bener2 menghidupkan suasana "the magic of Persia".
Dan untuk bidang RPG, sori FF sekarang lu ke laut aja, gw bener2 suka sama Dragon Age: Origins dari BioWare EA. Awalnya gw sempet skeptis karena ada bau2 EA-nya, dan gw tidak senang dengan bagaimana EA menghancurkan Red Alert dan C&C pasca akuisisi Westwood Studio. Tapi Ok-lah Bioware nama besar dibalik Baldur's Gate dan Neverwinter Night (gw ngga maen Mass Effect).
Begitu maen... jatuh cinta! Walaupun ceritanya standar Lord of the Ring (go find the human, elves, and dwarves), tapi karakternya dan storyline-nya bo, bener2 kuat (buat yang tau betapa hebatnya Bioware dalam lore creation)! Gw bener2 suka Alistair dan Morrigan (dan melihat mereka bertengkar). Well Morrigan is a cold and heartless b*tch, sementara Alistair is a noble and kind-hearted man, well stupid also.

"And now we have a dog. And Alistair is still the stupidest member of the party." --Morrigan, after acquiring Duncan
Ngebawa mereka berdua dalam party bener2 bikin pusing kepala, tapi bikin ketawa! Dalam sekejap gw kecanduan. Bener2 thumb up untuk game ini.
En gw menanti2 sekuel Dragon Age II. Dari trailernya sudah cukup membuat "terangsang". En yup the voice talent is Flemeth a.k.a Kate Mulgrew! Kalo ada yang belum tau, she was Captain Kathryn Janeway of the federation starship Voyager.
Well untuk sementara ini gw stick dengan PC game.
Herr...padahal game2 lain sudah maju pesat!
Coba lihat Resident Evil dari Capcom. Mereka mau men-develop karakter. Leon dipakai ulang di RE-4 dan Chris di RE-5. Dan hasilnya? Gw aja yang benci dengan game shooting "terpaksa" maen dengan tangan berkeringat, dan jantung yang deg2-an. Setiap kali maen ga bisa lama2, dan harus lari berputar2 sambil teriak2 "oh tidak..oh tidak..".


It's how they put the characters together! Jenius! Leon dengan Ada Wong cocok banget dengan latar Eropa (Timur?), dan Chris dengan Sheva cocok banget dengan latar belakang Afrika. And I dont know if somebody also realize that Chris has buffed up so much! Pas maen gw seperti "Uh hello Chris...I can't see because your biceps are soooooo freakin HUGE." Beda rasanya dengan RE dulu ketika dia masih muda, polos, dan culun.
Gw jadi berpikir tujuh belas kali untuk beli PS3, belum lagi game yang diincer hanya God of War III. Itu pun kalo ngga keluar versi PC-nya, yang sapa tau bakal keluar nantinya.
Game2 Amerika menurut gw mulai strike-in beautifully.
Bisa dilihat Prince of Persia remake buatan Ubisoft. Ok, gw maen PoP semenjak PoP classic buatan Jordan Mechner. Pas maen Sands of Time gw sih masih ok...ini menarik, tapi biasa aja. Tapi begitu melihat Warrior Within, rahang jatoh! OMG it's so cool! The Prince has changed so much dari polos menjadi penuh kejahatan. Belum lagi combo dengan gerakan2 yang sadis dan mematikan. Dan semenjak itu I'm a big fan!
Belum lagi gw suka eksplorasi Ubi di PoP 2008. Ok, gameplaynya rada jelek karena mengingatkan pada Sonic the Hedgehog ala Sega yang harus ngumpulin gold ring, cuma sekarang namanya light orb.
Tapi karakternya..mak jang, susah untuk tidak jatuh cinta dengan "Prince" dan Elika. Terutama dengan joke2 konyol antara mereka berdua.Dan fighting-nya, gw bilang keren bow! Menari2 dengan sinar di mana2, romantis tapi mematikan...keren2. Bener2 menghidupkan suasana "the magic of Persia".Dan untuk bidang RPG, sori FF sekarang lu ke laut aja, gw bener2 suka sama Dragon Age: Origins dari BioWare EA. Awalnya gw sempet skeptis karena ada bau2 EA-nya, dan gw tidak senang dengan bagaimana EA menghancurkan Red Alert dan C&C pasca akuisisi Westwood Studio. Tapi Ok-lah Bioware nama besar dibalik Baldur's Gate dan Neverwinter Night (gw ngga maen Mass Effect).
Begitu maen... jatuh cinta! Walaupun ceritanya standar Lord of the Ring (go find the human, elves, and dwarves), tapi karakternya dan storyline-nya bo, bener2 kuat (buat yang tau betapa hebatnya Bioware dalam lore creation)! Gw bener2 suka Alistair dan Morrigan (dan melihat mereka bertengkar). Well Morrigan is a cold and heartless b*tch, sementara Alistair is a noble and kind-hearted man, well stupid also.

Ngebawa mereka berdua dalam party bener2 bikin pusing kepala, tapi bikin ketawa! Dalam sekejap gw kecanduan. Bener2 thumb up untuk game ini.
En gw menanti2 sekuel Dragon Age II. Dari trailernya sudah cukup membuat "terangsang". En yup the voice talent is Flemeth a.k.a Kate Mulgrew! Kalo ada yang belum tau, she was Captain Kathryn Janeway of the federation starship Voyager.
Well untuk sementara ini gw stick dengan PC game.
Wednesday, August 25, 2010
Phobia Air
"Koq lu ngga nyoba diving sih, kan lu bisa berenang?"
Doh...gimana yah? Mau bilang takut malu, tapi memang takut.
Banyak yang ngga tau, berenang sih berenang, tapi yang namanya air itu ngga pernah baik sama gw.
Dulu waktu masih muda sekali masa Soeharto di Bengkulu, pernah berenang di pantai sendirian. Yup Pantai Panjang lagi bow...yang notorious setiap tahun pasti makan korban....dan sebenarnya sudah diperingatkan sama orang tua, kalau berenang jangan jauh2 ke tengah.
Tapi waktu itu ngga jauh2 amat koq, setinggi dada airnya, cuma yang salah adalah ga liat jam. Secepat kilat ombaknya tiba2 membesar, awalnya sih asyik..asyik seru...dan datanglah yang jumbo size dan saat itu juga sadar kalau gw tidak akan selamat dari yang satu ini.
Dan terjadilah kejadian tergulung ombak. En seperti yang semua beach boi ketahui bersama, tertimpa ombak bukanlah hal yang terburuk, tapi begitu kaki lepas dari tanah dan terseret ombak ke tengah adalah hal yang paling ditakuti. Kayanya ini penyebab utama turis2 pada koit di pantai, dan membuat mitos sang Pantai minta korban setiap tahun...dan kali ini Cina pula...so uncool. Kebayang kan headline koran "Pantai Panjang Mengambil Tumbal Anak Cina Gendut Pula."
Begitu dunia tenang, kaki sudah tidak bisa menginjak pasir lagi. Dicoba melorotkan badan ke bawah untuk mencek kedalaman tetap ngga bisa nginjak dasar, buset! Cepat2 berenang ke permukaan, dan alamak.....mau nangis rasanya....pantai-nya jauh banget! Ternyata pasang sudah masuk dan pantainya sudah maju jauh sekali! Panik dan mau coba teriak "Tolong..tolong", tapi noleh kiri kanan...ga ada orang! Teriak pun percuma. Mau menyerah saja, tapi pikiran menghabiskan malam di tengah laut lebih menakutkan daripada mati mencoba.
Dan akhirnya setelah berenang, digulung dan diseret ombak lagi, akhirnya sampai ke tepi pantai. Sendal sudah hilang ditelan pasang, untung hanya sendal jepit.
Pengalaman buruk kedua terjadi di kolam renang! Ini sudah agak besar sedikit, malam2 sekitar jam 8 di kolam renang sebuah klub golf. Sepi alias ga ada orang juga, dan saat itu dengan pede-nya ngambil lane di tengah. Berenang2 dan terjadilah hal yang dinantikan semua perenang pemula, kram di kaki kiri. Saat itu masih tenang2 dan memperkuat kaki kanan. Boom! Tiba2 kaki kanan kram, tinggal dua tangan. Sudah OMG! OMG! saat itu.
Tangan gerak2 supaya ngapung namun tidak berlangsung lama. Tangan kanan pun mulai kram. Panik! Tambah buruk, dan akhirnya tangan kiri menyusul. Waktu itu punya pikiran woalah...koq bisa sesial ini!
Sakitnya....walah2...kram di empat ekstrimitas, sudah ga bisa apa2. Badan sudah melesak tenggelam di kolam. Kepala muncul2 dan mau teriak tolong pun ngga ada orang, air sudah terminum berkali2. Mau menyerah juga, tapi waktu itu berpikir sakit lebih baik daripada mati. Dan yang penting hanya mencari posisi ngapung yang notabene mudah. So dengan menahan sakit...huff..huff...akhirnya bisa mengapung terlentang. Dari sana sudah gampang lah.
Pas sudah besar tapi masih muda terjadi lagi kejadian. Kali ini pertama kali gw berenang di sungai. OMG! Ga henti2nya kecelakaan...tapi kali ini bukan gw yang ketiban sial, tapi tetap saja traumatis.
Diajak mantan kantor outing di Pagar Alam Sumatera, secara kesempatan untuk rafting di sungai Sumatera ga sekali seumur hidup gw oye2 saja. Sungainya baguuus....sayang secara mau pergi rafting, kamera gw tinggal.
Ceritanya gw termasuk kloter yang paling akhir, which was cool karena isinya anak2 muda semua. Manajer2 yang sayang kalau mati masuk kloter pertama yang penjagaannya ketat. Begitu kita sampai di sungai sudah ada yang duduk2 di batu di seberang sungai.
Karena sungainya bersih gw betul2 berpikir untuk turun dan mau ke batu tsb. Cebur!...Tapi gw bukan yang pertama, ada rekan yang lebih dulu masuk ke air. Ok lah gw nyusul di belakang saja. Awalnya gw pikir dia tau kondisi lah bo...wong Palembang asli koq..badannya lebih gede dari gw, item lagi (ya ciri khas outdoor boi lah...).
Dan sampai ke tengah lewat sedikit, terjadilah yang dinanti2-kan! Dia mulai megap2. Yup kram! Ok dari gw pribadi: kondisinya memang sangat kondusif untuk kram. Kita jalan turun lembah yang cukup curam, air sungainya dingin, plus arus yang bikin orang tidak sadar mengeluarkan usaha lebih. Tapi karena manajemen kram gw sudah sangat2 Ok pasca kejadian konyol nyaris tenggelam di kolam renang..gw sih fine2 aja.
Pas dia kram gw berharap dia bisa recovery sendiri, jadi gw cuma berenang2 di sekitar dia. Tapiii....dianya tambah kacau. Kepala bisa sampai di bawah air en kita mulai hanyut. Waktu itu yang pertama terlintas adalah penyelamatan kampungan. Gw berharap bisa ngangkat dia dari bawah air, nendang dari dasar dan ngangkat badan dia untuk sesaat. Lumayan untuk recovery pernafasan. Lagi sungainya juga sedalam apa sih, kita cuma berapa meter dari tepi.
Tapi salah besar! Begitu gw masuk, kaki gw ga bisa nyentuh dasar! Tinggi badan gw ga pendek2 amat dan kapabilitas gw masuk ke dalam air juga sangat tidak jelek. Walah gw baru sadar ini sangat2 serius. Koq sungai sekecil ini bisa berubah kedalaman sedrastis ini.
Kembali ke atas, gw tiga perempat berharap ada orang lain yang melakukan pertolongan. Plis lah..masa gw...punya reputasi orang kantoran, orang kota...Cina pula. Lagian di situ ada orang2 keren koq: surveyor gw, orang konstruksi, dll. Tapi Ok lah... gw bisa koq.
Ga panik sih, lepas kacamata dulu, pegang dengan manis di tangan. Gw tau sih orangnya megap2 antara hidup dan mati, tapi ga bakal lah ilang dari gw. Masuk ke dalam air dan huff..yup tangan masuk dari bawah ketiak, dan dia ga bisa ke mana2 lagi. Tinggal dorong dada ke depan, en dia di atas gw. Loh darimana belajarnya? Plis deh...lu ngomong sama siapa gethu looh..
Sayangnya dia masih meronta2 dooh! Padahal bagian dada ke atas udah di atas air, mungkin gejala sakaw air sungai. Gw sampai harus ngencengin tangan, dan plek...kacamata patah! Damn! Secara badannya lebih gede dari gw! Sampe gw mesti ngomong ke dia "kalem..kalem.." En untungnya akhirnya dia kalem.
Lebih buruk? Lalalala...kita mulai hanyut ke arah jeram! Gw ga bisa berenang melawan arus sekuat itu dengan ngegandeng orang segitu gede di atas gw. Mulai panik. Tapi gw ngeliat jeramnya. Untung seribu untung ga jelek! Dengan buih segitu banyak, en arus sekuat ini...pasti dangkal! Jadi waktu itu... ya sudahlah ambil resiko saja..biarkan hanyut ke sana.
Tapi untung juga resikonya ga perlu diambil. Perjalanan hanyut ke jeram bisa ditunda2 dengan berenang sedikit2. Dan selang berapa lama si rekan sudah mulai recovery dan akhirnya bisa berenang lalu jalan ke pinggir melalui batu2. Yang laen pada tepuk tangan, dan gw bilang "Kampret lah.."
Tentu setelah itu gw mengkronfrontir (mantan) team gw.
"Gw ga bisa berenang Duz..naek tower sih bisa.."
"Lah terus koq lu pade bisa ke seberang?"
"Tadi sama mas guide-nya, ditarik pake perahu. (maksutnya mas-nya berenang narik perahu yang isinya mereka)"
"Woalah jadi kita berdua yang pertama turun ke sungai?"
"Iya.."
Kampret tiga belas! Dan dari situ gw trauma untuk turun ke sungai.
Entah kenapa dengan air selalu berada dalam love-hate relationship. Dan sejujurnya jantung gw belum kuat dengan diving.
Doh...gimana yah? Mau bilang takut malu, tapi memang takut.
Banyak yang ngga tau, berenang sih berenang, tapi yang namanya air itu ngga pernah baik sama gw.
Dulu waktu masih muda sekali masa Soeharto di Bengkulu, pernah berenang di pantai sendirian. Yup Pantai Panjang lagi bow...yang notorious setiap tahun pasti makan korban....dan sebenarnya sudah diperingatkan sama orang tua, kalau berenang jangan jauh2 ke tengah.
Tapi waktu itu ngga jauh2 amat koq, setinggi dada airnya, cuma yang salah adalah ga liat jam. Secepat kilat ombaknya tiba2 membesar, awalnya sih asyik..asyik seru...dan datanglah yang jumbo size dan saat itu juga sadar kalau gw tidak akan selamat dari yang satu ini.
Dan terjadilah kejadian tergulung ombak. En seperti yang semua beach boi ketahui bersama, tertimpa ombak bukanlah hal yang terburuk, tapi begitu kaki lepas dari tanah dan terseret ombak ke tengah adalah hal yang paling ditakuti. Kayanya ini penyebab utama turis2 pada koit di pantai, dan membuat mitos sang Pantai minta korban setiap tahun...dan kali ini Cina pula...so uncool. Kebayang kan headline koran "Pantai Panjang Mengambil Tumbal Anak Cina Gendut Pula."
Begitu dunia tenang, kaki sudah tidak bisa menginjak pasir lagi. Dicoba melorotkan badan ke bawah untuk mencek kedalaman tetap ngga bisa nginjak dasar, buset! Cepat2 berenang ke permukaan, dan alamak.....mau nangis rasanya....pantai-nya jauh banget! Ternyata pasang sudah masuk dan pantainya sudah maju jauh sekali! Panik dan mau coba teriak "Tolong..tolong", tapi noleh kiri kanan...ga ada orang! Teriak pun percuma. Mau menyerah saja, tapi pikiran menghabiskan malam di tengah laut lebih menakutkan daripada mati mencoba.
Dan akhirnya setelah berenang, digulung dan diseret ombak lagi, akhirnya sampai ke tepi pantai. Sendal sudah hilang ditelan pasang, untung hanya sendal jepit.
Pengalaman buruk kedua terjadi di kolam renang! Ini sudah agak besar sedikit, malam2 sekitar jam 8 di kolam renang sebuah klub golf. Sepi alias ga ada orang juga, dan saat itu dengan pede-nya ngambil lane di tengah. Berenang2 dan terjadilah hal yang dinantikan semua perenang pemula, kram di kaki kiri. Saat itu masih tenang2 dan memperkuat kaki kanan. Boom! Tiba2 kaki kanan kram, tinggal dua tangan. Sudah OMG! OMG! saat itu.
Tangan gerak2 supaya ngapung namun tidak berlangsung lama. Tangan kanan pun mulai kram. Panik! Tambah buruk, dan akhirnya tangan kiri menyusul. Waktu itu punya pikiran woalah...koq bisa sesial ini!
Sakitnya....walah2...kram di empat ekstrimitas, sudah ga bisa apa2. Badan sudah melesak tenggelam di kolam. Kepala muncul2 dan mau teriak tolong pun ngga ada orang, air sudah terminum berkali2. Mau menyerah juga, tapi waktu itu berpikir sakit lebih baik daripada mati. Dan yang penting hanya mencari posisi ngapung yang notabene mudah. So dengan menahan sakit...huff..huff...akhirnya bisa mengapung terlentang. Dari sana sudah gampang lah.
Pas sudah besar tapi masih muda terjadi lagi kejadian. Kali ini pertama kali gw berenang di sungai. OMG! Ga henti2nya kecelakaan...tapi kali ini bukan gw yang ketiban sial, tapi tetap saja traumatis.
Diajak mantan kantor outing di Pagar Alam Sumatera, secara kesempatan untuk rafting di sungai Sumatera ga sekali seumur hidup gw oye2 saja. Sungainya baguuus....sayang secara mau pergi rafting, kamera gw tinggal.
Ceritanya gw termasuk kloter yang paling akhir, which was cool karena isinya anak2 muda semua. Manajer2 yang sayang kalau mati masuk kloter pertama yang penjagaannya ketat. Begitu kita sampai di sungai sudah ada yang duduk2 di batu di seberang sungai.
Karena sungainya bersih gw betul2 berpikir untuk turun dan mau ke batu tsb. Cebur!...Tapi gw bukan yang pertama, ada rekan yang lebih dulu masuk ke air. Ok lah gw nyusul di belakang saja. Awalnya gw pikir dia tau kondisi lah bo...wong Palembang asli koq..badannya lebih gede dari gw, item lagi (ya ciri khas outdoor boi lah...).
Dan sampai ke tengah lewat sedikit, terjadilah yang dinanti2-kan! Dia mulai megap2. Yup kram! Ok dari gw pribadi: kondisinya memang sangat kondusif untuk kram. Kita jalan turun lembah yang cukup curam, air sungainya dingin, plus arus yang bikin orang tidak sadar mengeluarkan usaha lebih. Tapi karena manajemen kram gw sudah sangat2 Ok pasca kejadian konyol nyaris tenggelam di kolam renang..gw sih fine2 aja.
Pas dia kram gw berharap dia bisa recovery sendiri, jadi gw cuma berenang2 di sekitar dia. Tapiii....dianya tambah kacau. Kepala bisa sampai di bawah air en kita mulai hanyut. Waktu itu yang pertama terlintas adalah penyelamatan kampungan. Gw berharap bisa ngangkat dia dari bawah air, nendang dari dasar dan ngangkat badan dia untuk sesaat. Lumayan untuk recovery pernafasan. Lagi sungainya juga sedalam apa sih, kita cuma berapa meter dari tepi.
Tapi salah besar! Begitu gw masuk, kaki gw ga bisa nyentuh dasar! Tinggi badan gw ga pendek2 amat dan kapabilitas gw masuk ke dalam air juga sangat tidak jelek. Walah gw baru sadar ini sangat2 serius. Koq sungai sekecil ini bisa berubah kedalaman sedrastis ini.
Kembali ke atas, gw tiga perempat berharap ada orang lain yang melakukan pertolongan. Plis lah..masa gw...punya reputasi orang kantoran, orang kota...Cina pula. Lagian di situ ada orang2 keren koq: surveyor gw, orang konstruksi, dll. Tapi Ok lah... gw bisa koq.
Ga panik sih, lepas kacamata dulu, pegang dengan manis di tangan. Gw tau sih orangnya megap2 antara hidup dan mati, tapi ga bakal lah ilang dari gw. Masuk ke dalam air dan huff..yup tangan masuk dari bawah ketiak, dan dia ga bisa ke mana2 lagi. Tinggal dorong dada ke depan, en dia di atas gw. Loh darimana belajarnya? Plis deh...lu ngomong sama siapa gethu looh..
Sayangnya dia masih meronta2 dooh! Padahal bagian dada ke atas udah di atas air, mungkin gejala sakaw air sungai. Gw sampai harus ngencengin tangan, dan plek...kacamata patah! Damn! Secara badannya lebih gede dari gw! Sampe gw mesti ngomong ke dia "kalem..kalem.." En untungnya akhirnya dia kalem.
Lebih buruk? Lalalala...kita mulai hanyut ke arah jeram! Gw ga bisa berenang melawan arus sekuat itu dengan ngegandeng orang segitu gede di atas gw. Mulai panik. Tapi gw ngeliat jeramnya. Untung seribu untung ga jelek! Dengan buih segitu banyak, en arus sekuat ini...pasti dangkal! Jadi waktu itu... ya sudahlah ambil resiko saja..biarkan hanyut ke sana.
Tapi untung juga resikonya ga perlu diambil. Perjalanan hanyut ke jeram bisa ditunda2 dengan berenang sedikit2. Dan selang berapa lama si rekan sudah mulai recovery dan akhirnya bisa berenang lalu jalan ke pinggir melalui batu2. Yang laen pada tepuk tangan, dan gw bilang "Kampret lah.."
Tentu setelah itu gw mengkronfrontir (mantan) team gw.
"Gw ga bisa berenang Duz..naek tower sih bisa.."
"Lah terus koq lu pade bisa ke seberang?"
"Tadi sama mas guide-nya, ditarik pake perahu. (maksutnya mas-nya berenang narik perahu yang isinya mereka)"
"Woalah jadi kita berdua yang pertama turun ke sungai?"
"Iya.."
Kampret tiga belas! Dan dari situ gw trauma untuk turun ke sungai.
Entah kenapa dengan air selalu berada dalam love-hate relationship. Dan sejujurnya jantung gw belum kuat dengan diving.
Monday, August 23, 2010
Summer Memory 3
Inspired by Illustration Friday's this week theme: "Atmosphere", and this great song from MISIA featured in Star Ocean Till the End of Time (great RPG, great song, great singer): 飛び方を忘れた小さな鳥.However I'm so bad with color...AAARRGGHH!!!!
Saturday, August 21, 2010
Summer Memory 2
Friday, August 20, 2010
Thursday, August 12, 2010
Sunday, August 08, 2010
Karaoke Time!
This song need not any translation, so wrong yet so amazing!
The title is "Jizz In My Pants" by thelonelyisland.
Really think those guys are in serious PE condition!
The title is "Jizz In My Pants" by thelonelyisland.
Really think those guys are in serious PE condition!
Thursday, August 05, 2010
Friday, July 30, 2010
Menggugat Cerita Malin Kundang
Entah kenapa rasanya eneg melihat cerita ini sekarang. Termasuk di dalamnya cerita2 durhaka lah dikutuk keq dan teman2-nya. Mungkin perlu ditanya Malin kamu makan apa dari kecil? Naif sekali kalau rasa2nya kamu hanya silau karena harta dan wanita. Dan kalau (dalam hal ini) Tuhan membabi buta mengabulkan kutukan sang Ibu, mungkin surgaNya yang diletakkan di bawah kaki sang Ibu bukan tempat yang patut dijadikan tujuan akhir.
Mungkinkah Malin tahu kalau ibunya tidak akan setuju semisal dia menikah dengan wanita yang bukan keturunanCina Minang? Daripada istrinya dicaci maki karena masalah fisik yah lebih baik tidak bertemu?
Mungkin Malin ingin bebas dari jeratan sang Ibu. Mungkin sedari kecil hidup Malin selalu didikte, dia harus begini lah, nilainya kurang bagus-lah, tidak seperti anak tetangga yang ikut Olimpiade Fisika, Matematika-lah, dll. Mungkin bagi Malin di mata ibunya dia bukan dirinya sendiri, terlebih dia tidak menghargai dirinya sendiri karena pandangan sang Ibu.
Sang Ibu biasanya berkata: "Aaah ini kan contoh2 yang baik... apa salahnya saya menginginkan anak saya menjadi baik dan lebih baik?"
Tapi bagi Malin sang Ibu adalah manusia yang luar biasa rakus. Setiap kali dia membawa pulang hasil selalu dibandingkan dengan si "itu" dan "ini" yang punya hasil lebih baik. Terlebih dia harus menjaga semangat dan hatinya dari kata2 sang Ibu: "Koq jelek sih? Koq kamu tidak bisa seperti si itu?" atau "Masa hasil kamu hanya segini?" atau "Ga pernah ada loh di keluarga kita yang sejelek kamu". Sang Ibu tidak tahu, tapi bagi Malin kata2 itu sakit, sekuat apapun dia membentengi dirinya sendiri.
Mungkin Malin punya mimpi yang diremehkan sang Ibu, karena mimpinya tidak cukup baik seperti standar sang Ibu. Sang Ibu berkata: "Aduh kalau kamu jadi seperti itu, mau makan apa, lebih baik kamu jadi seperti ini."
Dan Malin bertanya2 robotkah saya? Kemana mimpi2 masa kecilnya, ketika semua orang mengatakan bahwa Malin bisa menjadi apapun yang dia inginkan? Apakah semua ini bohong? Dan kalaupun benar bohong, ini adalah kebohongan yang paling keji.
Mungkin Malin menemukan penghargaan dirinya di depan istrinya. Mungkin kali ini dia menemukan kehidupan dan martabat yang lebih baik dimana dia bisa jauh dari sang Ibu, dan mulai menyusun kehidupannya sendiri.
Kehidupan barunya jelas masih rapuh, dan dia hanya takut ibunya akan datang dan menginjak2 semuanya hingga remuk.
Sang Ibu memang berniat baik, dia ingin anaknya menikah dengan wanita baik2, punya pendidikan yang baik, dan berakhir di karir yang baik. Tapi apakah semua niatan baik itu berakhir baik pula?
Namun siapakah yang bisa menjawab pertanyaan2 ini? Onggokan batu di pantai Air Manis pasti akan diam, ombak, karang dan rerumputan pun pasti akan diam seperti lagu Ebiet.
Cerita Malin Kundang terus beredar, propaganda serupa pun terus disuarakan melalui film, sinetron, cerita, dll. Anak yang memasukkan orang tuanya ke panti jompo di-ilustrasikan sebagai anak yang keji.
Tapi gugatan ini kusimpan dan akan kutanyakan kepada Tuhan.
Mungkinkah Malin tahu kalau ibunya tidak akan setuju semisal dia menikah dengan wanita yang bukan keturunan
Mungkin Malin ingin bebas dari jeratan sang Ibu. Mungkin sedari kecil hidup Malin selalu didikte, dia harus begini lah, nilainya kurang bagus-lah, tidak seperti anak tetangga yang ikut Olimpiade Fisika, Matematika-lah, dll. Mungkin bagi Malin di mata ibunya dia bukan dirinya sendiri, terlebih dia tidak menghargai dirinya sendiri karena pandangan sang Ibu.
Sang Ibu biasanya berkata: "Aaah ini kan contoh2 yang baik... apa salahnya saya menginginkan anak saya menjadi baik dan lebih baik?"
Tapi bagi Malin sang Ibu adalah manusia yang luar biasa rakus. Setiap kali dia membawa pulang hasil selalu dibandingkan dengan si "itu" dan "ini" yang punya hasil lebih baik. Terlebih dia harus menjaga semangat dan hatinya dari kata2 sang Ibu: "Koq jelek sih? Koq kamu tidak bisa seperti si itu?" atau "Masa hasil kamu hanya segini?" atau "Ga pernah ada loh di keluarga kita yang sejelek kamu". Sang Ibu tidak tahu, tapi bagi Malin kata2 itu sakit, sekuat apapun dia membentengi dirinya sendiri.
Mungkin Malin punya mimpi yang diremehkan sang Ibu, karena mimpinya tidak cukup baik seperti standar sang Ibu. Sang Ibu berkata: "Aduh kalau kamu jadi seperti itu, mau makan apa, lebih baik kamu jadi seperti ini."
Dan Malin bertanya2 robotkah saya? Kemana mimpi2 masa kecilnya, ketika semua orang mengatakan bahwa Malin bisa menjadi apapun yang dia inginkan? Apakah semua ini bohong? Dan kalaupun benar bohong, ini adalah kebohongan yang paling keji.
Mungkin Malin menemukan penghargaan dirinya di depan istrinya. Mungkin kali ini dia menemukan kehidupan dan martabat yang lebih baik dimana dia bisa jauh dari sang Ibu, dan mulai menyusun kehidupannya sendiri.
Kehidupan barunya jelas masih rapuh, dan dia hanya takut ibunya akan datang dan menginjak2 semuanya hingga remuk.
Sang Ibu memang berniat baik, dia ingin anaknya menikah dengan wanita baik2, punya pendidikan yang baik, dan berakhir di karir yang baik. Tapi apakah semua niatan baik itu berakhir baik pula?
Namun siapakah yang bisa menjawab pertanyaan2 ini? Onggokan batu di pantai Air Manis pasti akan diam, ombak, karang dan rerumputan pun pasti akan diam seperti lagu Ebiet.
Cerita Malin Kundang terus beredar, propaganda serupa pun terus disuarakan melalui film, sinetron, cerita, dll. Anak yang memasukkan orang tuanya ke panti jompo di-ilustrasikan sebagai anak yang keji.
Tapi gugatan ini kusimpan dan akan kutanyakan kepada Tuhan.
Thursday, July 29, 2010
Evangelion for the current generation
OMG I have to admit that I'm part otaku (<-- still in denial mode)! Kudos for Blitz to bring Evangelion 2.0 to Jakarta big screen, I had watched it, but still predictably the movie was sugoi in big screen with boom boom sound system.
Am I otaku? Sigh... let's just say I have in depth knowledge in some anime, manga (and hentai) story particularly the ones with gore, violence, mystic and mecha themes, and consequently I really say no no to the ones with moe moe theme (including moe-hentai..yuks!). Up until now I can communicate and joke well to fellow otaku, although I do not share common interest in geeky look. And I always think gothic-loli as very cool, kawai and sexy! My favorite in every cozplay (step aside all you Clouds, Yunas, Sakuras, etc)!
Until now, for some time I find it is difficult to communicate to generation after me about how amazing Evangelion is. I mean the series is AMAZING, almost on par with legendary Doraemon. I still remembered when I was young (junior high) how the series messed up with my notion about Angels (Angels are bad..bad..bad), and also the series left me desperate with such an unclear ending (the original Evangelion). And then came The End of Evangelion when I was in early years of high school. Still remember the original disc came in mini disc since it contains only two episodes.
The original series comes with amazing music composition (Cruel Angel's Thesis and Komm Susser Todd), and I like how they play with Judaism theme (only Japan can do this!). On top of it is the story which is strongly interwoven, unusual, but personally I can relate to it. For me the story is about loneliness. How it is extremely difficult to find someone that understand one completely. How we all want to be loved and had some attention. But every time we open ourselves or try to show affection to others we end up being hurt. Strange story for a mecha anime. But very true indeed.
When I watched Evangelion 2.0, I felt the gloomy atmosphere was slightly lifted. I was shocked and delighted at the same time watching Shinji smiled when he met his two friends. It seems suddenly Evangelion turned out to be more cheerful, and relationship is clearly pictured.
Musically, I love how the producer choosed to leave out the past and forge a new legend. "Today is the Time for Goodbye" and "Give Me Wings" will clearly be this generation' favorite.
Otaku-ally, what the hell happened with Kaworu Nagisa? He seems to know Shinji (from Evangelion 1.0) And the red stripe on the moon (Rei' blood from The End of Evangelion)? And the red sea (the original Evangelion' sea color is blue)? And two S2 engines on Unit 01? Does it mean no more Unit 00? And two more Angels? Arrgh they've skipped my favorite: Iruel. I just like it when they show the true nature of the MAGI. Next I just hope I can see Arael (but Kaworu has the Lance of Longinus...aaarggh).
One last thing, strange... but I feel this NERV side-character-with-glasses guy is cute **blushing** (perhaps because now they shot it in HD hahaha...). I took some liberty of Japanese manga freedom, you can go shounen-ai, you can go shoujo-ai but it is still normal =P. But hey...for me he is more "interesting" than most people' favorite: Ryoji Kaji =).
Am I otaku? Sigh... let's just say I have in depth knowledge in some anime, manga (and hentai) story particularly the ones with gore, violence, mystic and mecha themes, and consequently I really say no no to the ones with moe moe theme (including moe-hentai..yuks!). Up until now I can communicate and joke well to fellow otaku, although I do not share common interest in geeky look. And I always think gothic-loli as very cool, kawai and sexy! My favorite in every cozplay (step aside all you Clouds, Yunas, Sakuras, etc)!
Until now, for some time I find it is difficult to communicate to generation after me about how amazing Evangelion is. I mean the series is AMAZING, almost on par with legendary Doraemon. I still remembered when I was young (junior high) how the series messed up with my notion about Angels (Angels are bad..bad..bad), and also the series left me desperate with such an unclear ending (the original Evangelion). And then came The End of Evangelion when I was in early years of high school. Still remember the original disc came in mini disc since it contains only two episodes.
The original series comes with amazing music composition (Cruel Angel's Thesis and Komm Susser Todd), and I like how they play with Judaism theme (only Japan can do this!). On top of it is the story which is strongly interwoven, unusual, but personally I can relate to it. For me the story is about loneliness. How it is extremely difficult to find someone that understand one completely. How we all want to be loved and had some attention. But every time we open ourselves or try to show affection to others we end up being hurt. Strange story for a mecha anime. But very true indeed.
When I watched Evangelion 2.0, I felt the gloomy atmosphere was slightly lifted. I was shocked and delighted at the same time watching Shinji smiled when he met his two friends. It seems suddenly Evangelion turned out to be more cheerful, and relationship is clearly pictured.
Musically, I love how the producer choosed to leave out the past and forge a new legend. "Today is the Time for Goodbye" and "Give Me Wings" will clearly be this generation' favorite.
Otaku-ally, what the hell happened with Kaworu Nagisa? He seems to know Shinji (from Evangelion 1.0) And the red stripe on the moon (Rei' blood from The End of Evangelion)? And the red sea (the original Evangelion' sea color is blue)? And two S2 engines on Unit 01? Does it mean no more Unit 00? And two more Angels? Arrgh they've skipped my favorite: Iruel. I just like it when they show the true nature of the MAGI. Next I just hope I can see Arael (but Kaworu has the Lance of Longinus...aaarggh).
One last thing, strange... but I feel this NERV side-character-with-glasses guy is cute **blushing** (perhaps because now they shot it in HD hahaha...). I took some liberty of Japanese manga freedom, you can go shounen-ai, you can go shoujo-ai but it is still normal =P. But hey...for me he is more "interesting" than most people' favorite: Ryoji Kaji =).
Monday, July 26, 2010
5th HIV Test
Last Saturday morning I woke up, and started to think "What should I do?". And suddenly afterwards the answer came into mind "Go for HIV test!" Ah yes, i had planned quite some time for the test.
Why?
First because the last time I had free-fall sex was 4-5 months ago, which is already over the window period for HIV.
Second, if i count correctly, I haven't taken any HIV test in the last 1.5 years, which in that time period, I have had unprotected sex with 4 different partners (4 is the number of partners not the number of sex), more within term of protected sex however I never use condom for oral. So guess the risk factor.
Third, because I got this promotion coupon for free anonymous HIV testing offered by Action for AIDS Singapore. Anonymous is good because in back in Indonesia you can't have that kind of testing, and having HIV test attached to your MR (Medical Record) will surely get you into trouble. I already had that kind of experience. Learning from the experience I have designated one not-so-popular hospital only for the purpose of HIV testing.
Fourth, i think this is the time where i have to plan what to do next, and HIV status should come into consideration.
I never feel proud for taking the test, moreover I always feel disgusted and frightened with myself. I know for sure that I will not be able to stop this promiscuous activity unless something really bad happened. I love it and hate myself afterwards. Again I already had experience to back this argument up, however I will try to tell the experience on separate occassions (not to mention I really really not feeling proud for it).
My first HIV test was in Bandung, at B Hospital which I personally requested for it (for a very good reason). This was an "uncomfortable" experience: the doctor and nurses were not supportive at all. I even heard them saying "Kids nowadays...". 2nd and 3rd was in Jakarta. 4th for student pass purpose, and yesterday was the 5th.
And I have to give thumb up for AFA! It was a comfortable experience. The receptionist was an AngMoh (Caucasian) lady, who greeted directly: "Here for HIV test?" which indeed was very helpful rather than asking the patient to come forward. I also noticed that they only take cash as payment which is very good in terms of "anonymous" testing.
My pre-test councellor was an AngMoh guy (who I suspect is the receptionist lady's husband). The counselling session was brief (since I am not a first timer), very pleasant and not judgemental:
Me: "...and I never use condom for oral sex."
Councellor: "Yeah I think most people don't. Unless you go to Geylang, and women there will make you use condom for oral sex."
I like that guy!
Sat while waiting for the result to come out, I couldn't help but thinking: "Yup, I have done it again. Stooopid Kardy.. when will you learn your lesson and never again put yourself in this difficult situation?"
And the dreadful "what if..." started to come and play along. Well, it would surely be a life altering situation. I never want to live up to 70 years for a starter. I wanna die at 50. I don't want kids, and I also don't want a marriage. I even can't stand a relationship.
Things have changed, I believe now I have friends that I can count on. The number is less than fingers in one hand, but for me it is enough.
If the "what if..." should come true, i think i would just take a deep breath, went home and started to learn canoeing next week. Surely the job seeking thing could wait.
For the surprise, the "what if..." seemed to be partially true. While my result was negative, the result of the people whose number was one preceeding me seemed to be "not good". The councellor spent a lot of time during the post-test session. He even called the receptionist lady and introduced her as a pyscholog and asked for her recommendation. He handed over my result to other person because he didn't want me to wait for too long.
At the end of the day, the "what if..." was still hanging around.
"What if the result was mixed out? I mean we were only one number separated."
"What if the test was not sensitive enough, since it was a rapid test?"
However i think i have to live with it. I never expect a sinner to walk freely, and so do with myself. It is like a curse but also a consequence of my acts.
And even if I can escape the unfortunate this time, how long will I be able to do it again and again in the future?
Why?
First because the last time I had free-fall sex was 4-5 months ago, which is already over the window period for HIV.
Second, if i count correctly, I haven't taken any HIV test in the last 1.5 years, which in that time period, I have had unprotected sex with 4 different partners (4 is the number of partners not the number of sex), more within term of protected sex however I never use condom for oral. So guess the risk factor.
Third, because I got this promotion coupon for free anonymous HIV testing offered by Action for AIDS Singapore. Anonymous is good because in back in Indonesia you can't have that kind of testing, and having HIV test attached to your MR (Medical Record) will surely get you into trouble. I already had that kind of experience. Learning from the experience I have designated one not-so-popular hospital only for the purpose of HIV testing.
Fourth, i think this is the time where i have to plan what to do next, and HIV status should come into consideration.
I never feel proud for taking the test, moreover I always feel disgusted and frightened with myself. I know for sure that I will not be able to stop this promiscuous activity unless something really bad happened. I love it and hate myself afterwards. Again I already had experience to back this argument up, however I will try to tell the experience on separate occassions (not to mention I really really not feeling proud for it).
My first HIV test was in Bandung, at B Hospital which I personally requested for it (for a very good reason). This was an "uncomfortable" experience: the doctor and nurses were not supportive at all. I even heard them saying "Kids nowadays...". 2nd and 3rd was in Jakarta. 4th for student pass purpose, and yesterday was the 5th.
And I have to give thumb up for AFA! It was a comfortable experience. The receptionist was an AngMoh (Caucasian) lady, who greeted directly: "Here for HIV test?" which indeed was very helpful rather than asking the patient to come forward. I also noticed that they only take cash as payment which is very good in terms of "anonymous" testing.
My pre-test councellor was an AngMoh guy (who I suspect is the receptionist lady's husband). The counselling session was brief (since I am not a first timer), very pleasant and not judgemental:
Me: "...and I never use condom for oral sex."
Councellor: "Yeah I think most people don't. Unless you go to Geylang, and women there will make you use condom for oral sex."
I like that guy!
Sat while waiting for the result to come out, I couldn't help but thinking: "Yup, I have done it again. Stooopid Kardy.. when will you learn your lesson and never again put yourself in this difficult situation?"
And the dreadful "what if..." started to come and play along. Well, it would surely be a life altering situation. I never want to live up to 70 years for a starter. I wanna die at 50. I don't want kids, and I also don't want a marriage. I even can't stand a relationship.
Things have changed, I believe now I have friends that I can count on. The number is less than fingers in one hand, but for me it is enough.
If the "what if..." should come true, i think i would just take a deep breath, went home and started to learn canoeing next week. Surely the job seeking thing could wait.
For the surprise, the "what if..." seemed to be partially true. While my result was negative, the result of the people whose number was one preceeding me seemed to be "not good". The councellor spent a lot of time during the post-test session. He even called the receptionist lady and introduced her as a pyscholog and asked for her recommendation. He handed over my result to other person because he didn't want me to wait for too long.
At the end of the day, the "what if..." was still hanging around.
"What if the result was mixed out? I mean we were only one number separated."
"What if the test was not sensitive enough, since it was a rapid test?"
However i think i have to live with it. I never expect a sinner to walk freely, and so do with myself. It is like a curse but also a consequence of my acts.
And even if I can escape the unfortunate this time, how long will I be able to do it again and again in the future?
Friday, July 23, 2010
Porno(grafi) Pada Tempatnya
Sejujurnya Indonesia semakin lama semakin asyik, tapi entah kenapa ada aja orang2 yang sirik termasuk pemerintah yang norak.
Video mesum tersebar, lalu terjadi pemerkosaan, lalu yang disalahkan si pemain dan pembuat video mesum. Logika darimana? Yang salah ya si pemerkosa donk! Anehnya seakan-akan masyarakat asyik masyuk ikut menuding si pembuat video mesum, termasuk pengacara terkemuka. Aduhai lah bo...otak buang ke sungai aja!
Sebagai penggemar & pecandu & penikmat & pengamat & pengagum pornografi, pornoaksi dan teman-temannya koq rasanya ini adalah sesuatu yang luar biasa konyol.
Begini: ada anak yang nonton film Superman, lalu sang anak dengan luar biasa gobloknya mencoba terbang dari lantai belasan sebuah apartemen. Jatuh bebas ke bawah dengan kecepatan sqrt(2gh), momentum ketika menabrak lantai bisa dihitung dengan m x v, yang mana intinya: penyok. Salahkah film Superman? Bagaimana agar hal ini bisa tidak terjadi?
Kuncinya cuma satu: PENDIDIKAN. Kalau sang anak mengerti fisika dasar dan konsep gravitasi hal ini tidak akan terjadi!
Demikian juga halnya dengan ekses negatif dari pornografi! Pornografi adalah film Superman, dan pemerkosaan adalah perbuatan goblok sang anak yang ingin terbang. Boleh dan bisa terbang, tapi pakai pesawat! Demikian juga dengan analogi pornografi, boleh berhubungan seks tapi dengan pihak yang saling memberikan konsensus.
Sebenarnya menurut gw pribadi, hebohnya penyebaran video mesum baru2 ini adalah kesempatan berharga untuk membuka mata semua orang bahwa ini adalah hal yang tidak bisa dicegah! Dengan ukuran kamera yang semakin mini dan portabel dan kemudahan akses data dan informasi di mana2 membuat lingkup privasi memang semakin menciut. Alangkah malangnya Indonesia punya menk*minf* seperti sekarang ini, dari awal melihat profilnya saja sudah mengelus-elus dada.
Apanya yang mau difilter dan diberantas?!?! Ok lah pasang filter nama-nama website, tapi bagaimana bisa memfilter penyebaran melalui internet data storage (rapidshare dkk), P2P network (eMule, limewire, dkk), chat room, dan forum? Silahkan dicoba sampai laut kering.
Lebih baik uangnya untuk menyadarkan masyarakat. Please jangan norak terhadap pornografi, toh usaha ini ada uangnya juga. Warnet hidup, pedagang VCD Glodok hidup, pabrik DVD jalan (sering rusak playernya juga kan), prostitusi marak (alangkah baiknya kalau sektor ini dimasukkan ke dalam penerimaan pajak). Dan siapa tahu bisa mimpi jadi produsen di kemudian hari, seperti Jepang yang (katanya) nomor satu di dunia.
Pendidikan seks pun harus digeser. Pengalaman gw di Indonesia, yang namanya sekolahan itu selalu ketinggalan dengan muridnya. Pas SD pake acara malu2...belum mau diterangkan, baru SMP mulai diterangkan apa itu menstruasi, mimpi basah, dan boro2 diterangkan apa itu onani.
Ya bo ketinggalan lah... wong jaman sekarang anak SD aja udah tau apa itu kelamin dan SMP sudah petting dan coitus.
Dan yang paling penting adalah alasan kenapa boleh dan tidak boleh. Ini yang seringkali para orangtua bodoh dalam mengemukakan argumennya.
"Ooh ga boleh sama Tuhan..."
Bodohnya......
Masih ingat pengalaman gw waktu kecil:
"Mi, rasanya ga masuk akal deh kalo anak itu dari Tuhan, maksutnya dari mana Tuhan tau mami dan papi sudah menikah? Pasti ada sesuatu yang membuat Tuhan tau selain dari pernikahan."
"Huss..nanti kamu sudah gede juga tau sendiri."
Yang mana maaf seribu maaf, kelas 2 SD gw juga sudah tahu sebab asal muasal anak dari baca2 majalah AyahBunda waktu itu :). Oooh begitu toh...
Moral rusak? Rasanya moral paling rusak di Indonesia itu adalah kebiasaan korupsi, dan malas: yang maunya kerja sedikit dapat uang banyak. Dan ini tidak ada kaitannya dengan pornografi.
Jadi tolong, kalau yang salah adalah sistem pendidikan kita yang lemah. Jangan hal ini dilemparkan kepada pornografi hanya serta merta karena inilah jalan yang termudah. Demikian juga halnya dengan agama. Kalau pendidikan agama kita kuat, ada pornografi pun tidak bakal laku, walaupun ditaruh di depan mata.
Sadarkan masyarakat bahwa pornografi adalah fantasi seperti layaknya film Superman, dan bukan realita. Bolehlah kita melihat Rocco Siffredi meng-anal wanita di Rocco's True Anal Stories 1-16 (belum lagi judul lainnya: Puppet Master, Reverse Gang Bang, Animal Trainer, dll), dan para wanitanya melenguh2 dalam kenikmatan. Tapi di realita kenyatannya lain! Silahkan coba meng-anal wanita biasa, pasti mendapat bonus "brownies kukus" dan jeritan!
Tapi di film bersih koq! Wanitanya keenakan lagi! Ini sebabnya mereka disebut profesional!
Poin ini (fantasi dan realita) adalah daya tawar yang luar biasa menarik dari religi. Umumnya orang yang letih hidup dalam fantasi akan berpaling ke religi, karena inilah hal yang nyata. Bagaimana menerima kekurangan pasangan yang memang tidak bisa sempurna seperti di film (ukurannya kecil lah, giginya keluar lah, perutnya buncit lah, jerawatan lah, dll). Cara untuk menjalani hidup tidak akan bisa diajarkan dalam film yang berdurasi 2-3 jam.
Sayang seribu sayang religi kita juga bodoh dalam memanfaatkan kesempatan ini.
Video mesum tersebar, lalu terjadi pemerkosaan, lalu yang disalahkan si pemain dan pembuat video mesum. Logika darimana? Yang salah ya si pemerkosa donk! Anehnya seakan-akan masyarakat asyik masyuk ikut menuding si pembuat video mesum, termasuk pengacara terkemuka. Aduhai lah bo...otak buang ke sungai aja!
Sebagai penggemar & pecandu & penikmat & pengamat & pengagum pornografi, pornoaksi dan teman-temannya koq rasanya ini adalah sesuatu yang luar biasa konyol.
Begini: ada anak yang nonton film Superman, lalu sang anak dengan luar biasa gobloknya mencoba terbang dari lantai belasan sebuah apartemen. Jatuh bebas ke bawah dengan kecepatan sqrt(2gh), momentum ketika menabrak lantai bisa dihitung dengan m x v, yang mana intinya: penyok. Salahkah film Superman? Bagaimana agar hal ini bisa tidak terjadi?
Kuncinya cuma satu: PENDIDIKAN. Kalau sang anak mengerti fisika dasar dan konsep gravitasi hal ini tidak akan terjadi!
Demikian juga halnya dengan ekses negatif dari pornografi! Pornografi adalah film Superman, dan pemerkosaan adalah perbuatan goblok sang anak yang ingin terbang. Boleh dan bisa terbang, tapi pakai pesawat! Demikian juga dengan analogi pornografi, boleh berhubungan seks tapi dengan pihak yang saling memberikan konsensus.
Sebenarnya menurut gw pribadi, hebohnya penyebaran video mesum baru2 ini adalah kesempatan berharga untuk membuka mata semua orang bahwa ini adalah hal yang tidak bisa dicegah! Dengan ukuran kamera yang semakin mini dan portabel dan kemudahan akses data dan informasi di mana2 membuat lingkup privasi memang semakin menciut. Alangkah malangnya Indonesia punya menk*minf* seperti sekarang ini, dari awal melihat profilnya saja sudah mengelus-elus dada.
Apanya yang mau difilter dan diberantas?!?! Ok lah pasang filter nama-nama website, tapi bagaimana bisa memfilter penyebaran melalui internet data storage (rapidshare dkk), P2P network (eMule, limewire, dkk), chat room, dan forum? Silahkan dicoba sampai laut kering.
Lebih baik uangnya untuk menyadarkan masyarakat. Please jangan norak terhadap pornografi, toh usaha ini ada uangnya juga. Warnet hidup, pedagang VCD Glodok hidup, pabrik DVD jalan (sering rusak playernya juga kan), prostitusi marak (alangkah baiknya kalau sektor ini dimasukkan ke dalam penerimaan pajak). Dan siapa tahu bisa mimpi jadi produsen di kemudian hari, seperti Jepang yang (katanya) nomor satu di dunia.
Pendidikan seks pun harus digeser. Pengalaman gw di Indonesia, yang namanya sekolahan itu selalu ketinggalan dengan muridnya. Pas SD pake acara malu2...belum mau diterangkan, baru SMP mulai diterangkan apa itu menstruasi, mimpi basah, dan boro2 diterangkan apa itu onani.
Ya bo ketinggalan lah... wong jaman sekarang anak SD aja udah tau apa itu kelamin dan SMP sudah petting dan coitus.
Dan yang paling penting adalah alasan kenapa boleh dan tidak boleh. Ini yang seringkali para orangtua bodoh dalam mengemukakan argumennya.
"Ooh ga boleh sama Tuhan..."
Bodohnya......
Masih ingat pengalaman gw waktu kecil:
"Mi, rasanya ga masuk akal deh kalo anak itu dari Tuhan, maksutnya dari mana Tuhan tau mami dan papi sudah menikah? Pasti ada sesuatu yang membuat Tuhan tau selain dari pernikahan."
"Huss..nanti kamu sudah gede juga tau sendiri."
Yang mana maaf seribu maaf, kelas 2 SD gw juga sudah tahu sebab asal muasal anak dari baca2 majalah AyahBunda waktu itu :). Oooh begitu toh...
Moral rusak? Rasanya moral paling rusak di Indonesia itu adalah kebiasaan korupsi, dan malas: yang maunya kerja sedikit dapat uang banyak. Dan ini tidak ada kaitannya dengan pornografi.
Jadi tolong, kalau yang salah adalah sistem pendidikan kita yang lemah. Jangan hal ini dilemparkan kepada pornografi hanya serta merta karena inilah jalan yang termudah. Demikian juga halnya dengan agama. Kalau pendidikan agama kita kuat, ada pornografi pun tidak bakal laku, walaupun ditaruh di depan mata.
Sadarkan masyarakat bahwa pornografi adalah fantasi seperti layaknya film Superman, dan bukan realita. Bolehlah kita melihat Rocco Siffredi meng-anal wanita di Rocco's True Anal Stories 1-16 (belum lagi judul lainnya: Puppet Master, Reverse Gang Bang, Animal Trainer, dll), dan para wanitanya melenguh2 dalam kenikmatan. Tapi di realita kenyatannya lain! Silahkan coba meng-anal wanita biasa, pasti mendapat bonus "brownies kukus" dan jeritan!
Tapi di film bersih koq! Wanitanya keenakan lagi! Ini sebabnya mereka disebut profesional!
Poin ini (fantasi dan realita) adalah daya tawar yang luar biasa menarik dari religi. Umumnya orang yang letih hidup dalam fantasi akan berpaling ke religi, karena inilah hal yang nyata. Bagaimana menerima kekurangan pasangan yang memang tidak bisa sempurna seperti di film (ukurannya kecil lah, giginya keluar lah, perutnya buncit lah, jerawatan lah, dll). Cara untuk menjalani hidup tidak akan bisa diajarkan dalam film yang berdurasi 2-3 jam.
Sayang seribu sayang religi kita juga bodoh dalam memanfaatkan kesempatan ini.
Thursday, July 15, 2010
Let's karaoke!
Stumble upon this on youtube and feel a little bit nostalgic.
And.....it is from The White Snake Legend, or whatsoever the name of the show in television when I was young! I remember how I was fascinated by the story up to when Bai Su Zhen was imprisoned in the Pagoda. And I lost interest of watching it afterwards because the story shifted to Bai Su Zhen's son.
So it seems that Bai Su Zhen is singing the song to, what seems look like, Guan Yin who is sitting on top of theroof lotus.
I was (am) enchanted by Bai Su Zhen *ahem* prettiness...
A woman who can fly, fight, teleport, manipulate matter, and bring forth flood to destroy a Pagoda.
Shedding skin issue? I think I am open minded enough.
Btw, Here is the lyric and translation:
And.....it is from The White Snake Legend, or whatsoever the name of the show in television when I was young! I remember how I was fascinated by the story up to when Bai Su Zhen was imprisoned in the Pagoda. And I lost interest of watching it afterwards because the story shifted to Bai Su Zhen's son.
So it seems that Bai Su Zhen is singing the song to, what seems look like, Guan Yin who is sitting on top of the
I was (am) enchanted by Bai Su Zhen *ahem* prettiness...
A woman who can fly, fight, teleport, manipulate matter, and bring forth flood to destroy a Pagoda.
Shedding skin issue? I think I am open minded enough.
Btw, Here is the lyric and translation:
青城山下白素贞
(under the Qing Cheng [loose transalation: green city] mountain, Bai Su Zhen [the white snake's name])
洞中千年修此身
(in the middle of the cave, thousand of years train/mend her body)
勤修苦练来得道
(diligently cultivate hardship to train to be competent in morality)
脱胎换骨变成人
(be reborn into human)
一心向道无杂念
(wholeheartedly embrace morale [good teachings/conduct] without doubts)
皈依三宝弃红尘
(convert into Buddha's teachings [three treasures of Buddhism: the Buddha, the Dharma, the Sangha], and abandon world's way)
望求菩萨来点化
(looking forward for Bodhisattva to come and give enlightenment)
渡我素贞出凡尘 x 3
(to bring me, Su Zhen[name], out of this mortal world)
Subscribe to:
Posts (Atom)




