Sunday, May 15, 2011

First Open Water Swim!

Bwahahaha! Satu cita2 lumayan kesampean. Well first tiny step at least.


Dulu pernah ditawarin paman dan sepupu untuk ikut kelas diving, secara katanya gw udah bisa berenang, jadi jumlah sesinya bisa dikurangi. Tapi setelah lihat2, koq rasanya kurang OK yah. Bagi gw diving lebih ke rekreasi daripada olahraga. Tidak ada ketegangan otot, nafas yang ngos2-an, hmm.. no adrenaline rush deh.

So... gw menetapkan... I'm going for open water swimming instead! Setidaknya salah satu cabang yang baru2 dipertandingkan di Olimpiade 2008, dan terdaftar di FINA. Cita2 sih setinggi langit, kenyataan duh susah. Biasalah gw, apa yang keren juga mau.
Kadang gw berpikir, orang lain umur segini udah punya anak, enak2 di rumah. Lah gw, kadang pulang kerja or weekend harus kecipak kecipuk di kolam.

So dengan semangat 45 dan mengejar cita2 triathlon yang entah kapan kesampaian, tahun ini gw memberanikan diri daftar. Secara kompetisi ini nomor maksimum adalah 3 km, ya kira2 bisalah. Seperti biasa no target dan maunya look see look see doang.

Well..teuteup ada target... di bawah 1 jam 30 menit..tapi target pribadi doank.. ga kesampean ya ga pa pa juga.
Kenapa ngambil nomor maksimum? Well sisanya cuma 1.5 km dan 500m... terlalu cupu.

So.. pas hari H gw datang dengan dag-dig-dug-duer, secara wajah garang, sementara hati chicken pok-pok.

Pas ganti baju, kya... semua-semuanya berbadan swimmer build. Merasa diri ini seperti bakpao berjalan. Belum lagi terpaksa jalan ke sana ke mari hanya dengan bercelana renang. Aioh.. krisis pede. Seumur2 ga pernah gw merasa terekspos seperti ini.
Belum lagi kacamata harus masuk bagasi, separoh buta deh.

Body marking, cap lengan kiri lengan kanan, pretty cool. Angkanya gede2 dan item.

Sebelum mulai dibriefing, panitia sudah berupaya mengusir ubur2 dan segala ekosistem, tapi tetap saja ada kemungkinan ada. Ya sudahlah...
Dari testimonial orang yang sudah nyemplung, banyak kutu air. Well gw kaga tau kutu air itu binatang seperti apa, so suteralah....
Pelampung terjauh jaraknya 325 m, so untuk 3 km perlu 4 lap. Ok got it.

Dapet nomor peserta 0243, berarti start gelombang kedua.

Dan gw bener2 kaga water test, males... hahahaha.....

Begitu giliran start dan nyemplung...walamak...

Secara mulai berenang berkelompok, ya ketendang kiri dan kanan lah. Berenang gaya bebas pun banyak yang miring kanan kiri entah disengaja apa tidak.

Dan kutu air, I got what the guy meant! Serasa kena akupuntur di daerah2 yang tidak terduga. Di tangan lah, di punggung lah, dada perut lah, di bibir lah. Tiny pinches like burning little stars, kelap kelip... Cukup menganggu, untung hanya di beberapa bagian lintasan saja.

Ubur2! Gw melihat ubur2 pertama ketika balik di first lap. Gw yakin itu ubur2! Well walaupun ada kemungkinan itu kantong plastik, ato gelas plastik. Tapi gw yakin itu ubur2!
Seharusnya gw melambai ke official untuk ngasih tau. Tapi melihat jumlah kanoist, I don't think they have enough numbers to reach this spot in time.
Secara gw ga bisa buang2 waktu... ya gw berenang terus, sebodo lah...

In total sepanjang hari, gw melihat 4 different ubur2. Oh my goodness!

Gw mengkonfirmasi ubur2 pertama pada lap kedua. Itu ubur2, bukan kantong plastik, still berenang2 di spot yang sama.

Lap ketiga gw udah mulai mabok laut. Secara berenang tegak lurus dengan ombak (bukan melawan or mengikuti ombak), bisa dikatakan nyaris sepanjang lintasan gw harus menderita dengan naek turunnya air. Lap ketiga ketika berbalik... sudah mual2. Rasanya kepala udah di mana gitu.

Belum lagi tangan dan kaki udah pegel2. Seperti biasa gw bilang ke mereka.. "Kalau mau putus, putus after this..sekarang no time and get back to work.."

Dan di lap terakhir, di sekitar 250 m terakhir, gw ketemu ubur2 keempat. Paling jelas dan paling deket, gw bisa melihat semua2-nya sampe ke tentakel2-nya. Ga sempet lagi menghindar secara lagi berenang lurus full speed.
Panik! Terpaksa dan terpaksa gw harus ngelewati dari atas. Punggung bener2 ditekuk ke atas, dan perut disimpen, dan berharap lewat dengan mulus. Untungnya kelewat, fiuh...

Gw trauma... Secara kebiasaan jago kandang di kolam renang, gw ngga menduga sebegini susahnya berenang bersama flora fauna.

... Finish! Minum aer sampe enam gelas (well it was a small cup).

Sedikit kaget, di event ini kaga terlihat yang berhenti di tengah jalan karena kram or whatsoever. They were all decent swimmers!

Untuk ke depannya kalo gw serius...hmm mungkin invest di wetsuit ah. I felt so dirty dengan kutu2 itu!

Masih ada selanjutnya?? Masih dunks....yang namanya trauma pun pasti harus berlalu. And at the end of the day I got myself a new experience.

Wednesday, May 04, 2011

Liberal, agama???

Ketika jaman muda dulu, pas sore2 jam kopi (well..sebenernya gw nge-teh, dan es krim, dan empek2, dan gorengan), ditanya sama temen gw:

"Duz, katanya si **** (sesama rekan kerja yang kebetulan tidak berada di tempat) itu Saksi Yehova ya?"

"Hmmm..hmmm, iya..."

"Saksi Yehova itu Kristen apaan Duz?"

Alamak begonya ga ketulungan. Sekolah di mana sih ini orang? Sendiri ngaku2 Kristen, suka muter MP3 lagu2 rohani (yang bikin kepala gw mendenging), ke gereja tiap minggu, tapi koq hal2 beginian masuk bagian daerah tertinggal yah?

Akhirnya gw menjelaskan tentang pokok2 perbedaan teologi Saksi Yehova dengan Kristen pada umumnya. Well and the main focus point: Jesus is not God in Jehova's Witness' point of view. Dan perbedaan ini yang mengakibatkan Saksi Yehova dikategorikan sebagai 'cult' dari main stream ke-Kristenan, atau dengan kata lain ajaran sesat.

"Waduh Duz,.. bahaya dong??"

Well bagi gw selama dia kerja baik2, en deliver result, gw ga problem koq, dan sejujurnya gw ga peduli. Dan kebetulan dia memang pekerja yang lebih baik dari si orang yang nanya ini.

Dan gw juga sering bercanda dengan si rekan Saksi Yehova ini. Alkisah dia seminggu dua kali harus pulang tepat waktu jam 5 sore untuk pendalaman Alkitab jam 6-nya.

Gw bilang: "Udahlah ****, ngapain Alkitab didalem2-in... kaya sumur aja... btw kalo lu udah nemu aer lu kasih tau gw dah."

Jawaban standar: "Ta*k lu Duz"...sambil ketawa ketiwi tentunya.

Sejujurnya gw lumayan best buddy dengan rekan Saksi Yehova, satu kost-an bahkan. En di beberapa saat gw lumayan sering main ke kamarnya dan seperti biasa ngobrak-ngabrik. Dan gw suka baca publikasi2 gereja dia, dan tentunya sebagai referensi ayat gw pakai Alkitab dia (note: Alkitab Saksi Yehova beda dengan Alkitab standar Lembaga Alkitab Indonesia).

Gw tau ada perbedaan doktrin mendasar. Dan dia tahu kalau gw tahu. Tidak pernah sekali pun dia ngajak2 gw ke gereja dia. Well takut ngundang setan masuk lah...
Sampai saat ini.. kalau ada orang yang ngajak gw beribadah ke agama/aliran tertentu.. good luck. Bakal banyak protes, kritik, dan pertanyaan terlontar.
Sampai saat ini, yang paling klop menjawab protes gw adalah Buddhism..nah lho.

Apart dari hal itu... seperti pertanyaan rekan gw yang "Kristen sungguhan", apakah gw tidak takut terhadap aliran yang bukan "Kristen sungguhan"?

Bagi gw it's simple. Kristen sungguhan pun ada Kristen ada Katolik. Yang namanya Kristen pun ada Anglikan, Adven Hari Ke-7, Reformed, Ortodoks, Karismatik, dll. Yang namanya Katolik pun ada yang namanya new list of seven sins, dll.

It's changing. Ya yang namanya pemikiran ya berubah2. Dulu aja Newton bilang kalau waktu itu konstan. Einstein datang bilang waktu itu relatif terhadap kecepatan.
Nah loh, sedangkan yang namanya agama dipatok mati, eits tidak boleh berubah dengan alasan2 yang entah sungguhan atau dibuat2.

Terus apakah gw merasa ajaran yang gw anut(?) super benar, harus dibela mati2-an, sampai2 harus membenci orang lain yang berbeda (termasuk ngata2-in kalau yang berbeda ga bakal masuk surga)?
Sejujurnya gw males ngurusin. Rasanya Tuhan itu besar koq, apakah kebesaran Tuhan akan berkurang/bertambah seiring dengan persentase well.. penganut ajaran yang benar? Rasanya tidak. Dan kalo dia mau ngurusin hal beginian ya Dia urus sendiri lah, ngapain gw harus nimbrung cari muka. Sekalian Dia turun ke bawah dan ngeliat kalau agama itu FLAWED well setidaknya pelaksanaannya saat ini!

Agama berubah? Rasanya agama harus berubah. Dan gw tidak berkata doktrin yang berubah, tapi pelaksanaan dan sisi pandang yang berubah. Dan kalau ini berarti Tuhan berubah ya biarlah begitu.

Perbedaan kaya dan miskin, kerusakan lingkungan, isu gay, lesbian, dan transeksual, dll. Pergesekan sosial sangat terasa saat ini apalagi kalau bukan teknologi yang "connecting people".
Daripada agama yang mengkotak2an, bukankah lebih indah agama yang mengharmonisasikan berbagai elemen?

Beberapa orang terhebat dari agama justru memulai hal hebat dari sesuatu di luar "agama" itu sendiri. With the help of God? I can't help to believe so.

Bunda Theresa melihat kemiskinan di Kalkuta dan memutuskan untuk meninggalkan biaranya.
Master Cheng Yen berangkat dari biara kecil, berbincang dengan biarawati Katolik yang bertanya "Apa yang telah Budhism lakukan untuk masyarakat?".

Dan sekarang dunia melihat dampak yang mereka lakukan. Terlepas dari surga dan neraka, orang di luar agama mereka pun bisa melihat hal yang mereka lakukan baik dan berperan serta.

We need to harmonize.

Orang yang melihat hal yang baik pada diri orang lain, dan menyukai orang lain karena hal tersebut. Dan ada orang lain yang hanya melihat sisi buruk dan akhirnya belajar membenci orang tersebut.
Mana yang punya lebih banyak teman? Rasanya ini hanya hukum sebab akibat yang sederhana.

Dan apakah agama saat ini mengajarkan kita untuk punya banyak teman?

Ketika Pak Pendeta mengatakan "Satu2-nya jalan ke surga hanya melalui Yesus Kristus."

Dan Oprah mengatakan "Seharusnya ada jalan lain menuju surga..."

Dengan tersenyum gw berpendapat.. Oprah benar, dan Pak Pendeta benar.
Ada jalan lain ke surga, banyak bahkan. Bisa lewat kiri, kanan, atas, bawah, dll...orang boleh sebut namanya beda2 X, Y, Z, dll tapi bagi gw semua jalan itu punya satu nama "Yesus". Mustahil? Kenapa tidak? Wong perawan bisa hamil, air jadi anggur, orang mati pun bisa hidup kembali dalam tiga hari, mau ngomong mustahil?

Ketika orang hidup baik, berguna untuk sesama, menemukan kedamaian di dalam diri, menebarkan kedamaian keluar, berbuat baik, tidakkah dia telah mengikuti jalan Kristus? Entah apapun namanya di luar sana?

Lha kenapa Oprah harus didemo habis2-an, di youtube ada ibu2 yang nyanyi for Oprah "Jesus is the only way", bahkan di kotbah hari Minggu harus dihujat2? Apakah si penghujat pasti masuk surga vs Oprah? Nobody know for sure right?

"Jadi Kardy, kamu bilang ada jalan lain ke surga selain Yesus?" sambil dipelototin cewe (fanatik) Kristen.
Ok gini, sebagai Kristen we do believe in Trinity right? There is Father, there is Son, and there is Holy Spirit. But They are different representations of one God.
"Iya, tapi itu ada di Alkitab"
TETOT..cewe goblok! Ya gw ga ngomong gitu lah (cukup dalam hati saja), bisa2 gw kehilangan teman dan dapet musuh. Dan ada kemungkinan dia manggil temen2-nya dan gw dirajam atau dibakar hidup2.

But seriously, the concept of Trinity is NOT in the Bible.

Ok pertanyaan lain, bagaimana Musa, Daniel, Daud, dkk bisa masuk surga, sementara di jaman mereka belum ada Yesus? Remember "Jesus is the ONLY way"?
Mereka ga masuk surga, atau mereka masuk surga karena mereka percaya "One God of the desert"?
Ada konsep teologi bahwa Jesus's salvation stretched far before he was born, it was from the first time mankind get disconnected from God.
Panjang ceritanya...

Tapi intinya if you believe in one God in three different forms, why you can't see God in the other forms?
"Not everyone who says to me, 'Lord, Lord,' will enter the kingdom of heaven, but only he who does the will of my Father who is in heaven." - Matthew 7:21 NIV

Gw ga percaya mata Tuhan sama seperti mata manusia, yang lebih melihat ke perbedaan daripada hal2 yang membuat kita sama.
How do I know? Because I know Jesus, and the Bible tells me so.

Dan bagaimana para pemuka agama berbicara, dan hasilnya orang2 fanatik bego begini. It brings pain to my heart.

Entah apa gw terlalu mendukung liberal, tapi dengan kebebasan liberalisme, gw merasa gw bisa lebih memahami sisi pandang orang yang berbeda. Tidak terkungkung dengan kacamata kuda dengan label agama.
Ada pemikiran yang menarik, ada pula yang absurd. Tapi bukankah percaya orang mati dan bangkit kembali adalah absurd?
Tapi itu namanya iman?

Monday, May 02, 2011

Update Pulang

Setiap kali pulang selalu aja para ortu bergosip hal yang itu2 saja.

Alkisah gw pulang untuk kondangan temen SMP. Ya secara grup teman2 inilah yang bisa gw katakan masuk kategori best friends. Tentu saja ada best friends dari SMU dan kuliah dan kerja, tapi grup inilah teman2 terlama gw, so of course gw bela2-in dikitlah.

Dulu ketika SMP, karena SMP gw jelek, satu kelas sama melulu selama tiga tahun (katanya kelas unggulan gethu loh). Tapi di satu kelas ini anak2nya terbagi tiga. Genk olahraga, genk nerd, dan gerakan non-genk. Termasuk cowo dan cewenya. Dan gw tentu saja termasuk ke dalam genk nerd. Ya intinya kalau olahraga duduk2 di pinggir lapangan. Guru OR pun malas sekali melihat kita2.

Dan genk ini bener2 genk2-an. Serius sampe ke tingkat ada nada permusuhan antara genk sporty dan genk nerd.

Waktu berlalu, dan di beberapa kesempatan pertemuan, tentu saja bagi gw urusan masa lalu adalah masa lalu. Gw sih fine2 saja, tapi bagi yang masih membawa2 urusan masa lalu ke masa kini.. ya sudahlah, malas rasanya mengejar2 pertemanan.
Kalau ketemu ya salaman, kalau ga mau ngobrol ya gw juga males tanya2, kalau nyepet2.. ya paling senyum saja.

Hingga kemarin, gw masih tersenyum. Sampai saat ini genk ini entahlah...masih lumayan utuh juga. Genk sporty nan gaul sudah terpencar ke mana2, tapi untuk kita, untuk kondangan kemarin, hanya dua orang yang tidak hadir dari 9 orang. Yang dua lagi memang sedang berhalangan berat.

En we looked good! Well mayoritas teman2 sekarang sudah bawa2 tas pinggang. Gw juga bawa tapi ga segede mereka hahahaha...

Update dari sisi ortu... hmm.. same old same old. Their relationship is still sour. Teuteup butuh energi buat mereka.

Terima telepon dari temen mereka:

Halo...mau ngajakin mereka jalan pagi.
Ga ada di tempat? Hmm kayanya ga bakal jadi nih....
Wait..kamu anaknya kan? Kalau kamu ngajak pasti Papi-mu mau ikutan
Udah lama dia ga jalan pagi...

Yawda...gw tanya malemnya. Diajakin tuh jalan pagi.
Dan si Papi masih aiueo...terpaksa deh gw bilang gw ikutan dengan alasan gw merasa gendut.
Dan bener saja si Papi bilang iya.
Dan gw harus bangun jam lima pagi besoknya...huaaa....
Dan jalan pagi bersama para kakek nenek ini....

Seperti biasa jalan seiprit makan segedubrak.
Ditanya2 sudah punya pacar belon...

Ya gimana gw punya pacar, gw musti jalan sama kalian2 pada.. ya jatoh lah market value gw.

Di lain pihak gw sadar betul, komunitas orang2 tua ini gw rasa komunitas yang cukup baik. Bukan yang tiap hari nyombongin kekayaan or anak or yang lain2. Yang ini lebih ke orang2 tua yang bosan karena anak2-nya udah gede dan berkeluarga. Yang di-share pun ya bangsa obat2-an, gosip, olahraga, dll.. so ya bolehlah.
Dan punya akses ke temen2 lama mereka yang orang Jambi, dll

Kalau ngga ditarik ke situ, entah si Papi pergi main ke mana. So daripada yang ga jelas, mending yang jelas juntrungannya.

Ngorbanin waktu, ya apa mau kata.

Sabtu pagi - siang untuk update toko, potong rambut, makan siomay....
Sabtu malem ke tempat koko, makan malem satu keluarga, dan shopping keperluan bulanan
Minggu pagi - siang nemenin mereka jalan2
Minggu malem kondangan teman

Ya sudah habis...begitu kurang lebih agenda kalau pulang, porsi lumayan besar harus habis di keluarga. Makanya sekarang gw harus pasang prioritas untuk teman. Yang bisa terkejar ya dikejar, yang tidak bisa ya biarkan saja.

Sunday, April 17, 2011

Masa Depan yang Lebih Buruk

Pesimistis?

Katanya Amerika (NATO) menginvasi Libya atas nama minyak. Mungkin tidak jauh di masa depan, kita akan berperang atas nama makanan dan air.

Di mata kita2 sebagai generasi saat ini, kita sudah menyaksikan harga cabe mencapai rekor tertinggi, harga pangan yang melonjak sudah mengakibatkan pemerintahan terguling, negara pengekspor pangan menghentikan ekspor karena gagal panen, banjir mengakibatkan harga kapas naik, serangan hama yang luar biasa, peringatan FAO akan kekeringan di Cina yang membawa dampak ke harga terigu dunia, dll.

Dan penduduk Indonesia diprediksi akan meningkat dua kali lipat menjadi 450 juta di tahun 2045. Entah mau diberi makan apa orang2 ini, dan entah kenapa pemerintah Indonesia selalu kesiangan dalam menghadapi masalah.

Generasi sekarang adalah generasi yang luar biasa rakus. Kalau melihat orang2 tua dulu, satu unit televisi saja bisa tahan puluhan tahun. Generasi sekarang? Wuih, 3-5 tahun sudah ketinggalan jaman dan harus ganti yang baru.

Recycle? Juga usaha yang rakus energi.

Dan dengan segala respek terhadap krisis Jepang...rasanya dunia perlu tragedi Chernobyl jilid dua untuk menyadarkan akan bahaya nuklir. Dan karena tidak ada tragedi Chernobyl, rasanya tidak ada satupun yang mau menangguhkan rencana nuklir-nya. Well low emission, high power...very lucrative.

Dengan melambatnya ekonomi Jepang, banyaknya hutang AS, dan melemahnya zona Euro karena Yunani, Portugal, dan teman2-nya. Gw merasa satu generasi ke depan adalah milik Cina. Sesuatu yang gw takutkan sejak kecil.

Cina terkenal tidak punya sopan santun terhadap lingkungan dan orang. Well..terlihat dari attitude bisnis mereka yang menambahkan melamin ke susu, membuat telur palsu, membuat gantungan kunci yang isinya ikan dan kura2 hidup, dll.
Dan jika Cina menjadi super power (which is very likely)...i'm going to be super worried.

Muncul juga masalah penyakit. Entah kenapa di jaman ini flu bisa loncat dari burung ke manusia, TBC bisa menjadi drug resistant, ada juga yang namanya SARS, malaria menjadi ancaman baru.
Dulu ketika DDT tercipta, dunia berkata..malaria akan lenyap di masa yang akan datang. Sekarang? Hanya tertinggal satu lini terakhir sebelum parasit ini kebal terhadap semua jenis obat2-an.

Bisa begini? Entahlah. Produsen obat punya target memasarkan obat sebanyak2-nya. Dokter mendapat bonus jika bisa meresepkan obat. Pemalsu obat memasok untuk pasar2 miskin.

Jika terus begini, jika tua nanti gw memprediksikan bisa menyaksikan sesuatu yang "menarik". Well..kalau gw tua, karena gw berniat mati muda.

Gw tidak melihat dunia ini menuju ke arah yang lebih baik.

Dulu gw pernah bertanya ke nyokap gw.. kenapa mau punya anak gw kalau tahu dunia ini akan lebih buruk?
Nyokap jawab dia ga tau, namun gw melihat sekilas kesedihan di mukanya.

Bagaimana kalau anak gw nanya begitu ke gw? Entahlah harus jawab apa...
Gw tidak/belum melakukan sesuatu apapun untuk membuat dunia di masa yang akan datang menjadi lebih baik. Sebelum gw yakin bahwa this world is a better place for him/her, gw ga bakal punya anak dulu.

Namun gw sadar betul sesuatu. Tidak usah tunggu hingga gw meninggal. Jika dunia terus begini tanpa ada sesuatu yang drastis...something bad will happen... in the near future.

Wednesday, March 30, 2011

'Forever Young'

Mungkin gw mesti bilang ini adalah lagu favorit gw.

Pertama kali dengernya di dugem, mungkin ketika kali-kali pertama gw tau yang namanya dugem. Sampe sekarang setiap kali setiap denger lagu ini di tempat dugem (dengan house remix-nya) pasti mau turun joget gw! Hahahaha!

Pas kuliah di SGP, alangkah kagetnya gw ketika temen2 sekelompok gw ngga tau ini lagu (waktu itu kita lagi lembur ngerjain tugas). Ckckck...generasi sekarang ngga tau yang namanya klasik! Totally nerds and geeks!

Pas nonton Burlesque dengan separoh hati (karena dipaksa sama temen2 cewe dudul, sementara gw mau nonton Season of the Witch), cuma dua hal yang bikin gw ga terlalu ngedumel. Cher and sekilas lagu Forever Young!

Kenapa gw suka? Mungkin karena liriknya kena banget: "I want to be forever young", "Youth is like diamonds in the sun, and diamonds are forever", "So many dreams swinging out of the blue, let them come true",...

It's a dream i know..because it's forever. Tapi di kala dugem ato malem2, bolehlah gw bermimpi sedikit.

The fact is quite the opposite. Nothing is forever. Because if something is forever that we will not respect it and take it for granted.

Banyak orang yang bilang "I love you forever and ever"...and a load of sh*t! Cinta juga perlu dipupuk dan dipelihara (dengan duid ?) kalau nda juga habis terkikis oleh waktu (duile...).

Demikian juga dengan masa muda.. huff... gw sadar betul, hanya ingin bermimpi agar masa2 ini bisa sedikit lebih lama.
Tapi sisi lain diri berkata: "Dream is just for the weak..."
Ada juga sisi lain yang berkata: "You have to take this life more seriously...."

Mungkin gw kesepian sampe2 harus ngomong sendiri...??

Ada satu dari banyak hal yang gw pelajari dari agama Islam yang cukup berdengung sampai sekarang:
“Rebutlah lima perkara sebelum datang lima perkara lain, yaitu masa muda engkau sebelum datangnya hari tua, masa sehat engkau sebelum dilanda sakit, masa kaya engkau sebelum masa miskinmu, masa lapang engkau sebelum datangnya waktu sibuk, dan masa hidup engkau sebelum datangnya saat kematian.”

Lima perkara sebelum lima perkara.

Kalau boleh mimpi lagi... i really2 want to dance with my life partner...with this song..someday in the future.

Tapi untuk sekarang...puff..i have to do lima perkara itu. Selagi muda, selagi sehat, selagi masa lapang, selagi hidup: lari, sepeda dan berenang!
Seberapapun susahnya, dan mungkin nanti gagal dengan memalukan, setidaknya gw mencoba untuk meraih satu cita2 dalam hidup.

Because young is never forever....but I will make it so (and die trying..but hell..nobody comes out of this life alive....)!

Saturday, March 26, 2011

Bodoh

Ngobrol2 dengan temen2 kantor tentang betapa bodohnya pembantu dari Indonesia tiba2 teringat kisah muda dulu.

Hari terakhir trip dua minggu dulu gw ke Padang. Alkisah akhirnya badan ambruk juga setelah dua minggu dihantam kapau melulu. Sumpah deh di Padang sulit betul mencari makanan yang non-kapau, sayur pun pasti berlumur santan + cabe. Makan pagi di hotel: nasi goreng+sambel+kerupuk. Alamak! Sariawan dan akhirnya gw kena radang tenggorokan.

Jadi hari itu demam, badan sakit semua dan masih harus survey ke satu site yang letaknya jauh2 di atas bukit. Gw naik turun tangga (yup..dibikin tangga), udah nahan2 biar ga muntah.

Selesai survey kita bablas ke jalan, menuju Palembang dengan jalan darat: Kota Baru-Muara Bungo-Jambi-Palembang, dengan rencana bermalam di Jambi. Ya..ya..ya Jambi kampung halaman tercinta!

Waktu itu kita berhenti untuk makan siang di rumah makan gubuk di pinggir jalan lintas antar propinsi. Ya apalagi hidangannya kalau bukan indomie rebus + cabe! Yang melayani waktu itu cewe, bisa dibilang remaja lah. Dia yang nerima order + bikin indomie + kopi untuk Pak Supir.

Selesai makan, kita mau bayar. Karena ga mau repot gw keluarin selembar 50 rb-an. Ya mestinya ok donk buat indomie 3 orang + kopi + teh + dst...

Ditunggu lamaaaa sekali koq belum dikasih kembalian juga. Gw udah ngedumel dalam hati (semua sumpah serapah keluar deh di dalam hati), mana gw lagi demam lagi... pingin tidur di mobil, bukan panas2-an di gubuk derita begini.

Surveyor gw kayanya sadar gw udah hampir ngamuk. Muka dia agak khawatir pas gw berdiri untuk nyamperin cewe itu.

Begitu gw samperin tuh cewe, belum buka mulut untuk nanya (maksud mau ngomel), mata gw ngeliat kalo dia lagi sibuk nulis2 di kertas.
Pas gw liat tuh kertas, rasanya seperti ditonjok di perut! Cewe itu berusaha ngejumlah! Bener2 dia tulis harga..tulis satu lagi harga di bawah, ada garis, dan ada tanda plus! Dan dia berusaha ngejumlah pake jari (walaupun kayanya ga sukses)!

Sumpah waktu itu gw nyaris nangis! Air mata udah ngantri di sudut mata.

Surveyor gw datang dan berbisik: "Duz, dia ga bisa ngitung..". Ya iye lah.. gw juga bisa lihat.

Akhirnya gw samperin dia. Gw minta dengan sopan kertas dan pensilnya, gw tulis bener2 harga benda yang kita makan, dijumlah satu demi satu, plus gw jelaskan sejelas-jelasnya. Kaga bisa pake perkalian bo! Dan dia ngeliatin dengan lugunya.
Pas dia dapet total harganya, dia pun masih berjuang ngumpulin kembalian mana yang sepuluh ribu, lima ribu, dll. Dan pada akhirnya gw sebagian untuk jajan dia lah.

Kenapa gw nyaris nangis? Entahlah...but somehow gw merasa: I also belong to this land. Tempat ini cuma beberapa ratus km dari Jambi (di Sumatera beberapa ratus km itu deket...). Gw lahir di situ, gw lari2 di Bengkulu, gw pas kecil juga pernah ke Padang, Muara Bungo, dll. Kita cuma beda nasib dan kesempatan!

Dan gw datang ke tempat ini, dengan segala pernak pernik GPS-lah, kompas-lah, laptop-lah, hape-lah, dst.
Dari jarak ratusan km, gw masih ngatur aktivitas survey di propinsi lain, bikin dan submit report, email2-an pake bahasa inggris...
Dan dia duduk2 menunggu orang datang dan bikin indomie, teh, kopi?
Gw sama dia cuma beda umur ga seberapa jauh...
Cuma beda nasib dan kesempatan...entah setipis apa perbedaannya....

Mungkin gw beruntung dan dia sial, mungkin gw sial dan dia beruntung, entahlah. Tapi bagi gw, you have so much potential! Instead of sitting here in the middle of the day, just to make indomie rebus! Dan ga bisa berhitung! Entahlah dengan baca tulis!

Ketika kita naik ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Gw baru sadar sesuatu...

Dia tinggal di tempat yang betul2 indah. Gw bisa melihat Bukit Barisan di belakang, dan sungai mengalir sejajar di belakang rumah makan itu. Jangan pikir sungainya jorok seperti Ciliwung, yang ini masih bersih, dan sepertinya akan bergabung ke Batanghari. Ada sebagian sawah tapi sebagian besar masih hutan.

Tapi dengan formasi memanjang mengikuti jalan seperti itu, memang betul2 sulit untuk punya sekolah. Jumlah penduduk mungkin hanya beberapa kepala keluarga dalam lingkup di bawah 10 km. Bagaimana bisa sekolah?

Kalo boleh percaya Tuhan, gw percaya hari itu Tuhan menunjukkan sesuatu kepada gw...Itu kenapa gw bilang Tuhan selalu bercanda dengan gw. Kemanapun gw melangkah, dan bagaimanapun gw ga percaya eksistensi-Nya, Dia selalu bisa menunjukkan hal2 menarik yang tersembunyi.

Dan kemanapun gw pergi...gw masih punya sejarah di SumbagSel. Di situ gw lahir, di situ gw besar, dan liburan keluarga ketika kita dulu masih "one happy family".

Monday, March 21, 2011

Vitamin "E"

Betulkah pake narkoba malu2-in? Ah rasanya nda begitu...

Alkisah sepupu yang baru masuk kuliah tiba2 nanya via MSN:
"Ko..tau ttg narkoba ngga?"

Waduh...tapi secara dia sama gw ya...boleh dibilang lumayan deket, jadi gw ladenin. Cerita deh panjang lebar mengenai jenis2, efek2, dll, dst.

Mungkin pengetahuan gw terlalu meyakinkan sampai2 dia tanya:
"Koko pernah pakai??"

Glek.....

Mau boong, rasanya gimana gitu... udah umur segini pake malu2 kucing segala. Mau jujur nanti dibilang membawa pengaruh buruk.

Jalan tengah terbaik: mengalihkan topik! Akhirnya gw bilang:
"Not recommended deh..."

Jadi gw pernah pake?!? Yup!

Ketika masuk kuliah ortu pernah panik karena berat badan turun 10 kg+ dalam waktu kurang dari 6 bulan. Dengan dikomporin Paman gw mereka nanya: "Ga pake narkoba kan??" Oh tentu gw bilang "Ga tuh..."

Karena nanyanya telat! Coba kalo ditanya pas SMU..Ooow! Hancur dunia....!!

SMU gw pernah pake vitamin "E" also known as E*stasy....Well dulu namanya aneh2 Pink...., Blue... entahlah lupa juga detilnya.

Sampai saat ini tidak pernah sedetikpun gw menyesalkan kejadian itu, karena well..alasannya cukup complicated.

Enough to say, pada saat itu gw bener2 tidak PD, dan pingin sekali dan mati2-an mencoba untuk menjadi anak gaul. Yah gimana ga gaul..kacamata botol, bentuk tubuh galon, belum pake kawat gigi lagi..

Dari dulu hingga sekarang...ketimbang jadi orang pinter, gw lebih milih jadi orang keren dan gaul. En selalu mengejar bayang2 yang tidak pernah kesampaian.

Jadi terjadilah kejadian itu. Diajak dugem ayok aja... dikasih minum ayok aja...plus vitamin E ayok aja.
Asyik memang, goyang2, thumpa..thumpa..., dan besok hari Minggu-nya gw harus minum Panadol udah seperti permen, bisa 5-7 biji/hari.

Ga banyak kali sih minum vitamin E-nya, paling 4-5 kali.

Sejujurnya gw beruntung, karena juga di-"jaga" dengan sesama teman2 (sesama temen make) gw, supaya ga kelewat batas (nyoba yang aneh2 lainnya). Alasannya waktu itu karena mereka bilang gw orang "baik".

Tapi akhirnya gw sadar ketika memandangi baju Nike dry-fit super keren, dan gw sadar betul gw ga bakal muat make baju itu. Ngeliat di cermin juga ya..begitu deh.. remaja gendut yang tidak menarik. Dan rasanya make drugs tidak membuat gw tambah menarik. Mau keren...tetep ngga keren.

Belum lagi ditambah kebiasaan merokok (yup2 gw merokok, bahkan di saat istirahat sekolah, disaat ada peraturan sekolah: siswa yang merokok bisa dikeluarkan)...

Tapi gitu2 tetep bo...gw naek kelas (semua temen make en ngerokok ngga ada yang naek kelas). Bisa milih mau masuk IPA/IPS lagi (jumlah nilai IPA-IPS gw sama), en nilai jumlah nilai IPA gw 1 diatas jumlah nilai kk gw.
Apakah segitu susahnya masuk IPA di masa SMU dulu? Yup...segitu susahnya. Dengan dua kriteria ujian pemerintah dan ujian sekolah yang selalu menjatuhkan, cukup banyak siswa yang berlinang air mata terpaksa pindah sekolah hanya demi masuk IPA.

At the end, gw memang ga pernah muat di baju Nike itu. Ketika mengira sudah muat pun, setelah bertahun2 kemudian, tokonya sudah ganti nama, boro2 masih nemu bajunya.

Dan gw berpikir gw beruntung, bisa melihat sisi lain dunia. Gw terus bermimpi menjadi bagian dari dunia "thumpa thumpa.." tapi tidak pernah berhasil. Tapi gw tidak akan pernah menyerah, it just now i'm working on different priority.
Gw beruntung punya temen, yang baik, nakal, pinter, semua2-nya...
Gw tidak akan pernah men-judge buruk pemakai drugs sekalipun, karena gw yakin semua orang punya alasan, and there should exist drug users that are fully functional. It's just you have to be smart...

Monday, March 14, 2011

Dunia yang lebih baik? Rasanya tidak...

Menghabiskan weekend kemarin di Tangerang dan Jakarta, dan kembali duduk di belakang setir. Koq rasanya capek sekali yah.

Jujur rasanya makin hari dunia makin buruk.

Angkot berjejer seperti mengemis. Begitu ada penumpang satu, wess..langsung berhenti mendadak, bahkan di tengah jalan sekalipun.
Dalam hati bercampur antara kasihan dan syukurin. Yup dulu pernah mengalami kenyataan pahit ketika berseragam sekolah. Boro2 sang angkot berhenti, begitu melihat kita2 yang berseragam sekolah..bruum langsung tancap gas. Waktu itu ada peraturan pemerintah yang nan goblok: anak berseragam sekolah bayar Rp. 500 sementara tarif resmi Rp. 1000. Akhirnya kita2 yang berseragam tidak mau diangkut (walaupun teriak2 "Pak saya bayar 1000 Pak!!"), dan ortu gw terpaksa mendaftarkan gw untuk ikut anter jemput swasta.

Belum lagi kebiasaan angkot yang selalu ngetem, terus masuk gigi satu dan maju mundur endut2 ga jelas, untuk memberi kesan ke calon penumpang kalau angkotnya mau jalan tidak ngetem lagi. Masalahnya buat penumpang yang udah duduk di dalem, waduh rasanya terkocok2 dengan maju mundurnya si angkot.
Ngetemnya juga ga tanggung2, setengah jam di tempat A, setengah jam di tempat B, penumpang marah disuruh naik taksi. Sampai2 gw pernah ketinggalan kereta Bandung-Jakarta yang harganya 60k++ hanya karena angkot goblok yang ongkosnya 2k.

Sekarang angkot sepi, karena orang miskin pun bisa beli motor (yang juga udah kaya semut), sukuuurriiin!!

Ok, back ke menyetir.

Kemaren ada satu ruas jalan yang diberi label "Kawasan tertib lalu lintas km. 22 - 24" di Tangerang. Intinya motor disuruh masuk jalur kiri, dan mobil di jalur kanan.
Dan muncul-lah salah satu mahluk yang paling gw benci sejagat: polisi lalu lintas!
Gw tidak benci semua jenis polisi Indonesia, tapi hanya untuk jenis inilah gw paling alergi!

Dengan label "kawasan tertib lalu lintas", dipasang traffic cone untuk memisahkan jalur kiri (motor) dan jalur kanan (bus). Karena memang otak sudah tersumbat asap knalpot, yang namanya traffic cone pastilah roboh2 dipasang di jalan seperti itu, namanya juga tertiup angin kendaraan.
Dan Pak Polisi dengan arogannya, naik motor "Polisi", membetulkan traffic cone. Ada yang melawan arus kendaraan, ada yang masuk jalur mobil dan berhenti di tengah2. Tertib lalu lintas mananya Pak? Koq malah Bapak yang tidak tertib?

Terus setelah lewat satu ruas lampu lalu lintas, ada mobil yang motong gw dari kanan...fussh...langsung nyalip terus banting setir masuk ke jalur gw tanpa aling2. Jelas gw klakson2 dunks.
Dalam hati bingung juga..nih supir ga ngeliat polisi segedubrak banyaknya apa? Sudah jelas dia di "priiit", dan pasti bakal disapa "Selamat pagi/siang Pak?", dan diteruskan dengan "Boleh lihat fotonya Pak?".

Dan memang prit2...distop dia. Awalnya masih maju pelan2, gw pikir mau minggir pelan2. Eeh tau2 berenti mendadak! Udah keluar semua nama2 binatang! Ini apa2-an?!?! Seakan2 jalanan milik dia. Pak Polisi lagi! Udah bukannya minggirin ke pinggir malah nyetop dia di tengah jalan!
Belum lagi dia berenti mendadak! Untung gw jaga jarak en ga nabrak dari belakang.

Huff memang hidup sekarang harus penuh kelapangan dada.

Sepanjang perjalanan ngedengerin radio. Ada lagu sepertinya dari Iwan Fals (kalaupun tidak suaranya mirip) yang mengiklankan keluarga berencana dari BKKBN pusat. Keren lagunya, suaranya serek2 basah gitu bikin pingin joget.

Dan akhirnya pemerintah goblok ini sadar akan masalah kependudukan?!?
Dari dulu Pak!! Dari saya SD-SMP sudah ngerasa jengah dengah banyaknya orang2 di negara ini! Terus menerus didengung2-kan "Oooh kita punya SDM yang luar biasa besar, ini potensi..potensi..potensi.."

Ke laut aja Pak! Potensi HK kalo SDM-nya pengemis, ga bisa baca tulis, anak2 jalanan, bawa2 bayi segala lagi, pembantu pun bangga, yang demo2 entah darimana duitnya, pelacur di negeri orang, etc.
Kemiskinan diagung2-kan, kekayaan dijelek2-an (ooh orang kaya susah masuk surga-lah, kapitalisme-lah, etc, dll). "Kita butuh Bu Muslimah! Yang rela kerja rodi tanpa dibayar! Ikhlas!" Alamak!

Di radio ada yang komen: "Ada supir angkot single, ditanya penghasilannya, dan jawabannya "cukuplah". Setelah menikah menjadi "separoh cukuplah", setelah punya anak 6 menjadi "sepertujuh cukuplah"." Ring a bell?

Bolehkah para orangtua ditanya?

Ketika gw muda dulu selalu ada cerita:
"Dulu Bandung tidak seperti ini Mas, dulu......(intinya sejuk, indah, ga banjir)"
"Dulu Papi dan temen2 suka berenang di sungai ini, airnya biru dan jernih (sambil memandang sungai yang sudah kecil dan ditumbuhi entah apa)"
"Dulu hutannya luas Pak, ada monyet, ada macan, ada babi hutan sering kelihatan (sambil memandang perkebunan sawit)"
"Dulu harga makanan ga semahal ini Pak, sekarang ga sanggup beli beras lagi (sambil memandang mereka makan singkong..[dan gw terpaksa sok2 bersimpati dan harus makan makanan sederhana =(]"
Dan banyak dulu2 lainnya.

Ga kebayang apakah ketika gw punya anak kelak, gw akan bercerita dulu..dulu..dan dulu??

Apa gunanya dulu yak??

Kalau generasi orang tua sudah mewariskan keindahan dulu yang telah hilang, akankah generasi sekarang terus mewariskan kehilangan? Sayangnya rasanya iya. Toh dari kecil sampai tumbuh setua ini, rasanya banyak sekali yang telah hilang. Terus sampai kapan? Tinggal tunggu hutan habis, emas tembaga freeport habis, minyak, gas, dan batubara habis...
Mungkin bukan generasi sekarang, tapi generasi selanjutnya bisa jadi akan menyaksikan ini.

Terdengar berita di radio: banjir bandang di Aceh akibat pembalakan liar. Kasihan juga orang2 itu yang berpikir bisa mengambil terus dan terus tanpa menanggung konsekuensi. Pfft...selalu.., ini bukan masalah ahlak dan moral, ini masalah ekonomi.

Memandangi anak2 kecil yang goblok (baca: lugu) yang kian bermunculan di kiri dan kanan, gw tidak bisa berhenti berpikir. Apa yang akan lu2 lihat kedepannya? Hanya sekedar cerita? Dan silikon, dan internet, dan nilai pelajaran, dan ranking, dll?

Hidup makin tidak mudah, tidak sampai hati rasanya mewariskan ketidakmudahan ini ke anak GW (personally)...ke anak orang laen sih ok2 aja.

Monday, March 07, 2011

Syal!

1:33:38.0

daaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmnnnn!!!!!

really2 shouldn't stop at the last aid station :'(

Sunday, March 06, 2011

Bangun Pagi, Sepeda Pagi

4 taon yang lalu this particular guy muntah2 after just 2 km ride to office. It takes 4 years to be able to cycle 40km? No...it takes 4 years to find courage to join in the community event for cycling.

Well Nissan Challenge 40 km is the maximum distance allowed for MTB in OCBC Cycle Singapore 2011. Since my heart always lies with MTB, well.. haven't had any thought to shift to roadie, so..no other choice.

Lesson learned? Lumayan banyak:
  1. Jersey oh jersey.. Udah mesen L pun..begitu dipake..bles..alamak semuanya yang keliatan lipetan2 lemak! Aaargh malunya diriku... tapi kalo nda dipake ntar kurang "blend in" en mencolok sendiri. Akhirnya pede2 aja make...
  2. Udah ngecek sepeda tapi tetap aja ada yang kelupaan. Seat post height..checked..handle bar..checked.. ban..checked. Tapi alamak! Disc ban belakang nyentuh brake! Baru nyadar paginya pas udah nyampe di venue. Memang pas minggu lalu ban belakang sempet copot karena quick release-nya ga bener. Diputer ban belakang paling banter 3 rotasi udah berhenti sempurna. Tapi karena udah ngga mau ngambil resiko...ya udahlah..paling banter ngorbanin kaki.
  3. Maximum performance? Huaaa...i shouldn't stop for the last aid station ='(. Menyesaaaall.....
  4. Jam tangan lupa bawa!!!!!
Dan para bule itu...mak jaaang.. don't be like that lah! 3 kecelakaan yang gw liat, 2 di antaranya bule lagi. Mana yang 1 cukup heboh. Roadie dengan kecepatan tinggi kesangkut di pembatas jalan yang berjeruji pas overtaking. Alhasil heboh, sampe2 pembatasnya pun roboh. Dan gw pun ikut memanggil medic. Well kiasu sih kiasu..tapi gw bersumpah i will never sacrifice my humanity for kiasuness.

Panic attack?!? Yes! Sebelum start OMG OMG..i was so panicked. Gw kebayang pas start..dor! Lalu gw yang gendut ini ngos2-an naek sepeda goyang kiri kanan ditinggal yang laen.. kan maluu.... Seriously my stomach was cramped... pingin poop+pipis dan tangan gw keringetan.
Tapi kenyataannya nda denk.. =P. Malah gw overtaking beberapa roadie =).

Yang hebring binti hebat... Just before kita start...yang 60 km udah nyampe. Literally my jaw was dropped. Jarak antara start 60 km dan 40 km adalah 1 jam 15 menit. It means mereka travelling dengan speed nearly 60 km/jam! Kalau di Indo udah harus pake SIM tuh.
Keren bow....gw baru duduk2 di pen sebentar udah ada pengumuman "Yang leading 60km udah memasuki Nicoll Highway"..alamak...kereeeeeen.....
Seperti biasa kalo liat yang keren gw pingin! OK kita akan latihan lebih keras lagi!

Rute..ok lah cukup familiar. Ke East Coast Park (ECP) dan balik lagi. Paling banter lucu2-an pas nanjak naik ke Nicoll Highway. Bule sebelah gw: "OMG! Nasty nasty Singapore!" Hahahaha.... Dan dia nanya ke gw berapa km lagi. Gw jawab 7. En dia bilang hee..bukannya kita suppose untuk finish di tempat start.

Nah di situ gw bingung..secara sehabis Nicoll Highway ke mana lagi? Secara Singapore Flyer udah di depan mata.
Daaaaan... ok lah yang ini gw belum pernah jalan.. muter masuk ke Bayfront Ave. Another tanjakan..puff... lumayan liat2 Marina Bay Sands.

Raffles Place...Esplanade..dan akhirnya finish!
Ya biasa aja..secara weekend juga sepedaan juga lebih jauh dari segitu...Paling kali ini ditambah bumbu sedikit kiasu.

Dan sekarang.....taroh sepeda grab running shoes. We've got another homework to do! Capeeee.... =(

Saturday, February 26, 2011

Kiasu

Vocab: kiasu = afraid to lose

Ada saying yang mengatakan orang Singapur itu kiasu (takut kalah), kiasi (takut mati), dan kiabo (takut istri).

Dan gw selalu berkata, gw bisa unleash my kiasu-ness di saat-saat tertentu, never kiasi, dan karena gw ga punya car bo (cewe), gw ga bisa kiabo.

Alkisah ketika gw mengeksplorasi hubungan dengan teman2 ex-SMU, gw ketemu dengan nih cewe.

Cerita2 soal Standard Chartered Marathon, en dia ikutan nomor 10 km. Karena gw ketiduran en missed the event ya gw ga bisa cerita2 donk.

Dia cerita "Gw ikutan 10 km loh..." Dredededed...."waktu gw lambat XX:XX sih soalnya sambil lirik kiri kanan kali2 ada yang bening."

Gw diem, ga komen apa2 soal waktunya. Apa urusan gw juga...

Kemudian obrolan berlanjut ke event berikutnya which is SunDown Marathon. Dia bilang ayo daftar...ayo daftar.
Gw bilang.. gw udah daftar untuk nomor full marathon karena gw emang berencana miss StandChard en daftar SunDown pas early2 bird sekali...dan pada saat itu cuma nomor full marathon yang dibuka pendaftarannya.

Bagi gw itu cuma sekedar target aja, kalo gw ga "maksa" diri gw untuk ikutan kaya gituan, at the end gw bakal males lari. As always.. gw selalu banyak cita2 ga jelas.

Mendadak: "Wait Kardy, have you ever run 10 km or half marathon before?"
**Lho.lho...koq gw diserang gini...

"Err... iya..."

"Terus waktu lu berapa?"
**Lhoo.....koq???

"Err...XX:XX untuk 10 km, XX:XX untuk 21 km"
**Sengaja gw lambat2-in karena gw ngga mau membuat tersinggung.

"Hmm LAMBAT juga yah, TEMEN GW XX:XX untuk 21 km tuh"

WHAT A B******TCH!
Dan saat itu gw tau...ini temen mau kata temen SMU keq...bener2 stereotipe SMUKie yang gw benci.

Aduh acara gituan (lari2 ga jelas) ngapain kiasu2, emang lu atlet apa?

Please deh... gw lari 10 km seminggu sekali! Sori ye...tapi waktu lu emang betul2 lambat!
Tapi karena gw tau orang beda2, ya ngapain dibandingin sampe segitunya.

Gw seneng pasang target2 ga jelas. Yakin ga gw bisa lari marathon? Gw aja ketawa...paling banter koit di tengah jalan. Ga yakin euy...
Tapi karena gw "cop" event itu.. ya gw ga bisa tidur dengan tenang donk. Pasti setiap kali bangun tidur "Heh...minggu ini harus lari ..."

Peduli gw sama hasilnya? GA PERNAH! Gagal? Ya gapapa toh gw bayar ini.. bukannya ngemis.

But at the end, I am enjoying the side effect dari proses persiapan aside dari rasa "abis ketubruk bajaj" setiap kali bangun pagi.

2 taon lalu gw muntah2 abis lari 2km...lalu 3.2 km.. terus 5 km .. dan sekarang 10 km. Lumayan tho.. biarpun lambat yang penting gw senang.

As for temen gw yang itu...ah udahlah ke laut aja. Di umur begini gw udah males bela2-in pergaulan, en sok2 setia kawan. Ga cocok ya udah.

Monday, February 14, 2011

Kaki Abang Becak

I don't want bulging vein in my legs. Selama ini memang hidup dalam denial, kadang2 keliatan tapi only under certain lighting condition.

Dari salah satu foto:


Oh no! Kaki gw kaya Britney ntar!

Wednesday, January 12, 2011

Because beauty is skin deep

Arsip pribadi!

Minggu kemarin hari Jumat kebetulan lewat Plaza Singapura. Awalnya sih tertarik dengan diskon Hush Puppies, tapi begitu nengok ke sebelah eh tak disangka tak dinyana lagi ada cuci gudang Body Shop.

Waduh langsung gelap mata part 2. Body Shop memang line kosmetik (halah kosmetik..) gw, secara menurut gw produknya tidak centil2 amat, dan tidak terlalu bapak2. Ya in between lha..

Gw berusaha untuk tetap prudent (walaupun akhirnya gagal dengan sukses), dengan memilih produk2 yang memang krusial dan dipake sehari2.

Hari Jumat gw spend SGD84.30:
  • Shampoo Ice Blue (experiment) : 10.9
  • Toner Tea Tree (crucial): 14.9
  • Exfoliating Tea Tree (crucial): 14.9
  • Face Wash Sea Weed (experiment, buat di tas berenang): 12.9
  • Shower Cream Shea + Shower Gel Mango (like the smell, esp. Shea): 14.9
  • Conditioner Nettle (titipan temen): 10.9
  • Wipes Tea Tree (biar total > 80, dapet voucher 20): 4.9

Voucher SGD20-nya gw beliin Tea Tree Night Lotion (26.90-20): 6.9
Karena belanja > SGD 65, juga dapet 1 gift pak yang isinya pom-pom, shower gel en body butter strawberry versi mini.

Hari Jumat? Yes..begitu pulang gw baru nyadar body butter gw abis. Mantan terakhir adalah yang rasa Olive. Biasanya body butter gw pake untuk siang hari keluar rumah, secara di sini kiri kanan AC semua, alhasil kulit seringkali kering kerontang.
Pernah pake Vaseline yang komplit solution dengan pemutih, vitamin A-Z, dll, tapi rasanya berat sekali. Nambah 1 kilo rasanya.
Alhasil pindah ke Vaseline lidah buaya + timun yang ringan...biasanya dipake di malam hari sebelum tidur.

Yang susah dari Body Shop adalah kebanyakan body butternya rasa buah2-an. So centiiil! Ga masuk dengan persona gw (duile...). Dari line default, yang gw bilang cocok sama selera gw adalah yang rasa: Cocoa, Coconut, dan Shea.

So Sabtunya gw balik lagi, dan hasilnya lebih mengerikan...

Total spend di hari Sabtu SGD161.02!
  • Body Butter Nutmeg & Vanilla (crucial + baunya enak!): 18.9
  • Body Butter Black Velvet Apricot (iseng, limited edition katanya): 18.9
  • Shampoo Olive (sekali2 rambut gw bersinar kaya apa ya??): 10.9
  • Toner Cucumber (crucial): 12.9
  • Shower Gel Dewberry (bau ga jelas, menarik) + Shea (another one!): 14.9
  • Mask Tea Tree (esensial, seminggu 2x): 16.9
  • Capsule Time Release Vitamin C (coba2): 25.74
  • Night Treatment Vitamin C (coba2): 22.14
  • Micro Refiner Vitamin C (coba2): 19.74

Habis banyak gara2 mau coba line Vitamin C >.<. Ya penasaran juga bo..kalo ga diskon begini ya kapan lagi nyobanya.

Karena belanja >160, dapet 2 gift pack strawberry lagi, dan 2x voucher SGD20.

Vouchernya gw belanjain:
  • Seaweed Pore Perfector (32.9-20): 12.9
  • Tea Tree Skin Clearing Lotion (26.9-20): 6.9
So total weekend itu gw menghabiskan: SGD 272.02! Untuk produk kecentilan!
Jantung gw ga sanggup konvert ke rupiah...bisa berbusa nantinya.

Setaon ke depan gw ga mau nyentuh Body Shop lagi! Stocknya udah cukup untuk musim dingin yang panjang dan berkelanjutan.
Ya kecuali kalo habis2 dikid2 lha...

Taon lalu gw habis sekitar SGD180-an juga di Body Shop. Tapi itu di-boost karena gw perlu ganti parfum. So gw berpindah ke Of a Man EDT + roll on.
Mantan parfum: Oriflame Glacier dari kelas 2 SMP! Lama abis karena bau badan gw kan ga terlalu dahsyat.

Sebenernya sih maunya pindah ke MidSummer Man, tapi ada daya susah cari agen Oriflame di sini.

Koq parfumnya anak2 sih? Ya apa daya selera memang murahan.. bagi gw yang bangsa2 Polo, Boss, Woods, Dunhill, etc...baunya bapak2 banget...eksekutip kelas tinggi.

Friday, January 07, 2011

Rokok, duit, dan kebodohan...

Melihat artikel tentang rokok di The Jakarta Globe: "Indonesian Government Witnesses Say Tobacco Not Addictive".
Yang mana garis besarnya adalah rokok adalah komoditas yang begitu berharga di Indonesia, banyak orang bergantung dengan industri ini, sampai-sampai yang hitam pun berubah menjadi putih.

Mengutip sebagian dari berita di atas:
"“In 2010, we had 73,896 employees and had a turnover of Rp 21.8 trillion, of which 56 percent went to the government,” said Subronto, an industrial relations executive for Djarum."

Triliun bow, baru Djarum, dan 56% ke pemerintah lagi, gimana ga dibela-belain?

Gw dulu inget ketika kerja di perusahaan telko. Biasa karena kita jual peralatan pemancar, pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh masyarakat umum adalah bagaimana dengan keamanan radiasi elektromagnetiknya?

Pada saat itu sedapat mungkin gw menghindari kesempatan mendapat pertanyaan tersebut, atau dengan kata lain gw menghindari sebisa mungkin acara sosialisasi dengan warga.

"Tapi memang aman koq Duz, ada surat pernyataan A, bukti riset dari B, sertifikasi dari C, dll.."

Gw bertanya kepada diri gw sendiri, seandainya di deket rumah gw dipasang pemancar, gw juga ga bakal mau loh... Kata kerennya: hati kecil gw merasa tidak tenang.

Di dunia yang serba duit ini.. apa sih susahnya membiayai riset..tapi hasilnya ya mbok sesuai kemauan si pemberi duit donk.. kan udah dapet bagiannya?
Ada riset independen yang kontra? Ya bayar lagi ilmuwan2 terkemuka untuk membantah hasil riset yang kontra tsb.
Dan karena telko saat itu sedang booming, kebayang donk duit yang dimiliki perusahaan2 tsb.

Dan gw tidak pernah lagi percaya sesuatu yang benar atau salah.

Ketika dikronfrontir mengenai cita2 gw menjadi bintang bokep dan germo biasanya begini:

"Iiih dy, itukan kerjaan haram..."

yang biasanya gw jawab dengan:

"Kerjaannya sih haram, tapi begitu jadi duit ya halal...."

Memang di mata gw yang calon penghuni neraka, duit adalah segala2-nya. Pintu surga pun bisa dicongkel terbuka dengan duit.
Loh tapi duit ga bisa dibawa mati? Ya tinggal dikonversi ke amal..nama kerennya: philanthropy.

Bagi gw yang haram adalah bodoh.

Merokok...oow tentu boleh..tapi harus smart. Lihat tempat supaya tidak mengganggu. Kecanduan? ooow boleh2 saja..tapi smart...lihat keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Berapa % yang boleh disisihkan untuk merokok. Dan tentu harus disiapkan uang untuk persiapan penyakit degeneratif akibat rokok.

Yang merokok sembarangan, punya anak 6 kerjaannya supir angkot masih merokok, anak kampung sekolah pake bantuan BOS masih cari2 rokok...itu orang2 tolol yang harus dibasmi.

Sama dengan maksiat...

Yang bikin video terus jualan.. ya ok2 saja toh.

Yang ngeliat bokep terus norak dan pergi memperkosa..itu yang harus dibasmi...

Gw sih masih "Hidup Ariel!"

Wednesday, December 29, 2010

Liburan Natal

Di Changi pas penerbangan SGP-CGK, si Lion dudul malah telat dan jadinya para penumpang kudu pindah gate. Boarding pas yang sudah disetor dibagiin kembali, dan namanya dipanggil satu2. Duh seperti anak TK.

Penerbangan malam itu nda ada cewe kece. Tapi ada cowo keren. Rambut item lengkap dengan kumis dan jenggot tipis. Baju dan tasnya juga item, tapi jadinya keren. Di pesawat kita sempet bergesekan satu kali (ceileee....), gw mau naroh tas di atas, dia mau jalan ke belakang.

Pas pindah terminal berpapasan dengan pramugari Qantas, wah keren2-nya. Dandanannya membuat pramugari Lion seperti lenong. Someday I will call Australia home!

Wait, Saut-kah itu part-2?!?! Lagi2 gw satu flight dengan orang yang "mirip" Saut LO Manik, IF00 yah kalau nda salah. Kesempatan lainnya pas penerbangan Jakarta-SGP entah kapan.
Kenapa gw bilang "mirip", hmm soalnya kurus banget! Muka sih ok-lah mirip, tapi tingkat kekurusannya itu?!?! Belum lagi koq dia ga nyapa2 gw yah? Mustinya kan kenal? Ok-lah gw kasih skor 85% mirip.

Di Jakarta, well Tangerang tepatnya...lagi2 bokap membuat ulah. Huff..ga bisa kencing lagi, kateter tidak masuk, dan terpaksa "dibuat" lubang langsung ke bladder.
Ya su lah...mau bilang apa.. Dibilang dokter tidak boleh olahraga berat dan naek motor..masih aja bandel. Kalau ngga begini ya mana bisa sadar.

Untungnya bow.. Matahari diskon 20% all item! Langsung deh gw gelap mata dan shopping spree! Tapi entah karena nda muda lagi, pilihan gw cuma jatuh ke The Executive Premium yang setelah diskon lebih murah daripada kemeja kerja Giordano. OP, ONeill, semua2 itu koq rasa2nya kurang sreg lagi.

Mau nyari celana pendek, astaga naga...semua2nya celana halal! A.k.a di bawah lutut. Watchout, MGee, semua2nya halal! Gimana mau tampil seksi!
Untung ketemu Polo yang diskon 50% tapi itupun cuma ada ukuran 32. Ya bisa pake sih..tapi kurang seksi gitu...

Billabong gw blacklist untuk beli di Indo, sama dengan Giordano. Entah kenapa dua merk ini lebih murah beli di SGP.
Kaos Billabong After Dark yang 70% rayon bambu di Point Break Rp. 444.000, alamak! Di OG gw beli yang gambar tengkorak SGD49.90 + disc. 10% member OG. Di Indo malah gambar2-nya lebih jelek lagi.

Bagi gw kaos itu no. 1 adalah bahan, no. 2 adalah gambar yang berkarakter (halah...).

Terus satu dari my best-best-friend bakal married 1 Mei taon depan. Yang satu lagi bakalan juga lah..keliatannya sama cewenya sudah nempel kaya perangko.

Gw kapan??? Hiks...padahal gw kan nda jelek2 amat...T.T.
Cewe gandengan pun aku tak punya...

Masalah cuaca... sepertinya memang dunia mau kiamat. Nda pernah seumur2 ngeliat cuaca se-ekstrim ini. Sebentar panas, sebentar ujan, sebentar badai. Aneh bin ajaib. Terus gunung meletus dua biji. Katanya gara2 ini harga cabe naek.
Bagi gw pribadi sih, makan terus cabe-nya dihargain (satu sendok = gopek) itu sudah tanda2 kiamat.

Monday, December 20, 2010

Masalah cewe...

Belakangan ini gw merasa si Nyokap makin kepo dengan urusan cewe.

Minggu kemaren iseng2 jalan2 ke Fitness First sehabis pulang kerja. Secara membership fitness gw mau habis Maret depan, dan gw mau look see FF. Secara FF makin oke dan mau buka 3 cabang baru di sini.

Pantat baru duduk habis salaman dengan "Fitness Consultant", tiba2 henpon berdering. Eh dari nyokap. Ya secara keluarga menjadi prioritas, en gw harus ngisi form perkenalan (nama, alamat, fitness goal, etc), ya gw ngasih kode kalau gw mau terima telepon ini ke si Fitness Consultant.

So gw angkat telepon lah, gw ngedengerin bae2, kalau2 penting en emergency. Setelah lama2 rasanya koq ga penting2 dan cuma ngomong masalah liburan. Selesai ngisi form, ya gw ngomong donk sama nyokap, nanti malem gw telepon lagi. Secara gw juga harus fair sama FC-nya. Masa dia harus nunggu nyokap gw selesai curhat.

Malemnya gw telepon lagi..nyokap gw langsung nanya "Tadi sama pacar yah? Koq Mami denger suara cewe di belakang"....
Yeee cape deh....

Sekarang ditanya, lebaran kemaren ditanya....

Pas pulang kemaren masuk salon langganan sejak pindah ke Tangerang juga digosipin di depan mata.
"Si XXX (gw) belum punya pacar yah..."
"Aah dia pasti udah ada yang mau, cuma dianya aja yang ngga mau..."

Sotoy tingkat tinggi...

Untuk taon depan, pacar masih belum masuk priority list. Bahkan jauuuuh di bawah....

Perlu ga sih punya cewe?
3 bulan terakhir ini, i've given myself chance to get to know better temen2 cewe dari masa2 SMU dulu. Secara temen2 kuliah gw...fiuuuh...no hope.
Dan akhirnya keputusannya: "Tidaaaak.....tidaaak!!!"
Extremely boring dan bener2 ga cocok!

Bener2 tipikal anak2 SMUKie...
Suka nge-judge orang, ooh gw yang paling hebat sendiri, boooring, dan terlalu religius

"Asyik ga sih di Singapur, bisa ngerayain Natal segini meriahnya..ga kaya di Indo.."
PLEASE!!!!
Singapur ngerayain Natal meriah karena mereka mau duit. Diskon..shopping...turis! It's not because Christ was born in Christmas Day..It's not even on their list! Oh not to forget, do you reeeeaaaaally believe Christ was born on 25th of December?

Seriously, I need time to break from them before I'm going nuts. Kalo gw complain mereka bilang gw so bitter with my life.

Gw orangnya drama queen. I need drama in my life, therefore I like new places and adventures. Sejujurnya gw merasa ga terlalu "fit in" dengan urban lifestyle di Singapur. Ada perasaan bosan luar biasa dan tercekik dengan keramaian dan segala macam barang bermerk, shopping culture, discount, etc..etc.
Mau tas-nya LV keq..kalo modelnya kaya banci gitu, emang gw pikirin. Gw tetep stick ke Eiger wee.
Dan gw masih ga habis pikir, ada aja cowo yang mau pake LV.

Makanya gw suka jalan2 ke heartland, makan di hawker center di ujung dunia, sepedaan ke mana2. Bukan dari awal sampai akhir jaman maennya di Orchard sama Bugis melulu! OMG!

So in the end, I've decided to let it go. Males...
And we're back to my old weekend habbit! Pizza, movies, and porns!

Dan taun depan gw berpikir untuk ngambil kelas Muay Thai.

Tuesday, December 07, 2010

Dulu babi sekarang sapi

Sepertinya di usia paruh baya ini (gw pingin mati muda), cari makan tambah susah.

Diajakin makan siang mie kuah sapi, yang katanya salah satu yang paling enak di Singapur. Pas diajakin ada satu orang yang udah skeptis, emang Kardy bisa makan sapi?
Terus ada yang jawab: "Can lah, I've seen him before eating steak..". Padahal seumur2 di kantor ini gw ga pernah makan steak. Kalaupun gw makan steak ga pernah seumur2 gw pilih steak sapi.

Hmm ok, mungkin orangnya berhalusinasi. At the end, karena gengsi en takut dibilang cerewet makanan, gw ok2 saja makan tuh mie sapi.

Sampai di tempatnya dan antri sekian panjang, akhirnya dapatlah tuh mie sapi. Dari pandangan pertama saja gw udah nyaris pingsan. Ya ampyun dagingnya... Padahal punya gw sudah teriak2..mau yang mateng..tetep aja rasanya masih kurang mateng.

Alhasil setiap gigitan subconscious gw teriak2 "CJD...CJD" (buat yang belum tau CJD = Creutzfeldt-Jakob Disease a.k.a penyakit sapi gila). Ok gw terlalu banyak nonton X-Files dan House MD.

Dan begitu gw seruput kuahnya, alamak nyaris pingsan. Bau sapinya kuat banget. Gw merinding ngeliat mereka yang seruput sana seruput sini sampai2 minta tambah kuah.

Jadi tidak dapat disembunyikan, mereka jelas2 ngeliat gw ngga bisa makan sapi.

Jujur saja gw sudah lama meninggalkan makan sapi yang jelas2 sapi. Bakso saja sudah tidak mau gara2 pernah ngeliat abangnya nyerok satu tulang segede gaban. Jadi selama ini kuahnya dari tulang itu toh...nyaris pingsan.
Makan rendang sudah males, paling banter dendeng karena rasanya lebih mirip kerupuk ketimbang sapi. Tapi biasanya gw nyerbu ikan kembung balado + cabe ijo segedubrak sampe mencret malemnya.

Tambah dah koleksi no..no..makanan gw.

Saturday, December 04, 2010

Islamophobia

Rasanya kantor gw sekarang begitu deh. Berulang kali di-kronfrotir karena tidak bisa makan babi.

"Kardy, are you a muslim?"

Aduh, gw bukan tidak bisa makan babi, tapi mbo bukan yang datang masih dalam bentuk potongan plus tulang dan ngambang2 di sup begitu. Sama aja dengan mencurigai orang yang tidak bisa makan kepala ayam: "Eh lu ga makan ayam yah?"

Dan salah satu manajer cewe beranak satu ngomong ke gw: "Kardy, i tell you this.. i hate muslim. I tell my son, I'm ok with any religion and free thinker as long as it is not Islam and Hindhu (perhaps the last one is identical with Indian people)"

Dalam hati: buseet dah..freethinker masih lebih mending dari sebuah agama.

Di sebuah kesempatan lain:

X: "Kardy, if you don't eat pork then I can introduce you to Malay girl"
Y: "But later on you have to pray four times a day you know.."
Me: "Err...I believe it suppose to be five.."
Z: "See..he knows their custom already"

Entahlah mungkin orang Islam yang mendengar ini bisa marah2.
Tapi bagi gw, ini adalah PR untuk dijawab oleh orang Islam saat ini.

Si manajer cewe pernah ke Jakarta dan langsung diwanti2 sama orang office Jakarta: "JANGAN KELUAR MALAM DAN SENDIRIAN", cc ke bos-nya juga.
Dan memang dari penilaian gw, kalau dia ke Jakarta dan jalan sendirian, dia ga bakal selamat.

But why? Sedih juga melihat kenyataan bahwa Jakarta begitu tidak amannya.

Gw berulang kali bilang ke temen2 muslim.

You know what? Indonesia itu 80% muslim. 20%-nya lagi cuma ecek2 dan dibagi2 pula.
So....kalau Islam maju Indonesia ya pasti maju lah...
Kalau Islam damai, ya Indonesia damai...
Kalau Islam penuh dengan rahmat, ya Indonesia makmur
Kalau Islam toleran, ya Indonesia menjadi panutan toleransi
Kalau Islam modern, ya Indonesia maju teknologinya

Tapi kenapa Indonesia ga bisa maju2? Korup? Kriminalitas tinggi?

Pendapat gw pribadi: Islam di Indonesia lebih suka terlena dengan mimpi kemahsyuran Islam jaman dulu, lebih suka mencari2 alasan dan kesalahan daripada mengkoreksi diri, dan malas berusaha.

Moral bobrok...ooh karena Miyabi datang...
Korupsi... ooh diajarkan oleh orang-orang Cina...
Pornografi, free seks... ooh pengaruh Amerika sang poros setan dunia...

Toh tetep aja si "dia" salaman dengan Michelle Obama. Aih sudahlah, bagi gw sih sudah tidak usah punya muka lagi.

Ada blog di Kompasiana yang mempertanyakan mengapa tidak ada Florence Nightingale, atau Mother Theresa versi muslim.

Gw mempertanyakan mengapa umat Buddha yang cuma secuil itu bisa membuat yayasan Buddha Tzu Chi di Indonesia, bisa membangun rumah susun, pusat daur ulang, universitas dan stasiun TV.

Dan umat Islam yang 80% itu cuma bisa cuap2 mengenai kekerasan, gosip, dan pornografi di televisi.

Tanya kenapa?

Dan sepanjang pengalaman gw bekerja dan mempekerjakan orang di Indonesia, gw jarang melihat orang muslim yang sadar kalau sholat itu menghabiskan waktu kerja, dan dia harus mengganti itu.

Begini: sepanjang jam kerja taruhlah 09.00-18.00, biasanya perlu 3x sholat. Setiap kali sholat: 20 menit. Total 60 menit. Jarang sekali ada muslim yang sadar hal ini dan dia mau kerja misal sampai jam 19.00. Kebanyakan mereka merasa: "ooh ini hak saya untuk beribadah".

Ya betul ini hak untuk beribadah, tapi harus fair donk. Orang yang non-muslim kerja 8 jam full. Tapi yang ini mau korupsi 1 jam setiap hari. Bayaran dituntut sama. Cak mana ini?
Kalau mau beribadah, please....you have to go for extra distance. Antara produktifitas harus lebih tinggi, dikompensasi dengan bekerja lebih lama atau gaji harus lebih rendah.

Adakah muslim yang sadar akan hal ini di Indonesia? Jawabannya: JARANG SEKALI. Kebanyakan enjoy2 saja. Jarang (eufemisme dari ga pernah) gw melihat pembahasan mengenai hal ini. Mungkin antara terlena, tak terpikir, tak mau dipikirkan atau malas berpikir.

Bukan bermaksud menjelek2-an Islam, deep in my heart gw mau Indonesia maju. Dan untuk Indonesia maju mau tidak mau umat Islam harus maju.
Best wishes.

Sunday, November 21, 2010

Questioning the faith

Setiap kali mendengar cerita Abraham dan Ishak, the first thing that pop in my head is: "Is he stupid?"

Is it so morally wrong to question the will of God? Even if we know His wishes are against the very identity of God Himself?

This God...wanted a human sacrifice! And this stupid old man just blindly and stupidly followed His perverted instruction!
OK it was a test, and then an angel came and bla bla bla....

But if i were Abraham, I would question the instruction HARD, and even challenge the very God Himself. Plainly because I don't believe the God I know wants such horrible thing.

Sepertinya masalah dengan agama adalah ketika orang dituntut untuk mengikuti yang namanya "iman" dan diminta untuk meninggalkan logika. Orang yang mengedepankan logika malah disingkirkan dan diberi label macam2: iman-nya kurang kokoh la..kurang berapi2-la...tidak baik mempertanyakan Tuhan-la...

Masalah yang lain adalah Tuhan tidak punya sambungan langsung jarak jauh sebagaimana jaman Abraham dulu. Jadi semua perkataan Tuhan well..melalui tulisan yang notabene di-doktrin-kan suci, dan melalui perkataan orang2 yang di-doktrin-kan mulut Tuhan.

Jadi kalau si mulut Tuhan bilang bakar..ya bakar...bunuh ya bunuh...bom di sana ya bom...perang ya perang...dan beginilah dunia.

Kalau nda nurut..oh..oh..katanya gempa bumi, gunung meletus, meteor jatuh dari atas, wabah penyakit, dll.

I am really not buying this. Kalau Tuhan mau gw melakukan pekerjaan kotor... well He is better doing it by Himself, beside He is the omnipotence one, not me.

Monday, November 15, 2010

Pingin lenyap dari dunia

Pernah baca komik horor "cantik" ala Elex.

Ada nenek yang sudah tidak punya siapa2 lagi, dan merasa kesepian. Lalu tiba2 dia ketemu dengan sebuah toko yang menjual alat2 yang mengabulkan keinginan. Si penjual toko memberikan anggur yang bisa membuat orang lenyap seperti kabut, tanpa rasa sakit, hanya lenyap.

Begitu membaca komik konyol itu gw juga kepingin minum anggur tersebut. Lenyap tanpa rasa sakit, tanpa konsekuensi, dan terlebih lagi gw kepingin tidak ada orang yang pernah ingat bahwa gw pernah ada, jadi tidak ada yang bersedih atau bersuka cita.

Satu dua tiga, gw betul2 merasa kebudayaan dunia berjalan ke arah yang salah. Profit oriented di mana2, mau menang sendiri, harus jadi "top of the cream", efisiensi di segala bidang...
Temen2 sekarang pada ngomong investasi di mana nih...eeh udah punya rumah berapa...betapa pinter dan betapa bagusnya sekolah anak2-nya...
Lama2 eneg dan pingin muntah.

Gw boseeeeeennn!! Apakah ada cara untuk membuat hidup ini lebih berarti? Lebih dari sekedar duit-duit-dan duit?

Friday, November 12, 2010

Penang, orang cina dan alkohol

Aduh kenapa yah orang Cina identik dengan minum2? Tiga hari di Penang, dua hari harus social drink. Kemaren minum banyak sampai setengah sadar, malem ini males minum2 lagi dan cuma habis dua gelas.

Aduh gw bener2 don't like Tiger brand, mau dibilang best brand in UK tiga tahun berturut2 keq, tetep aja begitu minum langsung pingin muntah. I like Heineken and Bintang. Tapi Bintang is nowhere to be found around here.

Dan mereka bilang "Malay people don't drink"..ya so what..then I admire Malay people. Why everytime Chinese people have to go out and drink?!?

Tapi perlu gw akui, memang Indonesia masuk tong sampah dibandingkan Malaysia. Indikator? Simple: ability to speak English. Gw kaget, dalam urusan kantor di dalam Malaysia sendiri, mereka menggunakan bahasa pengantar Inggris. Menu di restoran yang biasa2 saja juga menggunakan bahasa Inggris.
Dibilang cuma terbatas di kawasan maju seperti Penang, dan KL...tapi ok-lah, setidaknya ada kawasan yang maju dimana mayoritas orang2-nya bisa berbahasa Inggris.

Indonesia? Duile lah booo....

Mereka bisa maju.. Indonesia masih selangkah dua langkah lagi...

Thursday, November 04, 2010

Tinggal di daerah bencana

My boss and me:

B: "Kardy, do u have a plan to be a Singapore PR?"

M: "Umm.. not yet.."

B: "The volcano erupted already you know?"

M: "Oooh..so I should move to Singapore, where it is safer huh?"

B: "It's a no brainer question..."

Mungkin bagi orang asing ini gila yah seneng tinggal di daerah rawan bencana, tapi buat gw wajar banget.

Well Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia (yup..no. 1)! Dari kecil setiap gunung yang gw lihat adalah gunung berapi. Gunung Kerinci di Jambi, Gunung Kaba di Bengkulu, Gunung Dempo di Palembang, Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Salak, Tangkuban Perahu, etc, etc. Sebut saja semuanya berjajar pulau2 sampai Bali.

Jadi kenapa harus takut mati? Sudah selama ini hidup berkecukupan dan berdecak kagum karena gunung2 tsb. Kalau tidak ada Gunung Kaba mana mungkin Curup begitu subur dan makmur, begitu juga dengan Gunung Dempo dan Pagar Alam, Tangkuban Perahu dengan Lembang, etc, dll.

Kesuburan, keindahan, udara yang enak..it's just simply too beautiful to let go.

Pertama kali gw datang ke Sumatera untuk kerja, gw nunjuk peta di Google Earth dan gw mimpi pingin pergi ke satu danau yang dikelilingi kontur tinggi. Gw bilang jelas banget ke semua rekan2: gw pingin pergi ke sana.

Dan ternyata entah kebetulan atau joke dengan Tuhan, suatu saat danau itu masuk ke agenda kerja gw. Dan gw memang harus pergi ke point yang cukup tinggi dimana ada pemancar TVRI. Danau itu Danau Maninjau. Waktu kecil memang pernah ke sana, tapi entah karena gabungan mabuk darat, dan ketidaktahuan turis, rasanya biasa2 aja tuh.

Tapi setelah kerja udah ada GPS, dan mobil dengan driver yang bisa disuruh2. Ada surveyor pula buat ngimbangi gw yang buta arah. Begitu sampai di pemancar TVRI, wuih... Gw bahkan bilang ke diri sendiri untuk diam sejenak dan menikmati pemandangan, karena ga bakal dua kali bisa begini lagi. Jujur ada perasaan iri dengan warga setempat yang walaupun kampung dan ga pernah lihat mobil (anak2 SD-nya pada megang2 mobil kita), tapi tiap hari mereka ngeliat pemandangan ini.


Malemnya kita spend di warung tenda, minum kopi, nonton tivi 14" dengan udara yang sejuk. Mak nyoss!!

Apa hubungannya dengan gunung berapi? Well saat itu setelah diam sejenak, ada pemikiran yang mencuat. Danau dengan bentuk seperti ini, dikelilingi gunung...wait...it IS a caldera! It must be! Tapi sinting! Mana ada kaldera sebesar ini sampai2 bisa nampak di Google Earth!
Secara gw bukan ahli geologi, pemikirannya gw simpan sampai gw konsultasi dengan wikipedia. En true it is indeed a caldera.

Kebayang ga gunung berapinya dulu sebesar apa? Belum lagi Danau Toba juga katanya juga kaldera, dan bahkan ada teori yang mengatakan saking gedenya letusan waktu itu, iklim global ikut terganggu.

Krakatau.. letusannya begitu dahsyat sampai gunungnya hancur. Tapi kemudian muncul Anak Krakatau (munculnya bener2 dari bawah laut..keren). Tapi bo... keren lah dari Lampung ngeliat Anak Krakatau..kadang2 muncul asap putih..kawaii...

I think beauty comes with price. Ada orang yang mau deal dengan price tsb, ada juga yang ga mau.
Gw masih seperti anak kecil, suka mimpi dan berkhayal. Setiap kali ngeliat gunung biru di kejauhan, pasti mimpi apa rasanya tinggal di gunung tsb, bagaimana pemandangan dari puncak, bagaimana keanekaragaman flora dan fauna, dll.
Dan masih banyak gunung yang gw belum pergi di Indonesia!

Saturday, October 30, 2010

It's Kona!

Setelah sekian lama maju mundur, akhirnya diputuskan partner baru gw adalah:


Kona Caldera 2010! Setelah dari sepeda sebelumnya , rasanya kembali ingin balik on top of the wheels.

Kandidat yg gw pertimbangkan adalah Polygon CX 3.0 di kisaran S$990, CX 4.0 di S$1250, dan Kona Caldera di S$1309. Agak sinting juga secara significant part of gaji sebulan habis di sini (sebulan ke depan mengencangkan ikat pinggang deh).
Dan akhirnya yang dipilih Kona, karena memang penasaran sama merk ini, ada suara di kepala gw yang terus menerus bilang: "buy that Kona...buy that Kona..", dan ga setiap tahun warnanya masuk dengan selera gw (tahun2 sebelumnya ngejrenk dombreng).

Seperti yang dilihat dari posting sebelumnya, sepeda pertama gw Amoeba Hussar imitasi di kitaran 2.25 juta. Tapi dari sepeda pertama gw belajar banyak, dan kondisi dengkul gw sudah tidak seperti dulu.

Kenapa masih MTB padahal Singapur jalanan-nya bagus2? Well kali ini gw berencana kalo gw balik Indo someday, sepeda ini ngikut gw. En di Indo, no hope for road bike.. cuma di Sudirman di kala car free day aja. Dan ini gw beli 1" lebih kecil dari ukuran gw (17"), harapan gw sih bisa dipake sama saudara2 yang laen seperti sis-in-law, or sepupu. Buat gw sih masih bisa dipake walaupun kadang2 gw suka ngedorong pantat ke belakang. Kalo gw nantinya ga tahan, baru beli frame baru =).

Beneran ride dari Tampines balik ke Chinatown (10 km++) was like riding on top of the wind! Enak bow! Rem-nya mantep, frame-nya ringan, dan gear shift-nya enak. Ya ada harga ada barang. Membayangkan apa rasanya naik sepeda yang S$4000++....

Ke depannya kita bakal partner lah... gw masih mimpi pergi ke tempat2 aneh dengan si Kona nantinya, sama seperti dengan si Hussar dulu. And we're going to make it come true! Better bike crazier place!

Masih kurang helm, lampu bling bling, pompa, dan bicycle lock. Stand perlu beli ga yah?

Apa kabar Hussar dulu? Gw kasih ke driver kantor, secara menurut gw 2.25 jt, pake setaon, jatoh2 pula. Ongkos kirim ke Jkt 300 rb-an, dan lagi anaknya naek kelas. Believe me, gw tau betapa senangnya anak cowo dikasih sepeda. So gw pikir daripada gw bawa pulang tiada arti, ya dikasihkan saja. Lengkap dengan helm2-nya. Yg gw bawa pulang cuma rear light en cyclometer (ini mungkin akan dipindahkan ke si Kona, tapi gw musti balik Jakarta dulu).

Thursday, October 28, 2010

Mentawai, mimpi yang belum kesampaian

Mendengar kabar gempa dan tsunami, huff...mengingatkan kembali pada mimpi yang belum kesampaian, ke Mentawai.

Digembar-gemborkan sebagai 'surga' untuk para surfer, dan melihat foto2 ex-surveyor, ini dulu salah satu tujuan dalam hidup. Kalo boleh berharap satu tahun aja lebih lama di NSN, mungkin sudah bisa menjejakkan kaki di sana. Well Mentawai dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dua objek ini menjadi fokus gw dulu. TNBBS karena butuh naroh 2 repeater di sana =), dan sudah siap2 rombongan lagi dulu..

Andai... dan masalahnya adalah kalau tidak pergi diem2.. gw bisa dapet protes besar2-an dari bokap dan nyokap. Masalah Malaria, secara dulu pas kecil 'literally' nyawa gw di ujung tanduk gara2 penyakit ini, so mereka menjadi paranoid. Masuk hutan ga boleh, ke pulau ga boleh, ke Papua ribut.

Dulu ke Linggau, bablas ke Curup, pas nyampe Curup gw baru telepon mereka, pasca beli alpukat 50000 dapet sekarung penuh (it was 2007)! Sedikit lagi Bengkulu..damn! Gw masih menyesal sampai sekarang kenapa ngga turun di Curup, ngambil travel ke Bengkulu dan naek pesawat back to Palembang.

Sumbar is beautiful, dan mereka ngadep ke Indian Ocean, third largest ocean in the world (ocean loh..not sea). Sama ngadep ocean-nya dengan Bengkulu. And man...this ocean..breathless! I know karena gw spent 8 years of my life staring at it! Masih inget gw dulu kepiting gede2 jalan2 di Pantai Panjang, beli lobster gede cuma 6000 perak (waktu itu Taro kecil 300 perak, uang jajan gw 1500 per day), lari dikejer air yang naek super cepet akibat badai, makan telor penyu (ok... sekarang udah gede ga mau lagi), nyari remis di pinggir pantai, ngeliat gurita hidup, mancing, berenang, etc, etc.

Dari sisi pantai... Bengkulu jelas menang dari Padang, definetly! Gunung yes..Padang menang dari Bengkulu dengan ngarai, danau, dan bukit2-nya (walaupun Bengkulu punya Rafflesia Arnoldi=P, oh en gw pernah liat 2x on the natural spot). Mentawai... still question mark, karena harus dibandingkan dengan Enggano di Bengkulu.

Gw kangen loh... bagaimanapun Sumbagsel itu tempat2 yang pernah gw lalui semasa kecil, dulu pas kerja, dan di masa depan masih mau balik lagi. It's just when you grow older, you always see things with different appreciation. Waktu kecil dulu banyak hal yang ga boleh, jalan2 ke tempat yang terlalu berbahaya, dll...tetapi pas udah gede, you can make your own decision!
Masih banyak tempat yang belum pernah dijelajahi. Malaria ngga malaria, gempa, tsunami, dll.. resiko mati pasti ada. Tapi umur memang pendek kan?

Someday gw bakal balik lagi! Dan gw bilang ga begitu susah. Now I have friends all over the places! Best wishes for Padang and Mentawai!

Sunday, October 24, 2010

A bitter self

People change, including me...

Weekend ini gw maen dengan temen SMU. 2 minggu ketemu, 2 minggu makan dan ke gereja bareng, and she said "You're so bitter now..."
Jelas gw berubah jauh dari jaman SMU, ada banyak hal yang berubah, ada kekecewaan, kemarahan, walaupun ada juga kegembiraan.

Gw bitter?! Jelas... lingkup sosial gw udah mulai menyempit. Gw udah mulai capek hahahihi, berbohong sama diri sendiri, masang tampang seneng di depan orang lain. Gw cape service 'temen2' gw! Bagi gw cukup 1-2-3 biji aja yang di-maintenance...sisanya duh... boleh lewat deh.
Ga peduli situ kawin sama sapa, punya anak berapa biji, kerja di mana, jabatannya apa, mau kawin kapan, punya apartemen di sini di situ... duh ruwet banget yah!

Secara 'spiritual' gw juga mulai crash dengan temen2 lama gw. Anak2 SMUKie tau aja ke gerejanya mati2-an. Sementara gw kalo yang namanya mencemooh itu gila2-an apalagi soal mencemooh Kristen..walalalaw ... hobi! Sometimes gw harus hati2 karena bisa crash. Sejak kapan yah...duh gw juga bingung.

Gw bitter jelas. I have a sucky life! Tapi gw yang sekarang belajar untuk lebih jujur dan terbuka. Setidaknya untuk diri gw sendiri.
Gw ga bisa nyanyi Tuhan itu baik, dll, dll..tanpa Tuhan gw hanya a worthless pile of shit. Sorry I won't let it happen! I still have to walk no matter how hard it is. God is there, but He will not help me nor I will permit Him to do that. But He walk beside me and that is the most important thing in the world. That I don't walk alone!
Hubungan gw sama Tuhan lebih ke hate-love relationship, but at the end we've spent so much time laughing together. Seriously He made a lot of joke!

Satu hal yang gw sadari dan cukup mengganggu, kalau sekarang gw ketemu temen lama yang cewe dan belum married...pasti ributnya mau kawiiiin melulu! Ok I understand we're 27 and the biological clock is ticking.. but..I dunno, it's just so annoying.
Apakah mungkin di usia sekarang ini harus berpikir untuk married yah? But the idea of living together for the rest of my life is still scary for me.

A few notes on this weekend:
  1. Hari Sabtu gw ke persekutuan youth Bethany (semata2 gara2 gw baru pulang kerja dan diajak temen SMUKie, daripada Minggu harus bangun pagi... ya oke-lah). Dan di sana gw ketemu OMG! Anak TeKim ITB 2001! Pas dia nyanyi di sebelah gw, gw udah mulai ngelirik2..kayanya gw kenal deh ini orang! Dan another surprise... dia jadi pembicara malem itu. Begitu dia ngomong: "Nama gw..." Gw langsung..."Ooohh sh*t!" Well orangnya cukup populer now and then...gw beberapa kali "rolled my eyes" due to excessive responses from those crazy girls. Di akhir kebaktian gw nyamperin dia, dan dia masih kenal gw! Well dia lupa nama gw, tapi dia inget gw dari IF.
  2. I don't like Bethany! I dunno yah.. 2x udah gw ke sana..dan gw merasa khotbah-nya ngga mentrigger gw untuk tertarik. Boring..same old same old. God is good..be yourself..ask and you will receive..bla bla bla. Same old same old. Kutipan Alkitab either loncat2 ga jelas or too shallow. Lebih sering cuap2 tanpa fondasi yang jelas. I'm not buying that!
  3. Dan temen SMUKie gw nangis! OMG! Gw kaga tau dah terharu dari mana! Hongkooong!
  4. Seorang temen SMUKie yang laen yang baru ketemu bilang "You look good!" Aaaw...thank you! Ya jelas lah gw dulu 89 kilo dan belum pake kawat gigi!
At the end of the day, gw harus mengakui.. ketika lu ga ngerjain PR bareng, or masuk kelas bareng or ngerjain tugas bareng. And nowadays our lives are getting more complicated. It's not easy to remain friends.
Gw ga mau mati2-an berusaha untuk berteman lagi (dan gw juga makes new friends). Dan gw bersyukur untuk my best friends walaupun jumlahnya lebih sedikit dari jumlah jari di tangan. But they're more precious than gold and diamond!

Tuesday, October 19, 2010

Kenapa harus membuat diri sendiri susah?

Well last Sunday,..ehmm..ini tidak terlalu membanggakan, tapi gw diajak oom2 jalan.

Cerita ketemunya di mana skip aja...

Gw udah bilang, "I don't do this kind of relationship", tapi dia bilang "let's just be friend...", dan dia ngajak makan malem.
Gw nolak, dia bilang ayolah...akhirnya gw setuju dengan syarat "not too fancy", well salah satunya gw ga mau dianggap money boy (walaupun sejujurnya gw matre).

Dan gw musti mengakui it went quite nice, we talked, we laughed, he asked what kind of sushi that I like, he drove me around the city. I was being pampered after so long that I already had forgotten how it felt like...

Dia tertarik dengan gw... mungkin... secara beberapa kali tangannya ada di paha gw (dan gw lagi pake celana pendek)
Gw tertarik dengan dia.. mungkin.. secara dia 40+, still looking good, directing a company, living in, according to my opinion, one of the most serene place in Singapore.

Tapi gw marah dengan diri gw sendiri! Kenapa bisa berpikir seperti itu! Ok gw matre..tapi bukan alasan!

Dia ngomong...dia udah punya boyfriend, a flight attendant in the most awarded airline. He has taken care of his boyfriend since he was 16 until now: 25. 9 years relationship!
Dan gw nanya..lah terus kenapa lu masih fooling around? Dia bilang dia sama boyfriend-nya sama2 fooling around outside home, tau sama tau but never talk about it. And it's quite common in gay relationship.

Ok it is common. Tapi kemudian lu jadiin gw ban cadangan?
Entahlah, some part of me is "matre" and enjoy being pampered, but some part of me can't accept it.
Gw ga pernah mau jadi ban cadangan, sori..but I'm better than that! I want to be a main prize. Gw setuju dengan perselingkuhan, tapi gw ga mau jadi selingkuhan.
Dan lagi gw mau hubungan kalian yang 9 taon itu sukses dan terus berlanjut!

Friend?? Ngga la yaw selama masih ada sexual intention...I can't accept that.

Gw bilang lagi ke diri sendiri....forget about it..and continue your life. Susah memang...$30/orang makan malam di Sushi Tei menurut gw termasuk mahal dan menurut dia kacang goreng..but at least I have my pride.
Gw ga punya mobil dan bukan director in a company....but i'm still me!
Gw kangen being pampered...but sometimes in the future i will pamper myself.

Some part of me said "Stop being so hard on yourself, and enjoy it"..but I have to say no.. not this time...I am better than a third person in a relationship.

Tapi ini bukan pertama kali gw "being courted" by oom2 40+... pernah sekali sebelumnya...hihihihi....laen kali baru cerita...

Sunday, October 17, 2010

Ironi Rabies

Antara geram, marah, sedih, ketawa, dan ironi membaca berita hari ini. Lagi2 ada yang tewas karena rabies di Bali. Entah karena bego, miskin, atau terlalu pintar, tapi sudah banyak korban mati seperti tikus karena kasus ini.

Alasannya? Stok vaksin anti rabies (VAR) habis....

Ya olo... kenapa orangnya ga sekalian disuntik mati di tempat aja? Menunggu berlama2 menderita rabies?

Ceritanya kira2 begini: virus rabies akan menjalar dari tempat gigitan melalui jaringan syaraf sampai ke otak. Pada saat awal pemberian VAR akan membantu, tapi kalau virus sudah sampai jaringan syaraf pusat... sudah mending siap2 beli peti mati. In plain words: it is uncurable.

Terus tinggal nunggu orangnya kejang2, phobia air, cahaya, nyaris seperti orang gila yang kadang2 sampai harus diikat di tempat tidur... dan akhirnya mati juga.

Kalau gw? Mending gw ngambil opsi euthanasia... oh wait.. ga boleh di Indonesia, karena Indonesia negara beragama...kampret! Terus darimana versi agama bisa membantu dalam hal ini? Ada mujizat dari atas orang bisa sembuh dari rabies?

Heran koq masalah ini ga dianggap serius sih, Masih bisa ada alasan cempreng kehabisan VAR. Yang namanya daerah endemik, penyakitnya mematikan pula, koq bisa2-nya ngga ada persiapan.

Kapan Indonesia bisa bebas rabies? Mimpi.....butuh 10-15 tahun dari kasus rabies terakhir supaya sebuah negara dinyatakan bebas rabies.
Apa untungnya sebuah negara bebas rabies? Well sebagai pencinta binatang, itu berarti binatang peliharaan bisa bebas travelling ke negara2 sesama bebas rabies tanpa proses karantina.

Anjing Singapur bisa bebas travelling ke Jepang, Inggris, Australia, etc.
Anjing Indonesia, duileeee......

Mungkin jauh kali ya ngomong anjing, orangnya aja masih sering disangka teroris...

Sunday, October 10, 2010

I like glasses

Gw suka pake kacamata. Ok awalnya karena gw naek motor (dengan helm kebuka) dan berenang. Dua hal ini very no..no.. dalam hal pake contact lenses. Sekali kemasukan sesuatu..wadoow..

But now..I don't know..It's like being Clark Kent. Dengan kacamata terlihat lebih pintar, geeky, normal, etc etc...
Without glasses...a hidden personality.

Gw mesti mengakui..gw tanpa kacamata..*eehm* lebih liar dan binal...
Ok gw off kacamata only in few occassions (selain keperluan pribadi seperti tidur dan mandi)

Di beberapa saat di kelas gym ketika perlu tenaga tambahan.. well kacamata menghalangi keringat plus licin jadi gampang jatoh. Lepas kacamata, jadi lebih free karena keringat boleh lari ke mana2.

Berenang... gw ga ngeliat jelas so I less care. Gw berenang di tempat sepupu gw, dan gw less care nake turun lift residensial in swim trunk...so what getu looh... Tapi kalo gw pake kacamata..oow.. malu.
Actually including showering in public places, like public swimming pool. Kalo ga pake kacamata.. gw ok2 aja naked.

And the last but not the least.. ketika doing 'wild things' and of course *uhuk* having sex. Dugem gw pake kacamata... mabok masih... tapi kalo udah tahap lebih lanjut (or gw mau melanjutkan ke tahap berikutnya)...ok..better off.

Ada yang bilang "I can't believe you actually did it..."... yeah because of my look with glasses on. Just take it off.. and it's a different person.

Btw.. I love my glasses. Frame Oakley ga pernah patah sudah 4 taon lamanya plus kaca Essilor yang sudah 1x ganti karena pecah.

Saturday, October 09, 2010

Orang Tidak Bisa Dinilai dari Gaji

Ketika gw ke Padang pas jaman muda dulu.

Begitu sampai di Padang kita dijemput oleh teman surveyor gw, mantan teman satu kampus dia dulunya. Well kita memang berencana mau menyewa mobil secara mobil surveyor gw sedang dalam perjalanan dari Medan, jadi saat itu kita belum punya kendaraan.

Dan teman surveyor gw ini datang ke bandara Minangkabau dengan kendaraan umum alias ngangkot! Dan dia ngajak kita2 untuk mampir ke rumahnya, lagi2 dengan ngangkot. Ok kita tempuh lah perjalanan dari bandara ke rumahnya dengan angkot, dua kali ganti, dengan lagu heavy metal dan kendaraan yang keberatan sticker. Untung gw bawa tas model backpack.

Rumahnya...ok.. sederhana (eufemisme dari: jelek)...dan kemudian gw belajar bahwa rumah ini didiami oleh tiga orang. Teman surveyor gw, adiknya yang masih SMU, dan ibunya. Sang ayah telah almarhum. Sang Ibu bekerja sebagai guru SMEA, dan teman surveyor gw bekerja sebagai pengajar bimbel 4 hari seminggu di Bukit Tinggi.

Begitu sampai di rumahnya, Sang Ibu baru pulang mengajar dan langsung masak. Tidak tanggung2 kita semua diajak makan bersama. Begitu makanan terhidang, Sang Ibu minta maaf ke kami2 semua karena lauknya hanya ikan, tidak ada ayam atau sapi. Sayangnya Sang Ibu tidak tahu kalau gw maniak ikan melebihi daging apapun, ada ikan YES....ga ada sapi, ayam, etc...is very very OK. Kalau babi kayanya haram deh di keluarga ini.

Setelah makan, sang Ibu bilang ini sudah terlalu sore untuk beraktifitas apapun (nyari mobil sewaan, hotel, etc).. dan kami diundang bermalam di rumahnya.

Well..bermalam di rumahnya bukan sesuatu yang mudah. Lantai dari semen, kamar mandi..*ehm*, penerangan absolutely remang2, hiburan cuma tivi butut, dan pas tidur untung seribu untung gw selalu bawa Autan.

In between the conversation sambil jalan2 malem di hutan entah mana..terlontar kalau gaji sang Ibu hanya 1.5 jutaan dan gaji teman surveyor gw ini 600 rb-an.

Besoknya kita ngomong sama temen surveyor gw... sori kalau blak2-an..but kita bener2 mau pay fo the night. Dan dia menolak.

Apa yang gw sadari?

Sekaya apapun gw, walaupun gaji gw berkali-kali lipat dari anggaran rumah tangga keluarga ini, hari itu gw miskin. Semata2 karena keluarga ini memberikan hospitality.

Bayangkan di saat itu mereka memberikan makanan dan tempat tinggal, dan gw menjadi orang yang tidak punya makanan dan tempat tinggal! Mereka benar2 orang yang kaya.

Bukan masalah gaji, bukan masalah uang, tapi masalah hati.

Gw bertanya2 apa yang membuat orang bisa menjadi seperti ini....
Just guessing, tapi gw percaya 80++% akurat..jawabannya mungkin adalah Tuhan.

Dan ada orang yang berkata 'mungkin kamu tidak pernah miskin Kar..', well gw pernah miskin...di banyak kesempatan.

Wednesday, October 06, 2010

Jomblo tidak cukup 24 jam

Jomblo begini koq 24 jam sehari kayanya kurang banget yah... ga kebayang kalo berkeluarga.

Weekday

Bangun jam 7.00
Mandi, dandan, dll...jam 8.00
Jam 8.00 berangkat kerja..sampe jam 09.00
Kerja 09.00-18.00
Pulang sampe rumah jam 20.00 (lebih lama perjalanan pulang karena jalan lebih santai en look see look see along the way en lebih padet).
Leyeh2 lurusin kaki sampe jam 21.00
21.00-23.00 ke gym
23.30/24.00 harus tidur...
Besoknya bangun kaya ketiban bajaj....

Gitu terus all the weekday... notice gw bahkan tidak punya waktu untuk sarapan dan makan malem... hiks...
Itupun hari2 yang sangat normal loh ya... ga pake lembur2, dinner invitation, client visit, dll...

Weekend...
Jumat malem pulang kerja harus kencan..kalo nda dipindah Sabtu malem...
Sabtu siang harus bodypump, spin class, etc etc...
Minggu, belakangan ini ketemu temen yang ngajak ke gereja.. (padahal udah gw bilang gw biasanya ke gereja setan). Abis itu makan siang.. mungkin nonton...

Abis itu Senen lagi...KYAAA!!!!

Stress gw....kapan yah bisa nonton film seri season2-an yang sudah menumpuk hasil donlot-an? Makin lama makin ga kekejer antara yang sudah di-donlot dan yang sudah ditonton.

Eeh satu lagi... gw kalo dandan selalu aja ada yang kelupaan <-- penting ga sih..??
Lupa cukur keq...lupa pake hair gel keq...lupa pake deodoran keq...lupa pake toner keq...
Setiap hari pasti aja ada yang lupa... begitu keluar rumah baru DAMN! Syalan lupa...

Sunday, October 03, 2010

Wrong Kardy?

My (new) boss said: "Kardy, i need more confidence."

Kaget setengah mati, dalam hati: "Since when I don't have one?" Biasanya gw menghela nafas, mengambil energi dan wuush...gw bisa bergaya dengan sepenuh hati. Tapi saat itu, gw melihat ke dalam en blank! I have to admit at that time I didn't have any!

Mungkin gw berubah, mungkin gw jadi orang yang penakut, jadi orang yang takut gagal, diomelin, ditertawakan, dan salah dalam mengambil keputusan. Mungkin gw lupa prinsip gw sendiri kalau setiap kali jatuh, bolehlah nangis karena sakit, tapi setelah itu harus bangun kembali dan senyum. Mungkin yah gw lupa.

Mungkin gw terpengaruh orang lain sehingga gw lupa apa yang gw mau.

Gw ga pernah ended up in the best paid job. So what?!? Gw ga pernah merasa rugi.

NSN menawarkan gw kesempatan langka untuk me-retrace kembali tempat2 masa kecil gw dengan pandangan yang jauh lebih luas dan berbeda (naek ke tempat yang tinggi2 maksutnya). Gw musti mengakui pengalaman itu priceless, di atas segala gaji. Gw masih inget pertama kali telpon2-an di jaringan 'sendiri'...wooow...100% ga percaya lah bo!

Dan sekarang? I'm back in engineering, walaupun semua orang bilang finance and sales paling menguntungkan. Lebih buruk lagi: manufacturing industry! Yang mana paling haram dalam soal gaji. Tapi mereka menawarkan Shanghai, dan Taiwan (dan propinsi lain di Cina yang gw kaga ngerti bacanya)! Tentu gw takut setengah mati apalagi dengan bahasa Cina yang pas2-an.

Tapi gw berpikir, saat ini punya gaji buat apa sih? Selama hidup cukup.. gw juga belum punya anak dan istri. Paling juga buat dugem dan senang2. In the other hand, i need that exposure, beyond pergi ke Cina hanya untuk hahaha dan potret2. And btw eniwei gajinya ngga kecil2 amat koq =). Manufacturingnya juga bukan yang kelas teri..so mungkin interesting kali ye...

Lagi2 interviewnya something yang "Hah...gw ga pernah denger en gw ga ngerti lu ngomong apa" Dan gw diterima... persis NSN, and this is also a German based company. God must be joking.

Mungkin dipecat.. karena ga bisa kerja. But again so what! I have nothing to lose, dipecat gw pergi ke Disneyland Hongkong (mimpi yang belum kesampaian karena belum pernah dipecat).

Salah? Gw orang baru man! Wajar kalau salah.

Mungkin perusahaannya jelek... again so what?! I'll quit!

Mungkin gw harus lebih PD. Kembali ke Kardy yang dulu, enjoying life and taking all the things in the world for granted.
Ok buat hari Senin besok..lebih PD.

Kalau belum dipecat dan kalau jadi, dua minggu lagi harus ke Penang (di Malaysia katanya). Gw belom pernah ke sana, walaupun nyokap dah dua kali. Gw denger sih makanannya enak2, en gw bakal 'perlu' spend the whole week there. Menunggu keputusannya Jumat minggu ini. Pergi senang, batal pun senang (ya less capek lah boo...).

Gw lupa kalau bagi gw tidak pernah ada yang namanya keputusan benar atau salah. Besok gw harus mulai senyum kembali =).

Saturday, October 02, 2010

Q! is a Culture

Menyimak berita mengenai drama FP* dengan penyelenggara Q! Film Festival dan komentar menteri terfavorit-ku mengenai hubungan antara homoseksual dan HIV/AIDS, sulit rasanya tidak berkomentar.

Entah pernah denger atau baca dari mana judul blog ini, tapi pada akhirnya gw setuju. Q! is now transforming from a disgusting, sinful, abnormal (therefore the original word: queer) actions into a culture. Dan sebagai culture mau tidak mau ini menjadi bagian dari kehidupan sehari2. Pengaruh barat? Ah tidak juga. Seperti yang kita ketahui bersama yang namanya homo ada di mana saja. Pengaruh barat yang mungkin positif (dan mungkin juga negatif) adalah keterbukaan dalam membicarakan hal ini.

Kenapa menjadi kebudayaan? Gampang..they have their own cultural products. Sebut saja contohnya buku, musik, film, pariwisata, bisnis ('pink dollar' business), busana, komunitas, dan juga riset dan pendidikan (yes there is research and education in gay culture...confirmed =)). Cakupannya menjadi lebih luas dari sekedar seks di tempat tidur dibalik pintu yang tertutup.

Kalau sudah begini, gw memang bisa berempati terhadap para pembela kebenaran dan keadilan, badan2 keagamaan, dan orang2 kolot ini. Karena nilai2 yang mereka anut dalam serangan yang luar biasa hebat. It's ok, it's understandable.

TAPI apakah ini efektif? The answer is a big NO. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, material Q! bisa diperoleh dimana saja dan kapan saja. Tinggal buka internet dan wussh dengan jejaring sosial seorang Q bisa berhubungan dengan Q di mana saja. Komunitas terbentuk, pasar terbentuk dan alur material terbentuk.
Kalaupun Q! culture dibatasi dengan instrumen hukum dll (misal..kalau mau diterapkan hukuman gantung untuk Q), ini akan berdampak negatif terhadap Indonesia sendiri. Kata sederhana, uang dan orang yang seharusnya masuk dan berputar di Indonesia akan lari ke negara lain. Silahkan kalau Indonesia bisa menanggung dampak ini.

Di era milenium ini, tidak lagi bijak mengatakan my culture YES, your culture NO. As long as your culture is profitable, lets TALK. Ini terjadi dimana2! Ketemu klien orang Korea ya dijamu di restoran Korea dan makan kimchi, ketemu klien orang Jepang ya belajar bilang 'arigatou', ketemu klien orang Cina ya belajar bilang 'ni hao'. Bisa punya bisnis yang bilang: 'Oh no..saya tidak mau punya klien orang XXXX', silahkan dan bisnis anda akan dituduh rasis, dan pelanggan akan lari ke kompetitor. Ini dunia yang cuma selebar daun kelor!

Dan Q!? Apalagi! Sudah bukan jamannya mengatakan Q! sebagai sesuatu yang hina, salah, dosa dan perlu dinormalkan. Q! can be everyone, seorang bos, penata rambut, guru, dokter, ahli bedah, tukang masak, ilmuwan roket, teman, suami, istri, anak, dll. How can you say NO?!

Start talking, start discussing, and start understanding.